KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
233 - Tetua Xie Yanran (2)


__ADS_3

Pengkhianat. Kata itulah yang saat ini ada di dalam benak Tetua Xie Yanran. Dia memikirkannya dan yakin bahwa Wang Zhao sudah berkolusi dengan Hei Lian.


"Sudah kuduga. Dirawat bagaimanapun juga, ular akan tetap menghasilkan bisa. Dia diberi makan apa pun, pada akhirnya akan menggigit 'Tuan'-nya sendiri." Tetua Xie Yanran berekspresi buruk saat dia menatap Wang Zhao.


Tetua Xie Yanran berkata dengan nada yang dingin, "Ini adalah salahku. Keadaan tidak akan seburuk ini jika di hari itu aku langsung menghabisimu--"


"Tetua Xie," Xiao Shuxiang menyela. "Kau sepertinya telah salah paham--"


"Memang apa yang kau tahu?" Tetua Xie Yanran menatap tajam ke arah pemuda yang sudah berani menyela ucapannya.


Sikap Tetua dari Gunung Puncak Zhang ini mencuri banyak perhatian, bahkan Tetua Dao Fang An terlihat mengerutkan kening karena merasa ada ketegangan di antara Tetua Xie Yanran dengan Xiao Shuxiang.


"Kau tidak mengenal orang ini dengan baik, kau hanya pendatang." Tetua Xie Yanran berujar, "Kau yang tidak tahu apa-apa sebaiknya diam saja. Pemuda ini---!"


"Dia lebih baik dariku," Xiao Shuxiang tersenyum. Dia mengejutkan semua orang dengan tindakannya yang tiba-tiba membekap mulut Tetua Xie Yanran.


Bahkan, tetua yang mempunyai tubuh seperti anak perempuan itu teramat syok dengan tindakan Xiao Shuxiang. Dirinya sungguh tidak menyangka akan diserang dengan cara seperti ini.


"Tu-Tuan Xiao..." Wang Zhao tidak sempat bertindak, ekspresi wajahnya pucat saat melihat tindakan berani yang dilakukan pemuda mempesona itu.


Xiao Shuxiang berujar pelan kepada Tetua Xie Yanran. Dia berkata, "Bukankah Wang Zhao tidak pernah berbuat seperti ini padamu? Di antara kami, mana yang lebih baik?"


"..............." Tetua Xie Yanran berusaha memberontak. Tatapan matanya seakan memberi isyarat bahwa jika bekapan pada mulutnya tidak dilepas-----dia akan langsung melepaskan diri secara paksa.


"Tetua Xie, kita benar-benar perlu untuk bicara ...." Xiao Shuxiang melirik Wang Zhao sebelum pergi sambil membawa Tetua Xie Yanran bersamanya.


Bocah Pengemis Gila, Yi Wen dan para murid Sekte Lautan Awan terperangah kala melihat Xiao Shuxiang dan Tetua Xie Yanran yang kini semakin menjauh. Mereka bahkan tidak sempat bereaksi.


Wang Zhao meraih tangan Hei Lian dan lantas mengikuti Xiao Shuxiang. Mereka saat ini berada di tempat yang cukup jauh dari orang-orang dan Xiao Shuxiang pun mulai melepaskan bekapan tangannya.


"Kurang ajar..!" Tetua Xie Yanran seketika membentak dan bersuara dengan nada yang kasar, "Berani-beraninya kalian memperlakukan aku seperti ini. Dasar anak tidak tahu diri..!"


"Tenanglah, Tetua Xie. Aku punya alasan yang harus kau dengar terlebih dahulu, jadi tolong tenanglah..." Xiao Shuxiang mencoba untuk bicara.


Tetua Xie Yanran mengepalkan erat kedua tangannya, dia terlihat masih kesal dan bahkan membentak saat menyuruh Xiao Shuxiang bicara.


"Katakan apa yang ingin kau katakan," suara Tetua Xie Yanran begitu dingin dan ketus. Dia membuat Wang Zhao menelan ludah dan Hei Lian sendiri menjadi kaget.


Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu berujar pelan, "Aku akan mengatakannya dengan singkat. Wang Zhao sama sekali tidak melakukan apa yang kau tuduhkan. Dia menolongku menghadapi orang yang menyerang sekte ini dan berhasil mengalahkannya,"


"Kau mengalahkannya? Lantas mengapa aku melihat dia masih hidup dan begitu akrab dengan kalian?!" Tetua Xie Yanran menatap tajam ke arah Hei Lian dan tidak menyembunyikan nafsu membunuhnya.


Xiao Shuxiang kembali buka suara, "Apa yang Tetua lihat tidak lain adalah efek dari ramuan milik nona Zhang Xiao Lian yang berusaha kuperbarui. Aku membuat dia meminumnya dan yang terjadi cukup mengejutkan,"


Xiao Shuxiang berkata, "Tidak hanya lupa tentang tindakannya pada sekte ini .... Dia bahkan memanggil Wang Zhao sebagai Gege-nya. Aku pun jadi terpaksa harus menerimanya,"


"..............." Tetua Xie Yanran menatap ke arah Hei Lian yang terlihat memegang erat tangan Wang Zhao dan seakan takut-takut padanya.

__ADS_1


Tetua Xie Yanran menyilangkan tangan dan kemudian berkata, "Kau memang menjelaskannya dengan singkat. Tapi ramuan Zhang Xiao Lian itu apakah--"


"Ramuan cinta, nona Xiao Lian sendiri yang mengatakannya." Xiao Shuxiang kembali menyela dan lantas berkata, "Lalu tentang Wang Zhao .... Aku sedikit mambantunya melepas beberapa akar pada dantiannya."


Tetua Xie Yanran mendengar hal itu dan menatap ke arah Xiao Shuxiang. Nada suaranya masih kurang enak didengar saat dia berkata, "Kau membantunya mengatasi akar pada dantiannya. Tapi kau justru tidak membantu dirimu sendiri untuk mengatasi segel yang kau miliki itu. Apa aku harus menyebutmu terlalu baik atau bodoh, huh?"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Tetua Xie. Ada perbedaan antara kami. Segel yang ada padaku tidak bisa lepas begitu saja. Jika itu mudah dilakukan, aku tidak perlu bantuan siapa pun untuk menghadapi musuh."


"Hmph, sombong." Tetua Xie Yanran mendengus, dia pun menoleh ke arah Wang Zhao dan menyuruh agar pemuda itu membawa Hei Lian pergi.


Wang Zhao tersentak, sementara Hei Lian nampak kebingungan. Tetua Xie Yanran berkata dia perlu membicarakan sesuatu dengan Xiao Shuxiang yang ada baiknya tidak didengar oleh Hei Lian.


Wang Zhao pun mengerti. Dia memegang tangan gadis kecil di sampingnya dan kemudian mulai berjalan pergi. Hei Lian sendiri terlihat tidak mengerti situasi yang saat ini dialaminya.


Ketika Wang Zhao dan Hei Lian sudah semakin menjauh, Tetua Xie Yanran pun berkata. "Kau sebaiknya ingat satu hal ini. Ramuan buatan Xiao Lian mempunyai batas waktu. Jika si pendek itu mulai sadar, maka aku tidak perlu mengatakan apa yang bisa terjadi."


Nada suara Tetua Xie Yanran terdengar sedikit mengancam, tapi raut wajah Xiao Shuxiang sama sekali tidak berubah. Dia seakan tidak terkejut.


Xiao Shuxiang berkata, "Tetua Xie. Aku mengerti kekhawatiranmu, aku pun juga memikirkan hal yang sama. Tapi kau bisa tenang, karena meskipun gadis kecil itu memperoleh kesadarannya kembali----dia tidak akan mampu mengambil nyawa orang lain lagi."


Tetua Xie Yanran tersentak, dia menatap dalam ke arah Xiao Shuxiang dan lantas bertanya. "Apa maksudmu?"


"Tidakkah kau pernah berpikir, bahwa serendah apa pun teknik kultivasi seorang alkemis----dia akan tetap masih dihormati. Posisi inilah yang dianggap 'Setengah Dewa' yang sebenarnya. Kami menyelamatkan nyawa dan bisa juga mengambilnya. Bahkan penguasa pun akan sangat segan,"


Seulas senyum terlihat di wajah tampan Xiao Shuxiang. Dia menyilangkan tangan dan kemudian berkata, "Akan kuperlihatkan padamu .... Bagaimana kekuatan tunduk di bawah kakiku."


Tetua Xie Yanran tersentak saat pemuda yang harusnya masih memberikannya penjelasan justru melenggang pergi. Dia bahkan belum mendapatkan informasi tentang bagaimana Hei Lian tidak akan bisa membunuh orang lain meski sudah memperoleh kesadarannya kembali.


"Xiao Shuxiang..! Kau tidak bisa pergi begitu saja. Kembali kemari..!" Tetua Xie Yanran berdecak kesal saat pemuda itu sama sekali tidak peduli pada seruannya.


Tetua Xie Yanran menarik napas dan menatap punggung Xiao Shuxiang yang semakin menjauh, "Semoga saja apa yang kau katakan ini benar. Jika sesuatu seperti ini terjadi karena ulah si pendek itu, maka kaulah orang pertama yang akan kuhabisi."


Bukan sebab lain Tetua Xie Yanran mau melepaskan Hei Lian. Ini karena sosok Xiao Shuxiang dan kepercayaan diri yang besar dari pemuda itu. Lagipula, Tetua Xie Yanran bisa melihat apa yang tidak mampu dilihat oleh orang lain.


Tentang Xiao Shuxiang ini .... Kepribadian yang dia miliki sangat bertolak-belakang dengan aura yang berasal dari dalam dirinya sendiri.


*


*


"Zhao Gege? Sebenarnya tempat apa ini?" Hei Lian mulai buka suara. Sebelumnya dia tetap diam karena masih bingung dan keadaan di sekitarnya begitu aneh.


Wang Zhao menatap gadis kecil yang berjalan di sampingnya dan kemudian berujar, "Tempat ini adalah Sekte Lautan Awan."


"Apa?" Hei Lian tersentak, "Kenapa kita ada di sini? Ini bukan tempat tinggal kita. Zhao Gege, ayo pulang."


Hei Lian tahu Sekte Lautan Awan, itu merupakan salah satu perguruan besar dan berasal dari Aliran Putih. Tempat ini bukanlah rumah mereka.

__ADS_1


"Lian'Er, kau sungguh tidak ingat apa pun?" Wang Zhao bertanya dengan raut wajah yang sedih. Dia merasa kasihan, tapi entah ini ditujukan pada gadis kecil di sampingnya ataukah pada sekte ini dan dirinya sendiri.


"Apa ... Apa maksud Zhao Gege?" Hei Lian bertanya, ekspresi wajahnya terlihat seperti dia memang tidak tahu apa pun.


"..............." Wang Zhao menatap dalam gadis kecil ini dan kemudian berkata, "Kau sudah menyerang tempat ini. Coba perhatikanlah keadaan di sekitarmu. Apa kau masih tidak mengingatnya?"


Hei Lian tersentak. Dia mengedarkan pandangan dan memang tempat ini dalam kondisi yang tidak baik. Ada banyak pepohonan yang seperti habis terbakar, bahkan rerumputan yang dia pijak pun terlihat dalam kondisi yang sama.


"Ini ...."


"..............." Wang Zhao memperhatikan Hei Lian dan merasa bahwa gadis kecil ini sudah melupakan semua yang telah dilakukannya.


"Zhao Gege .... Apa aku-!" Hei Lian kaget saat bahunya disentuh oleh Wang Zhao, dia mendongak ketika menatap wajah pemuda ini.


"Tidak perlu dipikirkan. Ini .... Bukanlah salahmu," Wang Zhao mencoba untuk tersenyum. Dia sebenarnya berat ketika mengatakan bahwa semua ini bukanlah salah Hei Lian, itu jelas tidak benar.


Hei Lian harusnya bertanggung jawab kepada Tetua Dao Fang An dan Sekte Lautan Awan. Namun bila dipikirkan lagi, gadis kecil ini tidak mungkin berbuat hal demikian jika dia tidak bersembunyi di tempat ini.


Sedikit atau pun banyak, Wang Zhao juga punya andil yang membuat Sekte Lautan Awan diserang. Dia seharusnya juga ikut bertanggung jawab.


"Zhao Gege ...." Hei Lian terlihat masih bingung, berpikir bahwa Wang Zhao sedang menyalahkannya. Dia pikir pemuda ini sedang marah atas kesalahan yang tidak dia ingat.


Wang Zhao baru akan kembali bicara ketika mendengar suara Xiao Shuxiang yang seakan berasal di belakangnya.


"Kalian pergi terlalu jauh, ayo kembali." Xiao Shuxiang mengajak Wang Zhao untuk pergi ke tempat Tetua Dao Fang An. Dia setidaknya sudah bicara dengan tetua Xie Yanran dan yakin tetua dari Gunung Puncak Zhang itu tidak akan mengungkap identitas Hei Lian.


Wang Zhao menghampiri Xiao Shuxiang dan kemudian berjalan bersama pemuda itu. Tangannya tetap memegang tangan Hei Lian.


Wang Zhao berkata, "Bagaimana tetua Xie Yanran? Apa beliau .... Mengatakan sesuatu?"


"Apa lagi yang bisa dia lakukan selain bicara ketus. Dia sama sekali tidak terlihat menggemaskan,"


Wang Zhao tersentak mendengar ucapan Xiao Shuxiang dan lantas menelan ludah. Dia tersenyum pahit, "Tetua Xie Yanran bisa membunuhmu jika kau mengatakan hal semacam itu, tepat di hadapannya."


Xiao Shuxiang mendengus dan lantas menyilangkan tangan, "Intinya sekarang tetua Xie tidak akan bicara apa pun tentang anak ini. Tapi .... Apa mungkin tetua Meng Hao Niang mengenali bocah yang kau pegang itu?"


Wang Zhao mengangguk pelan, "Tetua Meng tahu. Ini jugalah yang menjadi kekhawatiran lainku. Aku sebenarnya .... Ingin menyembunyikan Hei Lian,"


"Zhao Gege?" Hei Lian tersentak saat mendengar namanya disebut. Selama ini, perhatiannya selalu tertuju dengan sosok yang berjalan bersama Wang Zhao, dia pun jadi tidak mendengarkan hal lainnya.


Xiao Shuxiang berkata, "Sebaiknya tidak perlu disembunyikan. Tindakan seperti itu malah akan menambah kecurigaan,"


"Tapi tetua Meng ...."


"Wanita pemabuk itu pasti tidak akan mengenalinya. Dan kalau pun dia bisa langsung mengenali Bocah ini, masih ada kau. Bawa dia agar selalu didekatmu, kita akan jelaskan semuanya pada tetua Meng nanti."


Wang Zhao masih khawatir, namun dia berusaha untuk percaya. Xiao Shuxiang pasti mempunyai rencana dan mengingat sifat tetua Meng Hao Niang, beliau pun bukanlah tipe orang yang akan langsung memberi serangan tidak terduga begitu saja.

__ADS_1


******


__ADS_2