![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Niat Xiao Shuxiang memang ingin pergi ke kamar Lan Guan Zhi untuk mengambil pita merah miliknya, namun di perjalanan dirinya justru di hadang oleh seseorang.
?!
Ada pemuda yang berdiri tidak jauh di hadapan Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi. Pakaian orang itu harusnya berwarna putih dan sangat menawan. Tetapi yang terlihat justru pakaian itu bernoda darah di mana-mana, begitu kotor dan nampak mengerikan.
Xiao Shuxiang baru akan buka suara saat pemuda di hadapannya bergegas dan tanpa peringatan langsung memeluknya. Dia terkejut, begitu pun dengan Lan Guan Zhi. Bahkan para murid Sekte Pedang Langit yang ada di sekitar mereka ikut memperlihatkan keterkejutan yang amat sangat.
"I-ini..."
"Ya ampun," seorang murid Sekte Pedang Langit sampai menutup mulutnya. Dia tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Bukankah itu Tuan Muda Feng Ying?!"
"Benar, kenapa dia tiba-tiba memeluk Tuan Muda Xiao?"
"Apa yang terjadi?!"
Tidak hanya para murid Sekte Pedang Langit yang kaget sekaligus keheranan dengan tingkah Feng Ying, bahkan Xiao Shuxiang sendiri pun sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
"Ying'Er, kawan. Ada apa denganmu-" Xiao Shuxiang tersentak saat merasakan pelukan pada dirinya semakin erat. Dia pun tidak punya pilihan selain mengulurkan tangan dan lalu mengusap pelan punggung pemuda ini.
Lan Guan Zhi sendiri memperhatikan teman baiknya, sebelum pandangan matanya terarah pada Feng Ying. Dia melihat bahwa teman dari Xiao Shuxiang ini dalam kondisi penampilan yang tidak baik. Apalagi karena darah yang ada di pakaian Feng Ying---pakaian Xiao Shuxiang pun juga mengalami hal yang sama.
*
*
Di dalam kamar Lan Guan Zhi, Feng Ying diminta untuk membersihkan dirinya. Xiao Shuxiang sendiri mulai mengeluarkan pita yang sudah dia simpan dengan baik dan diberikan kembali pada teman baiknya ini.
"Harusnya kukembalikan lebih awal padamu,"
"............. Tidak apa. Lagipula sepertinya tidak ada yang menyadarinya,"
Xiao Shuxiang berkedip. Dia keheranan dengan ucapan Lan Guan Zhi. Di sisi lain, Lan Guan Zhi sendiri tidak mengetahui bahwa dia sudah menjadi topik perbincangan rahasia para murid Sekte Pedang Langit hanya karena dia tidak memakai pita dahinya.
Xiao Shuxiang menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal dan lantas buka suara, "Sebenarnya apa yang terjadi pada anak itu? Kau lihat tadi, kan? Dia langsung memeluk begitu saja,"
"Mn, mungkin karena dia sudah lama tidak bertemu denganmu." Lan Guan Zhi membawa sebuah kotak kayu dan meletakkannya di atas meja duduk, tepat di depan temannya ini.
Xiao Shuxiang membuka kotak kayu berukuran Indah itu dan lantas tersenyum. Dia pun mulai mendengus pelan dan berkata, "Kau tidak harus memperlakukan benda ini dengan istimewa. Ini hanya pita merah biasa yang dapat ditemukan di mana pun."
"Tidak akan sama jika bukan kau yang memilikinya,"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia pun mengambil pita merahnya dan kemudian mulai mengikat rambutnya. Dia berbicara dengan Lan Guan Zhi dan membahas hal yang sebenarnya cukup sepele. Mereka seakan menunggu sampai Feng Ying selesai membersihkan diri.
Xiao Shuxiang melihat ke arah sekat dan lantas berujar, "Sudah lama aku tidak bertemu anak itu, dia sekarang menjadi lebih tinggi dan kuat. Pelukannya erat sekali,"
__ADS_1
"............. Feng Ying jarang meninggalkan kediaman Tetua Tiga. Dan saat dia datang pun, kudengar dia sulit diajak bicara."
"Jangan bilang kau yang mengajarinya," Xiao Shuxiang tersenyum, mencoba menggoda teman baiknya dengan berkata. "A-Yuan, aku merasa pelukan Ying'Er sama sepertimu. Kalian seakan tidak mau melepaskanku, aiya. Ada apa ini? Apa Xiao Shuxiang sudah punya banyak penggemar sekarang?"
"Aku jauh lebih baik,"
"Mn? Apanya?"
"Pelukanku jauh lebih baik,"
Xiao Shuxiang tersedak napasnya sendiri. Dia terbatuk dan kemudian menatap temannya ini. Xiao Shuxiang berkata, "Kau mulai lagi.."
"Kau yang duluan,"
"Apa ini saatnya aku harus melancarkan pujian pada Tuan Muda Lan Guan Zhi?" Xiao Shuxiang baru akan buka suara kembali saat Feng Ying mulai berjalan keluar dari sekat dan terlihat sudah berpakaian rapi.
Xiao Shuxiang baru memperhatikannya dengan baik. Feng Ying mempunyai wajah yang kecil dan manis. Dia memiliki kulit yang halus, tapi penuh aura maskulin. Tatapan matanya masih sama dan sulit sulit sekali mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.
"Saudara Xiao,"
!
Xiao Shuxiang tersentak saat Feng Ying mulai duduk di sampingnya dan bahkan sampai tersenyum. Dia jadi berpikir bahwa orang yang sebelumnya berdiri dengan wajah dingin dan sosok di sampingnya ini adalah dua orang yang berbeda.
"Sudah lama tidak bertemu, aku benar-benar merindukanmu." Feng Ying meraih tangan Xiao Shuxiang dan berkata, "Saudara Xiao ke mana saja? Apa kau tidak terluka? Kau jarang sekali mengunjungi kediaman Patriarch Ketiga, aku jadi sendirian."
Xiao Shuxiang tersenyum, dia pun berkata. "Aku senang bisa bertemu denganmu. Jujur saja, kau benar-benar terlihat berbeda. Kau jadi terlihat lebih dewasa,"
"Benarkah..?" suara Feng Ying terdengar pelan. Dia mengembuskan napas dan menurunkan pandangannya. Dia pun berujar, "Aku terlalu gugup untuk bicara dengan orang lain selain Saudara Xiao dan Saudara Jing..."
"Tunggu dulu, maksudnya..." Xiao Shuxiang melihat reaksi Feng Ying yang tidak biasa dan kemudian teringat sesuatu. "Astaga... Apa karena ini reaksinya begitu dingin dan sulit diajak bicara oleh orang lain? Karena dia pemalu?"
"Ehm..." Xiao Shuxiang menggaruk pipinya yang tidak gatal dan bertanya, "Apa kau sering turun gunung selama ini?"
Feng Ying menggeleng pelan, "Tidak. Sangat jarang. Itu karena patriarch Ketiga sering pergi dan aku harus menjaga kediamannya sampai beliau kembali. Hanya Saudara Jing dan Lan Xiao yang sesekali berkunjung. Mereka membantuku merawat tanaman herbal patriarch,"
Feng Ying berkata, "Aku segera kemari karena melihat kembang api permintaan bantuan. Sebenarnya yang menyerang sekte ini berasal dari mana? Apa mereka mengincar Lan Xiao?"
"Bukan," Lan Guan Zhi buka suara. "Mereka mengincar nona Rana Qisheng,"
Feng Ying mengerutkan kening. Dengan polos, dia berkata. "Siapa itu? Jika hanya membawa masalah, maka langsung bunuh saja."
Xiao Shuxiang terkejut, dia menatap Feng Ying dan sama sekali tidak menemukan candaan pada ucapan pemuda di sampingnya ini. Dia merasa bahwa Feng Ying telah tumbuh besar menjadi sosok yang menakutkan.
"Ying'Er," Xiao Shuxiang tersenyum pahit dan berkata, "Apa kau akan membunuh seseorang jika dia hanya membawa masalah bagimu?"
"Mn, masalah sama saja dengan beban. Lebih baik dihabisi segera daripada menunggu sampai merugikan banyak orang. Di mana gadis bernama Rana Qisheng itu?"
__ADS_1
"Hei, kawan. Apa kau akan membunuhnya?" Xiao Shuxiang menahan tangan Feng Ying sambil memberi tatapan horor pada pemuda ini.
Tanpa nada, Feng Ying berkata. "Saudara Xiao jangan khawatir. Aku akan langsung menebas kepalanya dan segera kembali,"
"Tunggu dulu. Kau jangan pergi," Xiao Shuxiang memegang erat tangan pemuda di sampingnya dan berkata, "Jangan bergerak dari tempatmu dan duduk di sampingku. Bahaya... Anak ini benar-benar bahaya."
"Baiklah. Karena Saudara Xiao yang minta, maka aku akan patuh dan tetap duduk." Feng Ying tersenyum, dia bahkan sangat rapat pada Xiao Shuxiang seperti anak kucing saja.
Xiao Shuxiang bernapas pelan, dalam hati dia membatin. "Luar biasa. Jika di masa depan para saudaranya menjadi beban, apa dia akan menghabisi mereka tanpa ragu? Ya ampun, sebenarnya siapa yang mengajari anak ini menjadi begitu kejam? Tidak mungkin dia belajar dariku, kan?"
Xiao Shuxiang berkedip. Dia memikirkan dengan baik setiap tindakannya di masa lalu, apalagi ketika bersama Feng Ying. Dia merasa tidak pernah berkelakuan tidak sopan di depan anak inj, bahkan tidak pernah sekali pun dia mengajari Feng Ying untuk--!!
Tangan Xiao Shuxiang menepuk dahinya sendiri. Jelas sekali bahwa dia sudah mulai ingat dengan beberapa hal yang tentu bukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai perbuatan baik. Xiao Shuxiang jadi agak khawatir bila sampai Feng Ying menjadikan dirinya sebagai pedoman. Itu benar-benar mengerikan!
Xiao Shuxiang pun berdeham, dia tidak akan menanyakan hal apa pun tentang sikap Feng Ying karena khawatir itu akan berbalik menjadi salahnya. Dia pun mengalihkan pembicaraan dengan menjelaskan tentang Rana Qisheng pada saudara seperguruannya ini.
*
*
Di sisi lain, tepatnya di bagian terpencil Kota Bintang Biduk----ada lima orang pria berpakaian putih, namun dengan corak yang tidak sama dengan para kultivator biasa di tempat ini. Bahkan tingkat praktik mereka adalah sesuatu yang tidak bisa terkatakan.
Lima pria itu merupakan kultivator dari Alam Kultivasi Atas dan sedang mencari tahu tempat tinggal Xiao Shuxiang saat mendengar suara keributan akibat pertarungan Patriarch Lan Xu Jian melawan Jade Liong sebelumnya.
Lima pria ini tidak ikut ambil bagian karena merasa itu bukan urusan mereka. Lagipula dibandingkan dengan menyelamatkan nyawa banyak orang---Kitab Pembunuh Matahari jauh lebih penting.
"Untuk berjaga-jaga, kita akan buang seragam ini. Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi akan bisa mengenali kita jika memakai seragam milik sekte," salah seorang kultivator terlihat mulai mengibaskan tangannya dan pakaian berwarna putih miliknya kini berubah menjadi hitam.
"Mn," keempat kultivator yang lain setuju dan melakukan hal yang sama.
Salah satu di antara mereka buka suara. "Aku dengar Xiao Shuxiang tinggal di Kota Awan Dingin, Sekte Kupu-Kupu. Kita akan ke sana dan memulai rencana ini,"
"Bukankah lebih baik jika langsung serang saja? Aku melihat Xiao Shuxiang tadi bertarung di tempat ini. Itu berarti dia tidak berada di sektenya,"
"Langsung menyerang? Apa kau mau mati? Tidak ingat jika Xiao Shuxiang mempunyai pedang yang hebat? Kita akan tewas jika tergores ujung pedangnya sedikit saja."
"Dari mana kau tahu? Apa pedangnya dilumuri racun hingga bisa seperti itu?"
"Kurasa tidak. Dia memang mempunyai pedang pusaka yang sangat hebat. Kudengar dari Mo Huai, pedang Xiao Shuxiang memang memiliki kemampuan yang luar biasa. Apalagi Wang Zhao mengatakan dia sudah melihatnya sendiri. Liu Wei Lin bahkan selalu memuji Xiao Shuxiang yang dianggap sebagai belahan jiwanya. Belum lagi, Zhi Shu sangat cerewet. Gadis ini adalah saudara seperguruan Xiao Shuxiang, ucapannya bisa dipercaya."
Seorang kultivator menarik napas dan berkata, "Jadi selain Kitab Pembunuh Matahari... Apa kita juga akan merebut pedang pusakanya?"
"Kita akan urus itu nanti. Sekarang ayo pergi,"
Kelima kultivator dari Alam Kultivasi Atas itu mulai bergerak. Mereka melesat dengan cepat dan menuju ke Kota Awan Dingin. Informasi tentang kota ini sangat mudah di dapat karena rata-rata warga tempat ini mengetahuinya.
******
__ADS_1