![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi berhasil menyusul Xiao Shuxiang dan mengikuti arah tatapan teman baiknya ini. Dia melihat ada orang yang berdiri di depan kuil dengan wajah sepucat mayat dan peti-peti mati terlihat di sekeliling mereka.
Orang yang berdiri itu mempunyai alis tebal dan mata besar, bibirnya selalu tersenyum lebar dan mengeluarkan suara tawa yang terdengar menakutkan.
Lan Guan Zhi, "Shuxiang-"
"Kucing Putih, apa-apaan dengan pakaianmu itu?"
?!
Lan Guan Zhi tersentak saat dia akan bicara dengan Xiao Shuxiang, tetapi teman baiknya itu justru berbalik dan malah mengajak Ling Qing Zhu bicara. Apalagi terlihat Xiao Shuxiang nampak mempermasalahkan pakaian pengantin yang dikenakan oleh Ling Qing Zhu.
"Jangan bilang kau dan Liu Wei Lin kemari untuk menikah? Kau mau kawin lari dengannya?" Xiao Shuxiang tersentak dan menatap tidak percaya ke arah gadis berambut putih ini. Ekspresi wajahnya seakan-akan baru saja memergoki wanitanya selingkuh.
Liu Wei Lin yang mendengar hal itu justru terlihat terkejut. Dia tidak memakai pakaian pengantin seperti Ling Qing Zhu, tapi tetap saja warna pakaiannya merah dan terbuat dari kualitas terbaik hingga cukup serasi bila disandingkan dengan gadis berambut putih ini.
"Kucing Putih, aku baru meninggalkanmu beberapa hari dan kau sudah mencari penggantiku? Bahkan kau menikahinya?"
"Omong kosong, tidak ada yang seperti itu." Ling Qing Zhu menjawab dengan tenang, dia pun berkata. "Kau tidak akan terganti. Sekarang menjauh,"
Ling Qing Zhu berjalan dengan tatapan mata yang tertuju pada musuhnya. Dia memegang kuat pedangnya, Baiyi.
"Saudaraku," Liu Wei Lin buka suara. "Apa kau dengar ucapan Nona Ling barusan? Dia sudah mengeklaim bahwa baginya kau tidak akan terganti, jadi tenanglah. Pernyataannya sudah membuatku tidak memiliki kesempatan,"
"Tsk, siapa yang tahu apa rencanamu selanjutnya. Kau kan rubah licik," Xiao Shuxiang menatap tidak suka ke arah Liu Wei Lin dan membuat pemuda itu kaget.
Liu Wei Lin menggeleng pelan, "Pemuda setampan ini kau sebut licik? Oh, astaga. Kau orang pertama yang memberiku tuduhan menyakitkan ini. Aku patah hati,"
Ling Qing Zhu melihat Liu Wei Li melambaikan kipas miliknya. Dia pun menatap ke arah Xiao Shuxiang dan bersuara tenang, "Bagaimana kau bisa sampai kemari?"
"Kau dalam bahaya. Jadi bagaimana mungkin aku tidak datang?"
Ling Qing Zhu berkedip, sementara Liu Wei Lin nampak mendengus. Pemuda dengan kipas merah itu pun berkata, "Kau bicara seperti itu seakan-akan mempunyai kontak batin dengan Nona Ling. Apa kau pikir kami akan percaya?"
Ling Qing Zhu pun tidak mempercayai hal ini. Dia sangat tahu bahwa Wali Pelindungnya melakukan pelatihan tertutup, jadi kecil kemungkinan Xiao Shuxiang bisa tahu dirinya ada di sini dan bahkan datang di waktu yang tepat.
Pandangan Ling Qing Zhu pun kemudian mengarah pada sosok Lan Guan Zhi dan dirinya pun mulai mengembuskan napas, dia sudah tahu yang sebenarnya.
Ling Qing Zhu bersuara tanpa nada, "Aku sangat iri ... Dengan betapa dekatnya hubungan kalian."
Xiao Shuxiang mendengarnya dan lantas mengerutkan kening. Dia cukup lama memikirkan ucapan Ling Qing Zhu dan kemudian tersadar. Dia pun tersentak dan mulai menjelaskan, "Kau jangan salah paham. Lan Zhi dan aku tidak dalam hubungan seperti itu..! Sungguh. Aku ini laki-laki normal,"
Ling Qing Zhu, "Menurutmu apa yang saat ini sedang kupikirkan? Apa aku menuduhmu yang bukan-bukan?"
"I-itu ...." Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal. Dia kehilangan kata-kata karena ucapan dari sosok Kucing Putihnya.
Baru saja Xiao Shuxiang akan buka suara saat sebuah serangan datang. Untunglah Lan Gua Zhi cepat mengalihkan serangan itu hingga hanya mengenai pepohonan.
Xiao Shuxiang menoleh ke arah sosok yang melesatkan serangan barusan dan berdecak kesal. "Apa kau tidak lihat aku sedang bicara dengan istriku?! Apa kau tidak bisa diam dan membiarkan kami bicara sebentar saja, hah?!"
__ADS_1
Xiao Shuxiang menatap ke arah pria yang merupakan sosok dari Hantu Tertawa, Gui Xiao. Dia merutuk, "Jika saja kau pintar .... Kau harusnya pergi saat aku mengabaikanmu, tapi ternyata tidak. Kau menunggu kematianmu di tanganku,"
"Saudara Xiao ..." Liu Wei Lin tertegun saat mendengar ucapan Xiao Shuxiang barusan. Dia tersentak sebab ternyata pemuda ini sengaja mengabaikan musuh dan bicara dengan Ling Qing Zhu.
"Aku berbaik hati untuk membiarkanmu pergi, tapi kau tidak memanfaatkan kesempatan yang kuberikan dengan baik. Sayang sekali," Xiao Shuxiang melangkah sambil menatap lurus ke depan.
Sebuah cermin pemindah setinggi orang dewasa muncul bersamaan dengan Xiao Shuxiang yang menyentuh bahu Ling Qing Zhu. Pemuda mempesona itu pun bersuara pelan, "Kau sudah melakukan yang terbaik. Sekarang biar aku yang mengatasi sisanya,"
Ling Qing Zhu menatap pemuda di sampingnya dan bertanya, "Apa maksudmu? Kau ingin aku pergi?"
"Kucing Putih, apa kau pikir aku tidak menyadarinya? Kau kehabisan banyak tenaga dan juga terluka. Jangan keras kepala dan pergi,"
"............ Aku baik-baik saja,"
Xiao Shuxiang menepuk pelan bahu Ling Qing Zhu dan berujar, "Kau gadis yang kuat. Tapi rasanya sakit ... Jika aku harus melihatmu terluka,"
Ling Qing Zhu tidak pernah tahu bahwa Wali Pelindungnya bisa melontarkan kata-kata semacam itu. Apalagi dia melihat sendiri senyum tipis yang mengandung kesedihan dari pemuda ini. Dia jadi tidak bisa membalas ucapan Xiao Shuxiang lagi.
"Saudara Liu, kau juga sudah berusaha dengan baik. Masuklah ke dalam cermin dan jaga Kucing Putihku sebentar. Awas jika sampai kau mengambil kesempatan darinya," Xiao Shuxiang melirik ke arah Liu Wei Lin sebelum menghunuskan Seruling Giok Putihnya dan menerjang ke arah Gui Xiao.
Liu Wei Lin sendiri tentu saja tersentak. Dia baru akan bicara saat tangannya tiba-tiba diraih oleh Ling Qing Zhu dan ditarik masuk ke dalam cermin.
Sebelum benar-benar memasuki cermin, Ling Qing Zhu memberi tahu tentang keberadaan para sandera di dalam kuil dan meminta Xiao Shuxiang menolong mereka.
Sementara itu, Liu Wei Lin sendiri terkejut sebab bisa masuk ke dalam benda ini dan mengejutkannya lagi adalah---dirinya langsung tiba di dalam ruangan yang tak lain ialah kamar Ling Qing Zhu di Istana Seribu Pedang.
Cermin Pemindah yang dimasuki Liu Wei Lin dan Ling Qing Zhu langsung berubah menjadi butiran air dan lalu menghilang. Lan Guan Zhi melihatnya dan kemudian bernapas pelan. Dia kini menyaksikan pertarungan Xiao Shuxiang melawan Gui Xiao.
!!
Tidak ada yang nampak sulit bagi sosok Wali Pelindung Ling Qing Zhu, bahkan ketika Gui Xiao melesatkan serangan yang dahsyat----Xiao Shuxiang mampu menahannya.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi mengambil kesempatan dari pertarungan itu untuk masuk ke dalam kuil. Dia tahu benar bahwa saat Xiao Shuxiang bertarung, teman baiknya itu terkadang tidak mempedulikan dampak dari setiap serangannya.
"Jangan harap kau bisa mendekat..!" Gui Xiao tertawa dan membunyikan lonceng di tangannya. Dia menyadari gerakan Lan Guan Zhi dan mengirimkan beberapa mayat untuk menyerang pemuda itu.
Xiao Shuxiang menggunakan Teknik Pernapasan Air miliknya dan menyerang para mayat yang ingin melukai teman baiknya. Hanya saja serangan itu terlalu kuat hingga selain para mayat tersebut meledak dan terbakar----Xiao Shuxiang juga membuat pintu kuil Xiang Yu hancur.
"A-Yuan, lakukan apa yang harus kau lakukan. Jangan pedulikan yang lain," Xiao Shuxiang melesat dan kali ini menempelkan Seruling Giok Putihnya di pinggir bibir.
Lan Guan Zhi menggumam dan meminta Xiao Shuxiang agat berhati-hati. Dia sendiri pun dengan segera memasuki kuil. Pemuda berpakaian putih itu mengedarkan pandangan dan menghunuskan pedang saat melihat beberapa sosok berpakaian pengantin yang berdiri diam.
Kaki Lan Guan Zhi melangkah dan tidak butuh waktu lama sampai dia menyadari sesuatu. Dia pun menoleh dan melihat ada empat orang wanita yang meringkuk ketakutan. Dua di antara para wanita itu mempunyai kulit keriput.
Lan Guan Zhi tersentak dan segera melesat. Dia melihat perubahan para wanita itu dan sadar bahwa udara yang beracun masuk lewat pintu kuil yang meledak. Hampir saja para wanita ini tewas jika saja dia tidak bergegas membuat segel.
Kehadiran Lan Guan Zhi sendiri di dalam kuil mengejutkan bagi para wanita itu. Mereka takut, namun saat melihat sosok yang menyelamatkan mereka ini----rasa takut itu pun dengan cepat memudar.
"Tu-Tuan Muda ...?" salah seorang wanita bersuara, namun dengan nada gemetar. Dia baru akan bicara ketika mendengar suara retakan dari patung dewi.
__ADS_1
Lan Guan Zhi mengarahkan pandangan matanya dan melihat belasan patung pengantin yang dia yakini adalah mayat, mungkin sengaja dibuat berdiri untuk suatu tujuan.
!?
Benar saja, belasan mayat perempuan yang berpakaian pengantin tiba-tiba membuka mata mereka dan langsung melesat sambil memperlihatkan wajah penuh urat kehitaman.
Keempat wanita yang berada dalam perlindungan segel Lan Guan Zhi berteriak ketakutan. Mayat yang mereka lihat mempunyai cakar panjang dan gigi taring yang besar.
Lan Guan Zhi mengayunkan pedangnya. Serangan jarak jauh merupakan salah satu keahliannya dan dia dapat memberi pukulan yang tepat berada di salah satu kepala mayat itu. Lan Guan Zhi membuat tubuh lawannya terlempar dan kemudian terguling ke salah satu sudut ruangan.
Para mayat lainnya mengeluarkam suara raungan dan lantas menerjang Lan Guan Zhi dengan cepat. Di saat itu juga, pertarungan berlangsung sangat sengit. Hanya saja Lan Guan Zhi belum sadar dengan retakan pada patung dewi yang semakin banyak.
"..............." binar mata Lan Guan Zhi berubah dan dia pun menatap ke luar. Dia mendengar suara seruling teman baiknya dan itu bukan suara seruling yang menenangkan.
Efek seruling itu tidak banyak bereaksi pada para mayat yang dihadapi Lan Guan Zhi, tetapi masih cukup untuk membuat pergerakan mayat-mayat ini melambat. Lan Guan Zhi menyerang mereka dengan memakai teknik berpedang yang sudah dia pelajari.
"Tuan Muda, Awas..!" salah seorang wanita berseru saat melihat tangan patung dewi bergerak dan dengan cepat menerjang Lan Guan Zhi.
!!
Para wanita itu terkejut, apalagi lantai kuil Xiang Yu sampai meledak dan bahkan membuat getaran. Di saat yang sama, serangan nyasar datang dan langsung menerjang atap kuil.
Teriakan kembali terdengar dari para wanita itu, namun hanya berlangsung beberapa saat sebelum berhenti ketika mereka menyadari bahwa tidak ada dari mereka yang terluka.
Sebuah titik air terbentuk di udara dan menciptakan cermin besar. Lan Guan Zhi yang menyerang bagian dari atap yang runtuh pun mulai meminta keempat wanita itu untuk masuk ke dalam cermin.
Awalnya para wanita itu ragu, tetapi mereka pun tetap melakukannya. Saat tidak ada lagi orang bernyawa yang harus dilindungi, Lan Guan Zhi pun tidak menahan dirinya.
Lan Guan Zhi mengeluarkan kertas jimat dan melesatkannya ke arah lawan. Kertas itu meledak di udara dan memberi kesempatan baginya untuk melakukan serangan selanjutnya.
Di sisi lain, Gui Xiao menggeram marah sebab musuk yang dia lawan entah bagaimana melenyapkan para mayat miliknya. Di samping itu, dia pun harus menahan rasa sakit di telinganya karena suara sumbang dari seruling pemuda ini.
Gui Xiao tertawa dan melesatkan sebuah serangan yang lebih dahsyat. Menyadari hal itu membuat Xiao Shuxiang menukar Seruling Qiok Putihnya dengan Yīng xióng dan melesat ke arah musuh.
Benturan serangan itu sangat dahsyat hingga sulit untuk ditahan dan membuat serangan tersebut melesat menghantam pepohonan dan tanah.
"Gawat..! Arah serangan baru itu..." Xiao Shuxiang terkejut saat mengingat bahwa serangan tadi mengarah ke tempat di mana Wang Zhao, Mo Huai, Hei Lian dan Feng Hao berada.
!!!
Xiao Shuxiang mendengar suara ledakan yang teramat sangat hingga pijakannya pun terpaksa berhenti. Dia mengeratkan cengkeraman tangannya pada Yīng xióng dan menerjang Gui Xiao.
Xiao Shuxiang bernapas pelan, dia bisa merasakan bahaya lain mendekat. Sosok ini harus segera di atasi sebelum bantuan dari pihak musuh datang.
?!
Ledakan lain tercipta dan membuat atap kuil Xiang Yu berantakan. Xiao Shuxiang tersentak melihat Lan Guan Zhi melawan musuh yang tidak biasa. Itu merupakan patung batu yang mampu bergerak dan buruknya, ada mayat lain yang juga ikut bergabung dan terlihat lebih ganas.
Xiao Shuxiang memegang erat pedang pusakanya dan menarik napas, ini tidak akan mudah.
__ADS_1
******