KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
85 - Zhao Lu Si


__ADS_3

"Tuan Xiao, biar aku juga membantumu." Zhao Lu Si menawarkan diri untuk ikut memapah Xiao Shuxiang karena merasa Ling Qing Zhu sulit jika menuntun orang ini sendirian.


"Tidak perlu, Nona Zhao..." Xiao Shuxiang berujar pelan, "Itu akan merepotkanmu..."


"Ah ...." Zhao Lu Si sejenak menahan napas saat melihat Xiao Shuxiang tersenyum padanya. Tetapi dia merasa agak penasaran pada hubungan antara Xiao Shuxiang dengan Ling Qing Zhu.


Tidak hanya Zhao Lu Si, tetapi juga teman-temannya yang lain. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang membuat Xiao Shuxiang bisa begitu dekat dengan Ling Qing Zhu.


Ini juga yang pertama kalinya mereka melihat Ling Qing Zhu begitu akrab dengan seorang pria, padahal biasanya gadis itu akan bersikap dingin pada pemuda mana pun yang mengajaknya bicara.


Sayangnya, Zhao Lu Si dan yang lainnya belum bisa mengutarakan rasa penasaran mereka sekarang. Mereka kini hanya bisa mendampingi Xiao Shuxiang ke Balai Pengobatan untuk dirawat. Di tempat yang cukup luas itu, Xiao Shuxiang diberi satu kamar dan mulai dibaringkan pada sebuah tempat tidur.


Salah seorang rekan Zhao Lu Si pun berujar pelan, "Tuan Xiao. Anda istirahat saja, aku akan panggilkan tabib."


Xiao Shuxiang mengerutkan sedikit kening dan mengarahkan pandangan pada Mo Huai. Pemuda itu menyadari tatapan mata Wali Pelindung Ling Qing Zhu dan mengangguk pelan karena tahu apa yang harus dia lakukan.


Mo Huai mencegah rekan Zhao Lu Si dan berkata, "Nona tidak perlu memanggil tabib. Aku .... Aku sendiri yang akan merawat Tuan Muda Xiao,"


Zhao Lu Si memperhatikan Mo Huai dari atas sampai bawah dan kaget saat tahu bahwa pemuda ini adalah murid alkemis yang sedang menjadi topik perbincangan hangat di Sekte Lautan Awan.


Rekan Zhao Lu Si yang lain juga baru memperhatikan Mo Huai dan ikut terkejut.


Mereka terlalu mengkhawatirkan Xiao Shuxiang dan lebih terpaku pada pesona pemuda tampan itu hingga sosok sehebat Tuan Mo Huai ini malah terabaikan.


Zhao Lu Si, "Tuan Muda Mo. Aku minta maaf .... Aku benar-benar tidak tahu kau ada di sini,"


"Aku juga minta maaf, Tuan Muda Mo."


Mo Huai tersentak saat mendapat respon yang tidak biasa. Dia pun melambaikan tangan dan menggeleng, "Ti-tidak perlu meminta maaf. Ke-kenapa Nona seperti ini? Tolong jangan meminta maaf,"


Zhao Lu Si berujar pelan, "Itu .... Karena kami sempat mengabaikan Tuan Muda Mo. Kami minta maaf karena tidak mengenali Tuan Muda Mo lebih cepat,"


"Ti-tidak masalah. Sama sekali bu-bukan masalah," Mo Huai masih saja gugup. Dia pun berjalan dan duduk di pinggir tempat tidur. Dia menatap Xiao Shuxiang dan dengan suara yang agak gemetar dirinya meminta pemuda itu untuk mengulurkan tangan.


Mo Huai sulit menelan ludah, dia tidak tahu bagaimana cara memeriksa Xiao Shuxiang. Dia hanya dengan gugup memegang pergelangan tangan Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu sambil memberi tatapan mata yang mengandung isyarat.


"Tuan Muda Xiao, tolong aku..."


"Suruh saja mereka keluar,"


Seakan mengetahui arti dari lirikan mata Xiao Shuxiang----Mo Huai pun menatap para murid perempuan itu dan berkata dengan gugup, "A-apa kalian ti-tidak keberatan jika menunggu di luar? A-aku harus memeriksa lu-luka di seluruh tubuhnya,"


Zhao Lu Si meski masih ingin tinggal, tapi dia juga sadar kondisi Xiao Shuxiang ini perlu perawatan. Dia pun mengangguk pelan dan mengajak teman-temannya keluar dari ruangan itu. Mereka memberi hormat kepada Mo Huai.

__ADS_1


Ling Qing Zhu juga hendak melangkah keluar, namun Xiao Shuxiang menahan tangannya dan meminta tolong agar dia dibawakan pakaian ganti. Ling Qing Zhu pun menggumam sebagai jawaban. Yang tersisa dalam ruangan itu hanya tinggal Mo Huai, Xiao Shuxiang dan Wang Zhao.


Mo Huai akhirnya dapat mengambil napas lega, hanya saja tidak berlangsung lama sampai dia mendengar suara Wang Zhao yang begitu mengkhawatirkan Xiao Shuxiang.


Wang Zhao, "Tuan Xiao...! Apa lebih baik aku memanggil tabib saja? Kau nampak pucat,"


"Aku baik-baik saja," Xiao Shuxiang memperbaiki posisi tidurnya dan berbaring penuh gaya. Kaki kanannya terlihat bertumpu pada lutut kirinya. Dia bahkan memakai kedua tangannya sebagai bantalan kepala.


Wang Zhao kembali berkata, "Tapi Tuan Xiao. Meski kau berkata baik-baik saja, namun wajahmu masih terlihat pucat. Aku juga melihat kau tadi memuntahkan darah. Kau yakin tidak butuh tabib? Mo Huai tentu tidak bisa mengobatimu, dia..."


Wang Zhao memelankan suaranya, "Mo Huai kan tabib gadungan,"


!!


Pipi Mo Huai memerah karena malu, dia tertunduk sejenak sebelum menatap Wang Zhao. Hanya saja warna merah pada pipinya kembali terang ketika mendengar suara 'Pffft' dari Xiao Shuxiang.


Pipi Mo Huai menggelembung, dia secara spontan menerjang Xiao Shuxiang dan membekap mulut pemuda tampan itu. Telinganya juga ikut memerah, dia malu dan kemudian berkata. "Tu-Tuan Muda Xiao keterlaluan. Ja-jangan tertawakan aku. Ini semua kan re-rencanamu,"


"Iya, iya. Aku tidak akan melakukannya lagi." Xiao Shuxiang mulai bangun saat diberi ruang oleh Mo Huai. Dia tersenyum dan menatap pemuda itu, "Sekarang ini harusnya kau mulai belajar agar nanti tidak dikatakan tabib gadungan lagi,"


Mo Huai berujar pelan, "Tapi .... Caranya?"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Bukankah hari ini pelajaran pertamamu sudah dimulai? Apa yang Tetua Puncak Jiang ajarkan padamu hari ini?"


Mo Huai berkata pelan, "Aku .... Hanya perkenalan saja dengan para murid bimbingan Tetua Puncak Jiang. Aku .... Belum diajari apa pun."


Xiao Shuxiang mengulurkan tangan kirinya, "Baiklah. Sekarang pelajaran untuk tabib pemula, kau harus bisa memeriksa lewat nadi Xiao Shuxiang."


Mo Huai tersentak, dia diajari cara memeriksa nadi seseorang. Sebelumnya di hanya berpura-pura meletakkan jari-jarinya di pergelangan tangan Xiao Shuxiang tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Beruntung para gadis tadi tidak menyadarinya.


Wang Zhao masih penasaran dengan sesuatu, dia pun bertanya sambil melihat Mo Huai memeriksa nadi Xiao Shuxiang sesuai arahan. "Tuan Xiao .... Sebenarnya bagaimana kau bisa terluka parah? Aku melihat pertarunganmu dan serangan dari Zhang Zifan tidak satu pun yang berhasil mengenaimu. Atau .... Apa dia memang memakai senjata rahasia?"


Xiao Shuxiang menjawab dengan santai, "Siapa yang bilang aku terluka parah karenanya?"


Wang Zhao tersentak, "Jadi bukan?! Lalu ...."


Xiao Shuxiang, "Muntahan pertama memang adalah darah kotor yang sengaja aku keluarkan. Dan muntahan yang kedua ada karena aku mengigit lidahku. Itu pun .... Dilakukan secara sengaja,"


Mo Huai tidak bisa menahan rasa terkejutnya, "Tuan Muda Xiao. Apa kau sudah gila?! Kenapa kau lakukan hal berbahaya seperti itu?!"


Wang Zhao pun sama terkejutnya, "Apa yang kau lakukan?! Kau mau mati?!"


"Kalian berdua kenapa heboh sekali? Aku itu selalu totalitas saat berbuat sesuatu. Aku memang se-luar biasa ini,"

__ADS_1


Tapi kau sudah menyakiti dirimu sendiri..! Ingin sekali Mo Huai menyerukan hal itu sambil menjitak kepala Xiao Shuxiang. Sayangnya, dia masih tidak berani melakukannya.


*


*


Di luar kamar tempat Xiao Shuxiang dirawat, Zhao Lu Si dan beberapa orang rekannya masih menunggu. Mereka ingin sekali masuk dan melihat kondisi Xiao Shuxiang, namun di satu sisi mereka juga khawatir menganggu Mo Huai.


"Aku sangat ingin mencuri dengar," salah satu rekan Zhao Lu Si nampak gelisah dan terlihat mengigit bibirnya.


"Aku tahu kekhawatiranmu, tapi tenanglah."


"Dia itu sangat tampan~ Bagaimana jika sampai kondisinya parah? Aku tidak akan terima jika sampai terjadi sesuatu padanya,"


Zhao Lu Si berkedip saat melihat tingkah teman-temannya. Dia juga khawatir, Xiao Shuxiang itu adalah pemuda yang masih polos di samping profesinya yang adalah seorang pelayan. Jika pemuda itu terlibat masalah, maka tidak ada yang dapat menyelamatkannya.


"Kenapa dunia ini kejam sekali~ praktik Tuan Xiao itu berada di Forging Qi tingkat 5, aku yakin dia bahkan belum pernah mengambil nyawa makhluk apa pun. Dia itu lemah dan polos, aku tidak akan terima jika orang baik sepertinya masuk dalam dunia seperti ini~"


"Aku juga tidak akan terima. Kurasa sebaiknya aku meminta Shizun untuk menjadikan Tuan Xiao sebagai pelayan pribadiku. Dengan begitu dia tidak akan diganggu oleh Senior Zhang termasuk murid yang lain. Tuan Xiao tidak akan terlibat masalah lagi,"


"Mm..."


"........"


Ada tiga orang gadis yang dilihat oleh Zhao Lu Si dan nampak saling memberi tatapan satu sama lain. Detik berikutnya mereka bergegas pergi seolah sedang terburu-buru. Zhao Lu Si sampai tertegun karenanya.


"Aku yakin mereka ingin menemui Shizun untuk meminta Tuan Xiao agar menjadi pelayan pribadi mereka,"


"Benar, pasti seperti itu."


Zhao Lu Si tersentak dan lalu menoleh. Dia menatap dua gadis yang berdiri di sampingnya. Dirinya pun berkata, "Aku sebenarnya juga ingin melakukan itu. Tapi ...."


"Mn, ada apa?" seorang teman Zhao Lu Si bertanya, "Tidak biasanya kau sediam ini. Apa kau sudah tidak tertarik lagi pada Tuan Xiao?"


"Tidak, bukan begitu ...." Zhao Lu Si menggeleng pelan. Dia berkata, "Hanya saja aku kepikiran dengan kedekatan tuan Xiao Shuxiang dan nona Ling Qing Zhu. Aku penasaran dengan hubungan mereka,"


Teman-teman Zhao Lu Si tersentak. Mereka seperti baru saja menyadarinya.


"Ah .... Jika diingat-ingat lagi, mereka terlihat sangat akrab tadi. Bahkan nona Ling membantu memapahnya, rasanya tidak mungkin mereka tidak saling kenal satu sama lain,"


Zhao Lu Si dan yang lainnya terdiam saat memikirkan ucapan salah satu teman mereka. Apalagi ketika ada yang berkata bahwa dia mendengar Xiao Shuxiang meminta pakaian ganti dari Ling Qing Zhu, mereka jadi makin penasaran.


Zhao Lu Si masih memikirkannya. Dia baru saja akan mulai bicara saat melihat sosok Dao Fang An berjalan mendekat. Seketika itu juga raut wajah Zhao Lu Si berubah.

__ADS_1


******


__ADS_2