![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang menapak di sebuah dahan pohon dan kembali melesat. Suara ketika kakinya menapak terdengar sangat indah di telinga. Kibaran pada jubah putihnya dan lambaian dari rambut panjangnya semakin menambah pesona luar biasa dari sosok pemuda yang tanpa cela itu.
Wajahnya tidak perlu diragukan lagi. Itu adalah jenis keindahan yang tidak akan pernah bosan dipandangi. Tatapan yang baik itu seperti bintang dingin berkilauan.
Justru semakin orang memandanginya, maka akan semakin tenggelam mereka dalam keindahan ciptaan Tuhan tersebut. Dia adalah sosok yang membuat semua orang sangat menginginkannya.
Jika Lan Guan Zhi adalah gunung es yang dingin, maka Xiao Shuxiang merupakan kehangatan dari matahari pagi.
Jika karakter Lan Guan Zhi membuat orang segan dan hormat padanya, maka Xiao Shuxiang membuat orang merasa bahwa mereka seperti anggota keluarga yang akrab dan saling menyayangi.
Kegugupan dan rasa canggung dapat ditemui ketika berhadapan serta bicara dengan seorang Lan Guan Zhi. Tetapi saat Xiao Shuxiang yang diajak bicara, seseorang akan merasa bahwa dia telah bertemu teman lamanya dan menjadi saudara dekat saat itu juga.
Xiao Shuxiang memang mempunyai karakter yang menarik dan sulit sekali untuk bisa menggambarkan keseluruhan tentang dirinya.
"..............."
Suara dari tapak kaki Xiao Shuxiang kembali terdengar. Kali ini, teman baik dari Lan Guan Zhi tersebut mendengar suara samar benturan-benturan pedang. Dia pun mempercepat lesatannya dan sampai membuat angin buatan yang cukup kuat untuk mematahkan ranting-ranting pohon beserta daun-daunnya.
Di tempat Xiao Shuxiang akan menuju, Yan Tianhen terlibat dalam pertarungan dengan para murid dari sekte lain. Jian Yang dan Li Huanshou pun berada di antaranya.
Mereka semua berada dalam pengaruh ilusi hingga menyerang dengan niatan saling membunuh satu sama lain. Tidak terhitung lagi jumlah gerakan berpedang yang sudah mereka keluarkan, tetapi jika dilihat dari kondisi sekitar-----tempat itu benar-benar berantakan.
Xiao Shuxiang akhirnya tiba dan tidak menyangka bahwa pertarungan para peserta konferensi akan menghasilkan kondisi yang penuh kekacauan seperti ini.
Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya dan mendengus malas, "Haiih. Kenapa aku harus melihat dua anak menyebalkan itu. Rasanya jadi tidak ingin membantu mereka,"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia bersikap demikian karena melihat Yan Tianhen dan Jian Yang. Kedua pemuda itu adalah orang yang memiliki masalah dengannya.
Xiao Shuxiang menyilangkan kedua tangannya dan benar-benar malas untuk bergerak. Dia baru saja akan pergi ke tempat lain saat suara bising yang aneh terdengar.
Ekspresi wajah Xiao Shuxiang berubah serius dan tatapan matanya menajam. Dia dengan cepat mengeluarkan Yīng xióng dari Cincin Spasial-nya dan segera melesat.
Di detik yang tepat, suara benturan keras dan bunyi gemuruh terdengar. Bahkan dua senjata yang beradu itu menciptakan angin kejut hingga membuat para murid termasuk Yan Tianhen, Jian Yang dan Li Huanshou terpental.
Beberapa di antara murid ada yang menghantam batang pepohonan dengan keras sebelum jatuh ke tanah dan ada juga yang langsung menghantam tanah.
Angin kejut dari dua senjata tersebut juga membuat batang pepohonan terkikis dan beberapa murid juga terkena serangan angin itu hingga merobek pakaian, termasuk melukai mereka.
"..............." Xiao Shuxiang sendiri terlihat mengatur napas. Ekspresi wajahnya tidak pernah seserius ini sebelumnya. Darah nampak mengucur pada sudut bibirnya.
Xiao Shuxiang menggunakan tenaga yang kuat dan harusnya tidak dia lakukan mengingat tingkat praktiknya yang rendah. Namun jika dia tidak menahan serangan ini, maka banyak murid yang akan tewas seketika.
"..............."
__ADS_1
Sosok di hadapan Xiao Shuxiang tidak lain dan tidak bukan adalah Tetua dari Gunung Puncak Sheng---Wang Jing Li.
Tetua Wang ini merupakan pria yang mempunyai wajah tegas dengan tubuh tinggi berotot dan memiliki sifat yang sebenarnya cukup arogan. Dia adalah Shizun dari Yan Tianhen.
Xiao Shuxiang memperhatikan wajah tegas dari pria di hadapannya dan cukup kaget melihat bahwa mata Tetua Wang tidak mempunyai pupil----itu adalah mata yang sepenuhnya putih.
"Ilusi," Xiao Shuxiang menyimpulkan demikian. Dia pun bergerak cepat dan menyerang Tetua Wang Jing Li sebelum para murid ini kembali bangun.
Tangan Xiao Shuxiang yang memegang Yīng xióng sebenarnya mati rasa, tetapi dia masih mampu menyerang dengan menggunakan kakinya. Dia memberi tendangan yang sangat kuat pada Tetua Wang Jing Li hingga membuat pria itu terpental.
Untuk menghadapi sosok 'Tetua' sebuah sekte, Xiao Shuxiang sangat serius. Dia pun menangkis serangan beberapa orang murid yang sudah mulai bangun dan kini kembali bertarung sengit lagi.
"Aku akan membunuhmu..!"
Seorang murid berseru ketika melesatkan serangannya yang kuat. Hanya saja saat serangan itu hampir mengenai targetnya, dengan cepat Xiao Shuxiang memakai Yīng xióng untuk menyerapnya. Serangan itu pun dikembalikan dengan kekuatan lima kali lipat yang bahkan mampu meledakkan tiga pohon besar sampai tidak bersisa.
!!!
Xiao Shuxiang menatap tajam ke arah para murid itu, tatapan matanya agak menakutkan. Dia pun bersuara dingin, "Untungnya kalian terkena ilusi. Jika tidak, maka nasib kalian akan sama seperti pohon itu."
Xiao Shuxiang memang tidak melesatkan serangan yang sangat kuat itu kepada murid yang sudah menyerangnya. Tetapi bukan berarti dia tidak akan membalas apa yang dirinya terima.
Xiao Shuxiang mengibaskan tangan dan kupu-kupu bersayap merah yang tidak terhitung jumlahnya seakan keluar dari lengan pakaiannya. Mereka terbang dan membuat kaget para peserta konferensi termasuk Yan Tianhen, Li Huanshou dan Jian Yang.
"Sialan! Belum cukup melawan Demonic Beast, sekarang ada lagi yang baru!"
Para kultivator itu tetap menyerang satu sama lain, mereka tidak saling bicara atau pun bekerja sama. Ini kareka ilusi yang menyelimuti mereka membuat semuanya terjadi hingga keadaan ini menjadi amat runyam.
Tetua Wang Jing Li yang sebelumnya terpental cukup jauh kini kembali melesat dan segera menargetkan Xiao Shuxiang yang baginya terlihat seperti Demonic Beast paling kuat dan berbahaya.
Xiao Shuxiang menahan serangan itu, tetapi karena tidak bisa mengambil posisi dengan baik-----dia pun terpental sambil terus diserang oleh Tetua Wang Jing Li. Dahan pepohonan patah karena terkena benturan dari punggung Xiao Shuxiang.
Rasanya sakit, tetapi bukan itu yang lebih penting sekarang ini. Xiao Shuxiang terus fokus mengayunkan Yīng xióng meski kini dirinya dan Tetua Wang Jing Li semakin menjauh dari tempat Yan Tianhen serta para kultivator lainnya.
Kupu-kupu milik Xiao Shuxiang sendiri masih mengacau di tempat Yan Tianhen berada. Beberapa di antara serangga itu hinggap pada kultivator yang tewas dan mulai menghisap darahnya.
Ada juga beberapa kupu-kupu yang mempunyai sayap berwarna pelangi, mereka hinggap di rerumputan sebelum tubuh mereka tiba-tiba terbakar. Detik itu juga, aroma aneh menguar dan mulai menyebar.
Kening para kultivator mengerut dan ekspresi wajah mereka seperti jeruk purut. Yan Tianhen sendiri berwajah pucat dan langsung menutup hidungnya.
!!!
"Bau apa ini?!"
__ADS_1
"Bau sekali..!"
Para murid itu menjatuhkan pedang mereka dan kini menutupi hidung masing-masing. Tidak sedikit yang mulai mulai mual-mual dan mencari tempat untuk muntah.
Sungguh, aroma yang mereka cium ini sangat busuk hingga tidak bisa digambarkan.
"Sialan! Bau sekali..!" Jian Yang memegang perutnya dan muntah kembali. Warna matanya perlahan-lahan kembali normal dan sebenarnya entah disadari atau tidak, tetapi setiap luka yang dialami Jian Yang perlahan pulih.
"Ini sebenarnya bau apa?! Kenapa baunya tidak hilang-hilang juga," Li Huanshou sendiri benar-benar tidak tahan dengan bau yang bahkan membuat kepalanya pusing.
"Ini .... Ini lebih buruk dari aroma jempol kaki yang tidak pernah dicuci selama 10 Tahun dan aku ingin---" seorang murid tidak bisa lagi menahan muntahannya. Dia nyaris mengenai sepatu dari Yan Tianhen andai pemuda itu tidak segera menghindar.
Kupu-kupu milik Xiao Shuxiang tidak lagi mengganggu para kultivator dan lebih memilih untuk menghisap darah dari mayat yang berada di sana. Mereka jenis serangga yang sebenarnya indah, namun karena mengkonsumsi sesuatu yang tidak seharusnya----itu terlihat agak menakutkan.
Di sisi lain, Xiao Shuxiang menggunakan Yīng xióng untuk menahan agar tubuhnya tidak sampai menghantam tanah. Kaki kanannya bahkan sedikit tenggelam ke tanah.
"Hah, luar biasa..." seulas senyum terlihat di wajah tampan Xiao Shuxiang. Dia pun meludahkan darah sambil tetap melihat Tetua Wang Jing Li yang kini berjalan mendekat.
Yīng xióng mengeluarkan cahaya merah redup dan membuat Xiao Shuxiang sedikit mengerutkan kening, "Ada apa? Kau ingin memakannya? Kebetulan dia mempunyai tubuh besar dan berotot. Dia bisa menjadi makanan pembuka bagimu,"
!?
Xiao Shuxiang tersentak saat Yīng xióng menariknya dengan kuat. Tetua Wang Jing Li sendiri mengibaskan tangan dan sedetik berikutnya kembali menyerang.
Tiba di pertengahan, Xiao Shuxiang dengan sigap menghentakkan kakinya dan melompat untuk menghindari serangan mematikan dari Tetua Wang Jing Li.
Dia pun membalas menyerang, namun yang terjadi adalah senjatanya kembali harus berbenturan dengan pedang milik Tetua Gunung Puncak Sheng tersebut.
Xiao Shuxiang merasakan pedangnya berdenyut. Tetapi anehnya, saat dia melawan Tetua Wang Jing Li dengan penuh kesungguhan-----Yīng xióng malah menjadi tumpul.
Xiao Shuxiang berdecak kesal, dia juga tidak bisa menyimpan kembali Yīng xióng karena pedangnya tidak berada dalam kendalinya. Dia pun terpaksa melakukan cara yang sama dengan mengirim kupu-kupu berharganya untuk menganggu Tetua Wang Jing Li.
Serangga terbang yang tidak terhitung jumlahnya itu merupakan jenis binatang yang lemah, tetapi sebenarnya itu adalah jurus yang berat untuk dikeluarkan oleh Xiao Shuxiang sebanyak dua kali dalam sehari.
Tetua Wang Jing Li kerepotan karena kupu-kupu yang beterbangan dan menghalangi pandangannya. Dia pun menggeram marah dan kemudian mulai menyelimuti tubuhnya dengan Qi.
Tetua Wang Jing Li memegang erat pedangnya dan satu tangannya yang lain nampak terkepal kuat. Wajahnya yang tegas itu terlihat mengerikan sekarang, apalagi warna matanya yang serba putih tersebut makin membuatnya nampak buruk.
Xiao Shuxiang tersentak saat teman-teman kecilnya terbakar sebelum waktunya akibat terkena Qi dari Tetua Wang Jing Li. Dia menahan napas sebab sosok yang menjadi lawannya lebih kuat dari bayangannya.
"Yīng xióng, jika kau tidak mau bekerja sama denganku.... Kita akan mati di sini," Xiao Shuxiang menarik napas, dia kini tidak bisa lagi mengeluarkan teman-teman kecilnya. Sekarang dia harus mencoba melumpuhkan Tetua Wang Jing Li dengan cara yang lain.
******
__ADS_1