KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
247 - Bocah Pengemis Gila (5)


__ADS_3

Hei Lian menarik napas, bibir atasnya berkedut saat dia terpaksa membantu Wang Zhao dalam menangkap makhluk yang meresahkan warga Kota Ye.


"..............."


Ada sesuatu yang berbeda dari kondisi Hei Lian saat ini. Gadis kecil itu telah didandani dengan sangat cantik dan bahkan memakai pakaian terbaik yang membuatnya seperti putri bangsawan, sama sekali tak nampak seperti pendekar.


"..............."


Jalanan di sekitarnya sunyi ketika malam hari dan semua pintu tertutup rapat. Bahkan tidak ada satu kedai pun yang terbuka. Ini jelas sudah membuktikan bahwa makhluk itu telah memberi pengaruh besar bagi kehidupan di kota ini.


Hei Lian diam, terus melangkahkan kakinya dan akhirnya tidak bisa tahan lagi. Dia pun buka suara, "Gege? Kau harusnya memegang tanganku dan tolong jangan berjalan di depan. Bagaimana jika aku tiba-tiba diculik tanpa kau sadari?"


Hei Lian berbicara dengan pemuda yang tidak lain adalah Lan Guan Zhi. Sosok di hadapannya ini memang mempesona dan dia menyukainya, tetapi perlakuan Lan Guan Zhi kepadanya benar-benar dingin.


"........... Kau jalan saja," Lan Guan Zhi berujar tanpa nada dan membuat gadis kecil di belakangnya tersentak.


Hei Lian menggeleng pelan, "Gege? Kau memang sangat tampan, tapi tidak ada gadis yang akan suka padamu jika kau bersikap seperti ini. Cobalah untuk sedikit lebih lembut. Kau tahu caranya, kan?"


"..............."


Melihat Lan Guan Zhi yang sama sekali tidak bereaksi dan hanya terus berjalan membuat Hei Lian mendesah pelan. Dia menggeleng karena tidak menyangka akan bertemu orang yang sifatnya mirip dengan Wang Hu Zhuan.


*


*


Kaki Feng Hao menapak lembut di salah satu atap rumah dan dia pun kembali melesat, Wang Zhao mengikut di sampingnya.


"Jangan pernah alihkan pandanganmu. Kita tidak tahu kapan makhluk itu akan bergerak," Feng Hao terus mengawasi Lan Guan Zhi dan Hei Lian dari jarak jauh. Dia dan Wang Zhao bahkan sengaja menghilangkan hawa keberadaan mereka.


Wang Zhao berkata, "Informasi yang kudapat tidak mengarah pada tujuan sebenarnya dari makhluk ini yang menculik para gadis itu. Bahkan saksi yang berada di lokasi saat kejadian itu terjadi pun tak melihat wujud makhluk tersebut,"


"..............." Feng Hao tidak mengatakan apa-apa, namun dirinya sedang berpikir saat ini. Dia terus mengikuti Lan Guan Zhi dan Hei Lian tanpa sedikit pun kehilangan pandangan.


Kemampuan Wang Zhao sudah semakin meningkat selama seminggu terakhir ini. Dia bahkan sudah bisa mengendalikan hawa keberadaannya hingga menjadi setingkat dengan Feng Hao.


Dalam waktu seminggu itu pula, Bocah Pengemis Gila yang berada di Alam Kultivasi Bawah telah menemukan Hu Li dan menyampaikan pesan Xiao Shuxiang kepada pemuda tersebut.


Masalahnya, keadaan saat pertemuan dengan Hu Li sedikit tidak baik. Pelayan setia Xiao Shuxiang itu sedang terlibat masalah dengan para penduduk dan juga pendekar yang ada di Benua Tengah.


"Bagaimana kau bisa seperti ini?!" Bocah Pengemis Gila bertanya sambil sesekali mengintip para pengejar Hu Li yang merupakan pendekar dari berbagai perguruan.


Saat ini, Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen berada di salah satu gubuk tua bersama Hu Li. Mereka ada di desa yang sudah lama tidak berpenghuni, lokasi yang pernah menjadi target penyerangan anggota Sekte Lembah Iblis.


Yi Wen mengikat kain di lengan Hu Li yang terluka, dia juga baru saja datang dengan membawa beberapa tanaman obat. Yi Wen merawat luka dalam dan luar yang diderita oleh Hu Li.


Bocah Pengemis Gila terlihat agak buruk. Dia menatap Hu Li dan berkata, "Kau berada dalam kondisi seperti ini .... Apa yang sebenarnya terjadi?! Jika kau tidak beruntung bertemu denganku, maka kau pasti sudah menjadi daging cincang sekarang, haaah .... Ya ampun."


"Bocah Pengemis Gila," Yi Wen berkata. "Bisakah kau memberinya waktu untuk menjelaskan?! Kau selalu saja bicara sejak tadi. Dasar cerewet,"


"Apa?! Kau-"


"Tenanglah," Hu Li menyela. "Ada apa dengan kalian ini? Tolong jangan ribut atau mereka akan menemukan kita,"


Hu Li mencoba mengatur napasnya. Dia duduk bersandar sambil mengontrol Qi di dalam dirinya untuk menyembuhkan luka-lukanya.


Tidak lama, Hu Li mengeluarkan sebuah pil dan membuat Yi Wen terkejut. Pil itu tidak lain adalah pil buatan Xiao Shuxiang yang paling kuat dan bahkan mampu menyembuhkan orang yang hampir kehilangan nyawa, Pil Napas Naga.


"Tu-tunggu, kau membawa pil itu tapi tidak mengeluarkannya sejak tadi?!" Yi Wen melotot. Dia sebelumnya panik melihat kondisi Hu Li dan bahkan pergi jauh mencarikan obat untuk pemuda ini. Hanya saja tidak disangka Hu Li justru membawa Pil Napas Naga bersamanya.


"Hu Li, apa kau ingin membuatku jantungan hah?!" Yi Wen kesal sendiri. Dia memukul gemas lengan pemuda manis berambut putih di sampingnya ini dan merutukinya.


"..............." Hu Li hanya tersenyum dan meminta maaf. Yi Wen tidak tahu bahwa dialah yang membawa Gelang Semesta milik Xiao Shuxiang sekarang ini.

__ADS_1


Hu Li pun kemudian berkata pelan, "Saya berterima kasih karena kalian datang tepat waktu. Tapi sebaiknya kalian segera pergi dari tempat ini,"


Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen kaget. Hu Li pun mengeluarkan sebuah gulungan dan kembali berkata, "Serahkan ini kepada tuan muda Xiao dan katakan padanya bahwa saya baik-baik saja."


"Kau ini apa-apaan," Yi Wen membentak. "Apa kau pikir aku tidak bisa melihat, hah? Kau dikejar oleh pendekar yang jelas-jelas ingin menghabisimu dan kau justru bilang baik-baik saja?! Kau pikir aku bodoh?!"


"Yi Wen, kecilkan suaramu. Diam sedikit," Bocah Pengemis Gila menegur gadis di sampingnya sambil memperhatikan gulungan yang diserahkan Hu Li padanya.


"Ini ..." Bocah Pengemis Gila tersentak saat tahu isi gulungan di tangannya adalah bagian dari Kitab Pembunuh Matahari. Setidaknya, gulungan ini membahas tiga bab secara lengkap.


"Hu Li, dari mana kau mendapatkan ini?" Bocah Pengemis Gila terkejut. Dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


Hu Li bernapas pelan, "Saya menyalin semua yang bisa saya kumpulkan. Sayangnya saat sedang menargetkan potongan dari bagian yang lain, para pendekar itu tahu dan mengejar saya."


"Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan?" Bocah Pengemis Gila masih menatap Hu Li dengan rasa tak percaya.


Adalah sebuah hal yang mustahil untuk bisa mengumpulkan bagian dari Kitab Pembunuh Matahari dalam waktu yang singkat. Apalagi hingga tiga bab penuh.


Bocah Pengemis Gila tahu bahwa bagian kitab kuno itu terpisah-pisah dan tersebar di berbagai tempat. Jadi bila Hu Li bisa mengumpulkan sebanyak ini .... Apakah itu berarti pemuda tersebut telah melakukan perjalanan yang jauh?!


"Hu Li, bisakah kau menjelaskan ini padaku?" nada suara Bocah Pengemis Gila terdengar serius dan membuat Yi Wen menatapnya.


"..............." Hu Li tahu perubahan pada ekspresi serta nada suara pria yang membawa tongkat bambu ini. Dia tidak akan menyalahkan reaksi Bocah Pengemis Gila.


Hu Li pun berkata, "Itu sama sekali tidak sulit. Kitab Pembunuh Matahari sedang sangat hangat diperbincangkan. Bahkan beberapa pendekar ada yang secara terang-terangan mengatakan sedang mengumpulkan lembaran kitab itu,"


Hu Li melanjutkan, "Saya menguntit mereka. Mencuri lembaran itu dan menyalinnya. Beberapa kejadian juga harus membuat saya ikut bertarung, tapi sangat disayangkan pergerakan saya pun diketahui. Mereka bahkan sampai tahu identitas saya yang merupakan Demonic Beast,"


Bocah Pengemis Gila mengusap-usap wajahnya. Dia pun menarik napas karena tahu bahwa Demonic Beast sangat dibenci di Benua Tengah.


Yi Wen bernapas pelan dan lalu berkata, "Bocah Pengemis Gila. Bagaimana ini...? Apa itu artinya Hu Li menjadi buronan?"


"Kau kan sudah tahu," Bocah Pengemis Gila menatap Hu Li dan bertanya, "Kau tidak pergi ke Sekte Pagoda Langit?"


"Bocah Pengemis Gila--" Yi Wen baru saja akan berujar saat mendengar keributan di luar. Dia dan Bocah Pengemis Gila mengintip dari celah gubuk. Mereka tersentak melihat beberapa pendekar kembali memperhatikan gubuk ini.


Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen sampai menahan napas. Orang-orang yang ada di luar kebanyakan merupakan pendekar dengan kemampuan tinggi. Keduanya terlonjak kaget saat salah satu orang menatap ke arah mereka.


"Astaga, jantungku ..." Bocah Pengemis Gila mengusap-usap dadanya. Dia dan Yi Wen saling bersandar satu sama lain.


"..............." Hu Li sendiri hanya duduk dan menutup matanya. Dia memfokuskan diri mendengarkan suara para pendekar yang mencarinya.


"Aku yakin di lari ke tempat ini,"


"Bagaimana dengan yang di sebelah sana?"


"Tidak ada. Aku tidak menemukannya,"


"Kita harus mencarinya,"


"Rubah Putih! Sebaiknya kau keluar sekarang juga...!"


"Lemparkan benda itu. Dia pasti akan segera keluar,"


Yi Wen yang masih ada di dalam gubuk nampak mengerutkan kening saat melihat gerak-gerik para pendekar itu. Dia pun bertanya, "Apa yang mereka lakukan?"


Bocah Pengemis Gila ikut mengintip, "Mereka seperti melemparkan sesuatu-"


"Itu racun untuk menangkap rubah," Hu Li menyela dan membuat kedua orang yang bersamanya tersentak.


Hu Li mulai berdiri, dia pun berkata. "Saya akan menghadapi mereka. Kalian pergi saja. Serahkan benda itu kepada tuan saya,"


"Hu Li," Bocah Pengemis Gila mencegah pemuda berambut putih itu. Dia terkejut saat melihat mata Hu Li yang mulai berubah warna menjadi merah.

__ADS_1


"Saya akan baik-baik saja," Hu Li bersuara tenang. "Jangan mencemaskan saya, kalian pergilah."


"Kau ini ..." Bocah Pengemis Gila menarik napas, "Kau pikir aku siapa? Selama aku di sini, maka kau bahkan tidak perlu turun tangan. Orang-orang itu ... Biar Yi Wen yang hadapi,"


"Apa?" Yi Wen tersentak dan kemudian mendengus. Dia pun menggeleng pelan, "Dasar tidak tahu malu. Bagaimana kau bisa berbuat hal semacam ini padaku?"


"Hu Li..!" Bocah Pengemis Gila tanpa peduli pada Yi Wen langsung menangkap lengan Hu Li. Dia tersentak saat pemuda ini hampir saja oleng.


Hu Li merasakan sakit di kepalanya. Dia menggeram tertahan dan berusaha agar tidak sampai terpengaruh dengan racun rubah ini.


Apa yang dilakukan oleh para pendekar itu sebelumnya adalah menggelindingkan sebuah bola berasap yang tidak lain adalah racun khusus untuk Demonic Beast.


Asap tipis itu akan membaur dengan udara dan hanya mempengaruhi para Demonic Beast. Efeknya yakni akan memancing sifat buas Demonic Beast itu hingga mulai melakukan pemberontakan.


Kekuatan dari asap beracun itu akan semakin kuat saat lawan merupakan Demonic Beast dengan indra penciuman yang sangat tajam. Hu Li jelas akan sangat tersiksa.


Yi Wen melihat kuku jari Hu Li mulai memanjang dan rambut pemuda itu pun berubah warna secara perlahan menjadi merah. Dia berusaha memanggil Hu Li, namun justru disambut tatapan yang mengerikan.


*


*


Para pendekar yang ada di luar bisa merasakan aura yang menekan. Mereka pun langsung menarik senjata dan telah bersiap untuk kemungkinan terburuk.


Salah satu atap gubuk meledak dan kemudian seseorang melesat ke arah seorang pendekar. Suara keras terdengar saat senjata kedua orang ini saling berbenturan.


!!!


Pendekar itu terkejut, begitu pula dengan rekannya yang lain. Sosok yang sudah menyerangnya tidak lain adalah seorang pria dengan senjata yang berupa sebuah bambu panjang.


"Siapa kau?!" Seorang pendekar membentak. Sosok yang dia lihat bukan Demonic Beast. Itu karena sosok ini tidak mempunyai perubahan pada wajah dan warna matanya.


Bocah Pengemis Gila mendengus dan dengan suara dingin berkata, "Aku adalah leluhurmu. Ada baiknya kalian segera pergi dari tempat ini..!"


!!


Yi Wen yang ada di dalam gubuk kaget saat mendengar suara ledakan keras. Dia sekarang sedang menahan Hu Li dengan memakai energi spiritualnya.


Sebelumnya, Yi Wen ingin Menyerang para pendekar di luar sana. Namun Hu Li tiba-tiba saja hendak mengamuk dan Bocah Pengemis Gila tentu tidak memiliki sesuatu untuk mencegah pemuda itu.


Karenanya, Yi Wen-lah yang harus bergerak. Dia mengikat Hu Li dengan memakai kemampuannya dalam mengendalikan roh. Sementara itu, Bocah Pengemis Gila bertarung dengan para pendekar menggantikan dirinya.


Karena Bocah Pengemis Gila tidak memakai riasan wajah yang aneh seperti biasa, maka tidak seorang pun dari para pendekar itu yang mengenalinya.


Ada beberapa orang yang sempat mengira-ngira tentang identitas pria yang mereka hadapi. Hanya saja mereka masih diliputi keragu-raguan.


Bocah Pengemis Gila melawan lebih dari sepuluh orang pendekar yang beberapa di antaranya adalah kultivator. Gerakannya kuat dan cepat, bahkan dia berhasil memberi pukulan yang telak pada lima pendekar secara sekaligus.


Tongkat bambu Bocah Pengemis Gila mampu menyerang tiga orang secara langsung dan tendangannya membuat pergerakannya tidak mempunyai celah.


!!


Yi Wen kembali mendengar suara debaman keras dan kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Dia terlihat mulai kesulitan menahan pergerakan Hu Li yang semakin kuat memberontak.


"Ini ... Bagaimana cara menyadarkannya? Aku tidak tahu racun apa yang mereka berikan, tapi ini-!!" Yi Wen terpental sampai menabrak dinding gubuk bambu.


Yi Wen syok sebab kekuatan Hu Li ternyata sangat besar dan bahkan melebihi dirinya. Dia sama sekali tidak sanggup menahan pemuda berambut putih ini.


Kondisi berat yang dihadapi Hu Li saat ini bisa dibilang mampu dirasakan oleh Xiao Shuxiang yang lokasinya berada sangat jauh dari tempatnya berada sekarang.


Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu duduk di batu yang berada di bawah air terjun. Dia selama ini terus berlatih mengendalikan kekuatannya dengan mempelajari kitab 'Tanpa Tanding' pemberian Tetua Chen Duan Shan dan pertama kalinya dia pun akhirnya membuka mata.


******

__ADS_1


__ADS_2