![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Mo Huai segera mengambil jarak yang aman. Ekspresi wajahnya masih syok, apalagi kejadian mengerikan tersebut berlangsung sangat cepat.
"Apa yang terjadi?!" seorang kultivator bertanya. Dia baru akan menghampiri kultivator yang tewas saat sebuah seruan mengejutkannya.
"Semuanya jangan mendekat dan mundur..!!"
!!
Semua orang langsung melompat dan mengambil jarak. Sebuah lambaian kipas merah melesat dengan kecepatan yang tinggi hingga menghasilkan angin kejut yang kuat.
Mo Huai melihat seseorang menapak dan kipas yang sebelumnya melesat kembali ke tangan sosok yang berdiri di hadapannya. Dia mengenali orang ini, sosok tersebut adalah Liu Wei Lin.
"Tuan Muda Liu ..." seorang murid Sekte Lautan Awan bergumam. Dia sampai menahan napas.
Liu Wei Lin menggunakan kipas merah miliknya seperti sebuah pedang. Tatapan matanya tajam dan angin melambaikan pakaiannya.
"Jangan ada yang mendekat. Ada kabut mematikan yang bisa melelehkan tubuh kalian jika bersentuhan dengannya,"
"Kabut?!"
Tentu saja ekspresi wajah para kultivator itu terlihat sangat terkejut. Mo Huai pun demikian. Mereka sebelumnya baik-baik saja, jadi bagaimana bisa ada kabut yang membahayakan seperti ini?
Mo Huai menelan ludah, "Apa mungkin tuan muda Xiao sedang melakukan eksperimen aneh lagi dengan bakat alkemisnya?"
Jika ada kejadian mengejutkan yang tidak diperkirakan akan terjadi, maka Xiao Shuxiang pasti ada di dalamnya. Pemuda itu seperti sebuah badai, sama sekali tidak bisa ditebak kapan akan datang.
Mo Huai bernapas pelan, "Dahulu dia pernah membuat sebuah kota dipenuhi oleh bau menyengat karena eksperimen anehnya. Sekarang sepertinya dia telah membuat sesuatu yang lebih berbahaya lagi. Dia memang tidak bisa untuk tak membuat masalah,"
Karena keributan itu, Tetua Xie Yanran berjalan dan menghampiri Liu Wei Lin. Ekspresi wajahnya sama, namun tatapan matanya terlihat bahwa dia juga tidak menyangka akan ada serangan sejenis ini.
Liu Wei Lin melambaikan kipas miliknya dan angin kejut kembali tercipta. Dia sebenarnya sedang berlatih seorang diri dan memang ingin memantau keadaan Wang Zhao, hanya saja tidak disangka dia justru melihat kejadian semacam ini.
Tetua Xie Yanran sendiri bisa melihat warna yang tidak semua orang mampu melakukannya. Ini bukanlah teknik atau jurus apa pun, tetapi sebuah bakat yang sudah ada di dalam dirinya.
"Kalian semua pergi. Beri tahu para tetua bahwa sekte ini diserang,"
!!!
Suara Tetua Xie Yanran penuh wibawa dan sama sekali tidak mengandung kecemasan. Hanya saja para kultivator yang mendengarnya sangat terkejut, termasuk Mo Huai.
"Jadi ini bukan karena tuan muda Xiao?" Mo Huai berkedip. Dia menelan ludah dan kemudian mundur. Dirinya pun lantas berlari menjauh untuk memberi tahu masalah ini pada Xiao Shuxiang.
"Tetua Xie--"
"Cepat pergi..!" Liu Wei Lin menyela. Dia kembali melambaikan kipasnya agar kabut itu tidak mendekat.
__ADS_1
Para kultivator itu pun berusaha menarik kaki mereka untuk segera pergi. Hanya saja Wang Zhao sendiri terlihat amat sangat kelelahan hingga tidak bisa berbuat apa pun selain beristirahat sejenak.
"Tetua Xie, bagaimana ini?" Liu Wei Lin khawatir jika kabut yang entah datang dari mana ini juga ada di tempat yang lain.
"Kau teruskan saja," Tetua Xie Yanran berkata, "Aku melihat warna. Kabut ini adalah wujud seseorang,"
"Benarkah?" Liu Wei Lin tersentak, "Siapa yang Anda maksud?"
"Mana aku tahu. Tapi kabut itu memang wujud seseorang. Kau sebaiknya berhati-hati," Tetua Xie Yanran mengingatkan. "Karena kabut yang kulihat adalah wujud seseorang, maka kabut itu mempunyai pikiran. Dia bisa bergerak ke arah mana pun yang--"
Kabut tersebut melesat dan membuat Tetua Xie Yanran kaget. Dia segera memberi arahan pada Liu Wei Lin untuk melambaikan kipasnya sekuat tenaga.
Kabut itu menerjang ke arah Wang Zhao yang masih sedang beristirahat. Pemuda tersebut bisa merasakan bahaya yang mendekat ke arahnya dan dia sendiri berusaha untuk bergerak.
"Menjauh dari sana..!" Liu Wei Lin berseru dan melesat hanya saja kecepatan kabut itu melebihi dirinya bahkan angin kejut dari serangan kipasnya.
Tetua Xie Yanran menarik napas. Dia melesat dengan kecepatan yang tidak main-main dan langsung tiba di tempat Wang Zhao berada.
Tanpa peringatan, Tetua Xie Yanran langsung menendang Wang Zhao hingga pemuda itu terlempar jauh dan baru bisa berhenti saat tubuhnya menghantam tanah.
Wang Zhao mengerang kesakitan. Dia baru mengatur napasnya dan justru mendapat tendangan yang tidak terduga. Apalagi orang yang menyerangnya tidak lain adalah sosok yang membimbingnya dalam latihan tadi.
Wang Zhao berusaha bangun. Dia terlihat menekan dadanya, "Tetua Xie ...."
Mata Wang Zhao seketika terbelalak saat melihat Tetua Xie Yanran berjalan ke arahnya dengan tangan kanan yang telah meleleh. Bahkan yang terlihat dari tangan kecil Tetua Xie Yanran hanya tinggal tulang-belulang.
"TETUA XIE..!!" Wang Zhao berusaha bergerak. Dia menghampiri Tetua dari Gunung Puncak Zhang itu. Tidak bisa digambarkan rasa terguncang yang dialami Wang Zhao saat ini.
"Tetua Xie, Tetua Xie apa yang terjadi padamu?! Kau--"
"Tidak ada waktu menjelaskan." Tetua Xie Yanran menyela. Tangan kanannya yang hanya tersisa tulang itu terasa sangat panas, namun dia sama sekali tidak mau memperlihatkan kesakitannya.
Tetua Xie Yanran memakai Qi untuk meringankan rasa sakit yang dia alami, sekaligus mencegah racun dari kabut itu menyebar ke tubuhnya. Dia benar-benar beruntung karena hanya tangan kanan yang terkena kabut tersebut. Terlambat menghindar sedikit saja, mungkin dialah yang akan langsung binasa.
"Sebenarnya apa yang menyerang itu ...?" Wang Zhao tersengal-sengal. Dia melihat ada semacam gumpalan asap tipis yang nampak berwarna putih, tepat di tempat dia berada sebelumnya.
"Kurasa kabut itu mengincarmu,"
"Tetua?" Wang Zhao tersentak. Dia jelas saja terkejut namun dengan cepat dirinya memikirkan sebuah kesimpulan.
Jika memang ucapan Tetua Xie Yanran benar, maka yang mengincarnya pasti berasal dari Sekte Lembah Iblis. Ada kemungkinan persembunyiannya telah terungkap!
"Kabut ....? Seseorang dari sekte itu yang memiliki teknik semacam ini hanya..." Wang Zhao mengingat satu nama dan lantas berseru, "Hei Lian. Itu pasti kau! Tunjukkan wajahmu sekarang..!"
Tetua Xie Yanran dan Liu Wei Lin yang mendengar seruan dari Wang Zhao spontan menatap pemuda itu. Hanya saja mereka tidak pernah kehilangan kewaspadaan.
__ADS_1
Kabut itu sendiri kini semakin menjadi gumpalan dan warna putihnya kian pekat. Tidak butuh waktu lama sampai kabut itu memadat dan sosok anak perempuan terlihat.
Hei Lian berdiri dengan senyuman yang mengerikan di wajahnya. Ada kabut tipis yang mengitari tubuh anak kecilnya itu hingga sulit bagi orang lain mendekat.
Hei Lian tertawa kecil, "Seperti yang diharapkan. Kau masih mengingatku, Wang Zhao Gege~"
Meski suara anak perempuan itu sangat manis, namun tidak bagi pendengaran Wang Zhao. Hei Lian selalu menyebut orang lain 'Gege dan Jiejie' hanya untuk menetapkan bahwa dia masih begitu muda.
"Apa yang kau inginkan?" Wang Zhao memegang kuat pedang kayu miliknya. Jujur saja, dia tidak yakin akan bisa menghadapi Hei Lian dengan praktik kultivasinya yang begitu lemah.
"Wang Zhao Gege, kau jangan seketus ini padaku~" Hei Lian menggeleng pelan, "Tidak baik memperlakukan anak kecil dengan begitu kasar. Aku kemari tentu saja karena sesuatu yang tidak bisa kutolak,"
Hei Lian tersenyum dan kemudian berujar dingin, "Aku menginginkan nyawamu. Kau sebaiknya merangkak sendiri kemari atau kau mau .... Aku membunuh semua yang ada di sekte ini sebagai menu pembuka untuk mengambil nyawamu, huh?"
Liu Wei Lin menapak di depan Wang Zhao dan dengan tangan yang menghunuskan kipas merah miliknya. Dia melihat Hei Lian berjalan santai ke arah mereka.
Tentu saja tanpa sadar, Tetua Xie Yanran, Wang Zhao dan Liu Wei Lin sendiri tengah berjalan mundur ke belakang dengan hati-hati. Mereka menjadi tegang dan seakan waspada jika Hei Lian tiba-tiba menyerang.
"Kau harusnya sudah tahu ..." Hei Lian bersuara tanpa mengalihkan pandangan dari Wang Zhao. "Kau merupakan orang yang tidak diinginkan. Kau harusnya sudah mati sejak lama, jadi sebelum aku bertindak kasar---maka kau sebaiknya segera kemari."
"Wang Zhao Gege," Hei Lian kembali bersuara. "Aku hanya mengambil nyawa dua orang dan tidak membunuh anak perempuan itu. Aku masih sangat baik untuk tidak menghabisinya. Kau tetap berada di sekte ini .... Kau hanya akan mengundang kematian untuk mereka. Jadi jika kau pintar, maka serahkan nyawamu sekarang dan aku tidak akan sampai membunuh semakin banyak orang."
"Beraninya kau datang ke sekteku dan membuat masalah." Tetua Xie Yanran berkata dengan nada yang dingin, "Kau pikir siapa dirimu, huh? Orang-orang yang tinggal di sekte milikku tidak akan pernah tunduk pada bocah kecil sepertimu-"
"Tetua Xie, jangan ..." Wang Zhao tahu benar siapa Hei Lian. Sosok yang terlihat bagai anak perempuan itu sangatlah berbahaya.
Alasan mengapa Liu Wei Lin masih bisa menahan wujud kabut Hei Lian tadi adalah karena sosok ini belum serius untuk mengambil nyawa orang lain. Bahkan itu juga berlaku dari caranya memperlakukan Tetua Xie Yanran.
Jika saja Hei Lian mau, maka sudah sejak tadi gadis tersebut mengambil wujud kabut dan menutupi seluruh wilayah Sekte Lautan Awan. Mengurung mereka dengan kabut asam yang bisa melelehkan kulit dan organ dalam.
Liu Wei Lin tersentak saat Wang Zhao tiba-tiba berjalan di depannya. "Hei..! Apa yang mau kau lakukan?!"
"Dia hanya menginginkan nyawaku," Wang Zhao memegang kuat pedang kayu miliknya sampai tangannya menjadi agak gemetar, "Tidak baik mengorbankan nyawa begitu banyak orang hanya untuk keselamatanku sendiri. Maaf..."
"Berhenti di tempatmu, Nak." Tetua Xie Yanran mencegah, "Pikirkan baik-baik apa yang kau lakukan ini. Kau--"
"Tetua Xie, aku berterima kasih atas pengajaranmu selama ini. Tapi apa yang dia katakan benar, aku seharusnya sudah lama tiada. Karenaku, sekte ini diserang dan sampai berada dalam keadaan yang buruk. Aku .... Aku tidak bisa berpura-pura untuk tidak tahu,"
Liu Wei Lin menggeram. "Wang Zhao, tetap di tempatmu..!"
"Hmph," Hei Lian mendengus. "Terlalu lama. Sekalian kubunuh saja kalian semua..!"
!!!
******
__ADS_1