![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Murid Sekte Kupu-Kupu terlihat dibubarkan oleh Jing Mi dan teman-temannya. Di sisi lain, Xiao Shuxiang sekarang berada di lantai tiga bangunan utama dan nampak duduk sambil melihat harimau bulan yang belum berubah wujud menjadi manusia itu.
"................."
Xiao WeiWei, Yang Hao, Lai Kuan Ye, termasuk Xiao Lu dan para tetua lain nampak terdiam dengan ekspresi yang belum membaik dari syok mereka. Dai Chen sendiri sudah sejak tadi mengepalkan tangannya, dia seperti gunung berapi yang siap meletus kapan saja.
"Tsk, Xiao Shuxiang!" Dai Chen sudah tidak tahan dan langsung membentak. Dia sampai memukul meja di hadapannya dan kemudian menunjuk Xiao Shuxiang, "Tidak tahu malu! Apa-apaan tindakanmu yang barusan itu, hah?!"
Xiao Shuxiang yang duduk dengan tangan bersilang nampak tersentak dengan seruan Dai Chen. Dia menunjuk diri sendiri dan kemudian mendengus, "Waah ... Aku yang salah? Aku?! Dai Chen, aku pun korban di sini. Menyebalkan,"
"Benarkah? Tapi kenapa aku tidak melihat kau sebagai korban?"
Suara bernada sinis dari kakak iparnya ini membuat Xiao Shuxiang menggeleng. Dia sampai kehilangan kata-kata karena Dai Chen terus menuduhnya dengan sesuatu yang sudah jelas kebenarannya di sini.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian berkata, "Chen'Er. Buka matamu lebar-lebar, semua orang melihatnya! Aku ditindih oleh Lan Zhi--maksudku Lan Xiao. Dia bahkan membuatku jatuh, menciumi dan menjilati wajahku di depan semua orang, tapi kau masih menuduhku?"
"Shuxiang," Dai Chen bersungut-sungut, "Aku tahu seperti apa kau ini. Pasti kau yang sudah mengajari harimau kecil ini dan membuatnya menyamar menjadi Tuan Muda Lan. Kau ini benar-benar kelewatan. Tidak tahu malu,"
"Ya ampun ..." Xiao Shuxiang mengusap-usap wajahnya dan kemudian menatap Xiao WeiWei, "Ibu. Lihat dia! Aku baru saja datang, aku bahkan sudah lama tidak bertemu Lan Xiao---jadi bagaimana bisa aku mengajarinya hal yang bukan-bukan."
Yang Hao buka suara, dia memegang tangan istrinya dan berkata. "Masalah rumah tangga yang kau jalani dengan Tuan Muda Lan ... Sebaiknya jangan membawa-bawa ibumu dalam hal ini. Tetua, mari ke tempat lain."
!!!
Xiao Shuxiang terperangah saking kagetnya. Dia menatap sosok yang seharusnya adalah ayah yang mendukungnya. Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa Yang Hao akan mengatakan ucapan seperti ini.
"A-Ayah ...!" Xiao Shuxiang berusaha memanggil Yang Hao.
"Xiao'Er, kau harus selesaikan masalahmu sendiri." Lai Kuan Ye tersenyum pahit dan mengikuti Yang Hao. Tindakannya membuat Xiao Shuxiang syok.
"Pa-Paman..! Ibu!"
"Kau bisa temui ibu nanti," Xiao WeiWei tersenyum. Tidak hanya pada Xiao Shuxiang, tetapi juga pada Lan Guan Zhi.
Xiao WeiWei mengajak Xiao Lu, mereka begitu saja meninggalkan Xiao Shuxiang yang masih sangat syok. Pemuda mempesona itu terlihat berkedip sebelum akhirnya menunduk dan lalu menggeleng pelan.
Xiao Shuxiang berdecak beberapa kali, "Haiih ... Sebenarnya keluarga macam apa yang kupunya ini? Kenapa aku beruntung sekali,"
Dai Chen menyilangkan tangannya. Dia pun menatap ke arah Ling Qing Zhu yang sejak tadi hanya duduk dengan diam dan mendengarkan. Dia pun kembali menatap Xiao Shuxiang dan berkata, "Kau sangat beruntung. Kau memiliki istri yang sangat cantik dengan kepribadian tenang dan luar biasa seperti Nona Ling. Tetapi apa yang kulihat ini? Kau ternyata tidak berubah dan masih memiliki niat pada Tuan Muda Lan,"
"Chen'Er, Kakak Iparku .." Xiao Shuxiang berkata, "Bagaimana lagi aku harus memberimu penjelasan? Aku serius! Aku benar-benar hanya korban di sini."
Xiao Shuxiang menatap ke arah harimau bulan di hadapannya dan berujar, "Sebaiknya kau katakan pada orang ini, Lan Xiao. Bukan aku yang mengajarimu, kan?"
Nyawn~
"Lihat, dia mengatakannya! Kau benar-benar keterlaluan!" Dai Chen berdecak, "Waah. Kau benar-benar bisa melakukan segalanya, heh!"
"Dai Chen, apa kau mengerti apa yang Lan Xiao katakan? Dia bilang bukan aku yang salah, tahu!" Xiao Shuxiang protes, dia hampir akan menerjang Dai Chen jika saja lengannya tidak ditahan oleh Lan Guan Zhi yang duduk di sampingnya.
Xiao Shuxiang meniup poni depannya dengan kasar dan kemudian berkata pada harimau bulan di depannya. "Lan Xiao, jangan memakai wujud kucing kecil itu. Kau jadi manusia sekarang dan jelaskan padanya,"
Dai Chen tersentak dan dengan kasar berkata, "Kau ingin agar dia mengambil wujud Tuan Muda Lan kembali dan memintanya melecehkanmu di depanku? Apa kau belum puas?"
__ADS_1
"Kawan," Xiao Shuxiang mengembuskan napas meski hatinya sedang panas sekarang. Dia pun berkata, "Kau sudah menjadi kaisar sekarang. Tidakkah kau bisa dengan bijak menilai apa yang ada di depanmu?"
"Ada dua hal yang tidak boleh sampai dilakukan di dunia ini. Pertama adalah berbohong kepada kedua orang tua dan kedua adalah mempercayai Xiao Shuxiang,"
"Aku benar-benar ingin menangis," Xiao Shuxiang tersenyum pahit dan kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Nyawn~
Lan Xiao belum kembali ke wujudnya yang anak-anak. Dia adalah harimau kecil yang menggemaskan dan saat ini terlihat sedang menggosok-gosokkan kepalanya ke tangan Ling Qing Zhu seolah meminta dielus.
Jika orang lain melihatnya, maka mereka tidak akan mungkin percaya bahwa harimau kecil inilah yang sudah membuatkan masalah bagi Xiao Shuxiang. Kepolosan Lan Xiao sungguh bisa menipu semua orang.
Lan Guan Zhi sendiri masih memperhatikan perdebatan Xiao Shuxiang dengan Dai Chen. Dia menarik napas dan mengingat beberapa hal di masa lalu. Dai Chen memang orang yang tidak bisa menyembunyikan perasaan tidak sukanya pada teman baiknya ini.
Bahkan meski Dai Chen sendiri tahu bahwa Xiao Shuxiang tidak bersalah, dia tetap akan menyalahkannya. Baginya apa pun tindakan tersebut dan dilakukan oleh Xiao Shuxiang, maka itu tidak akan terlihat baik di matanya.
Xiao Shuxiang tahu dan karena itu jugalah hingga dia menyerah menjelaskan apa pun. Bicara baik bahkan tidak akan didengarkan oleh pemuda yang sudah menaruh namanya dalam daftar hitam.
Xiao Shuxiang mendesah pelan dan lantas mengusap-usap wajah serta mulutnya. Dia berkata, "Lan Xiao benar-benar keterlaluan. Dia menjilati wajah dan mulut--!!"
Xiao Shuxiang syok dan langsung menoleh menatap Lan Guan Zhi. Tanpa peringatan, dia menangkap pipi teman baiknya dan berkata dengan nada yang panik. "Apa Lan Xiao melakukan hal yang sama padamu?!"
Lan Guan Zhi jelas saja tersentak dengan tindakan Xiao Shuxiang. Dia berkedip, tetapi ekspresinya tetap tenang saat tangannya terulur dan memegang tangan teman baiknya ini.
"Itu ...."
Xiao Shuxiang terkejut bukan main. Lan Guan Zhi menggantung ucapannya berarti itu benar. Ekspresinya berubah pucat saat dia bertanya, "Apa Lan Xiao menyamar menjadi aku?"
"Mn,"
"Shuxiang, kau-"
"Ludahkan--maksudku lupakan apa yang kau alami. Jangan diingat, jelasnya tidak boleh diingat!"
"Shuxiang," Lan Guan Zhi kembali memegang erat kedua tangan teman baiknya. Dia baru akan bicara saat mendengar Dai Chen kembali berseru.
"Xiao Shuxiang! Kau mau menyerang Tuan Muda Lan lagi?! Kau ini memang tidak ada jeranya sama sekali," Dai Chen menarik Xiao Shuxiang dan berusaha menjauhkan pemuda itu dari Tuan Muda Lan.
Ling Qing Zhu melihat Dai Chen yang menarik Xiao Shuxiang sampai bergulingan. Dia pun mengangkat Lan Xiao dan mulai buka suara.
Nadanya tenang, "Hentikan mereka sekarang."
Nyawn~
Ling Qing Zhu menurunkan harimau bulan di tangannya. Hewan kecil itu menjilat kaki depannya sebelum mulai berputar. Asap putih terbentuk dan mengeliling tubuh harimau bulan tersebut. Tidak butuh waktu lama sampai Lan Xiao kembali berubah menjadi anak laki-laki berusia 7 Tahun.
"Ukh, Shuxiang.." Dai Chen mengait kaki Xiao Shuxiang yang menindihnya dan membalik posisi mereka. Kini gilirannya yang menindih pemuda ini meski tidak berlangsung lama sampai posisi mereka pun kembali berbalik.
"Kalian, ayo *belhenti..!" Lan Xiao pada akhirnya mulai buka suara dan membuat Xiao Shuxiang serta Dai Chen menoleh.
^^^*berhenti^^^
Sekarang ini, Xiao Shuxiang yang terlihat berada di bawah dan Dai Chen yang dalam posisi menindih dirinya. Pakaian mereka berantakan dan bahkan ada bekas merah karena cakaran akibat keduanya yang saling bergulat.
__ADS_1
"Paman Chen, Ibu A-Xiang. Kalian ini kekanakan,"
!!!
Xiao Shuxiang dan Dai Chen tertegun. Mereka menatap aneh ke arah anak laki-laki berusia 7 Tahun tersebut sebelum saling memandang satu sama lain.
Dai Chen tersentak, dia berkedip melihat Xiao Shuxiang yang berada di bawahnya dengan rambut lurus tergerai berantakan dan kerah pakaian yang terbuka. Terlihat titik keringat di dahi dan leher Xiao Shuxiang serta bibir pemuda ini yang sedikit terbuka dan dengan napas yang terengah-engah.
Penampilan Dai Chen sama seperti Xiao Shuxiang. Pakaian dan rambutnya berantakan, ada bekas cakaran pada leher serta dadanya. Dia juga nampak terengah-engah dan garis wajah tampannya sungguh terlihat indah dengan kilauan dari keringat.
!!!
Ekspresi pucat langsung terlihat di wajah Dai Chen dan Xiao Shuxiang. Mereka pun segera saling menjauh dan mulai merinding geli.
"Pahit, pahit, pahit..! Sialan, iih..!" Xiao Shuxiang mengusap-usap kedua lengannya dengan kasar dan masih ngeri membayangkan wajah Dai Chen.
"Sialan!" Dai Chen pun tidak kalah. Dia mengusap tangannya ke lantai seakan dirinya sudah menyentuh sesuatu yang kotor.
Dia pun kemudian menoleh dan di saat yang sama, Xiao Shuxiang menatap ke arahnya. Sedetik itu juga mereka saling membuang muka dan mulai terlihat mual-mual.
Lan Xiao terlihat kebingungan, sementara Lan Guan Zhi nampak menggeleng pelan. Ling Qing Zhu sendiri tertarik melihat tingkah Dai Chen dan Xiao Shuxiang, meski tanpa bersuara.
Selain Lan Xiao, Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu yang menyaksikan kejadian ini---ketiga murid Sekte Pedang Langit, O Zhan, dan Xiao Qing Yan pun ikut menyaksikannya. Hanya saja posisi mereka berada di atap gedung lain dan memantau menggunakan potongan bambu.
Salah satu murid Sekte Pedang Langit nampak berekspresi pucat saat buka suara. Dia bicara pada rekannya, "Aku rasa ... Tuan Muda Xiao Shuxiang tidak hanya mempunyai hubungan rahasia dengan Tuan Muda Lan, tetapi juga dengan Yang Mulia Kaisar Matahari Tengah."
"Apa! Tapi bukankah Yang Mulia Kaisar adalah suami dari kakaknya sendiri--oh! Apa ini jenis hubungan terlarang yang baru terungkap?!"
!!
Mendengar ucapan rekannya, murid Sekte Pedang Langit itu kembali mengambil posisi dan mengawasi lantai tiga aula utama.
Sebenarnya tidak hanya ketiga murid Sekte Pedang Langit itu yang memantau, tetapi juga beberapa murid Sekte Kupu-Kupu. Rasanya seakan bahwa jika ada Xiao Shuxiang---maka akan ada bahan cerita baru yang bisa mereka jadikan sebagai bahan hiburan.
Pii?
Xiao Qing Yan yang saat ini duduk di atap dan menggendong O Zhan nampak berkata para rubah kecil di tangannya. "Kita akan menunggu Lan Xiao di sini--"
"Tapi, Kawan.." murid Sekte Pedang Langit buka suara saat Xiao Qing Yan bicara dengan O Zhan. Dia mengerutkan keningnya dan lantas berkata, "Nona Ling ada di sana. Kenapa dia sama sekali tidak marah atau cemburu saat tahu Wali Pelindungnya mempunyai hubungan dekat dengan orang lain?"
"Apa kau tahu puisi, 'Langit Musim Semi dan Bintang Bersalju'? Pengarangnya adalah Ling Yi."
"Mn?"
"Langit Musim Semi dan Bintang Bersalju adalah kisah yang menyebarkan hubungan 'seperti itu' antara kelinci putih dengan teratai merah, penggambaran 'Tuan Muda Lan' dan 'Tuan Muda Xiao'."
"Apa?!"
"Kau akan lebih terkejut saat kukatakan nama pengarang dari karya yang sudah meledak di pasaran hingga menjadi sepuluh jilid dan akan memasuki jilid baru. Ling adalah nama marga, sementara Yi merupakan nama kecil seseorang. Pikirkan, siapa di benua timur yang berasal dari marga Ling?"
"Ti-tidak ada. Itu berarti--!! Astaga ..."
!!!
__ADS_1
******