![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang bisa melihat bahwa gadis di sampingnya ini sedang tegang, namun masih berusaha untuk bicara. Dia senang saat Ling Qing Zhu ingin berterus-terang kepadanya, tetapi sepertinya ada yang salah.
"Kucing Putih," Xiao Shuxiang berujar pelan. Suaranya membuat Ling Qing Zhu menoleh dan menatapnya.
Xiao Shuxiang berkata, "Aku pernah mengatakannya padamu. Kau bisa terbuka padaku kapan saja,"
Xiao Shuxiang berujar, "Nak. Urusan hati memang rumit, tapi aku tidak ingin kau merasa terdesak. Aku selalu bisa menunggu,"
"..............." Ling Qing Zhu tertegun. Dia sebenarnya masih ingin mengatakan beberapa hal yang hangat, tetapi kata 'Nak' yang terlontar dari bibir Wali Pelindungnya membuat dia merasa tertampar.
Ling Qing Zhu bernapas pelan. Untuk beberapa saat, dia melihat Xiao Shuxiang seperti pemuda biasa. Nyaris saja dia mengatakan hal memalukan kepada orang yang setingkat kakek buyutnya ini.
"Boleh kukatakan sesuatu?" Ling Qing Zhu buka suara dan nadanya lebih dingin daripada yang sebelumnya.
Xiao Shuxiang berkedip, "Te-tentu. Katakan saja,"
"Kau menyebalkan."
!!
Ling Qing Zhu berkata, "Melihatmu kaget seperti ini, kau pasti tidak tahu alasannya karena apa. Bodoh,"
"Ku-Kucing Putih?!" Xiao Shuxiang syok tentu saja. Gadis di sampingnya tiba-tiba menjadi ketus entah karena apa. Tetapi jika dia bertanya, dirinya pasti akan terlihat benar-benar bodoh.
Ling Qing Zhu terdiam cukup lama sebelum dia bersuara pelan, "Apa kau pernah .... Melihatku seperti gadis pada umumnya?"
Xiao Shuxiang langsung menjawab, "Tentu saja. Aku selalu melihatmu seperti itu. Kau bahkan berbeda dari semua gadis yang pernah kutemui,"
"Tapi .... Kenapa aku merasa bahwa kau menganggapku sebagai cucu daripada yang lain?"
!!
Adalah keajaiban saat sosok seperti Ling Qing Zhu memulai sebuah protes. Xiao Shuxiang bahkan sampai terkejut karenanya. Hanya saja tentu, dia tidak akan menerima tuduhan semacam ini.
Xiao Shuxiang berkata, "Kaulah yang lebih dulu menganggapku sebagai kakekmu. Apa mungkin karena ini juga--"
Xiao Shuxiang tiba-tiba berhenti bicara saat melihat Ling Qing Zhu menatapnya. Dia sepertinya menyadari sesuatu dan lantas berujar pelan, "Apa mungkin ini penyebab hubunganmu denganku tidak pernah berkembang?"
"............. Tidurlah. Aku mau pergi,"
"Tunggu," Xiao Shuxiang langsung memeluk Ling Qing Zhu tanpa peringatan dan membuat gadis berambut putih itu terkejut.
Xiao Shuxiang menepuk-nepuk pelan punggung Kucing Putihnya dan berkata. "Aku salah, aku benar-benar tidak tahu. Aku minta maaf. Mulai sekarang, aku akan memperlakukanmu dengan baik. Sungguh,"
"............. Bukan," Ling Qing Zhu ingin mengatakannya. Wali Pelindungnya tidak bersalah. Semua ini juga karena dialah yang memulainya. Orang yang harus meminta maaf bukanlah Wali Pelindungnya.
"Tapi kau juga bersalah," Xiao Shuxiang melanjutkan. "Jika kau tidak melihatku sebagai 'kakekmu', aku juga tidak akan melihatmu sebagai cucuku. Kau selalu mengatakan hal itu dan tahu tidak? Itu justru membuat batasan lain di antara kita. Aku tidak sepenuhnya bersalah di sini,"
Itu dia. Wali Pelindungnya memang tidak tahu malu, tetapi sepertinya Ling Qing Zhu justru menyukainya. Kejujuran sosok Xiao Shuxiang selalu membuat dadanya berdebar.
"Shuxiang," Ling Qing Zhu berujar, "Kau ingin aku meminta maaf?"
"Tidak perlu. Kau hanya tidak boleh melihatku sebagai 'kakekmu' lagi. Rasanya menyebalkan,"
"Kalau begitu jangan menyebutku, 'Nak'. Kau akan terlihat seperti orang tua saat mengatakannya,"
"Jangan katakan itu..!" Xiao Shuxiang melepas pelukannya dan nampak cemberut. Dia menatap Ling Qing Zhu dan berkata, "Aku tidak se-tua itu. Apa wajah ini terlihat seperti 'kakek-kakek' di matamu?"
"Berapa usiamu sekarang?" Ling Qing Zhu bersuara tenang dan pertanyaan yang dia lontarkan membuat Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali.
Melihat Wali Pelindungnya yang masih memikirkan jawabannya membuat Ling Qing Zhu berkata, "Usiaku 25 Tahun. Aku tidak tahu bagaimana aku di kehidupan sebelumnya. Aku tidak punya ingatan tentang kehidupan di seratus tahun yang lalu."
Ucapan Kucing Putihnya tenang, tetapi bagai belati dalam pendengaran Xiao Shuxiang. Pemuda itu pun berusaha melakukan pembelaan.
Xiao Shuxiang memeluk Kucing Putihnya kembali dan membuat Ling Qing Zhu tersentak. Xiao Shuxiang berkata, "Usiaku 39 Tahun saat itu. Aku juga tidak punya banyak pengalaman hingga harus disebut 'kakek'."
"Kalau begitu .... 'Paman'?"
"Jangan...! Kau membuatku ingin menangis. Tolong jangan katakan itu. Aku masih sangat muda. Aku bahkan belum pernah menikah. Panggil saja Xiao Shuxiang,"
"........... Tidak,"
"Xiao Shuxiang,"
"........... Tidak,"
"Kalau begitu, 'Sayang'?"
__ADS_1
"Lepaskan aku,"
"Tidak mau! Kalau begitu panggil, 'Suami' saja~"
"Menjauhlah,"
"Tidak boleh,"
"..............."
Ling Qing Zhu memang meminta kepada Xiao Shuxiang untuk melepaskan dan menjauh darinya, tetapi dia sendiri tidak melakukan pemberontakan dan hanya sekedar ucapan saja.
Gadis berambut putih itu justru entah sadar atau tidak----tetapi dia mengulurkan tangan dan mengusap pelan punggung Wali Pelindungnya.
Ling Qing Zhu berujar, "........ Kau sudah berusaha keras."
"Mm, aku benar-benar lelah." Xiao Shuxiang bersuara pelan, dia menutup matanya namun tetap memeluk dan menepuk pelan punggung Kucing Putihnya.
"........... Kau bisa tidur saja,"
"Tidak mau ...." Xiao Shuxiang menolak. Dia terdiam cukup lama sebelum mulai bersuara, "Kucing Putih?"
"Mn,"
"Aku tidak ingin malam ini berakhir,"
"........... Kenapa?"
"Jika malam berakhir dan matahari terbit, kau akan kembali dingin padaku. Kau akan memperlakukanku seperti orang asing lagi,"
"..............." Ling Qing Zhu bernapas pelan dan mulai melepaskan pelukan Wali Pelindungnya.
Dia menatap Xiao Shuxiang dan lalu mengusap kepala pemuda tampan itu. Ling Qing Zhu bersuara lembut, "........... Tidak akan."
"..............." Xiao Shuxiang memperhatikan wajah gadis di depannya dan kemudian tersenyum. Dia pun berkata, "Apa aku boleh menciummu?"
"............. Aku yang lakukan,"
??
"Tutup matamu," tangan Ling Qing Zhu terulur dan menutup mata pemuda di depannya. Tindakannya membuat Xiao Shuxiang tertegun selama beberapa saat.
Gerakan asing itu sangat kecil sehingga Xiao Shuxiang hampir mengira itu adalah ilusi.
*
*
Pagi harinya, Yi Wen datang ke gubuk bambu Xiao Shuxiang bersama dengan Bocah Pengemis Gila. Mereka melihat Xiao Shuxiang yang berada di luar gubuk dan seperti baru saja selesai bersih-bersih.
Xiao Shuxiang sendirian. Ling Qing Zhu sebelumnya pergi pagi-pagi sekali. Gadis berambut putih itu mempunyai kelas pagi ini dan di bawah naungan Tetua Liu Lang.
"Saudara Xiao...!" Yi Wen berseru dan nampak tersenyum senang. Dia baru akan memeluk saudaranya saat melihat raut wajah Xiao Shuxiang yang tidak seperti biasa.
"Hei, kau kenapa?" Bocah Pengemis Gila pun menyadarinya. Dia sendiri tidak lagi memakai riasan wajah karena benda keramatnya itu lupa dibawa naik ke Alam Kultivasi Atas, dia bahkan belum mencari penggantinya sekarang.
"..............." Xiao Shuxiang menatap kedua temannya ini, tetapi tidak memberikan sapaan seperti yang biasa dia lakukan.
Justru, Xiao Shuxiang malah mengajukan pertanyaan dan membuat Yi Wen serta Bocah Pengemis Gila tersentak. Wajah kedua orang itu bahkan memperlihatkan ekspresi yang keheranan.
Xiao Shuxiang tanpa nada bertanya. "Kalian .... Apa tahu caranya berciuman?"
"Apa?!" Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali, dia tidak salah dengar.
Xiao Shuxiang tersentak saat kedua orang ini tiba-tiba begitu dekat dengannya. Dia pun berdecak dan berujar ketus, "Me-menjauhlah sedikit."
"Nak, kau mau mencium siapa?!" Bocah Pengemis Gila bersuara agak keras.
"Saudara Xiao, apa kau mau latihan denganku? Kita bisa belajar sama-sama," Yi Wen merasakan pipinya memanas saat ini. Dia sampai tidak sadar sedang memperlihatkan senyuman yang seolah tertarik.
Xiao Shuxiang bergidik, dia pun lantas menggeleng dan berkata. "Lupakan pertanyaan tadi. Aku ingin mendengar pendapat kalian tentang perbedaan antara kecupan dan ciuman. Kalian kan sudah dewasa, jadi ehm... Pasti mengetahui sesuatu."
Yi Wen berkedip. Dia baru pertama kali membahas ini, tetapi bukan berarti dia akan merasa malu saat mengutarakan pendapatnya.
Yi Wen berujar, "Kecupan dilakukan antar sesama teman, saudara dan orang tua. Sementara ciuman lebih bersifat pribadi dan romantis. Kurasa..."
"Apa maksudmu?" Bocah Pengemis Gila menyenggol gadis di sampingnya. Dia pun berkata, "Kecupan adalah ciuman yang singkat dan lembut. Sementara ciuman sudah jelas, itu lidah."
__ADS_1
!!!
"Bocah Pengemis Gila!" Yi Wen syok mendengarnya. Ucapan pria dengan tongkat bambu di sampingnya ini terdengar bagai sambaran petir.
"Kau vulgar sekali..! Tidak tahu malu," Xiao Shuxiang pun memberi tatapan horor pada pria yang entah kenapa tidak memakai riasan wajah aneh lagi.
Dengan ekspresi tanpa dosa, Bocah Pengemis Gila memeluk tongkat bambunya dan berkata. "Apa? Apa? Aku hanya mengatakan pendapatku. Itu benar, kan?"
Xiao Shuxiang bersuara ketus, nada suaranya terdengar menyindir. "Kau sepertinya sangat berpengalaman dalam hal itu. Luar biasa,"
"Tidak juga, tapi aku bisa mengajarimu beberapa teknik. Kau mau mencobanya?"
"Bocah Pengemis Gila, bisakah aku membunuhmu sekarang?" Xiao Shuxiang menggeleng dan kemudian berjalan pergi. Dia jadi menyesal sudah bertanya hal semacam itu pada pasangan tidak waras ini.
"Saudara Xiao..?! Tunggu, kau mau ke mana?" Yi Wen menyusul Xiao Shuxiang dan berjalan di samping saudaranya. Bocah Pengemis Gila pun mengikuti mereka dari belakang.
Yi Wen, "Saudaraku..?"
"Aku harus latihan," Xiao Shuxiang berujar. "Tetua Xie Yanran mungkin sudah menunggu,"
"Ah ...." Yi Wen mengangguk mengerti. Dia tetap berjalan di samping Saudara Xiao-nya dan tidak butuh waktu lama sampai dia kembali membuka suara.
"Saudara Xiao," Yi Wen berkata. "Jika kau melihat nona Ling, apa kau bisa menyampaikan permintaan maafku kepadanya?"
Xiao Shuxiang menoleh, "Apa yang sudah kau lakukan?"
"Ehm ..." Yi Wen sedikit gugup, namun dia tetap bicara. "Kurasa .... Aku terlalu kasar padanya,"
Yi Wen berujar, "Aku melampiaskan kekesalanku padanya. Seharusnya aku tidak melakukan itu, tapi .... Entah kenapa aku selalu kesal saat melihat dia masih belum memperlakukanmu dengan cara yang benar."
Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan memperhatikan gadis di sampingnya ini sebelum berkata, "Memang apa yang kau ingin Kucing Putih-ku lakukan? Dia adalah sosok yang penuh wibawa, cerdas dan kuat. Aku tidak ingin kepribadiannya berubah hanya karena kau tidak suka,"
"Saudara Xiao," Yi Wen cemberut dan berkata. "Apa kau suka saat dia bersikap begitu dingin kepadamu? Kalian sudah menikah, tetapi aku bahkan tidak pernah melihat kalian sangat dekat. Jangankan berpelukan, berpegangan tangan saja kalian sangat jarang melakukannya."
Bocah Pengemis Gila mendengarkan Yi Wen dan merasa bahwa otak gadis ini kemungkinan besar sudah bergeser.
Dia mengetahui bahwa Yi Wen sangat menyukai Xiao Shuxiang, tetapi mengapa gadis ini seolah mendukung hubungan Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu? Padahal harusnya Yi Wen memanfaatkan situasi ini untuk merebut hati Xiao Shuxiang.
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas, "Aku tidak mengerti jalan pikiran Yi Wen. Dia sangat sulit diprediksi,"
Xiao Shuxiang sendiri mendengus pelan dan kemudian tersenyum. Dia menatap Yi Wen dan berkata, "Lain kali saat aku berpegangan tangan dan memeluk Kucing Putih, aku akan melakukannya di depanmu. Bagaimana?"
"Saudara Xiao..!" Yi Wen memukul gemas lengan Xiao Shuxiang. Dia baru akan merutuk saat tiba-tiba menyadari sesuatu.
Yi Wen berkedip dan dengan ekspresi yang serius di bertanya. "Saudaraku .... Saat kau bertanya tentang ciuman itu .... Apa kau dan nona Ling sudah---"
Yi Wen langsung menutup mulutnya memakai tangan. Dia terperangah dan memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah.
"Sa-Saudara Xiao .... Kau ternyata sudah begitu besar~" Yi Wen mengambil jarak satu langkah dari Xiao Shuxiang dan secara sadar merangkul lengan Bocah Pengemis Gila yang terlihat berjalan di sampingnya.
Bocah Pengemis Gila sendiri tersentak dengan tindakan Yi Wen. Dia baru akan protes saat mendengar Yi Wen kembali buka suara.
"Aku tidak menyangka kau sudah sangat dewasa," Yi Wen bertanya. "Apa mungkin kau dan nona Ling sudah melakukan penyempurnaan pernikahan?"
Xiao Shuxiang berkedip, "Haruskah hal semacam itu kuberitahukan padamu?"
"Ya ampun~ nona Ling itu .... Tingkahnya saja yang dingin dan ketus, tidak tahunya dia .... Tunggu! Apa jangan-jangan dia yang duluan menciummu?!"
Xiao Shuxiang tersentak. Dia sampai menghentikan langkahnya dan membuat Yi Wen terkejut bukan main.
"Saudara Xiao..?!" Yi Wen berseru. Dia melepaskan rangkulannya pada Bocah Pengemis Gila dan memegang kedua lengan Xiao Shuxiang.
Yi Wen syok berat, "Ke mana harga dirimu?! Kenapa kau membiarkan nona Ling melakukannya lebih dulu?! Kau--kau..! Ya ampun,"
"Aku mau pergi latihan, jangan ganggu."
"Saudara Xiao, tunggu..! Kau jangan menghindar! Kau harus jelaskan ini padaku?!" Yi Wen mengejar Xiao Shuxiang yang tiba-tiba saja berjalan pergi. Dia pun menarik lengan Bocah Pengemis Gila dan membuat pria dengan tongkat bambu itu kembali tersentak.
"Yi Wen, apa yang kau lakukan--"
"Percepat langkahmu. Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Saudara Xiao-ku adalah laki-laki, bagaimana mungkin nona Ling yang memulai serangan lebih dulu? Tidak bisa diterima. Aku tidak mau..!"
"Itu hanya ciuman. Lagipula mengingat sikap Xiao Shuxiang yang menghargai perempuan, dia tentu tidak akan memberi desakan pada Ling Qing Zhu,"
"Bocah Pengemis Gila, saudaraku hanya menghargai nona Ling. Sementara untuk perempuan lainnya, dia tanpa ragu dapat menguliti mereka. Ayo cepatlah..!"
"Tapi jangan tarik tanganku..!"
__ADS_1
******