KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
404 - Keributan


__ADS_3

Para murid Sekte Kupu-Kupu saat ini sedang bertarung melawan sosok berpakaian serba hitam yang tidak tahu siapa. Mereka melawan dengan cara berkelompok, tetapi tetap saja kemampuan mereka masih di bawah. Orang yang mereka hadapi memiliki teknik bertarung yang hebat.


"Di-dia kuat sekali," salah seorang murid Sekte Kupu-Kupu mengerang. Dia mengalami luka di lengannya dan bahkan memuntahkan segumpal darah.


"Kau sudah berusaha kawan, dia benar-benar hebat." murid yang lain menepuk punggung temannya dan menyaksikan ketika rekannya yang lain sedang melawan sosok tersebut.


"Kemampuannya berbeda. Dia bukan penjahat biasa," murid itu mengeluarkan sebuah pil dari kantong miliknya yang ternyata adalah Pil Napas Naga.


?!


Kultivator Alam Kultivasi Atas di tempat ini dan juga yang berada di sisi lain nampak terkejut dengan anak-anak yang mereka hadapi. Para murid ini tidak hanya memiliki pakaian yang mencolok dan juga semangat bertarung yang tinggi, tetapi mereka bahkan mempunyai pil luar biasa mengagumkan.


"Mustahil..." kultivator itu menggeleng pelan. Dia bahkan tanpa sadar menahan napas karena menyaksikan bagaimana anak-anak yang sebelumnya terluka kini kembali berdiri dan dalam keadaan yang sama seperti sebelumya.


"Apa mereka ini mutan? Padahal harusnya mereka sudah tidak bisa bergerak, tapi yang terjadi justru..." kultivator itu kaget dan sangat tidak menyangka. Dia bahkan sampai tidak bisa berkata apa-apa.


Tidak hanya kultivator itu, tetapi juga rekannya yang berada di tempat lain. Salah satu dari pria berpakaian serba hitam itu bernama Lei Huang dan sosok tersebut saling berpandangan dengan rekannya yang berada tidak jauh dari tempatnya berada.


Mereka pun saling mengangguk dan kemudian melesat untuk kembali menyerang murid Sekte Kupu-Kupu. Kali ini pertarungan yang lebih sengit dari sebelumnya terjadi.


Di sisi lain ada murid Sekte Kupu-Kupu yang dalam situasi terdesak. Dia menggigit bibir bawahnya dan mengambil langkah mundur. Dia berdiri di samping rekannya sambil tetap mengayunkan pedang dan menatap penuh waspada ke arah musuh.


"Kenapa di saat seperti ini kota justru diserang?" murid itu berkata, "Bahkan di saat Senior Besar Jing dan senior yang lainnya tidak ada."


"Aku juga memikirkan hal yang sama. Rasanya seakan mereka memang menunggu momen di mana kekuatan sekte kita melemah,"


"Menyebalkan sekali. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka meski harus mati. Ayo!"


*

__ADS_1


*


Xiao Shuxiang sendiri berada di tempat lain yang masih dalam bagian Kota Awan Dingin. Dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya yaitu langsung masuk dan mengambil alih pertarungan yang dilakukan oleh orang lain, hanya saja kali ini dia tidak menghentikan pertarungan murid sektenya tetapi kultivator dari sekte lain.


"Apa-apaan kau ini?!" pria berpakaian merah dengan corak matahari ungu kaget karena seseorang datang dan menahan serangannya. Apalagi di saat serangan itu mengarah pada lawan yang berpakaian serba hitam tersebut.


"Bisakah kau pergi dan bantu aku membawa warga kota ke tempat yang aman?"


"Apa?" kultivator berpakaian merah itu terkejut dengan ucapan pemuda di hadapannya. Apa sungguh dia baru saja disuruh untuk ke garis belakang dan menjadi pengasuh?!


"Hah," pria itu mendengus. Dia memperhatikan sosok di hadapannya dengan saksama dan lantas mencibir, "Hei Nak. Apa kau baru saja memerintahku? Menjauhlah jika tidak ingin terluka,"


Xiao Shuxiang berbalik dan menatap sosok yang berani bicara seperti itu padanya. Di saat bersamaan kultivator berpakaian serba hitam yang menjadi lawannya justru melesatkan serangan.


!!!


Ada dua orang yang terkejut dengan kejadian berikutnya. Pria yang merupakan penjahat itu kaget karena serangannya tiba-tiba masuk ke dalam Cermin Pemindah yang muncul secara mengejutkan. Sementara di sisi lain, pria yang ditatap Xiao Shuxiang juga kaget dengan kejadian yang berlangsung cepat ini.


Tanpa menunggu balasan atau ucapannya, Xiao Shuxiang berbalik dan kemudian melesat. Dia menghantamkan pedang pusakanya ke arah lawan hingga percikan api serta suara keras terdengar.


Kultivator berpakaian serba hitam itu terlihat menggeram. Dia menggunakan teknik berpedang Kelopak Pemisah Angin. Gerakan ini lembut, tetapi serangannya kuat dan Xiao Shuxiang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.


Gerakan barusan merupakan teknik berpedang yang berasal dari Sekte Lautan Awan!


Itu benar. Dia yakin karena sering menyaksikan para murid sekte itu berlatih pedang dan dengan gerakan yang sama. Siapa pun tidak mungkin bisa meniru gerakan ini dengan sempurna kecuali jika mereka memang benar-benar orang yang belajar di sekte tersebut.


Tentu saja ini adalah sesuatu yang tidak diduga, apalagi fakta lainnya ialah bahwa kultivator yang datang ke tempat ini tidak berasal dari satu sekte saja, melainkan lebih daripada itu. Masalahnya, Xiao Shuxiang saat ini hanya mengetahui bahwa yang sudah mengacaukan Kota Awan Dingin adalah para kultivator dari Sekte Lautan Awan.


"Tidak bisa dimaafkan," pedang Xiao Shuxiang menghilang dan dia menerjang pria berpakaian serba hitam di hadapannya. Karena terjangan itu, dia membuat lawannya terpental jauh dan bahkan menghantam beberapa bangunan.

__ADS_1


!!!


Pria tersebut memuntahkan darah di balik penutup wajahnya. Sebelum dia bergerak, Xiao Shuxiang sudah berada di atasnya. Lutut pemuda ini menekan dadanya dengan kuat dan membuka penutup wajahnya.


Xiao Shuxiang tidak mengenal pria yang lehernya dia cengkeram ini, itu karena ada banyak murid di Sekte Lautan Awan tetapi dari apa yang dia lihat---orang ini jelas bukanlah kultivator dari Aliran Hitam.


"Aku benar-benar terkejut," Xiao Shuxiang buka suara. "Saking terkejutnya hingga tanganku sampai gemetar. Bagaimana bisa seorang murid dari Sekte Lautan Awan melakukan kejahatan semacam ini. Apa saking serakahnya kau hingga bahkan berani mencoreng nama baik sektemu?!"


Kultivator itu tidak bisa bergerak, tetapi dia masih dapat berbicara walau begitu sulit. Dia berkata, "Se-Serakah kau bilang? Aku hanya menginginkan kekuatan, apa yang salah dari itu, huh?"


"Tidak tahu diri," Xiao Shuxiang berkata. "Kau jelas bisa memperoleh kekuatan dengan pelatihan di sektemu, tapi kau justru datang kemari dan mengincar kotaku? Untuk apa? Kau ingin Kitab Pembunuh Matahari?"


Xiao Shuxiang mendengus, "Hmph. Melihat reaksimu sepertinya memang benar,"


Cengkraman tangan Xiao Shuxiang semakin kuat, suaranya dingin saat berkata. "Siapa orang yang menyebalkan itu... Yang sudah mengotori pikiranmu dengan mengatakan bahwa Kitab Pembunuh Matahari ada di sini, huh?"


"Xiao Shuxiang..." kultivator itu berusaha buka suara. Dia berkata, "Jadi kau ingin mengatakan... Kau tidak memilikinya? Tidak hanya aku yang tahu. Semua orang tahu kau mendapatkan kitab itu dan menginginkannya untuk dirimu sendiri..!"


"Benda itu tidak untuk orang-orang seperti kalian!" Xiao Shuxiang membentak. Dia pun memejamkan mata dan mengembuskan napas, mencoba untuk tenang.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak akan mengatai kebodohan kalian. Tapi apa kau dan teman-teman yakin bisa mendapatkannya dariku? Kau sudah salah mengira. Aku ini bukan orang yang mudah kau gertak,"


"Hmph, benarkah?" kultivator itu berkata. "Apa kau sungguh tidak apa-apa jika temanmu terluka?"


Melihat kening Xiao Shuxiang mengerut membuat pria itu tersenyum. Dia pun berkata, "Kau pikir hanya Sekte Lautan Awan yang mengincarmu? Istana Seribu Pedang dan bahkan sekte lain yang berasal dari Alam Kultivasi Atas juga menginginkan benda yang kau bawa. Hmph, berapa lama kau bisa melindungi orang-orang terdekatmu Xiao Shuxiang..?"


Kultivator itu terbatuk darah sebelum tertawa, "Bahkan jika kau membunuhku di sini... Akan banyak kultivator yang mengincarmu. Kau pikir bisa melindungi mereka sendirian, hm?"


!!

__ADS_1


******


__ADS_2