KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
53 - Dao Fang An


__ADS_3

Panah itu menancap di pinggir gerbong kereta milik Nie Shang. Siu Yixin menarik pedangnya dan mulai menangkis setiap lesatan anak panah. 


Hu Li sendiri fokus mencium bau musuh. Setelah memastikan jumlah lawannya, dia pun melesat dan membantu Siu Yixin beserta pengawal Nie Shang.


Pertarungan tersebut berlangsung sengit dan menegangkan. Nie Shang ingin turun dari kereta, namun Siu Yixin melarang. 


Tidak hanya Nie Shang, tetapi juga para pelayan yang berada di kereta lainnya. Gadis-gadis itu ketakutan, mereka terlihat saling berpelukan dan sesekali berteriak ketika gerbong kereta mereka seperti ditabrak oleh sesuatu.


Aaakh...!!


Hu Li berhasil memelintir tangan seorang perampok dan membuatnya berlutut. Dia bersuara dingin, "Siapa kalian?"


Perampok itu tidak menjawab. Rekannya yang lain berusaha membebaskannya dengan menyerang Hu Li. Namun saat mereka mendekat, perampok tersebut langsung dibakar oleh api rubah milik pemuda berambut putih itu.


!!


"Sialan!" seorang mengumpat. Beruntung dia masih bisa mengantisipasinya hingga api tersebut tidak memberinya luka yang parah, tetapi satu orang rekannya benar-benar hangus terbakar akibat serangan api itu.


"Katakan siapa kalian atau saya tidak akan sungkan lagi?" Hu Li menarik tangan perampok tersebut hingga terdengar bunyi retakan. Jerit kesakitan mengalun dan itu mengagetkan perampok lainnya.


"Demonic Beast... Dia Demonic Beast...!!"


Hu Li tersentak mendengar seruan salah seorang lawannya. Memang di Benua Tengah, Demonic Beast seperti dirinya adalah makhluk yang paling dibenci. 


Mereka menghinakan jenis seperti Hu Li. 


Tidak ada Demonic Beast yang baik di mata sebagian besar masyarakat di Benua Tengah. Sosok seperti Hu Li dianggap monster pembawa bencana dan harus segera dimusnahkan.


"Sepertinya kalian memang suka sekali merampok," warna rambut Hu Li berubah merah disertai dengan api rubah yang keluar di kedua tangannya. "Kalau begitu, saya tidak segan lagi..."


!!


Ada sekitar 12 orang perampok yang menghadang kereta Nie Shang. Mereka memang sudah lama mengincar kereta tersebut dan telah berencana melakukan penyergapan ketika kereta Nie Shang dalam perjalanan pulang.


Para perampok itu awalnya hanya melihat Siu Yixin sebagai orang yang tangguh di antara para pengawal Nie Shang, namun entah bagaimana ada orang seperti Hu Li yang juga ikut dalam rombongan tersebut. Padahal sebelum ini, pemuda itu tidak pernah mereka lihat.


Sebenarnya tidak hanya Nie Shang yang dicegat oleh kawanan perampok, tetapi kereta dari Tuan Muda seperti dirinya juga ikut menjadi target. Ini karena orang sepertinya terlihat lebih lemah, namun membawa banyak benda berharga.


Hu Li dan Siu Yixin tidak menahan diri, meskipun yang keduanya hadapi adalah perampok yang ahli dalam unsur Tenaga Dalam. Mereka bertarung sengit dalam gelapnya malam dan tidak butuh waktu lama sampai beberapa perampok tewas dan sebagiannya lagi memutuskan untuk melarikan diri.

__ADS_1


Sayangnya, Hu Li sedikit mirip dengan Tuan Muda Xiao-nya. Dia tidak akan melepaskan musuh yang tahu identitas dirinya sebagai Demonic Beast. Hu Li mengejar dan membunuh mereka semua walau tindakannya tidak semengerikan dengan yang biasa Xiao Shuxiang lakukan.


Tidak semua kereta bisa berakhir selamat seperti milik Nie Shang. Para perampok tersebut sebenarnya punya kelompok yang besar dan telah berjaga di sepanjang jalan pegunungan. Yun Qiao Yue sendiri menyadari kehadiran mereka, namun tidak mengatakan apa-apa, termasuk memberi peringatan.


Satu yang menjadi alasan Yun Qiao Yue tidak melakukan tindakan apa pun adalah karena ketidak-peduliannya pada para manusia yang dianggap tidak berada pada tingkatan yang sama dengannya.


Dia mungkin terlihat bagai gadis lembut dan baik hati serta perhatian, namun sepertinya sifat Yun Qiao Yue sangatlah berbeda jauh. Akan sangat menakutkan bila dekat dengan gadis semacam itu, dia jelas mampu menjebak orang lain.


*


*


*


Waktu di Alam Kultivasi Atas tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kekaisaran Langit Tengah, ini memang karena alam tersebut masih memiliki hubungan yang erat dengan Dunia Manusia.


Xiao Shuxiang benar-benar bangun saat pagi hari. Dia yang mempunyai kebiasaan sangat sulit dibangunkan untuk pertama kalinya mengambil inisiatif bangun dari tempat tidur terlebih dahulu.


Xiao Shuxiang baru bisa fokus untuk merasakan Qi di tempat ini. Sungguh, dia kagum sebab Qi di Sekte Lautan Awan ini sangatlah murni. Dirinya tentu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan.


Xiao Shuxiang duduk bersila dan fokus menyerap Qi dari alam. Hanya saja meski Dantiannya terisi----Segel yang melilit di tubuhnya justru semakin kuat. Praktiknya sama sekali tidak berubah, tetap berada di Forging Qi tingkat 5.


Sebelumnya tidak ada pakaian seperti itu di tempat ini. Xiao Shuxiang berjalan dan mendapati kertas dengan tulisan yang mengatakan bahwa pakaian tersebut adalah seragam yang harus dia kenakan.


"Yang meletakkannya pasti Tua Bangka itu, tapi bisa-bisanya aku tidak menyadari dia datang kemari. Padahal Tua Bangka itu hanya kultivator pemula yang tingkat praktiknya tidak jauh berbeda dari Nie Shang dan Mo Huai."


Tempat ini memang aneh, namun Xiao Shuxiang datang tidak untuk menyelidiki rahasia di Alam Kultivasi Atas. Dia ada di tempat ini adalah karena Kucing Putihnya dan sebuah misi yang telah dia putuskan sendiri.


Xiao Shuxiang tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan dirinya dan memakai seragam yang sebelumnya telah disiapkan Dao Fang An. 


Dia melilitkan pita yang cukup lebar pada pergelangan tangan hingga menutupi lengan pakaiannya. Xiao Shuxiang sedikit menutupi tangannya dan lantas mulai mengikat rambutnya dengan pita panjang berwarna merah.


Xiao Shuxiang menyelipkan Seruling Giok Putihnya pada sabuk pinggang yang dia pakai. Di pun mengambil sepatu bot-nya dan segera keluar dari gubuk bambu itu. Keranjang sayur yang kemarin dia bawa masuk tidak lagi terlihat, sepertinya Tua Bangka itu sudah mengambilnya pagi-pagi sekali.


Yang pria tua itu tinggalkan hanyalah token kayu bertuliskan, 'Dao Fang An'. Xiao Shuxiang merasa itu ditinggalkan untuknya, jadi dia membawanya.


Kebetulan sekali saat Xiao Shuxiang telah berada di luar gubuk----dia melihat ada sekitar 9 orang berpakaian serba putih, namun dengan model yang sama seperti miliknya. Dia pun mengenali satu orang di antara mereka yang adalah Mo Huai. Selain itu, ada 6 orang yang masih belum berdiri pada barisannya masing-masing.


"Hei, Kau...! Cepat kemari...!" Dao Fang An berseru ketika melihat Xiao Shuxiang. Dia menarik perhatian para manusia di depannya.

__ADS_1


Mo Huai mengikuti arah pandang Dao Fang An dan tersentak saat tahu bahwa yang sedang dipanggil pria tua itu tidak lain adalah sosok yang dikenalnya.


Tentu saja senyuman tipis Mo Huai terlihat. Dia senang karena rupanya Xiao Shuxiang juga ada di tempat ini. Dia tidak perlu merasa gugup, apalagi takut.


"Dia..."


"Xiao... Shuxiang?"


Dao Fang An mendengar gumaman beberapa pemuda di hadapannya. Dia mengerutkan kening saat melihat raut wajah mereka yang nampak terkejut, bahkan ada di antaranya yang terlihat pucat. Rasanya seakan Bocah Liar yang dia panggil barusan merupakan malaikat kematian untuk anak-anak muda ini.


"Tua Bangka, apa kau tidak bisa lebih sopan sedikit?" Xiao Shuxiang merutuk ketika dia berada di dekat Dao Fang An. Secara alami, dirinya mengambil posisi berdiri yang sejajar dengan para pemuda lainnya.


"Kau ingin aku sopan, tapi kau justru masih menyebutku 'Tua Bangka'. Apa menurutmu itu ucapan yang sopan?"


"Baiklah, kau ingin aku memanggilmu apa? Karena jika kupanggil 'Kakek', kau pasti akan protes dan mengatakan bahwa kau tidak menikah dengan nenekku."


Dao Fang An tersentak dan berikutnya dia justru tertawa. Memang bila dibanding para anak muda ini----hanya sosok Xiao Shuxiang yang berani membalas setiap ucapannya tanpa ragu. Pemuda tersebut bahkan berani menyebutnya 'Tua Bangka'.


"Kenapa kau tertawa? Kau membuatku kaget," Xiao Shuxiang mengusap-usap dadanya. Dia pun menoleh saat merasa ada yang aneh, "Kenapa kalian berdiri seperti menjaga jarak dariku? Apa aku terlihat akan memakan orang?"


!!


Para pemuda yang praktik kultivasinya ada di bawah Forging Qi tingkat 5 itu nampak menggelengkan kepala. Mereka gugup dan tidak berani menatap Xiao Shuxiang. Kemungkinan besar, hanya Mo Huai yang justru biasa saja karena sudah mengenal Xiao Shuxiang dengan baik.


"Hei...! Apa aku semenakutkan itu?" Xiao Shuxiang tidak terima, "Jangan berdiri sejauh itu, mendekat kemari...!"


"Ti-tidak perlu. A-aku di sini saja,"


"Ti-tidak mau,"


Xiao Shuxiang mendengus, "Luar biasa..." dia berdecak beberapa kali sebelum memanggil Mo Huai untuk berdiri di sampingnya.


Mo Huai tersentak, namun segera mengangguk. Dia pun berjalan dan berdiri tepat di samping Xiao Shuxiang. Seketika, pandangan para pemuda itu mengarah kepadanya.


Dao Fang An menggeleng, dia menatap Xiao Shuxiang dan berkata. "Kurasa kau adalah pembuat masalah di tempat tinggalmu. Wajah mereka semua sudah menjelaskannya,"


"Ah... Sepertinya begitu. Jadi kupikir kau harus mulai berhati-hati, Kakek Tua. Bisa saja aku membuatmu terlihat lebih buruk daripada mereka," Xiao Shuxiang sedikit tersenyum.


******

__ADS_1


__ADS_2