KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
180 - Sosok Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Chu Gu Xiang menggeram tertahan. Dia melambaikan kasar rambutnya dan menatap tajam ke arah Tetua Wang Jing Li. Pria itu selalu saja menyerang tanpa membiarkannya membalas.


"Sepertinya kau tidak bisa melawan lagi," Tetua Wang Jing Li bersuara dingin dan memegang kuat pedang besarnya. Dia menunjuk lawannya dengan pedang dan kembali berkata, "Sebaiknya sekarang kau katakan alasanmu menyerang sekteku ini, atau jika tidak---"


"'Jika tidak,' apa?" Chu Gu Xiang menyela, "Kau tidak akan pernah bisa mengancam Chu Gu Xiang. Pria tua sepertimu bahkan belum bisa untuk bersaing denganku."


"Sombong sekali," Tetua Wang Jing Li berjalan mendekat, "Apa kau tidak sadar dengan posisimu sekarang? Kaulah yang saat ini sedang terdesak dan yang perlu kau lakukan sekarang adalah memohon untuk keselamatanmu,"


Chu Gu Xiang mendengus dan kemudian meludahkan darah. Dia menyeringai dan menatap Tetua Wang Jing Li. Suasana di sekitarnya mendadak berubah dan suara Chu Gu Xiang pun terdengar lebih berat dari yang biasanya.


Chu Gu Xiang berkata, "Bukan aku yang harusnya memohon. Tapi kalian..!"


!!?


Ling Qing Zhu tersentak, sementara Tetua Wang Jing Li langsung melesat saat tahu apa yang akan dilakukan oleh Chu Gu Xiang. Hanya saja, Tetua Wang Jing Li terlambat.


!!


Ling Qing Zhu melihat Chu Gu Xiang tiba-tiba saja berubah menjadi kepulan asap ungu-pekat dan terdengar suara berat bagai hewan buas. Tetua Wang Jing Li sampai terpental dan menghantam dua pohon sebelum jatuh ke tanah dengan keras.


Ling Qing Zhu tahu ini belum berakhir. Dia pun melesat dengan ayunan pedang dan berusaha untuk menebas asap ungu-pekat tersebut. Namun angin kejut tiba-tiba datang dan membuatnya terpental.


Ling Qing Zhu tidak bisa mengatur posisi yang pas dan dia bahkan sulit bergerak. Serangan yang datang secara tiba-tiba itu sangat mengejutkannya dan membuat tubuhnya sakit.


Gadis bercadar tipis itu berpikir bahwa dia pasti akan menabrak batang pohon dengan keras karena serangan angin kejut dari lawannya. Namun tanpa diduga----ada sebuah tangan yang terulur dan mencegahnya menghantam pohon dengan cara yang menyakitkan.


Ling Qing Zhu tersentak. Dia bisa melihat wajah menawan sosok yang menahan tubuhnya saat ini. Sosok di hadapannya mempunyai senyuman yang mempesona meski terdapat bekas darah di pipi dan sudut bibirnya. Ling Qing Zhu mengenali orang ini.


"............. Shuxiang?"


"Aku segera kemari karena khawatir dengan keadaanmu,"


"..............."


Jika ingin jujur. Xiao Shuxiang yang kini sedang berbicara dengan nada yang lembut jauh lebih berwibawa daripada saat dia sedang dalam mode yang biasa.


Bahkan untuk sesaat, Ling Qing Zhu sampai lupa dengan posisinya saat ini.


!


Ketika tersadar, Ling Qing Zhu dengan segera mendorong Xiao Shuxiang dan memperbaiki posisinya. Dia terbatuk pelan dan mulai menepis debu pada pakaiannya. Ekspresi wajahnya kembali setenang air danau.


Xiao Shuxiang sendiri berkedip dan tidak mempermasalahkannya. Dia pun lantas menoleh ke arah Tetua Wang Jing Li dan mengembuskan napas lega karena Tetua tersebut masih hidup.


Xiao Shuxiang baru akan bicara ketika asap ungu-pekat tersebut mengeluarkan geraman yang lebih kuat dan membuat terkejut siapa pun yang mendengarnya.


Ling Qing Zhu memandang ke depan dengan tetap waspada. Dia pun berujar, "......... Pedangmu. Belum kudapatkan,"


Xiao Shuxiang tersentak. Dia menatap gadis berambut putih di sampingnya dan merasa bahwa Ling Qing Zhu sudah terlalu banyak bertarung saat ini.


Xiao Shuxiang yakin penampilan Kucing Putihnya pasti berantakan sekarang. Apalagi ketika dia menahan tubuh gadis itu tadi-----dirinya sendiri dalam kondisi yang kurang baik.


"..............." Xiao Shuxiang sebenarnya bersyukur karena kondisi saat ini sedang malam hari atau kalau tidak----Ling Qing Zhu mungkin saja akan takut melihat penampilannya.

__ADS_1


"........... Apa makhluk itu adalah gadis cantik yang mengambil pedangku?" Xiao Shuxiang melepaskan pakaiannya dan memandang ke depan, "Aku ingat dia mengambilnya.."


Ling Qing Zhu menoleh sejenak dan bertanya pada Wali Pelindungnya, "Kenapa kau lepas pakaianmu?"


"Karena kotor dan aku tidak mau semakin mengotorinya," Xiao Shuxiang menjawab enteng. Dia memang sudah mengotori pakaian putihnya dan itu tidak terlihat bagus sekarang ini.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas saat mengingatnya. Alasan utama mengapa dia hanya memberi hukuman yang ringan pada Fu Tou sebelumnya pun karena mengingat warna pakaiannya dan ingat bahwa saat ini dia sedang belajar menjadi manusia yang 'sedikit' lebih baik.


"Kucing Putih, kau tetap di sini dan biar keselesaikan sisanya untukmu." Xiao Shuxiang langsung melesat ketika melihat asap ungu-pekat itu mulai menampakkan kepala monster yang seperti seekor ular besar.


Ling Qing Zhu baru ingin bicara, tetapi Wali Pelindungnya sudah pergi lebih dulu. Dia tersentak ketika mendengar geraman dari Tetua Wang Jing Li.


"Kau pergi bantu yang lain..!" Tetua Wang Jing Li memberi perintah pada Ling Qing Zhu dan kemudian melesat dengan ayunan pedang yang kuat.


"..............."


Ling Qing Zhu sebenarnya memang sudah lelah. Tenaganya terkuras banyak sekali karena terus mendukung serangan dari Tetua Wang Jing Li tadi. Dia hanya tidak memperlihatkan perasaan lelah itu di wajahnya.


Ling Qing Zhu menghindari serangan nyasar dari pertarungan sengit Xiao Shuxiang dan Tetua Wang Jing Li melawan Chu Gu Xiang yang berubah menjadi monster ular besar.


Dengan gerakan cepat, Ling Qing Zhu mengambil pakaian Wali Pelindungnya dan kemudian melesat ke tempat yang lain. Dia memang khawatir pada Xiao Shuxiang, tetapi tinggal di sana mungkin akan menyusahkan pemuda menawan tersebut.


!!!


Suara debaman keras terdengar ketika kaki Xiao Shuxiang menginjak sebatang pohon akibat terkena serangan lawan. Untung saja, dia masih bisa menahannya hingga dirinya tidak sampai menghantam pohon ini dengan keras.


Tetua Wang Jing Li melesatkan serangan dan kemudian menoleh sejenak ke arah Xiao Shuxiang, dia spontan bertanya. "Hei, Nak? Ke mana pakaianmu?"


"Aku melepaskannya," Xiao Shuxiang tanpa ragu menjawab. Ekspresi wajahnya terlihat penuh konsentrasi.


"Tidak kusangka kau berbeda," Tetua Wang Jing Li berkata, "Padahal kukira kau adalah 'Tuan Muda' yang manja, hobi berdandan dan mempunyai tubuh selembut tahu."


"Apa?!" Xiao Shuxiang kaget. Dia spontan menoleh, namun Tetua Wang Jing Li sudah melesat kembali dan bertukar serangan dengan monster perwujudan Chu Gu Xiang.


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, mengingat ucapan pria bertubuh besar itu dan mendengus. Dia pun berseru, "Siapa yang hobi berdandan?! Haaiih... Sudah kuduga, rambut bergelombang membuatku terlihat seperti laki-laki di tempat bordil."


Xiao Shuxiang tiba-tiba merasakan denyut sakit di kepalanya, "Ini semua karena Ling Qin Qi dan teman-temannya. Mereka gadis-gadis yang menyebalkan, tidak ada yang mengikuti jejak Kucing Putihku yang suci--murni itu."


"Aduuh..." Napas Xiao Shuxiang memberat, dia merasa perlu mengatasi masalah yang agak pribadi ini setelah keadaan kembali aman. Dirinya pun melesat dan bekerja sama dengan Tetua Wang Jing Li.


Xiao Shuxiang sebenarnya tidak terlihat seperti pemuda di tempat bordil hanya karena tampilan rambutnya. Hanya saja, karena Xiao Shuxiang sering mampir ke tempat-tempat semacam itu-----maka 'bordil'-lah yang dia ingat pertama kali.


Untuk orang lain, melihat Xiao Shuxiang sama dengan menyaksikan keindahan makhluk surgawi yang keluar dari lukisan. Bahkan jika dalam kondisi yang hanya diterangi percikan api pertarungan dan aliran Qi yang saling berbenturan.


Tetua Wang Jing Li melesatkan serangan yang dahsyat dan diterima oleh ular besar itu. Kekuatan tersebut pun meledak dan menghasilkan suara keras disertai percikan api yang besar.


Xiao Shuxiang merasakan tanah bergetar, namun dia tidak menyia-nyiakan waktu. Dia melihat ada celah pada lawan dan langsung menyerang dengan memakai kepalan tangan yang kuat.


Kepala ular besar itu terkena serangan dari pukulan Xiao Shuxiang dan lalu mendapat serangan lain dari Tetua Wang Jing Li hingga membuatnya terpental sangat jauh.


Xiao Shuxiang meludahkan darah. Dia mulai merasakan tubuhnya sakit dan ini artinya----pertarungan harus segera diselesaikan.


Tanpa aba-aba, Tetua Wang Jing Li dan Xiao Shuxiang melesat kembali. Mereka tidak akan membiarkan lawan bersiap, apalagi melakukan serangan balasan.

__ADS_1


*


*


"Apa tidak ada satu orang pun yang masih hidup?" Tetua Xie Yanran bertanya dan digelengkan oleh Zhang Xiao Lian yang berada di dekatnya.


Tetua Xie Yanran dan yang lainnya saat ini sedang memeriksa satu persatu anggota dari Sekte Lembah Iblis yang sebelumnya melakukan tindakan bunuh diri. Ini sebenarnya merupakan hal yang sangat disayangkan, padahal nyawa begitu berharga.


Tetua Jiao Feng terlihat menghela napas berat, dia menggeleng pelan. Tangan kanannya dengan lembut terulur untuk menutup mata salah seorang anggota Sekte Lembah Iblis yang terbaring tidak bernyawa di hadapannya.


Lan Guan Zhi dan Liu Wei Lin pun juga terlihat melakukan hal yang sama.


Di sisi lain, Ling Qing Zhu nampak berdiri dengan pakaian Wali Pelindungnya yang telah terlipat rapi di tangan. Pedangnya sudah disimpan kembali dan sebenarnya dia amat terkejut menyaksikan keadaan di tempat ini.


"..............."


Tidak perlu lagi dikatakan bagaimana kondisi bangunan Sekte Lautan Awan, semuanya benar-benar berantakan. Tidak ada yang bagus dilihat dalam jarak jauh maupun sedekat ini.


Tetua Jing Shang Yu dengan hati-hati meletakkan mayat seorang anggota Sekte Lembah Iblis. Dia pun dibantu oleh Lan Guan Zhi dan Zhang Xiao Lian.


Liu Wei Lin juga baru akan mengangkat seorang mayat saat merasakan sesuatu. Dia menengadah dan seketika terkejut. Liu Wei Lin berseru sambil melompat menjauh.


"AWAS...!"


Tetua Xie Yanran dan Tetua Jao Feng langsung mengambil tindakan karena seruan Liu Wei Lin tersebut. Mereka berhasil menghindar sesaat sebelum seekor ular besar menghantam halaman luas Sekte Lautan Awan.


!!


Liu Wei Lin melihat ular besar itu berubah dengan cepat menjadi wujud gadis cantik berpakaian ungu-gelap, tetapi dalam kondisi terbaring dengan luka yang parah.


Gadis itu terbatuk darah. Pedang yang sebelumnya ada di tangannya terlempar dan berada di samping tubuh seorang mayat anggota Sekte Lembah Iblis.


Gadis itu belum bisa bangun saat sebuah kilat merah terlihat di udara dan seakan hendak melesat ke arahnya. Kilat itu tidak lain adalah Tetua Wang Jing Li dengan ayunan pedang besar yang kuat.


Chu Gu Xiang tidak bisa menghindar atau pun menangkis serangan tersebut. Dia bahkan tidak bisa bergerak sekarang dan yakin bahwa serangan itu akan langsung menghabisinya.


!!!


Suara ledakan terdengar dan angin yang kuat tercipta. Tetua Wang Jing Li kaget ketika serangannya hampir membunuh lawan dan kini justru ditahan oleh sebuah kekuatan yang asing.


Adegan itu berlangsung sangat cepat dan bahkan Tetua Xie Yanran dan yang lainnya belum sempat bereaksi. Mereka kini melihat ada seorang pria berpakaian serba hitam dan nampak merangkul gadis yang terluka parah itu.


Xiao Shuxiang yang baru menapak di tanah pun melihatnya. Pria itu terlihat berusia sekitar 38 Tahun dengan rambut sehitam tinta, berparas menawan dan mempunyai aura yang tidak biasa.


Chu Gu Xiang dalam pandangannya yang kabur, dia masih tahu siapa orang yang datang menyelamatkannya di detik-detik menegangkan. Bibirnya bergetar ketika bersuara, "............ Zhuan?"


"Bodoh,"


Suara berat itu teramat sangat dingin dan juga menakutkan. Bagi Chu Gu Xiang, satu kata itu bahkan lebih menyakitkan daripada luka parah yang dia alami.


Di sisi lain, Tetua Wang Jing Li terbatuk darah dan baru bisa bangun. Hanya saja, dia dengan cepat menggunakan pedang besarnya untuk menopang tubuh. Xiao Shuxiang tersentak ketika melihat raut wajah Tetua Wang Jing Li yang amat pucat padahal pria besar itu tidak terkena serangan apa pun.


Tapi, apa memang benar begitu?

__ADS_1


******


__ADS_2