KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
322 - Para Penjaga Istana


__ADS_3

Langit di wilayah Sekte Lembah Iblis terlihat memerah, suasana seperti sore hari namun sebenarnya ini adalah siang jika mengingat waktu yang sekarang.


Di tempat ini, seseorang memang tidak akan memiliki perkiraan waktu yang tepat, apalagi ketika harus sangat fokus menghadapi para penyusup.


Dilihat dari atas, kekacauan terjadi di perbatasan wilayah Sekte Lembah Iblis dan di beberapa bagian terdalam kota. Ada banyak kultivator yang berasal dari berbagai sekte datang ke tempat ini, bahkan meski para penjaga Sekte Lembah Iblis mempunyai praktik yang tinggi---mereka pun akan mengalami kesulitan.


"Hah! Jadi ternyata kultivator Aliran Putih tidak jauh berbeda dari kami. Bahkan aku merasa bahwa kalian lebih buruk lagi..!"


Seorang penjaga dari Istana Teratai Hitam mencibir saat senjatanya berbenturan keras dengan senjata lawan. Sosok yang dia hadapi merupakan salah satu pria dari sekte aliran putih yang sebenarnya tidak bisa dipandang remeh.


Pria dari salah satu sekte menengah itu berkata, "Apa sekarang kau merasa tidak adil? Kau ingin menyalahkan kami atas apa yang terjadi pada sektemu, huh?"


Kultivator dari aliran putih itu berkata dengan nada sinis, "Ingatlah apa yang menyebabkan kondisi ini. Yang lebih dulu menyerang adalah kalian!"


"Tapi kami tidak pernah membunuh orang yang tidak mempunyai hubungan dengan sekte kalian!"


"Omong kosong! Kalian menghabisi para murid junior di sekteku. Mereka adalah bagian dari orang-orang yang tinggal di wilayah kami dan mereka pun harusnya tidak mengalami nasib seburuk itu."


Kultivator tersebut menggeram dan mempercepat gerakan berpedangnya. Dia dan teman-temannya tidak bisa sepenuhnya disalahkan dalam hal ini, mereka datang untuk membalas apa yang sudah Sekte Lembah Iblis perbuat.


Salah seorang kultivator berkata dengan raut wajah yang sinis. "Akan kubuat kalian membayar semuanya. Maju dan bunuh mereka..!!"

__ADS_1


"Sekte Lembah Iblis, ini adalah akhir dari riwayat kalian!"


"Ha ha ha," seorang penjaga Istana Teratai Hitam tertawa. Dia memegang kuat pedang pusaka miliknya dan berkata, "Kalian ingin menghancurkan sekte ini? Itu tidak akan terjadi..! Justru kalian semua yang akan mati hari ini."


"Kerahkan semua kekuatan kalian..!" seorang penjaga istana menggeram, "Hari ini antara kita yang mati atau mereka yang menjadi abu..!"


!!!


Pertarungan tidak hanya terfokus pada kedua kultivator itu, tetapi juga para kultivator lainnya. Mereka menyerang, memakai strategi masing-masing dan berusaha mendesak lawan.


!!!


Lan Guan Zhi juga ikut mendengar suara itu, tetapi dia tidak bisa ke sana sekarang karena harus menghadapi Monster Tulang Besi. Dia tidak lagi menahan penglihatannya dan justru membiarkan hal tersebut.


Lan Guan Zhi mampu melihat Masa lalu Monster Tulang Besi, termasuk berhasil mencari kelemahan pria ini. Dia terlihat bertarung dan mendapat bantuan dari Hu Li untuk menargetkan serangan tersebut sebagai upaya mengalahkan sosok ini.


Hu Li sendiri tahu bahwa semakin lama mereka ada di tempat ini, maka semakin sulit untuk melepaskan diri nantinya. Liu Wei Lin pun juga merasa demikian dan berseru kepada teman-temannya agar selalu berhati-hati.


Monster Tulang Besi menyelimuti Tubuh miliknya dengan energi spiritual dan lalu melesat ke arah Lan Guan Zhi. Pedang besar yang dia pakai berbenturan keras dengan senjata milik subjek berpita dahi tersebut.


"Sekarang Hu Li ..!" Lan Guan Zhi melihat peluang besar untuk serangannya meski dalam situasi yang agak rumit.

__ADS_1


Hu Li yang mendengar seruan tersebut langsung melesatkan api rubah miliknya. Dia berhasil mengganggu lawan dan di saat bersamaan---Lan Guan Zhi melesat dan menyerang bagian sisi kiri pinggang lawannya.


!!!


Tindakan itu rupanya berhasil. Monster Tulang Besi terkejut dan mengerang saat bagian pinggang yang selama ini dia jaga---kini terkena serangan. Rasanya sungguh tidak enak, urat-urat sampai menegang di lehernya.


Apa yang diserang Lan Guan Zhi adalah semacam kantong berisi racun yang tertanam di kulit tubuh Monster Tulang Besi. Pemuda dengan pita dahi itu jelas sudah menargetkannya dan benar-benar berhasil mewujudkannya.


Hu Li dan Liu Wei Lin tersentak ketika melihat Monster Tulang Besi memegang pinggir perutnya. Pria yang besar itu saat ini terus mengerang kesakitan, bahkan keringat terus keluar dari wajah dan pakaiannya.


Kantong berisi racun itu tidak lain adalah simpanan agar jika sesuatu terjadi dan Monster Tulang Besi didesak untuk bicara, maka dia bisa langsung melakukan tindak bunuh diri sebagai bentuk kesetiaannya pada sekte ini.


Liu Wei Lin tersentak melihat Monster Tulang Besi berguling-guling di tanah dan tidak butuh waktu lama sampai warna kulitnya berubah menjadi biru pucat. Mata pria itu melotot dengan mulut terbuka lebar.


"Tu-Tuan Muda Lan ..?" Hu Li menatap ke arah Lan Guan Zhi dan berusaha untuk mengatur napas. Dia tidak menyangka bahwa Monster Tulang Besi akan mengalami akhir yang mengerikan semacam ini, bahkan sebelum memperlihatkan kekuatan aslinya.


Di sisi lain, Lan Guan Zhi juga tidak menyangka. Dia baru akan buka suara ketika sebuah seruan dari para penjaga istana terdengar. Dirinya pun melihat kumpulan penjaga itu datang dengan raut wajah yang marah.


"Kalian semua harus mati ..!!"


******

__ADS_1


__ADS_2