KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
314 - Bentang Alam Mimpi


__ADS_3

Xiao Shuxiang sebelumnya ingat bahwa dia melangkah memasuki Istana Teratai Hitam, tapi saat ini dia keheranan sebab tiba-tiba saja posisinya sekarang ada di tengah hutan.


Xiao Shuxiang awalnya masih bisa bersikap tenang, lagipula dia sudah banyak mengalami kesulitan. Jadi untuk kasus semacam ini bukan lagi hal yang mengejutkan.


Tetapi, ketika dia sama sekali tidak merasakan energi spiritual termasuk memanggil Yīng xióng---ekspresinya mendadak berubah panik. Buruknya, seruling giok putihnya pun dia simpan ke dalam Cincin Spasialnya hingga saat ini dia sama sekali tidak memegang senjata.


"Ba-baiklah, tetap tenang. Fokus ... Dan tenang," Xiao Shuxiang berjalan sambil melihat ke sekitaran. Kewaspadaannya sama sekali tidak menurun.


"Jika ini adalah ilusi, maka aku harus mencari cara memecahkannya." Xiao Shuxiang mencoba menyentuh salah satu batang pohon dan mengusapkan tangannya perlahan.


Dia bisa merasakan permukaan kasar dari pohon tersebut dan pandangannya pun menajam, "Tidak ada teknik yang sempurna di dunia ini. Semuanya punya kelemahan dan ilusi ini pun juga--"


"Shuxiang!"


Suara yang tidak asing itu membuat Xiao Shuxiang tersentak, dia segera menoleh dan cukup kaget melihat sosok Bocah Pengemis Gila yang berlari kearahnya.


"Kau?" Xiao Shuxiang mengedarkan pandangannya dan kemudian menaruh tangan di pinggang. Dia pun menghela napas dan berkata, "Di antara banyak hal yang kulalui ... Kenapa aku selalu saja terperangkap dalam sesuatu yang aneh bersamamu? Tsk, luar biasa."


"Aku sangat senang bertemu denganmu, tapi kenapa kau mengatakan itu?" Bocah Pengemis Gila memeluk erat tongkat bambu miliknya dan nampak cemberut.


Xiao Shuxiang mendesah malas dan lalu berjalan pergi. Bocah Pengemis Gila yang tersentak kembali memanggil dan mengikuti pemuda itu.


"Shuxiang, bisakah kau bersikap sedikit lebih bersahabat? Kita sekarang ada di tempat yang aneh. Aku bahkan tidak tahu bagaimana bisa terperangkap di tempat ini,"


"Lepaskan pegangan tanganmu! Berhenti memeluk lenganku..!"


"Tapi aku takut,"


"Kau..!" Xiao Shuxiang menatap kesal ke arah pria yang tiba-tiba saja merangkul lengannya ini dan berkata, "Berhentilah berpura-pura. Apa kau tidak lelah terus bersikap seperti orang gila seperti ini?"


"Aku ini memang takut tahu, bagaimana jika kita terperangkap di alam hantu?"


Xiao Shuxiang tersentak mendengarnya dan tertegun beberapa saat. Ekspresi wajahnya berubah dan ini disadari oleh Bocah Pengemis Gila.


Pria dengan tongkat bambu itu nampak tersenyum pahit dan berkata, "Kau juga pasti takut, kan?"


"Si-siapa yang bilang? Apa kau pernah mendengar aku takut pada sesuatu, hah?" Xiao Shuxiang mendengus dan kembali berjalan. Bocah Pengemis Gila masih saja menempel padanya.


"Se-sebenarnya bagaimana kita bisa ada di tempat ini..?" suara Bocah Pengemis Gila terdengar gemetar dan membuat pemuda di sampingnya menoleh.


Xiao Shuxiang berkata, "Kau pikir aku tahu?"


"Aku sebelumnya menyamar dan berpura-pura ingin bertemu dengan pemimpin sekte ini. Ada monster besar yang menemaniku, tetapi kemudian kabut merah mulai datang dan inilah yang terjadi."


"Entah apa pun itu, kita harus keluar dari sini. Aku tidak mau terperangkap, apalagi harus terjebak bersamamu."


"Ka-Kau pikir aku mau? Aku lebih rela terkurung di dalam kamar sempit bersama Lan'Er Gege daripada denganmu."


"Kalau begitu pergi sana! Jangan dekati aku dan lepaskan pegangan tanganmu!"


"Ja-jangan seperti itu," Bocah Pengemis Gila memeluk erat lengan Xiao Shuxiang dan seakan sedang berpegangan pada hidupnya.


Mereka terus berjalan di dalam hutan. Suara gemerisik rerumputan saat terinjak begitu nyata. Bocah Pengemis Gila terus bertanya sepanjang jalan dan temannya ini hanya menjawab dengan nada yang ketus.


Bocah Pengemis Gila menelan ludah dan kemudian berujar, "Aku benar-benar heran kenapa kita bisa ditarik seperti ini. Jika ilusi ini buatan Iblis Mimpi itu, maka harusnya Wang Zhao yang terperangkap. Bukan kau dan aku,"


Xiao Shuxiang tidak mengatakan apa pun untuk membalas ucapan Bocah Pengemis Gila yang satu ini meski dia pun setuju dengan ucapan pria tersebut. Saat berjalan lebih jauh dan akhirnya mereka keluar dari hutan, pemandangan langsung berubah.

__ADS_1


Tiba-tiba saja sebuah kota muncul di depan mereka. Xiao Shuxiang jelas keheranan, tetapi berbeda dengan Bocah Pengemis Gila. Pria dengan tongkat bambu itu merasa bahwa kota ini cukup familier di matanya.


Xiao Shuxiang tanpa ragu melangkah memasuki gerbang kota yang tidak dijaga. Dia langsung disambut oleh penampilan kota yang kusam dengan banyak rumah dan kedai di sekitarnya.


Ada orang-orang yang berlalu-lalang di sekitarnya dan seakan mereka sama sekali tidak melihat dirinya. Xiao Shuxiang merasa ini agak aneh, namun memang bila diingat lagi---tidak ada kondisi yang normal di tempat ini.


Menyadari seseorang menjadi pendiam membuat Xiao Shuxiang menoleh. Dia mengerutkan kening saat melihat Bocah Pengemis Gila menundukkan pandangan matanya.


"Ada apa denganmu?" Xiao Shuxiang buka suara dan bertanya pada pria ini.


Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan sebagai jawaban dan kebungkamannya ini membuat Xiao Shuxiang mengerutkan kening. Dia pun kembali bertanya.


"Bocah Pengemis Gila, kau menjadi diam seperti ini membuatku merasa bahwa kau sedang menyembunyikan sesuatu. Katakan, apa itu?"


"Aku ..." Bocah Pengemis Gila tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya pada pemuda di sampingnya. Dia sendiri pun sama sekali tidak mengerti.


"Shuxiang," suara Bocah Pengemis Gila terdengar serius. "Apakah bisa jika ilusi ini terpengaruh dengan ingatan seseorang?"


"Mn? Mungkin saja," Xiao Shuxiang menjawab dengan tenang. "Apa kau kenal tempat ini?"


Bocah Pengemis Gila menatap pemuda di sampingnya dan berkata, "Aku tidak bisa berkata bahwa aku tidak mengenal tempat ini. Hanya saja ... Ingatan itu sudah lama sekali dan aku sendiri pun masih ragu,"


Bocah Pengemis Gila menarik napas dan kemudian berkata, "Kota ini ... Adalah tempat di mana aku tinggal dahulu-"


["Tangkap anak penyakitan itu!"]


Sebuah seruan membuat Xiao Shuxiang dan Bocah Pengemis Gila terkejut. Kedua orang itu langsung menoleh dan melihat pemandangan yang cukup menegangkan untuk dilihat.


Xiao Shuxiang menyaksikan seorang anak laki-laki yang sedang berlari dan sambil dikejar oleh beberapa orang. Bahkan ada tiga ekor anjing yang ikut mengejar anak yang tubuhnya penuh dengan luka dan penyakit kulit itu.


Xiao Shuxiang tersentak saat tangannya tiba-tiba ditarik oleh Bocah Pengemis Gila begitu saja. Dia sangat terkejut dan langsung buka suara, "Hei..! Kenapa kau menarikku?"


"Bocah Pengemis Gila ...?" Xiao Shuxiang berkedip, "Apa itu tadi? Apa kau-"


"Tidak perlu dibahas. Kita harus mencari pusat dari ilusi ini dan kemudian menghancurkannya. Itu adalah cara agar kita bisa keluar dari tempat ini,"


Xiao Shuxiang menatap pria dengan tongkat bambu yang masih menarik tangannya. Dia dibawa melewati lorong kecil hingga menemukan sebuah belokan.


Perlahan bibir Xiao Shuxiang tertarik dan membentuk senyuman. Dia pun berkata, "Apa yang tadi itu bagian dari masa lalumu?"


Binar mata Bocah Pengemis Gila berubah, pegangan tangannya melonggar sedikit sebelum kembali memegang erat tangan Xiao Shuxiang dan menarik pemuda itu untuk terus berjalan.


Tidak mendapatkan jawaban membuat Xiao Shuxiang kembali bertanya, "Ayolah Bocah Pengemis Gila. Kau sudah tahu seperti apa aku dan bahkan tahu tentang masa laluku. Kenapa giliran dirimu dan kau justru ingin menyembunyikannya?"


Bocah Pengemis Gila berhenti tiba-tiba dan menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Dia memperhatikan pemuda mempesona ini cukup lama sebelum mulai tersenyum bodoh.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Karena aku tidak percaya padamu. Dan kau juga masih terlalu muda untuk tahu. Aiih ... Masa laluku itu penuh dengan kekotoran dunia. Jika kubiarkan kau melihatnya, aku khawatir kau jadi tidak punya hasrat pada wanita."


Xiao Shuxiang tersedak napasnya sendiri dan dia menatap horor pria di depannya ini. Dia pun berkedip, "Jangan bilang kau ...?"


"Yaah ... Seperti itulah. Ada banyak adegan dewasa dalam masa laluku. Bahkan ini juga saat-saat di mana aku akan diselamatkan oleh cinta pertamaku dan kisah romantis berakhir tragis kami pun dimulai."


Xiao Shuxiang menepis tangan Bocah Pengemis Gila dan berjalan lebih dulu. Dia mengusap-usap lengannya dan seakan sedang merinding. "Aku tidak mau mendengarnya lagi. Kau sangat memalukan,"


Bocah Pengemis Gila tertawa dan lalu mengikuti Xiao Shuxiang. Tentu saja apa yang dikatakannya tidak sepenuhnya benar. Dia selalu berbohong untuk setiap hal, apalagi yang melibatkan tentang masa lalunya.


Bocah Pengemis Gila berjalan sambil melihat ke sekitaran. Dia sudah lama hidup dan ingatan terkait masa lalunya terpecah-pecah, namun setelah melihat situasi ini kembali---beberapa hal membuat dirinya ingat sesuatu.

__ADS_1


Ini memang adalah bagian dari masa kecilnya, saat dunia benar-benar masih muda namun gejolak dunia pendekar sudah sangat besar. Tempat ini adalah salah satu kota besar di mana kehidupan sampahnya berjalan.


Dia pernah hampir membenci manusia, namun ada saja di antara manusia itu yang mengulurkan tangan dan bahkan membantunya bertahan hidup. Ada banyak kesedihan di tempat ini dan memang tidak ingin dia ingat-ingat lagi.


"Ini mengherankan. Jika ini ilusi, maka kenapa orang yang menciptakan ilusi ini tahu tentang kehidupanku?" Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan, "Tidak benar. Aku rasa ada yang salah,"


"XIAO SHUXIANG ...!"


Teriakan yang menggema itu membuat Bocah Pengemis Gila dan Xiao Shuxiang sendiri terkejut. Keduanya spontan menoleh dan tiba-tiba saja kondisi berubah menjadi sebuah halaman luas yang merupakan tampilan dari Sekte Serigala Iblis.


Xiao Shuxiang melebarkan matanya saat melihat ada seorang pria berpakaian hitam dan nampak berwajah merah karena marah. Di depan sosok itu, ada seorang anak laki-laki yang membawa dua kepala manusia di tangannya.


Bocah Pengemis Gila terkejut bukan main, apalagi dia melihat tangan dan wajah anak laki-laki itu dipenuhi dengan darah. Buruknya, ada anak lain yang terbaring di lantai sambil mengerang karena tangannya tertebas.


"Kau menebas kepala ayah dan ibumu sendiri. Sekarang kau bahkan membawa petaka pada sekte ini. Kau ... Kau benar-benar monster-"


"Apa maksudmu, Tetua?" anak laki-laki itu menyela. Dia berkata, "Sekte ini adalah milik ayahku. Kau yang tidak bisa bergerak dan melawan, jadi kau mulai menggantinya dengan mengutukku?"


Pria tua itu menggeram, matanya benar-benar dipenuhi kebencian. "Merupakan kemalangan merawat monster sepertimu yang bahkan tidak tahu caranya berterima kasih."


"Ha ha ha, monster? Bukankah kalian yang membuatku seperti ini?" anak laki-laki yang merupakan Xiao Shuxiang kecil itu tersenyum, "Tetua. Usiaku masih tujuh tahun. Anak usia ini bukankah harusnya hanya anak kecil polos yang suka bermain?"


"Tapi sayangnya duniaku tidak seperti itu." Xiao Shuxiang kecil berkata dengan suara yang dingin. "Aku dipaksa melihat bahwa dunia ini hanya ada hidup dan mati. Di sini, antara kau yang hidup atau aku."


"Tidak tahu diri..! Kau pikir bisa mengalahkanku? Kau hanya bocah-"


"Monster, jangan lupakan hal itu. Kau yang mengatakannya tadi." senyuman terlihat di wajah Xiao Shuxiang kecil dan dia pun berkata, "Tidak perlu melakukan apa pun, Tetua. Racun yang kuberikan padamu sama seperti yang dialami oleh ayah dan ibuku. Mereka adalah kultivator yang kuat, tapi bahkan tidak bisa untuk menetralisir racun ini. Ayahku yang sudah kau kenal dengan baik pun mati karena racun ini, lalu bagaimana kau mungkin akan hidup?"


Bocah Pengemis Gila tidak sanggup untuk berkata-kata. Dia pun baru tersadar ketika tangannya ditarik dan dibawa pergi oleh Xiao Shuxiang.


"Tunggu, Shuxiang..!"


"Tidak perlu dilihat," Xiao Shuxiang bersuara tanpa nada. Dia juga tidak menyangka akan bisa menyaksikan sedikit dari bagian dari masa lalunya di tempat ini.


Dia tidak langsung menarik Bocah Pengemis Gila untuk pergi karena dia pun ikut tersentak selama beberapa saat. Baru setelah dia memperhatikan dengan baik raut wajah dirinya yang kecil itu hingga menyadari sesuatu.


"Shuxiang," Bocah Pengemis Gila buka suara. "Apa kau benar-benar melakukan itu pada ayah dan ibumu?"


"................."


"Shuxiang, membantah ibumu saja sudah termasuk dosa yang besar dan kau justru--Hei..! Lihat aku?!" Bocah Pengemis Gila meraih bahu Xiao Shuxiang dan membalik tubuh pemuda itu untuk berhadapan dengannya.


Dia baru akan bicara saat terkejut melihat ekspresi Xiao Shuxiang. Suara Bocah Pengemis Gila mendadak pelan saat berkata, "Kau ... Menangis?"


"Apa?" Xiao Shuxiang tersentak, dia mengerutkan keningnya dan menatap Bocah Pengemis Gila yang seakan penuh rasa keterkejutan.


Tangan Xiao Shuxiang terulur dan dia pun menyentuh pipinya. Jari tangannya basah dan ini memang air, dia bahkan menengadah ke langit dan sama sekali tidak melihat ada awan hitam di atas sana. Dirinya berkedip beberapa kali, tidak tahu dari mana asalnya air yang mengenai pipinya ini.


"Shuxiang, kau menangis?!" Bocah Pengemis Gila kembali buka suara dan membuat pemuda di depannya berdecak.


"Siapa yang menangis, hah? Aku tidak menangis..! Ini mungkin karena efek dari kabutnya. Sudahlah, ayo pergi."


"Serius! Aku melihat air keluar dari pelupuk matamu. Kau benar-benar menangis, Shuxiang. Apa sekarang kau menyesali perbuatanmu, huh?"


"Oh ayolah, satu-satunya penyesalanku adalah tidak merobek jantung pria tua itu dan memakannya. Mengerti?"


Xiao Shuxiang berjalan dan nampak mengepalkan kedua tangannya. Suasana hatinya mendadak buruk, "Siapa pun orang dibalik ini semua ... Aku pasti akan membuatnya menyesal. Tidak akan aku biarkan dia mengalami kematian yang tenang,"

__ADS_1


******


__ADS_2