![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Dua murid Sekte Lautan Awan yang sedang berjaga di gerbang itu nampak membicarakan sesuatu dengan begitu asyik saat sebuah lesatan yang entah apa menyerang mereka.
!!
Dengan satu tangan yang terangkat, sebuah pelindung dari energi spiritual terbentuk dan menahan serangan tiba-tiba itu. Beruntung kedua murid sekte tersebut mampu bergerak gesit.
"Apa-apaan ini?!" salah seorang murid Sekte Lautan Awan nampak keheranan. Dia terkejut saat tahu bahwa yang datang dan menyerangnya adalah para makhluk dari dunia iblis.
"Bagaimana mereka bisa menerobos masuk kemari?! Bahkan pelindung sekte tidak mendeteksi kedatangan mereka." murid Sekte Lautan Awan yang lain kaget. Ini adalah yang pertama kalinya sekte mereka mendapat serangan tiba-tiba.
"Kau cari bantuan...! Biar aku yang menahan mereka."
"Tapi---"
"Pergilah...!"
Melihat saudara seperguruannya langsung melesat dan memberi serangan sekuat tenaga pada makhluk berwajah mengerikan itu membuat murid Sekte Lautan Awan tersebut bergegas masuk ke dalam gerbang untuk mencari bantuan.
Pertarungan yang sengit itu terlihat tidak seimbang. Murid yang nampak bagai pria berusia 30 Tahun tersebut melawan tujuh makhluk sendirian. Namun meski sangat kewalahan, dia tidak mudah dikalahkan.
Kabar mengenai keributan di wilayah bagian timur Sekte Lautan Awan belum sampai di wilayah bagian barat sekte. Karenanya Xiao Shuxiang terlihat masih fokus mencabuti rumput liar sambil terus menggerutu.
"Sebenarnya aku tahu ini pekerjaan yang sia-sia..." wajah Xiao Shuxiang nampak ditekuk, dia mengeluh. "Sampai rambutku uban pun, rumput liar di sekte ini tidak akan pernah ada habisnya."
"Anak berandalan, yang harusnya bergerak itu kedua tanganmu. Gerakkan tanganmu! Bukan hanya mulutmu saja yang bicara," Dao Fang An menyapu dedaunan kering sambil terus mengawasi pekerjaan Xiao Shuxiang.
"Haaah.... Padahal bukankah sebentar lagi para murid akan pergi ke Konferensi Aliansi Abadi? Harusnya aku juga mulai bersiap-siap, bagaimana jika nanti aku terlambat. Semua ini akan menjadi salahmu, Tua Bangka."
"Memang siapa yang akan mengajakmu pergi menghadiri Konferensi Aliansi Abadi itu? Siapa kau ini? Kau bukan murid salah satu Tetua Puncak Suci dan juga bukan sosok yang diistimewakan di tempat ini. Berhenti bermimpi dan sadar dirilah, kau hanya pelayan."
Xiao Shuxiang menatap Dao Fang An yang ucapannya benar-benar pedas. Dia pun tidak menahan diri dan berkata, "Kau ini sangat benci padaku, yah? Memang apa yang sudah kulakukan hingga kau begitu dendamnya padaku? Kau sangat baik pada Wang Zhao dan bahkan tidak pernah bicara sekasar ini pada Mo Huai. Kenapa padaku kau sangat berbeda?"
"Oh, jadi kini kau mulai mengeluhkan tentangku? Kau memang tidak sadar diri. Sebelum diperlakukan dengan sopan, kau harus lebih dahulu bersikap sopan. Lihat dirimu, kau bahkan masih menyebutku 'Tua Bangka'."
"Kau duluan yang mengataiku 'Anak Berandalan'. Aku ini pemuda dewasa, sudah menikah tahu! Apa pantas disebut seperti itu? Dan kau juga harus tahu ini .... Usiaku jauh lebih tua darimu, sialan!" Xiao Shuxiang bersungut-sungut, tetapi tetap mencabuti rumput liar dengan tangannya.
Dao Fang An tentu saja tidak percaya. Dia kembali menyapu dan masih mendengar gerutuan Xiao Shuxiang walau kali ini sangat samar.
"Seingatku..." Dao Fang An kembali berkata, "Tidak ada pemuda dewasa dan kultivator berusia tua yang sangat suka mengeluhkan banyak hal. Kau jelas masih sangat 'Bocah'."
Xiao Shuxiang tersentak dan menoleh, pipinya nampak menggelembung saat berkata. "Aturan dari mana bahwa orang dewasa tidak boleh mengeluh? Aku mau mengeluhkan banyak hal sama sekali bukan urusanmu, Kakek Tua! Berhenti menggangguku dan pergilah---"
"Shizun...! Shizu...!"
Xiao Shuxiang baru akan mengusir Dao Fang An ketika dia mendengar suara Wang Zhao yang memanggil-manggil. Dia pun melihat Wang Zhao berlari dengan raut wajah yang pucat.
__ADS_1
"Shizun...! Shizun...!"
Dao Fang An mengerutkan kening, "Ada apa denganmu?"
Xiao Shuxiang pun ikut berdiri, dia juga sama penasarannya dengan Dao Fang An. "Kau terlihat takut, apa ada murid yang menindasmu?"
"Bu-bukan," napas Wang Zhao terputus-putus. Dia menjelaskan, "Pe-Penjahat Iblis telah berhasil menyusup ke sekte ini. Me-mereka membuat keributan di bagian timur sekte...!"
Dao Fang An terkejut, dia pun bergegas berlari ke bagian timur Sekte Lautan Awan sambil tetap membawa sapunya. Xiao Shuxiang dan Wang Zhao mengikutinya dari belakang.
Dao Fang An merasa gelisah, "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Penghalang sekte ini harusnya tidak bisa ditembus dengan mudah. Jadi kenapa tiba-tiba Penjahat Iblis berhasil masuk?! Zhao'Er, kau tahu siapa mereka?"
Wang Zhao, "Aku tidak yakin, Shizun. Tapi aku mendengar dari murid lainnya bahwa yang menyusup itu berasal dari Sekte Lembah Iblis."
Xiao Shuxiang tersentak dan tatapan matanya berubah tajam. Markas Sekte Lembah Iblis sebenarnya ada di antara perbatasan Kekaisaran Langit Tengah dengan Kekaisaran Langit Selatan, yakni berada di Alam Kultivasi Bawah. Namun sepertinya ada markas lain dari sekte itu di Alam Kultivasi Atas ini.
!!
Xiao Shuxiang tiba-tiba terkejut ketika Dao Fang An yang sebelumnya berlari bagai Tua Bangka lemah kini tidak lagi berada di depannya. Dia berhenti dan mengedarkan pandangannya, Wang Zhao pun sama terkejutnya.
Xiao Shuxiang, "Ke mana perginya Tua Bangka itu?! Aku hanya berkedip dan dia sudah tidak ada,"
Wang Zhao juga ikut keheranan, "Aku tidak tahu. Shizhu...?! Shizun...?!"
Kening Xiao Shuxiang mengerut, dia tidak ingin memikirkan hal yang lain sekarang. Dirinya pun menepuk pundak Wang Zhao dan mengajaknya bergegas ke bagian timur sekte.
*
*
Tidak hanya membuat keributan besar, anggota dari Sekte Lembah Iblis yang dibawa Chu Gu Xiang juga melukai banyak murid Sekte Lautan Awan.
Chu Gu Xiang, gadis yang cantik itu----bahkan hanya butuh sekali ayunan tangan dan sudah bisa menutupi tempat ini dengan pelindung dari energi spiritualnya. Dengan kondisi tersebut, dia telah menghancurkan penghubung tempat ini dengan Gunung Puncak Suci.
Dao Fang An tiba dan langsung disambut dengan pertarungan para murid Sekte Lautan Awan yang menghalau para Penjahat Iblis agar tidak semakin memasuki sekte.
Dia menengadah dan melihat kilau keperakan pertanda wilayah ini sudah terkurung dalam sebuah pelindung energi spiritual yang kuat.
!!
Tiga orang murid senior Sekte Lautan Awan menghantam pilar, batang pohon dan lantai aula sekte dengan keras. Dua di antara mereka memuntahkan darah, sementara satu orang lagi entah pingsan atau sudah kehilangan nyawa.
Para murid sudah berkumpul dan berusaha menekan penyusup yang menyerang sekte mereka. Sayangnya, mereka menyerang tanpa strategi dan kerja sama. Para murid tersebut kini justru berhasil dibuat dalam posisi terdesak.
Chu Gu Xiang berdiri paling belakang dan hanya menyaksikan ketika para anak buahnya membuat kekacauan. Dia ditemani oleh Fu Tou, rekannya yang merupakan sosok pria berbadan kekar.
__ADS_1
Dao Fang An masih memegang sapu miliknya. Dia melihat para murid Sekte Lautan Awan yang terluka mundur dan berkumpul menjadi satu kerumunan besar. Hanya saja para Penjahat Iblis itu seperti tidak ingin membiarkan mereka untuk menjauh.
Dao Fang An melesat dan berdiri tepat di depan para murid Sekte Lautan Awan. Dia mengeluarkan energi spiritual yang kuat hingga mampu mendorong mundur para Penjahat Iblis.
!!
Semua murid Sekte Lautan Awan terkejut karena kehadiran Dao Fang An.
Para murid itu seakan tidak menyangka bahwa sosok yang merupakan salah satu Kepala Pelayan di sekte ini mampu mengeluarkan energi spiritual yang besar.
Para Penjahat Iblis itu hendak menyerang lagi, tapi suara Chu Gu Xiang yang tiba-tiba terdengar membuat mereka sontak mengambil langkah mundur. Murid-murid Sekte Lautan Awan yang terluka kini bisa sedikit bernapas lega.
Wang Zhao dan Xiao Shuxiang yang baru tiba nampak terkejut menyaksikan betapa kacaunya bagian depan aula Sekte Lautan Awan. Mereka juga melihat cukup banyak murid yang terbaring penuh luka.
Wajah Wang Zhao terlihat pucat. Dia bahkan sulit untuk menelan ludah. Kakinya agak berat melangkah dan kedua tangannya gemetar. Dia sangat takut, pemandangan yang dilihatnya begitu mengerikan.
"Apa .... Apa yang sebenarnya terjadi?" Wang Zhao merasakan sesak di dadanya. Baru saja dia pergi untuk memanggil Dao Fang An dan kondisi di bagian timur Sekte Lautan Awan sudah sekacau ini.
!!
Wang Zhao tersentak saat mendengar suara napas seseorang yang begitu berat. Dia pun menoleh ke samping dan sadar bahwa tidak hanya dirinya yang merasa tertekan karena melihat ini. Xiao Shuxiang yang bersamanya pun demikian.
"Tuan Muda Xiao?!" Wang Zhao menahan tubuh Xiao Shuxiang yang nyaris oleng. Dia tersentak saat melihat keringat dingin terbentuk di dahi pemuda mempesona ini. Dia merasa bahwa pemuda tampan ini baru pertama kali melihat pemandangan yang mengerikan.
"Tuan Xiao, bernapaslah pelan-pelan..." rasa takut Wang Zhao kini beralih menjadi rasa cemas karena keadaan Xiao Shuxiang. Apalagi saat dia memegang lengan pemuda ini, dia bisa merasakan bahwa tangan Xiao Shuxiang sedang gemetar.
Bukan hanya itu, bahkan mata pemuda di sampingnya nampak berair. Ini adalah yang pertama kali bagi Wang Zhao melihat pemuda yang jauh lebih penakut daripada dia. Padahal menurutnya, Xiao Shuxiang adalah sosok yang kuat.
"Tu-Tuan Xiao...?"
"Hah .... hah .... Bagaimana ini..?" Xiao Shuxiang tersengal-sengal, dia menekan dadanya dan tetap tidak bisa bersikap tenang.
"Tuan Xiao, ka-kau jangan takut. Aku ada di samping---"
"Indah ...."
"Eh?" alis Wang Zhao terangkat, dia sepertinya salah dengar. "Tu-Tuan Xiao..? Apa yang kau katakan?"
Xiao Shuxiang tidak mendengarkan Wang Zhao dan masih memandang ke depan. Dia bisa merasakan debaran jantungnya yang berpacu kencang. Perasaan ini sudah lama sekali tidak dia rasakan.
Napas Xiao Shuxiang berat, namun binar pada matanya kian jelas. "Ini .... Pemandangan yang luar biasa indah. Aku .... Sudah lama tidak merasakan perasaan yang berdebar-debar seperti ini...."
"Tu-Tuan Xiao?" Wang Zhao tiba-tiba menjadi gugup, dia merinding saat melihat Xiao Shuxiang tersengal-sengal namun sambil tersenyum. "Tuan Muda Xiao...?!"
Air mata Xiao Shuxiang menetes karena terlalu bersemangat. Dia menyukai pemandangan dan perasaan ini. Tangannya gemetar dan organ dalamnya berdetak kencang bukan karena dia takut, tetapi karena penyakit lamanya telah kambuh. Dia benar-benar menyukai suasana yang kacau dengan darah di mana-mana.
__ADS_1
"Sangat menyenangkan. Aku .... Juga ingin melakukannya,"
******