KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
33 - Menuju Perbatasan Kekaisaran Langit Tengah


__ADS_3

Jujur, rasanya agak kecewa saat Xiao Shuxiang itu pergi begitu saja. Tetapi nampaknya bukan hanya pangeran kecil tersebut yang merasa demikian. Lihat saja, bahkan para pelayan wanita pun merasa seperti telah kehilangan kesempatan untuk bisa dekat dengan Xiao Shuxiang.


Kabar kedatangan Koki Alkemis itu ke istana Kaisar Matahari Tengah menyebar begitu cepat hingga tiba di telinga Dai Chen. Hanya saja pria itu sudah sangat terlambat hingga tidak dapat bertemu Xiao Shuxiang, termasuk melindungi Xiao Lu dari melihat adik iparnya yang sangat tidak tahu malu dan amat berbahaya itu.


*


*


*


Xiao Shuxiang dan Hu Li tiba di wilayah Hutan Hujan Bunga yang masih berada di Kekaisaran Langit Tengah. Keduanya mengembuskan napas lega karena tidak salah berpindah tempat.


Xiao Shuxiang, "Terakhir kali saat kau memakai kertas jimat itu... Kau membuatku tercebur ke dalam danau. Baguslah sekarang kau sedikit berkembang,"


Hu Li mengusap pelan dadanya, "Saya juga tidak menyangka bisa mengeluarkan Cermin Pemindah lebih dari dua kali. Tapi saya minta maaf karena tidak dapat membawa Anda langsung ke perbatasan Kekaisaran,"


"Mn, tidak masalah. Sekarang keluarkan kudanya. Sebisa mungkin kita harus bisa mengurangi penggunaan Qi. Haah... Aku benar-benar harus pergi tanpa bisa melonggarkan segel yang ada padaku, tsk."


"Baik,"


Hu Li mengibaskan tangannya dan dua ekor kuda yang nampak perkasa telah berdiri di hadapannya. Kedua kuda itu adalah binatang yang sudah cukup lama menghuni Gelang Semesta dan benar-benar kuat dibandingkan kuda biasa pada umumnya.


Xiao Shuxiang berjalan ke arah salah satu kuda, dia mengusap tubuh kuda itu sambil berkata. "Kalian sudah lama hidup di dalam Gelang Semestaku dan bahkan memakan banyak tanaman herbalku. Sekarang saatnya membuktikan apakah kalian bisa berguna atau tidak. Antar kami ke perbatasan wilayah kekaisaran dengan cepat,"


Hu Li ikut menaiki kudanya dan menyusul Tuan Muda Xiao-nya. Kuda yang mereka tunggangi merupakan pelari tercepat dan sangat mengesankan. Rasanya saat menunggangi kuda tersebut bagaikan terbang dengan kecepatan yang tinggi.

__ADS_1


Sebelumnya Xiao Shuxiang dan Hu Li sudah mengetahui bahwa bagi kultivator, mereka hanya butuh sekitar 20 hari untuk dapat sampai ke perbatasan Wilayah Kekaisaran Langit Tengah dengan terbang, baik memakai pedang maupun langsung menggunakan Qi yang dialiri di telapak kaki.


Jarak 20 hari ini tentu tidak semua kultivator bisa melakukannya, apalagi diketahui bahwa tanah di benua ini tidak mendukung mereka. Selain itu, wilayah Kekaisaran Langit Tengah sangat luas. Jadi jarak 20 hari ini benar-benar tidak bisa dipastikan.


Kuda yang ditunggangi Xiao Shuxiang dan Hu Li benar-benar luar biasa. Hanya dalam waktu setengah jam, mereka telah melewati Hutan Hujan Bunga. Keduanya merasakan pengalaman yang hebat saat menunggang kuda. Ini berbeda ketika mereka dahulu pernah menunggangi binatang yang sama.


Xiao Shuxiang memang pergi lebih lambat bila dibandingkan Ling Qing Zhu. Kucing Putihnya itu pergi dengan selisih sekitar empat hari dibandingkan dirinya, namun dengan kuda ini----mereka masih memiliki kesempatan menyusul gadis berambut putih tersebut.


Masalahnya, jalanan yang diambil Ling Qing Zhu merupakan tempat yang padat penduduk. Berbeda dengan mereka yang memilih hutan, melintasi sungai, bahkan jalan berbukit yang penuh bebatuan.


Hu Li, "Tuan Muda Xiao..! Anda yakin kita tidak akan memasuki kota? Nona Ling bisa saja tidak berada di jalur yang sama dengan kita,"


"Kota terlalu ramai, Hu Li. Tidak mungkin kita bisa memacu kuda secepat ini jika memasuki kota. Kau tenang saja, peta Benua Tengah aku masih ingat jelas. Kita berada di jalur yang tepat,"


"Tapi bagaimana dengan nona Ling? Bukankah Anda mengkhawatirkan keadaannya?"


Hu Li tidak menyangka Tuan Mudanya bisa sampai memikirkan kemungkinan semacam itu. Dia selama ini selalu mengawal Xiao Shuxiang layaknya bayangan, jadi dirinya tahu bahwa Ling Qing Zhu membawa bagian dari Kitab Pembunuh Matahari. 


"Tuan Muda, saya tahu kekhawatiran Anda ini beralasan. Tapi jika kita sampai di perbatasan lebih dahulu dan ternyata memang benar itu jebakan, bukankah ini akan berisiko pada keselamatan nyawa Anda?"


"Hu Li, bukankah aku memilikimu? Ada kau, jadi apa yang harus kutakutkan. Dan lagi, praktikku yang sekarang tidak akan menghalangiku untuk mencabut tulang orang lain,"


Xiao Shuxiang memacu kudanya lebih cepat. Bahkan saat hari mulai berganti malam, dia dan Hu Li tetap melanjutkan perjalanan. Kuda yang mereka tunggangi pun memiliki penglihatan yang tajam dan lagi----Hu Li terkadang mengeluarkan api rubahnya untuk menerangi jalan.


Beberapa binatang buas sebenarnya ada di dalam hutan yang dilalui oleh Xiao Shuxiang dan Hu Li. Di antara binatang buas itu pun sampai berpapasan dengan mereka, namun karena lari kuda Xiao Shuxiang dan Hu Li yang sangat cepat----para binatang buas itulah yang justru lari ketakutan.

__ADS_1


Jalur yang dilalui oleh kuda milik Xiao Shuxiang dan Hu Li sangat menyulitkan. Andai dua kuda itu merupakan jenis yang biasa, maka dapat dipastikan mereka akan terhambat dalam perjalanan ini.


Meski kuda tersebut tinggal lama di dunia dalam Gelang Semesta, namun tidak berarti perubahan tanah akan mempengaruhi kecepatan mereka.


Justru jalanan yang mereka lalui karena perbedaan tanah itu membuat kedua kuda tersebut menjadi bersemangat. Bahkan hanya dalam waktu 14 hari, mereka sudah berhasil membawa Xiao Shuxiang dan Hu Li ke perbatasan Wilayah Kekaisaran Langit Tengah.


Kondisi saat itu tepat di sore hari. Xiao Shuxiang mulai turun, disusul oleh Hu Li. Dia pun mengembuskan napas, "Kita harusnya bisa lebih cepat lagi. Ini salahku karena selalu meminta beristirahat,"


"Tuan Muda Xiao, Anda jangan bicara seperti itu. Praktik Anda berada di tingkat yang rendah, jelas bahwa tenaga Anda tidak bisa menanggungnya. Saya sama sekali tidak merasa keberatan,"


Xiao Shuxiang menyentuh pinggangnya dan suara tulang terdengar, dia membuat Hu Li tersentak. Rasanya enak sekali saat tulang punggung dan juga pinggangnya bersuara. Ini seperti pertanda rasa dari pegal-pegalnya menghilang.


"Luar biasa, seumur hidup----ini pertama kalinya aku jera menunggangi kuda. Aku merasa tidak mau melakukannya lagi, haah... Aiya,"


Xiao Shuxiang mulai mengarahkan pandangan ke sekeliling. Tidak jauh di depannya, terlihat banyak sekali tenda yang memiliki ukuran berbeda-beda. 


Dia juga melihat banyak orang. Pedang yang mereka bawa dan seragam itu menjadi bukti bahwa orang-orang yang Xiao Shuxiang lihat adalah kultivator.


"Tuan Muda," Hu Li juga melihatnya. "Apa ini sungguh tempat yang tepat?"


"Mn, aku yakin tidak salah. Tapi ada di mana Pulau Terapungnya? Kau lihat sesuatu?"


Hu Li menggeleng, selain tenda-tenda dan para pendekar yang begitu sibuk itu----tidak ada hal aneh apa pun di tempat ini.


Xiao Shuxiang, "Masukkan kembali kedua kuda itu dalam Gelang Semesta lalu ikut denganku. Ayo kita lihat-lihat keadaan di sana dan cari informasi,"

__ADS_1


"Baik, Tuan Muda."


******


__ADS_2