![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi dan teman-temannya mulai berjalan meninggalkan kuil. Hari itu, suasana masih diterangi cahaya bulan. Mo Huai sendiri sudah sadarkan diri, namun masih sangat lemah hingga harus dibantu berjalan oleh Wang Zhao.
Sebelumnya, Xiao Shuxiang agak terkejut dengan keadaan di depan kuil yang mana para mayat sudah tidak lagi terlihat dan peti-peti mati yang berantakan justru berbaris begiru rapi.
Hanya saja rasa terkejut Xiao Shuxiang tidak berlangsung lama ketika Zhi Shu menceritakan mengenai kehebatan Liu Wei Lin. Dia pun hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Peti-peti mati yang didalamnya terdapat masing-masing dua orang mayat terlihat memang ditinggalkan begitu saja di halaman depan kuil. Liu Wei Lin merasa bahwa yang lebih pantas menangani mayat-mayat ini adalah para pendeta kuil termasuk warga sekitar. Mereka yang lebih tahu mengenai identitas setiap mayat tersebut.
Pilihan Liu Wei Lin sebenarnya tepat dan ini juga didukung oleh Zhi Shu. Lagipula jika mereka ingin begitu baik hatinya memulangkan para mayat ini----keduanya hanya akan mendapatkan protes tak berkesudahan dari Xiao Shuxiang.
Liu Wei Lin jelas belum mengenal Xiao Shuxiang dan sifat teman barunya yang suka mendebat ketika berkaitan dengan perbuatan baik, tetapi Zhi Shu tahu. Gadis itulah yang membisikkan kepada Liu Wei Lin untuk tidak lagi berurusan dengan mayat dan peti mati ini. Mereka hanya akan menghabiskan banyak waktu dan bisa jadi mereka juga harus memberi penjelasan pada setiap orang. Bahkan, bukan tidak mungkin beberapa warga akan menganggap merekalah dalang dari kejadian ini.
Ling Qing Zhu sendiri tidak mengatakan apa pun, tetapi memang dia juga setuju untuk meninggalkan peti mati dengan mayat-mayat itu di kuil. Tempat ini lebih baik dan lebih mudah ditemukan. Hanya saja memang, jika ada seseorang yang datang----besar kemungkinan orang itu akan terkejut melihat kondisi kuil yang cukup berantakan.
Untuk Lan Guan Zhi, dia lebih menaruh perhatian pada kondisi teman-temannya. Tidak hanya Xiao Shuxiang yang butuh istirahat, tetapi juga Mo Huai dan yang lainnya. Meninggalkan para mayat itu di sini sama sekali bukan pilihan yang salah.
Xiao Shuxiang dan teman-temannya berjalan cukup jauh karena sebelumnya lokasi kuil itu berada di pinggir kota. Tapi saat mulai terlihat banyak pemukiman----segera mereka mendatangi 'penginapan pertama' yang mereka lihat.
Kedatangan Xiao Shuxiang dan teman-temannya mengundang perhatian para pengunjung penginapan itu. Mereka jelas keheranan sebab yang datang melalui pintu adalah tujuh orang dengan pakaian pengantin.
"...............?"
"...............?"
Zhi Shu mengerutkan keningnya, dia mengedarkan pandangan dan lalu bergumam. "Kupikir semua orang di penginapan ini sudah tidur, apa mereka tidak ikut terperangkap dalam anomali tadi?"
Liu Wei Lin mendengarnya dan kemudian berkata, "Hanya mereka yang berjalan-jalan dan tanpa sengaja masuk ke dalam anomali yang akan mengalami nasib seperti kita. Sementara tidak bagi mereka yang berdiam diri di dalam bangunan sebelum anomali muncul,"
Liu Wei Lin membuka kipasnya, dia pun kembali berkata. "Kalian ingin memesan kamar atau makan terlebih dahulu,"
Zhi Shu langsung merespon, "Makan! Saudara Xiao yang akan bayar,"
"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak dan lalu menatap Zhi Shu, "Aku hanya berjanji untuk meng-traktir Lan'Er makan. Bukan malah membayarkan makanan kalian---"
"Sudahlah Saudara Xiao," Zhi Shu dengan cepat menyela dan merangkul lengan Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Aku tidak membawa banyak uang dan aku ingin makan makanan enak. Jadi kau yang harus bayar,"
Liu Wei Lin mendengus dan kemudian tersenyum tipis, "Nona. Anda tidak boleh seperti itu, biar aku saja yang---"
"Aah, tidak. Selama Saudara Xiao-ku ini ada, maka tidak seorang pun dari kita yang akan mengeluarkan seperser pun uang. Ini sudah menjadi aturannya," Zhi Shu mengedipkan sebelah matanya dan menarik Xiao Shuxiang ke arah seorang pegawai penginapan.
Xiao Shuxiang hampir tidak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka Zhi Shu akan sangat menyebalkan seperti ini, "Shu'Er? Sejak kapan ada aturan semacam itu? Dan sebenarnya kau ini menganggap aku apa, huh?"
"Saudaraku. Bukankah kau selalu bilang kau ini tambang emas berjalan? Kau juga harusnya memperkenalkan aku dengan teman-teman barumu, meng-traktir adalah hal yang wajar."
"Aiya, gadis ini..." Xiao Shuxiang berdecak dan lalu menggeleng pelan, "Bibirmu itu benar-benar manis. Entah bagaimana jadinya para murid di Sekte Kupu-Kupu saat senior mereka berkelakuan seperti ini,"
Zhi Shu tersenyum senang, "Jangan khawatir. Aku mengajari anak-anak itu cara menyapa dan meminta uang pada 'Senior Besar' mereka. Kau akan sangat bangga Saudara Xiao. Kini banyak dari junior kita yang bisa membantumu untuk menghabiskan hartamu,"
"Zhi Shu, kuharap ucapanmu ini hanya candaan. Kau akan membuatku trauma pulang ke sekte jika seperti itu," Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia pun ditemani Zhi Shu ke salah satu pegawai dan menyewa enam kamar pilihan.
__ADS_1
Liu Wei Lin yang mengetahui kamarnya dibayarkan oleh Xiao Shuxiang nampak berdecak kagum. Sekarang dia benar-benar yakin bahwa pelayan yang menjadi tukang cabut rumput di sektenya adalah tuan muda kaya raya.
Tidak hanya membayar kamar untuk mereka, Xiao Shuxiang bahkan memesan berbagai makanan terbaik penginapan ini. Mereka sampai dilayani langsung oleh pemilik penginapan dan diberi ruang makan yang khusus.
Zhi Shu nampak begitu lahap menikmati makanannya. Dia pun menatap Wang Zhao dan Mo Huai yang begitu hati-hati menyumpit nasi, dia pun berkata. "Kalian harus makan yang banyak, jangan malu-malu. Saudara Xiao, kau juga makanlah."
"Aku selalu menikmati makananku seperti ini," Xiao Shuxiang berdecak kagum. "Luar biasa, ini benar-benar makanan yang enak~"
Melihat Xiao Shuxiang begitu senang membuat Zhi Shu tersenyum. Dia pun kembali menyantap hidangannya dan kali ini Wang Zhao juga mulai terlihat makan dengan baik.
Mo Huai tanpa sengaja mencoba sebuah makanan yang baru saja dibawakan oleh pemilik penginapan dan membuat nafsu makannya meningkat. Dia suka dengan ikan kuah sayur asam pedas.
Lan Guan Zhi dan Ling Qing Zhu sendiri tidak banyak makan. Mereka sekarang terlihat lebih menikmati menyeruput teh terbaik penginapan ini. Liu Wei Lin pun berhenti setelah memakan tiga sumpit nasi, dia ikut menikmati teh dan makanan manis yang disajikan khusus pemilik penginapan kepada mereka.
Xiao Shuxiang tersenyum melihat betapa lahapnya Zhi Shu, Wang Zhao dan Mo Huai saat makan. Dia pun meletakkan sumpitnya dan kemudian minum.
Xiao Shuxiang lantas berkata, "Melihat kalian makan selahap ini membuatku merasa sudah berhasil membesarkan tiga orang anak."
Xiao Shuxiang menyenggol pelan lengan Lan Guan Zhi yang duduk di sampingnya, dia berujar sedikit menggoda. "Lan'Er, kau yang bayar sisanya yah."
!!
Cawan berisi teh milik Lan Guan Zhi hampir menyentuh bibirnya saat dia mendengar ucapan teman baiknya barusan. Andai dia meminum teh-nya saat mendengar perkataan Xiao Shuxiang, maka kemungkinan besar dia akan tersedak.
Lan Guan Zhi menoleh dan menatap teman baiknya. Dia kemudian berkata, "Shuxiang. Jadi tidak hanya anakmu, mereka sekarang menjadi anakku?"
!!
Wang Zhao dan Mo Huai sebenarnya tidak terlalu memperhatikan, mereka begitu serius menikmati hidangan lezat di hadapan mereka. Bahkan tanpa sadar bahwa makanan itu telah mengalihkan perhatian mereka.
Xiao Shuxiang sebenarnya bermaksud mengerjai Lan Guan Zhi karena teman baiknya ini jarang sekali bicara. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
"..............."
Belum ada di antara para anak muda ini yang mengganti pakaian pengantin mereka, termasuk Xiao Shuxiang. Dia baru saja akan membalas Lan Guan Zhi saat organ dalamnya terasa lebih sakit daripada yang tadi.
Ling Qing Zhu yang duduk di samping Xiao Shuxiang menyadari hal tersebut dan langsung mengulurkan tangan. Dia menyentuh bahu Wali Pelindungnya dan kemudian berkata, "Kau sebaiknya mulai beristirahat."
Lan Guan Zhi yang mendengarnya pun ikut menoleh. Meski Xiao Shuxiang tetap bicara seperti biasa, namun pucat pada wajah teman baiknya ini sama sekali tidak bisa disembunyikan. Apalagi, kini wajah Xiao Shuxiang semakin memucat.
"Tuan Muda Xiao..." Mo Huai tertegun. Dia sendiri juga memang dalam kondisi yang lemah, tetapi setelah mengisi perutnya dengan makanan----kondisi fisiknya mulai berangsur-angsur membaik. Sangat jauh berbeda dari Xiao Shuxiang.
Lan Guan Zhi, "Nona Ling. Tolong antar Shuxiang untuk beristirahat."
Ling Qing Zhu mengangguk pelan, dia memang berniat ingin melakukannya. Dirinya pun memegang lengan Wali Pelindungnya dan meminta pemuda itu berdiri.
"Shuxiang,"
"Kucing Putih, tapi aku masih ingin duduk di sini---"
__ADS_1
"Saudara Xiao," Zhi Shu menyela. "Kau pergilah, wajahmu benar-benar pucat. Aku tidak tahan melihatnya,"
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia menjadi agak kecewa. "Aku sudah merusak suasananya, padahal kalian begitu senang karena makan tadi."
Zhi Shu, "Tidak sama sekali. Aku akan kembali makan dengan lahap sekaligus berkenalan lebih jauh dengan dua teman baru. Tuan Muda Lan juga ada di sini, jadi kau pergilah."
Mo Huai tersentak ketika tiba-tiba disenggol oleh Zhi Shu. Dia menatap gadis itu dan segera mengerti, dirinya lantas menoleh ke arah Xiao Shuxiang dan berkata. "Aku juga akan kembali makan dengan lahap. Tidak akan kubiarkan semua hidangan ini terbuang sia-sia,"
Liu Wei Lin tersenyum, "Aku juga ingin lebih dekat dengan teman baru. Kau harus beristirahat, aku tidak bisa melihat saudaraku terlalu memaksakan dirinya."
Xiao Shuxiang menatap Wang Zhao dan Lan Guan Zhi secara bergantian. Dirinya mendapat anggukan pelan dari keduanya dan dia pun menyerah.
Xiao Shuxiang berdiri dan menatap Ling Qing Zhu. Suaranya pelan dan terdengar agak sedih, "Sepertinya aku harus merepotkanmu, Kucing Putih."
"Mn, bukan masalah." Ling Qing Zhu memegang lengan Wali Pelindungnya dan kemudian merangkul pinggang Xiao Shuxiang. Dia menuntun jalan pemuda menawan tersebut.
Ling Qing Zhu bertanya, "Apa kau mau kugendong?"
Xiao Shuxiang berkedip dan mendengus pelan. Meski wajahnya pucat, namun senyumannya masih amat mempesona. Dia berkata, "Kau ini mirip dengan Lan'Er. Serius kau ingin menggendongku?"
"Aku bisa melakukannya, menggendongmu di punggungku."
"Kau ingat, tidak? Kau pernah membuatku jatuh dari sebuah Pagoda Tingkat Seratus. Kau bilang aku berat,"
"..............." Ling Qing Zhu menatap pemuda di sampingnya. Dia membantu Xiao Shuxiang melangkah di anakan tangga.
Ling Qing Zhu berkata, "Aku tidak tahu."
"Jangan pura-pura lupa. Saat menyelamatkan Ya Bing'Er yang diculik waktu itu, ingat tidak?"
"Mn, kurasa memang pernah. Tapi posisi kakiku saat itu memang tidak baik. Sekarang aku bisa. Jadi mau kugendong?"
"Mm..." Xiao Shuxiang tersenyum, suaranya pelan. "Bagaimana jika.... Aku saja yang menggendongmu?"
Ling Qing Zhu kali ini tidak suka dengan senyuman aneh dan agak mencurigakan dari Xiao Shuxiang.
"Memalukan." Ling Qing Zhu berujar dingin dan mulai akan melepaskan rangkulannya saat Xiao Shuxiang tiba-tiba saja meringis sakit.
"Kucing Putih, kau harus memelukku erat-erat. Aku akan jatuh dari tangga ini jika kau tidak memelukku. Kepalaku akan terluka dan aku akan semakin sakit." Xiao Shuxiang sengaja memberatkan langkahnya agar Ling Qing Zhu merangkulnya dengan erat.
"Shuxiang, berdiri yang benar."
"Tapi aku sakit,"
"Kau tersenyum,"
"Tapi aku benar-benar sakit, Kucing Putih. Aku tidak bohong,"
******
__ADS_1