KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
127 - Kejutan (3)


__ADS_3

"Saudara Wen, kau sepertinya telah salah mengerti..." Liu Wei Lin memainkan pelan kipasnya dan berusaha menasehati Wen Gao Chong agar tidak terlibat pada hal yang berhubungan dengan Yan Tianhen.


"Saudara Wen, kau sangat tahu seperti apa sifat Saudara Yan kita ini..." Liu Wei Lin menatap sinis pada Yan Tianhen, "Dia suka mencari masalah, keras kepala, dan tidak terima dengan kekalahan. Dia juga begitu seenaknya pada orang lain, kau akan terus direpotkan jika selalu bersamanya."


Kening Yan Tianhen berdenyut, suaranya dingin saat berkata. "Wei Lin, kau benar-benar melupakannya. Di antara aku dan kau, siapa yang lebih suka bertindak seenaknya?"


Tatapan mata Yan Tianhen jelas sekali mengandung kebencian pada Liu Wei Lin, bahkan Zhi Shu pun sadar akan hal ini.


Wen Gao Chong, "Saudara Liu. Selalu ada batasan dari setiap hubungan, begitu pun dengan yang kau lakukan sekarang. Kau boleh saja berteman dengan siapa pun, tapi jangan sampai kau melupakan siapa dirimu yang sebenarnya."


"Saudara Wen, dia tidak akan mengerti." Yan Tianhen menatap Liu Wei Lin sebelum mengarahkan pandangannya pada Xiao Shuxiang, "Karena Wei Lin sudah dihasut oleh pelayan rendahan ini."


Xiao Shuxiang mendengus pelan, dia tersenyum dan menggeleng. "Haah... Mereka bertiga ini masih sangat muda, aku tidak boleh sampai terpengaruh."


Xiao Shuxiang mencoba tenang meski sebenarnya dia bukan orang yang ahli melakukannya.


Dia mengenal Wen Gao Chong. Pria besar itu tidak hanya terkenal di antara para murid Sekte Lautan Awan, tetapi juga di antara para pelayan. Hanya saja baginya, Wen Gao Chong sama menyebalkannya dengan Yan Tianhen.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan baru akan bersuara ketika seseorang tiba-tiba meraih tangannya. Dia tersentak dan langsung menoleh.


"Lan'Er, Kau---"


"Shuxiang bukan pelayan," Lan Guan Zhi menyela ucapan teman baiknya tanpa mengalihkan perhatiannya dari menatap Yan Tianhen.


Lan Guan Zhi bersuara dingin, "Kalian membuat kesalahan. Dia tidak pernah menjadi pelayan siapa pun,"


Belum sempat Xiao Shuxiang bereaksi, dia kembali tersentak ketika ditarik dan terpaksa harus mengikuti Lan Guan Zhi berjalan pergi.


!!


Zhi Shu dan yang lainnya, termasuk Ling Qing Zhu sendiri kaget dengan kejadian yang berlangsung cepat itu. Mereka sampai tertegun menyaksikan Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang yang semakin menjauh.


"Saudara Xiao ....." Zhi Shu tanpa sadar menahan napas. Dia tidak tahu harus berekspresi seperti apa dengan tindakan Lan Guan Zhi yang begitu sulit diprediksi.


*


*


"Lan Zhi, a-apa yang kau lakukan?" Xiao Shuxiang mensejajarkan langkahnya dengan Lan Guan Zhi meski sungguh dia belum percaya bisa diculik seperti ini dan di tengah-tengah banyaknya orang.


"Lan Zhi, kawan. Aku tahu kau sangat perhatian padaku dan kau begitu baik hati menolongku, tapi kita meninggalkan Kucing Putih di sana. Mo Huai dan yang lainnya juga masih ada di tempat tadi,"


"........ Mereka akan menyusul."


"Aduh," Xiao Shuxiang merintih dan tanpa sadar memakai tangannya yang satu untuk memegang tangan Lan Guan Zhi.


"Anak ini .... Genggaman tangannya kuat sekali," Xiao Shuxiang menatap teman baiknya yang hanya serius memandang ke depan. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan agak gugup karena di perhatikan oleh orang-orang yang sedang lewat di sekitarnya.


"Bukankah itu Tuan Muda Lan?"

__ADS_1


Xiao Shuxiang spontan menoleh saat mendengar suara asing. Dia melihat beberapa pemuda dan gadis berpakaian putih yang berdiri diam dengan tatapan yang mengarah padanya.


"Itu memang Tuan Muda Lan?"


"Siapa yang bersamanya?"


"Tuan Muda Lan membawa seseorang?"


"Aku baru melihat orang itu,"


Ekspresi Xiao Shuxiang berubah buruk, dia memegang lengan Lan Guan Zhi dan bersuara pelan. "Lan'Er, kau sebenarnya ingin membawaku ke mana? Maksudku, kau tidak harus memegang pergelangan tanganku seperti ini. Aku bisa berjalan mengikutimu. Lan Zhi..?"


"Kita ke kamarku,"


Xiao Shuxiang syok, apalagi Lan Guan Zhi menjawab dengan pasti seolah pergi ke kamar itu adalah hal yang wajar.


"Baiklah. Itu wajar. Aku hanya ke kamar Lan Zhi. Tidak akan terjadi apa pun di sana," Xiao Shuxiang berkedip. "Tunggu, memang apa yang bisa terjadi di antara kami? Aku harusnya tidak perlu khawatir,"


"Siapa orang yang digandeng oleh Tuan Muda Lan itu?"


Xiao Shuxiang menoleh untuk melihat siapa orang yang berani bicara demikian tentangnya. Apa mereka tidak melihat dengan jelas?! Dia bukannya digandeng, tapi ditarik! Tolong jangan katakan hal yang bukan-bukan!


Lan Guan Zhi sendiri tidak mengatakan apa pun meski beberapa orang murid Istana Seribu Pedang memanggilnya. Dia tetap berjalan sambil terus memegang tangan teman baiknya.


Xiao Shuxiang dibawa masuk ke sebuah ruangan yang luas dengan nuansa putih dan merah. Dia tersentak ketika dirinya dibuat duduk pada sebuah tempat tidur.


"Ka-kau mau apa?!" Xiao Shuxiang kaget dengan ekspresi wajah yang buruk. Dia gugup dan agak ngeri karena ditarik dan dibawa kemari, apalagi saat dia dibawa masuk ke kamar ini-----Lan Guan Zhi bahkan menutup pintu kamarnya kembali.


!!


Lan Guan Zhi bernapas pelan, "Kau bisa istirahat di sini."


Xiao Shuxiang tersentak untuk yang kesekian kalinya. Dia tidak tahu seperti apa isi pikiran Lan Guan Zhi jika melihat dari ekspresi wajah teman baiknya ini, namun tidak baik juga bila dia memikirkan hal yang aneh mengenai temannya.


"Kau tidak perlu .... Memasukkan ke hati perkataan mereka," Lan Guan Zhi berujar pelan, tatapannya teduh saat berkata demikian.


Xiao Shuxiang akhirnya bisa bernapas lega, dia menggeser posisi duduknya dan kini merapat pada Lan Guan Zhi. Dia pun mengembuskan napas, "Ya ampun .... Kukira apa. Kau hampir membuatku jantungan, Lan'Er. Kupikir aku dibawa kemari untuk---"


"Menghindarkanmu dari mereka," Lan Guan Zhi menyela. "Kau akan bertarung jika tetap di sana,"


"Kau ...." Xiao Shuxiang tertegun, ekspresi wajahnya rumit. "Aku sampai tidak tahu harus bicara apa untuk menggambarkan dirimu, Lan Zhi. Kau sangat menjagaku. Aku benar-benar merasa bahwa kau ini sangat baik, bahkan terlalu baik."


Lan Guan Zhi mendengus, "Kau baru tahu? Ke mana saja kau selama ini?"


"Lan'Er, aku baru saja merasa tersentuh dan kau sudah mematahkan hatiku. Dari mana kau belajar bicara begitu, hah? Siapa yang mengajarimu?"


"..............." Lan Guan Zhi tidak membalas ucapan Xiao Shuxiang. Dia dan teman baiknya terdiam cukup lama sebelum salah satu dari mereka kembali bicara.


Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan dan melihat penampilan luar biasa dari kamar Lan Guan Zhi. Jujur saja, ini kamar terluas pernah dia masuki.

__ADS_1


"Lan Zhi, katakan padaku. Apa orang-orang yang menyebutkan namamu tadi adalah murid yang belajar di sini?"


"Mn, mereka para murid Istana Seribu Pedang."


"Kau ini benar-benar terkenal, yah.."


"Tidak juga,"


"Tapi...." Xiao Shuxiang merebahkan diri di tempat tidur temannya dan berkata, "Kau secara terang-terangan telah memegang tanganku, menculikku dari Kucing Putih dan bahkan menyembunyikanku di kamar ini. Jika memegang tangan saja sudah dianggap salah, lantas bagaimana yang lainnya? Kau tidak takut nama baikmu tercoreng di sini?"


Xiao Shuxiang menggunakan kedua tangannya sebagai bantalan kepala, dia berkata. "Aku sendiri sebenarnya sedang membuat reputasi yang baik di Alam Kultivasi Atas ini. Aku berusaha sebisa mungkin untuk memperbaiki diri, menjadi semurni teratai atau apa pun yang baik. Tapi jujur .... Ini memang sulit kulakukan,"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Jika saja tidak ada orang sepertimu di dekatku, mungkin sudah lama aku menebarkan ketakutan di dunia ini. Haaah... Aku benar-benar bersyukur memiliki teman sebaik dirimu, Lan'Er."


Xiao Shuxiang berkata, "Padahal jika kau tidak membawaku pergi dari sana, aku pasti sudah melemparkan sesuatu di wajah Yan Tianhen dan Wen Gao Chong itu. Mereka berdua pasti akan kubuat menyesal karena sudah berani bicara seenaknya,"


Lan Guan Zhi menatap Xiao Shuxiang dengan ekspresi yang tenang. Dia berkata, "Melindungimu sudah menjadi kewajibanku sekarang."


"Apa?" kening Xiao Shuxiang mengerut, dia mendengus. "Kenapa bisa begitu?"


"Kita sudah menikah,"


"Lan Zhi..!" Xiao Shuxiang yang saking kagetnya langsung memukul keras lengan teman baiknya, dia melotot. "Bercandamu kelewatan! Kau ingin membuatku terkena serangan jantung, hah?! Bukannya kau sudah menikah dengan Zhi Shu?!"


Lan Guan Zhi mengusap-usap lengannya yang terasa panas karena pukulan teman baiknya.


Lan Guan Zhi memang berniat bercanda sebagai pencair suasana karena Xiao Shuxiang begitu serius memujinya sebagai teman yang baik. Namun karena pada dasarnya dia bukan sosok yang humoris, maka ucapan yang harusnya candaan justru terdengar serius.


Lan Guan Zhi sedikit meringis sebelum pada akhirnya bertanya dengan nada yang tenang, "Kapan aku menikahi nona Zhi Shu?"


Xiao Shuxiang tersentak dan bangun, dia kini dalam posisi duduk. "Waktu itu aku bertanya dan kau bilang sudah menikah. Kutanya dengan siapa kau menikah dan kau menjawab Zhi Shu. Ingat, tidak? Di kamar penginapan waktu itu,"


"..............." Lan Guan Zhi cukup lama terdiam sebelum akhirnya mengangguk pelan.


"Aku ingat. Tapi aku tidak menikahi nona Zhi Shu,"


Xiao Shuxiang mengerutkan keningnya, "Benarkah? Lalu dengan siapa kau menikah?"


"Denganmu."


"Lan Zhi..!"


Lan Guan Zhi spontan menahan tangan yang hendak memukulnya kembali. Dia sudah cukup merasakan nyeri di lengan karena pukulan teman baiknya dan dia tidak mau merasakannya hal yang sama lagi.


"Shuxiang." Lan Guan Zhi menatap lekat teman baiknya, "Aku perlu bantuanmu,"


Xiao Shuxiang tersentak, namun dia juga ikut menanggapi teman baiknya dengan serius. Dia bertanya, "Bantuan apa yang kau inginkan?"


".......... Mendisiplinkan beberapa orang."

__ADS_1


?!


******


__ADS_2