![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Kening Xiao Shuxiang mengerut dan dia pun mulai membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah tenang dan tampan dari teman baiknya.
".......... Lan Zhi?"
Lan Guan Zhi mendengar suara Xiao Shuxiang, dia pun menatap wajah teman baiknya tanpa mengatakan apa-apa.
"..............." Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali sebelum benar-benar sadar dengan posisinya yang saat ini berada dalam gendongan teman baiknya.
!!!
Xiao Shuxiang terkejut dan langsung melepaskan diri dari Lan Guan Zhi. Hanya saja pemuda itu lupa bahwa dia sedang dibawa terbang sekarang.
Lan Guan Zhi juga kaget dengan pemberontakan Xiao Shuxiang, namun dia masih bergegas untuk menarik dan menangkap teman baiknya hingga Xiao Shuxiang tidak terjun bebas ke bawah.
Napas Xiao Shuxiang tersengal-sengal, begitu pula dengan Lan Guan Zhi. Kedua pemuda itu sama-sama kaget dan saat ini mereka mungkin tidak sadar saling berpelukan.
"Kenapa kau lakukan itu?!" Xiao Shuxiang syok berat dan masih memeluk Lan Guan Zhi saat ini.
"Apa maksudmu?" Lan Guan Zhi menahan tubuh temannya dan berusaha mengontrol Qi di pedangnya agar mereka tidak sampai jatuh.
"Kau menggendongku dari depan seperti seorang gadis. Itu menakutkan, tahu?!"
"Tulang rusukmu patah. Aku bisa apa," Lan Guan Zhi tentu tidak mau disalahkan. "Apa kau mau digendong nona Ling?"
Xiao Shuxiang berekspresi horror, "Itu bahkan lebih buruk lagi..."
"..............."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan setelah berusaha menenangkan diri, dia pun melepaskan pelukannya dari Lan Guan Zhi. Dia terkejut ketika tahu dirinya saat ini sedang dibawa terbang.
"Kau baik-baik saja?" Lan Guan Zhi bertanya, suaranya pelan.
Xiao Shuxiang mengangguk sebagai jawaban. "Sekarang sudah tidak apa-apa,"
"Kau yakin?"
"Tubuhku masih sakit, tapi tidak separah sebelumnya. Kini bukan lagi masalah," Xiao Shuxiang melihat ke sekeliling dan mendengar suara ledakan. Dia pun menepuk dada Lan Guan Zhi dan seakan memberi isyarat agar teman baiknya berhenti.
Xiao Shuxiang berkata, "A-Yuan. Kau ini benar-benar kelewatan. Kenapa kau membawaku kemari sementara pertarungan masih berlangsung di sana."
"Kau terluka. Tidak sadarkan diri. Perlu diobati."
"Kawan. Meskipun jeroanku keluar, aku tetap akan membunuh mereka. Pokoknya kita ke sana. Harus..!"
"Shuxiang..."
"Ayo, Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang menunjuk ke sebuah pulau terapung. Dia terlihat bersemangat, "Cepat ke sana..!"
Lan Guan Zhi mengembuskan napas, "Kau suka sekali memaksa,"
"Kita pergi ke sana..!" Xiao Shuxiang tidak membalas ucapan teman baiknya dan hanya memberi perintah.
Lan Guan Zhi merangkul lengan teman baiknya dan kemudian terbang dengan tetap memakai pedang. Mereka melesat dengan kecepatan yang tinggi dan saat itu Xiao Shuxiang ingat pada pedangnya.
*
*
Tetua Jing Shang Yu dan Tetua Xie Yanran terlihat bekerja sama dalam menghadapi Fu Tou. Pertarungan kali ini membuat Fu Tou mengerahkan segala tenaga yang dia miliki.
Tetua Jing Shang Yu merupakan ahli bertarung jarak dekat, sementara Tetua Xie Yanran lebih ahli dalam serangan jarak jauh dan formasi pertahanan. Kedua tetua itu saling melengkapi, namun kekuatan ini masih belum cukup untuk mengatasi orang seperti Fu Tou.
__ADS_1
Di saat yang sama, Tetua Wang Jing Li dan Ling Qing Zhu bertarung melawan Chu Gu Xiang. Mereka pun mengerahkan segalanya dan sama sekali tidak peduli pada dampak dari serangan nyasar mereka.
"Jangan menahan kekuatanmu, Nona Ling..!" Tetua Wang Jing Li berseru, "Tidak ada nyawa murid Sekte Lautan Awan yang perlu dilindungi di tempat ini. Xiao Shuxiang sudah menyelamatkan mereka semua..!"
Ling Qing Zhu mengangguk sebagai jawaban dan kemudian melakukan teknik Sembilan Langkah Petir untuk menyerang Chu Gu Xiang. Pedangnya mengeluarkan kekuatan yang dahsyat dan bergabung dengan kekuatan dari lesatan pedang Tetua Wang Jing Li.
Chu Gu Xiang melesatkan selendang ungu gelap miliknya. Dia menggeram, "Jadi itu rencana kalian? Pemuda tampan itu hanya berpura-pura tidak peduli pada nyawa murid Sekte Lautan Awan, hah. Hebat sekali,"
Tangan Chu Gu Xiang yang memegang pedang Xiao Shuxiang mulai terayun. Yīng xióng bergetar dan menarik Qi milik orang yang memegangnya. Pedang itu melesatkan serangan yang besar dan kemudian berbenturan dengan serangan yang datang.
Ledakan dahsyat tercipta disertai angin yang sangat kuat. Ling Qing Zhu, Tetua Wang Jing Li, termasuk Chu Gu Xiang sendiri terdorong mundur karena saking kuatnya efek dari benturan kekuatan itu.
Tanah sampai bergetar dan bahkan dirasakan oleh Tetua Jing Shang Yu serta Tetua Xie Yanran. Mereka berada di sisi yang lain dan sedang bertarung sengit. Luka-luka di tubuh keduanya sampai terlihat dan sebenarnya penampilan mereka kacau sekali.
Fu Tou sendiri meludahkan darah. Dia mengatur napas dan memegang erat pedang besarnya. Dia menggeram, "Kau hanya dibantu oleh anak perempuan! Itu masih belum cukup menumbangkanku!"
?!
Tetua Xie Yanran tersentak dan menatap ke arah pria berotot yang menjadi lawannya. Dia terlihat kesal, "Apa kau bilang?! Anak Perempuan?!"
Tetua Xie Yanran berseru, "Aku adalah Tetua dari Gunung Puncak Zhang! Kau kutu besar..! Akan kubuat kau kembali menyusu pada ibumu..!"
"Justru kaulah yang akan kubuat merengek untuk pulang ke pangkuan ayahmu..!"
Fu Tou mengeluarkan aura hitam yang pekat, sementara Tetua Xie Yanran juga menyelimuti tubuhnya dengan aura pendekar yang luar biasa.
"..............." Tetua Jing Shang Yu bernapas pelan dan ikut menyelimuti tubuhnya dengan aura pendekar. Fu Tou kini tidak bisa selamat karena sudah mengatakan salah satu kata 'terlarang' yang paling dibenci Tetua Xie Yanran.
Patriarch dari Gunung Puncak Zhang sekaligus guru dari Wen Gao Chong itu paling tidak menyukai disebut, 'anak perempuan', 'bocah', 'pendek' dan sejenisnya. Tetua Xie Yanran pasti akan marah besar.
!!!
Tanah runcing yang kini melayang di udara dan di sekitar Tetua Xie Yanran mulai melesat ke arah Fu Tou dan dihadapi tanpa gentar oleh pria berotot tersebut.
Fu Tou menyeringai lebar dan tertawa, "Jadi hanya ini kemampuan Tetua dari Gunung Puncak Zhang? Ha ha ha, terlalu lemah..!"
Tetua Jing Shang Yu tidak diam saja. Dia melesat dan membantu Tetua Xie Yanran. Teknik berpedang 'Bangau Putih' bisa sangat kuat dan menarik kekuatan dari lesatan tanah runcing milik Tetua Xie Yanran.
Langkah Fu Tou mulai tidak beraturan. Dia mengerutkan kening dan merasa bahkan gerakan bertarungnya seperti diarahkan untuk mengenai serangan Tetua Xie Yanran. Dia menggeram marah saat salah satu tanah runcing melukai lengan kanannya.
"Kalian sudah membuatku marah..! Tidak ada lagi belas kasihan..!!" Fu Tou dengan kuat memegang pedangnya. Urat hitam tipis terbentuk di lehernya dan luka koyak pada lengannya dengan cepat tertutup kembali.
!!!
Tatapan mata Tetua Jing Shang Yu berubah. Tetua Xie Yanran pun terkejut. Keduanya tidak menyangka bahwa lawan mempunyai regenerasi tubuh yang luar biasa.
"Tsk, ini buruk." Tetua Xie Yanran tahu, tidak mungkin ini akan berakhir dengan mudah untuk mereka.
Itu karena lawan yang dihadapi bukanlah kultivator Aliran Hitam biasa, melainkan anggota Sekte Lembah Iblis. Ini benar-benar buruk. Menghadapi sosok seperti Fu Tou tidak bisa dilakukan hanya dengan kerja sama dua Tetua. Mereka memerlukan bantuan.
"MATI KALIAN...!!"
Fu Tou berteriak keras dan mengayunkan pedangnya dengan kuat. Sambaran petir datang dan menghantam serangan Fu Tou. Suara keras dan percikan api serta petir terlihat memenuhi udara.
Tetua Jing Shang Yu dan Tetua Xie Yanran sangat terkejut. Debu yang mengepul membuat mereka sulit melihat siapa yang menerima serangan dahsyat dari lawan.
!!!
Fu Tou membelalakkan matanya. Dia melihat ada dua pemuda berpakaian putih yang berdiri di hadapannya. Salah satu pemuda tersebut sangat dia kenali.
"KAU..!!"
__ADS_1
"Terkejut, huh?"
Suara itu dan ekspresi wajah yang sama. Fu Tou tidak mungkin lupa. Sosok yang dia lihat tidak lain adalah Xiao Shuxiang!
Memang benar Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi pun juga ada. Mereka datang di waktu-waktu menegangkan.
Kedua pemuda tampan itu bersama-sama memegang Shǎndiàn dan menahan serangan dari Fu Tou. Dan karena Lan Guan Zhi belum bertarung sejauh ini, tenaganya masih banyak tersimpan.
Xiao Shuxiang menggunakan kepalan tangan yang dialiri Qi miliknya dan menyerang dada besar Fu Tou. Dia berhasil membuat pria itu terpental cukup jauh dan kembali mengejutkan Tetua Jing Shang Yu dan Tetua Xie Yanran.
Xiao Shuxiang melesat dan menyusul Fu Tou yang terpental. Dia bertarung hanya dengan menggunakan kepalan tangan dan tendangan----sama sekali tidak memakai pedang.
Lan Guan Zhi membantu Xiao Shuxiang, begitu pula dengan Tetua Jing Shang Yu dan Tetua Xie Yanran. Mereka bekerja sama menghadapi sosok Fu Tou dan sangat serius melakukan serangan.
"Kalian benar-benar licik..!!" Fu Tou berseru, "Pertarungan satu melawan empat orang..! Apa ini ajaran dari Aliran Putih?!"
"Hah, sekarang kau baru protes?" Xiao Shuxiang meledek tanpa menghentikan serangannya, "Tentu saja tidak adil jika satu melawan empat orang. Tapi untuk sosok sepertimu, ini sangat dibenarkan!"
"Kurang Ajar..!! Aku akan mematahkan tanganmu..!" Fu Tou memutar tubuh dan bermaksud memberi tendangan pada Xiao Shuxiang yang justru ditahan oleh Tetua Jing Shan Yu.
"Tidak bisa kau sakiti. Selama ada aku," Tetua Jing Shang Yu akhirnya buka suara. Dia adalah Tetua Berwajah Giok yang mempunyai suara mempesona.
Lan Guan Zhi melesat setelah Tetua Jing Shang Yu dan mampu memberi sebuah tendangan kuat yang mengenai dada Fu Tou. Dia seakan memberi penekanan bahwa Xiao Shuxiang akan terlindungi dengan baik.
"Maju! Kami membantumu," Tetua Xie Yanran berujar dan menatap ke arah Xiao Shuxiang. "Aku sudah memperhatikannya dan yakin serangan tangan kosong yang kau lakukan lebih berefek padanya,"
Xiao Shuxiang tersentak, namun segera mengangguk. Dia pun tanpa rasa takut menghadapi Fu Tou dan kerja samanya dengan kedua Tetua Sekte Lautan Awan serta bantuan Lan Guan Zhi membuat lawan mereka tersudutkan.
"Kau bilang iblis adalah makhluk abadi, kan?" Xiao Shuxiang berhasil memberi tendangan pada pergelangan tangan Fu Tou yang membuat pedang besar pria itu terlepas.
Xiao Shuxiang kembali memberinya tendangan dan berkata, "Hari ini aku akan membuktikannya padamu. Kau bukanlah iblis yang abadi. Kau akan mati..!"
"BEDEBAH SIALAN..!" Fu Tou menguatkan otot-otot lengannya dan menyerang Xiao Shuxiang. Hanya saja dalam pertarungan tangan kosong itu-----lawannya justru yang lebih diuntungkan.
Fu Tou sudah lama memakai pedang besar sebagai senjatanya. Dia kurang mampu menggunakan tangan kosong untuk bertarung. Dia membesarkan otot-otot di tubuhnya tentu untuk mengangkat dan mengayunkan pedang besarnya.
Sementara di sisi lain, Xiao Shuxiang adalah ahli dalam berbagai senjata termasuk jika harus bertarung dengan menggunakan tangan kosong. Rumput yang lemah pun mampu menjadi senjata mematikan bila di tangan Xiao Shuxiang.
Aaakh..!!
Fu Tou berteriak saat merasakan kakinya seperti ditusuk jarum. Dia kaget ketika melihat benda yang menancap di betisnya bukan sesuatu seperti yang ada dalam bayangan-----melainkan rumput kering.
"Pergi dan bantu yang lain. Aku sekarang bisa mengatasinya sendirian," Xiao Shuxiang tanpa ekspresi berujar dan kembali memberi pukulan yang besar pada Fu Tou.
Dia pun berseru pada Tetua Jing Shang Yu, Tetua Xie Yanran dan Lan Guan Zhi. "Pergi ke halaman depan! Masih banyak anggota Sekte Lembah Iblis di sana..! Serahkan orang ini padaku, cepat pergi..!"
"Kau yakin bisa, Nak?!" Tetua Xie Yanran bertanya dan dianggukkan oleh Xiao Shuxiang.
"Dia pasti bisa. Ayo tetua," Lan Guan Zhi sangat yakin dan percaya pada teman baiknya. Dia pun mengajak Tetua Jing Shang Yu dan Tetua Xie Yanran untuk pergi.
"............"
Dalam hati, Lan Guan Zhi sebenarnya tahu alasan mengapa Xiao Shuxiang ingin dia dan kedua tetua pergi. Ekspresi wajah dan tatapan mata teman baiknya itu sudah Lan Guan Zhi hapal dengan benar.
Lan Guan Zhi tidak bisa menghentikan keinginan Xiao Shuxiang dan juga tidak mau melihat apa yang akan dilakukan teman baiknya itu. Dia memang harus membiarkan Xiao Shuxiang kali ini saja.
Lagipula, apa yang dilakukan oleh anggota Sekte Lembah Iblis terhadap murid-murid Sekte Lautan Awan memang perlu mendapat hukuman yang berat.
Hukum cambuk dan digantung sampai mati bahkan terlalu ringan. Lan Guan Zhi lebih baik menyerahkan semuanya pada temannya. Xiao Shuxiang itu ahli dalam memberi hukuman paling tepat untuk orang sejahat anggota Sekte Lembah Iblis.
******
__ADS_1