![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang masih berada di hutan, namun kali ini itu adalah hutan yang dekat dengan wilayah Sekte Lautan Awan. Lan Guan Zhi berada di depannya.
"Hati-hati," Lan Guan Zhi memberi peringatan.
Xiao Shuxiang mengikuti langkah teman baiknya sebelum buka suara, "Aku tidak tahu bagaimana mengatakan ini, tapi apakah ada jebakan di jalan kita?"
"Mn,"
"Aneh sekali..." Xiao Shuxiang berkata, "Biasanya aku dapat mencium aroma jebakan yang dipasang oleh manusia, tapi entah kenapa kali ini aku tidak bisa mencium apa pun?"
"Kalau pun bukan karena mata ini, aku sendiri juga akan kesulitan." Lan Guan Zhi tetap berada di depan sebagai penunjuk jalan, sesekali dia berhenti dan melihat sekelilingnya.
Lan Guan Zhi kembali buka suara, "Dari sini. Kita sudah bisa menggunakan pedang terbang,"
Xiao Shuxiang melihat bagaimana teman baiknya itu melesatkan sebuah pedang ke udara. Dia menyaksikan temannya menaiki pedang tersebut dan secara bersamaan ukuran bilah pedang itu pun membesar.
Xiao Shuxiang menghentakkan kakinya, dia menggunakan daun yang jatuh sebagai pijakan dan menapak pada bilah pedang teman baiknya. Dia sebenarnya bisa terbang sendiri, tetapi lebih baik seperti ini karena tidak menutup kemungkinan jebakan aneh pun bisa berada di udara.
Di sisi lain, sudah menjadi hal biasa jika seorang pendekar mempunyai dua pedang, tidak terkecuali Lan Guan Zhi. Pemuda dengan pita dahi itu menggunakan pedang terbang milik sektenya dan satu lagi pedang pusaka di pinggangnya yang tak lain adalah Shǎndiàn.
Semakin cepat perjalanan, perasaan tidak menyenangkan dalam pikiran Xiao Shuxiang semakin kuat. Pedang yang dikendalikan oleh teman baiknya itu terus melesat membawanya lebih dekat ke wilayah Sekte Lautan Awan.
Semakin jauh mereka pergi, Xiao Shuxiang semakin jelas melihat bahwa sebagian besar langit di sekitar Sekte Lautan Awan telah ditutupi oleh asap tebal yang bergejolak. Asap hitam itu bercampur kilatan petir, disertai ledakan dan suara keras dari gemuruh guntur yang bergulir setiap waktu.
Di Sekte Lautan Awan, semuanya terlihat sangat berantakan. Api membakar hutan dan bangunan di Sekte Lautan Awan. Ada es yang menyelimuti lantai dan sebagiannya berbentuk gundukan yang runcing, beberapa mayat tertusuk lada ujung es tersebut.
!!!
Di sebagian bangunan yang lain, terlihat tepi atap runtuh dan hancur. Ada banyak orang yang masih bertarung dan Xiao Shuxiang hanya mengenali murid Sekte Lautan Awan karena mereka memakai pakaian berwarna merah. Terlalu banyak pertempuran dan juga percikan api, dia bahkan tidak yakin bagaimana bisa Sekte Lautan Awan berada dalan situasi separah ini.
Saat semakin dekat, Xiao Shuxiang tanpa peringatan langsung melesat. Di udara, dia mengeluarkan Yīng xióng dan menerjang ke arah Dao Fang An yang sedang kewalahan menghadapi tiga orang kultivator.
Kedatangan Xiao Shuxiang mengejutkan, apalagi dia seketika mengambil alih pertarungan Dao Fang An dan membuat kaget lawan-lawannya. Dao Fang An sendiri juga tidak menduga akan kedatangan pemuda ini.
"Tua Bangka. Kau masih bernapas, kan?" Xiao Shuxiang menoleh dan tanpa menghilangkan kewaspadaannya. Dia memperhatikan Dao Fang An dan yakin bahwa pria ini sudah banyak kehabisan tenaga.
"Bocah, dari mana saja kau? Kenapa baru datang?" Dao Fang An masih ingin merutuki Xiao Shuxiang, namun tenaganya tidak terlalu banyak sekarang ini.
Xiao Shuxiang sendiri mendengus, dia pun berkata. "Bukankah sudah biasa jika pahlawan muncul di saat-saat paling kritis? Jika terlalu cepat, keseruan tidak akan ada."
Dao Fang An berkedip, tatapannya menggelap saat dia berkata. "Sekarang aku jadi lebih ingin menyerangmu daripada mereka,"
__ADS_1
"Ha ha ha, maaf Tetua. Aku mengatakan itu untuk mengusir keteganganmu. Tidakkah kau merasa baik sekarang?"
"Xiao Shuxiang!" Dao Fang An membentak, "Kau bahkan berani tertawa?! Oh astaga, keburukan apa yang kulakukan di masa lalu hingga bisa bertemu orang sepertimu."
"Hei, kau keterlaluan. Tidak ada kerugian bertemu pemuda paling luar biasa sepertiku, tahu." Xiao Shuxiang membela diri saat sebuah serangan datang ke arahnya.
!!!
Titik air muncul di udara dan memadat hingga membentuk sebuah cermin yang besar. Cermin itu terbentuk dalam waktu yang cepat dan membuat terkejut pelaku yang melesatkan serangan.
Kultivator yang merupakan musuh dari Sekte Lautan Awan saat ini adalah anggota dari Paviliun Teratai Naga, mereka merupakan orang-orang yang dipercaya oleh Bai Zhou Tian untuk mencari dan menangkap Liu Wei Lin.
Ada 20 orang anggota Paviliun Teratai Naga yang dikirim untuk pergi ke Sekte Lautan Awan. Pembicaraan antara para murid di tempat ini dengan anggota Bai Zhou Tian sudah memanas sejak awal dan hanya dalam hitungan menit---pertarungan pun akhirnya pecah.
Paviliun Teratai Naga merupakan sekte yang tidak akan mentoleransi perguruan apa pun yang terlibat atau memiliki hubungan dengan Aliran Hitam. Mereka tidak segan menganggap perguruan itu sebagai musuh jika terbukti berteman dengan kultivator dari Aliran Hitam apa pun. Kesalahan tidak termaafkan tentu saja adalah hubungan sekte tersebut dengan siapa pun anggota Sekte Lembah Hantu.
Informasi tentang bocornya identitas Liu Wei Lin sebenarnya masih diselidiki saat ini, tapi Paviliun Teratai Naga sudah lebih dulu datang dan menyerang. Dao Fang An dan yang lainnya tidak bisa melakukan apa pun selain bertarung demi mempertahankan Sekte Lautan Awan.
Cermin yang sudah menahan serangan dari anggota Paviliun Teratai Naga kembali memudar dan menjadi butiran air. Itu menghilang bersamaan dengan tatapan mata Xiao Shuxiang yang terlihat di antara tetesan air tersebut.
Ekspresi Xiao Shuxiang yang sebelumnya kini berganti menjadi begitu serius. Jujur saja dia agak menakutkan ketika memberikan tatapan mata yang tajam. Dan jika diperhatikan dengan baik, aura Sang Bintang Penghancur masih teramat jelas.
"Saat... Aku sedang bicara dengan Tua Bangka Bau Tanah ini... Kalian seharusnya diam dan jangan menyela,"
!!
Seorang anggota Paviliun Teratai Naga mendecih dan melesat dengan pedang yang terayun kuat. Dia meremehkan pemuda yang usianya masih dua puluh tahunan, tetapi sudah begitu angkuh. Hanya saja apa yang terjadi berikutnya dapat membuat siapa pun tercengang.
Ujung dari bilah pedang anggota Paviliun Teratai Naga itu hampir menyentuh leher Xiao Shuxiang, namun di detik itu juga tubuhnya mendadak berhenti bergerak. Di saat yang sama, justru anggota Paviliun Teratai Naga itulah yang memuntahkan darah segar dan dengan mata melotot.
Di hadapan Dao Fang An, pria tua itu melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang bagaimana kultivator dari Paviliun Teratai Naga mendapat tusukan pedang milik Xiao Shuxiang. Tubuh kultivator itu berubah menghitam sebelum kulit dan dagingnya terhisap ke dalam pedang hingga hanya menyisakan tulang-belulang.
Angin berhembus berlawanan arah dan asap hitam terbentuk di bawah kaki Xiao Shuxiang. Orang-orang bisa menyaksikan bagaimana pakaian putih Xiao Shuxiang berubah menjadi serba hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya. Itu membuat Xiao Shuxiang terlihat pucat, tetapi juga bersinar.
"Jangan salah. Kemampuanku... Bisa membuatku bersikap angkuh," ekspresi Xiao Shuxiang dingin dan aura di sekelilingnya membuat orang-orang menjadi gelisah.
Anggota Paviliun Teratai Naga tahu bahwa pemuda di hadapan mereka bukanlah sosok sembarangan, namun rasa kegelisahan yang ada membuat mereka mengambil pilihan yang salah. Anggota Paviliun Teratai Naga justru tetap nekat dan menyerang Xiao Shuxiang.
Mereka sebenarnya sangat kuat, tetapi karena pertarungan melawan Dao Fang An sudah berlangsung lama---tenaga mereka pun telah banyak terkuras. Di sisi lain, Xiao Shuxiang justru dalam kondisi di mana dia bebas untuk menguliti siapa pun.
Xiao Shuxiang merupakan petarung jarak menengah yang hebat, dia pun ahli dalam pertarungan jarak dekat dan Cermin Pemindah miliknya membuat dia memiliki kemampuan pertarungan jarak jauh.
__ADS_1
Kondisi Sekte Lautan Awan yang sudah berantakan sejak awal Xiao Shuxiang datang kemari membuatnya tidak ragu untuk mengeluarkan kemampuannya. Teknik berpedang yang dia perlihatkan begitu cepat dan tajam, bahkan ada beberapa gerakan berpedang yang asing di mata lawannya dan di mata Dao Fang An.
"Orang ini..." salah satu kultivator yang sedang bertarung melawan Xiao Shuxiang nampak menggeram. Dia pun membentak, "Apa kau juga datang kemari untuk melindungi Liu Wei Lin, huh?"
Xiao Shuxiang menangkis serangan yang datang dan berkata, "Saudara Liu adalah kenalanku, jadi kau bisa mengartikan sendiri tujuanku datang kemari."
"Kurang ajar! Kau rupanya kaki tangan dari Pemimpin Sekte Lembah Hantu. Habisi dia!"
"Hmph, aku ragu kalian bisa." Xiao Shuxiang tersenyum dan mengeluarkan salah satu dari Teknik Pernapasan Air miliknya.
Energi spiritual di Alam Kultivasi Atas begitu padat hingga serangan Xiao Shuxiang menjadi lebih besar. Dalam beberapa gerakan, dia pun berhasil menyudutkan lawannya dan memberi mereka serangan yang dahsyat.
Salah satu lawan Xiao Shuxiang terpental hingga ke tempat di mana Lan Guan Zhi bertarung. Kultivator dari Paviliun Teratai Naga itu menghantam tanah dan dengan tubuh yang terbelah dua.
!!!
Kultivator yang Lan Guan Zhi hadapi sangat terkejut menyaksikan bagaimana rekannya tewas secara mengenaskan. Dia menggeram dan memusatkan kebencian pada sosok berpita dahi di hadapannya.
Lan Guan Zhi sendiri juga sebenarnya terkejut, tetapi itu tidak nampak di wajahnya. Dia pun tahu lawannya kini menargetkan dirinya dan tentu saja dia siap melawan.
Kehadiran Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang di Sekte Lautan Awan bagaikan sebuah ledakan bagi para anggota Paviliun Teratai Naga. Awalnya para kultivator itu unggul menghadapi murid Sekte Lautan Awan, termasuk mampu memojokkan Dao Fang An dengan kerja sama.
Tidak hanya itu, para kultivator ini bahkan berhasil membuat terluka tetua Sekte Lautan Awan yang lain beserta murid-murid unggulan tempat ini. Bisa dikatakan, Sekte Lautan Awan nyaris rata dengan tanah andai tidak ada Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi.
Sekarang karena kedatangan dua orang ini, justru kondisi tidak berpihak lagi pada para anggota Paviliun Teratai Naga. Xiao Shuxiang mempunyai senjata yang mengerikan dan teknik berpedangnya pun luar biasa. Di sisi lain, serangan mereka sama sekali tidak berkutik menghadapi Lan Guan Zhi.
"Sialan! Apa-apaan orang ini..!?"
Salah satu anggota Paviliun Teratai Naga begitu frustrasi. Dia menatap Lan Guan Zhi dengan ekspresi yang tidak percaya, "Setiap kali aku menyerang---orang ini seakan bisa memprediksi dengan tepat gerakanku yang berikutnya. Dia ini... Padahal aku yakin baru pertama kali bertemu dan menghadapinya,"
"Siapa kau sebenarnya?!" anggota Paviliun Teratai Naga yang lain menunjuk Lan Guan Zhi dengan pedang, namun pemuda berpita dahi itu sama sekali tidak mengatakan apa pun.
Tidak adanya jawaban membuat para anggota Paviliun Teratai Naga semakin marah. Mereka kini bekerja sama dan untuk menghadapi Lan Guan Zhi. Di sisi lain, para murid Sekte Lautan Awan yang menyaksikan hal tersebut memakai kesempatan ini untuk membantu murid lainnya yang terluka dan bersama-sama pergi ke tempat yang aman.
Lan Guan Zhi sendiri berhasil menahan serangan kerjasama dari anggota Paviliun Teratai Naga, bahkan berhasil mematahkan strategi serangan berbahaya milik musuh. Tidak hanya itu, dia justru membuat para lawannya terpojok dan beberapa sampai menderita luka yang serius.
Benturan pedang Lan Guan Zhi dengan senjata lawannya menciptakan percikan api dan suara yang keras. Pemuda berpakaian serba putih itu bahkan bertarung hingga ke bagian timur Sekte Lautan Awan.
Hanya saja saat salah satu musuh Lan Guan Zhi terkena serangan hingga terlempar kuat dan menghantam tanah dengan keras---Lan Guan Zhi melihat seseorang berdiri di antara bangunan yang terbakar.
!!
__ADS_1
Kaki Lan Guan Zhi menapak di tanah, tangan kanannya berada di pegangan pedang miliknya--Shǎndiàn. Dia memperhatikan sosok yang semakin berjalan mendekat itu dan yakin bahwa orang yang dilihatnya tidak lain adalah Wang Zhao.
******