![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Jiwa Lan Guan Zhi saat ini bersama dengan Immortal Zhou Yuan dan sebenarnya tahu bahwa Xiao Shuxiang dalam masalah. Tetapi dia tidak bisa kembali sesuai keinginannya sebab perlu menyelesaikan hal penting di tempat ini.
Suasana di sekitar Lan Guan Zhi berubah. Di bawah kakinya terlihat pemandangan seperti langit malam yang dipenuhi bintang. Bahkan di atasnya pun seperti cerminan dari apa yang dia lihat di bawah sana.
Immortal Zhou Yuan menjelaskan, "Pada dasarnya mata Cermin Bintang merupakan anugerah yang kudapatkan. Ini sudah ada sejak aku lahir dan satu-satunya cara untuk menggunakannya pun cukup sederhana bagiku. Tapi yah... Ini akan menjadi kesulitan untukmu, apa kau siap?"
"................ Mn,"
Zhou Yuan tersenyum dan berkata, "Meskipun mataku saat ini tidak melihat reaksimu, tapi aku tahu kau ingin menyelesaikannya dengan cepat. Rasa khawatirmu pada Xiao'Er bisa kurasakan dengan jelas. Apa Xiao Shuxiang itu sangat penting untukmu?"
"Dia teman baikku,"
"Benarkah? Tapi aku merasa sebutan 'teman baik' terlalu dangkal pada hubungan yang sedalam itu."
Lan Guan Zhi memperhatikan pria berambut putih ini sebelum bernapas pelan. Suaranya tenang saat berkata, "Dia adalah kakekku."
"Boleh kukatakan sesuatu," Zhou Yuan berkata, "Tidak baik jika kau menyangkal perasaanmu. Itu akan membuatmu sakit sendiri,"
"Aku... Tidak mengerti maksud, Senior."
"LanLan, ayolah.."
"Aku tidak punya adik," Lan Guan Zhi tiba-tiba berujar dan membuat Zhou Yuan menoleh ke arahnya. Dia tanpa nada berkata, "Sejak kecil aku selalu menganggap Xiao Shuxiang sebagai pengganggu. Namun seiring waktu berjalan... Dan setiap tugasku yang terpaksa mengawasi dirinya... Aku berpikir bahwa itulah perasaan dari mempunyai saudara yang lebih muda."
"Aku tidak menyangka ini darimu..."
"Sebenarnya aku sangat terguncang saat tahu bahwa Xiao Shuxiang adalah reinkarnasi, itu berarti aku tidak bisa memperlakukannya sebagai adik. Tetapi aku selalu ingin menjaga dan melindunginya, meskipun itu hal yang tidak dia butuhkan sama sekali. Aku hanya ingin... Bisa bertarung di sampingnya,"
".............. Sangat sulit menemukan teman sepertimu, tahu. Kau ini terlalu baik," Zhou Yuan menghela napas dan menggeleng, "Sebenarnya apa yang sudah dilakukan Xiao'Er hingga bisa merebut hatimu sampai seperti ini?"
".............. Aku tidak tahu,"
__ADS_1
"Dia memang memiliki sifat yang bisa menarik perhatian orang, kan?"
"Mn, dan kurasa dia juga berhasil menarik perhatian Senior. Buktinya Senior ada di sini dan berusaha membantu Xiao Shuxiang melalui aku. Apa itu benar?"
"Selain tampan kau juga cerdas. Sekarang aku tidak melihat kekurangan apa pun darimu dan ini menyebalkan," Zhou Yuan mengembuskan napas sebelum mulai mengulurkan tangannya.
Zhou Yuan menunjuk ke bawah dan berkata, "Kau lihat titik-titik bersinar selayaknya bintang itu? Mereka adalah bentuk ingatan dari orang-orang yang kulihat dengan mata ini."
"Sementara titik-titik cahaya di atas sana adalah bentuk dari masa depan mereka," Zhou Yuan berkata. "Aku pernah mencoba untuk membantu seseorang agar terlepas dari masa depan yang mengerikan, tetapi garis yang aku putuskan justru memunculkan garis lain dan tetap terhubung pada takdir buruk itu."
Zhou Yuan menggeleng pelan dan berkata, "Aku akhirnya sadar bahwa kemampuan mata ini memang luar biasa, tetapi tidak bisa menyalahi takdir. Jika aku mengubahnya, itu akan berakhir semakin buruk."
"Sejujurnya... Aku sangat menyesal." Zhou Yuan menurunkan nada suaranya dan berkata, "Apa yang terjadi di masa lalu... Tidak sepenuhnya salah Xiao Shuxiang. Akulah yang sudah menyakitinya,"
"Senior Zhou..." Lan Guan Zhi memperhatikan sosok di hadapannya. Dari ucapan yang dia dengar, Zhou Yuan sepertinya sedih.
"Boleh kutanyakan sesuatu?" Lan Guan Zhi berkata setelah mendapat respon dari pria di hadapannya. Dia bertanya, "Apa Senior bisa melihat bagaimana masa depanku?"
Lan Guan Zhi menurunkan pandangan dan lantas menarik napas, "Sebenarnya... Shuxiang pernah memintaku berjanji untuk membunuhnya suatu hari nanti, saat kegelapan datang hingga membuatnya tidak mengenali diri sendiri. Aku hanya ingin tahu, apa Senior melihat masa depanku yang seperti itu?"
Tangan Zhou Yuan terulur, dia membuka kain yang menutupi matanya sambil berkata. "Kau menjanjikan sesuatu yang sulit, bahkan hal yang tidak akan bisa kujanjikan padanya."
Zhou Yuan menatap Lan Guan Zhi walau hanya sebentar sebelum dia memalingkan wajahnya. Dia pun berkata, "Aku akan mengatakan ini secara jujur padamu, tetapi selama aku hidup... Aku hanya pernah melihat beberapa potongan dari masa lalu Xiao Shuxiang. Dan untuk masa depan pemuda itu... Tidak ada yang bisa kukatakan,"
Zhou Yuan kembali menutupi matanya dan berkata, "Aku melihat sekilas dari masa depanmu dan aku benar-benar tidak berharap itu akan menjadi kenyataan."
Lan Guan Zhi membeku saat mendengarnya. Di sisi lain Zhou Yan pun melanjutkan, "Seperti apa pun rasa kecewamu padanya nanti ... Kuharap itu tidak pernah berlangsung lama sampai-sampai kalian saling mendiamkan satu sama lain. Karena sama sepertimu yang menganggapnya saudara, dia pun juga merasa demikian."
Lan Guan Zhi bernapas pelan. Dia baru akan bicara ketika Zhou Yuan mulai memintanya untuk duduk bersila dan berkonsentrasi mulai dari sekarang. Pelatihan ini untuk pertama kalinya cukup merepotkan sebab dia diminta agar dapat merasakan aliran darah yang mengalir di dekat matanya.
Lan Guan Zhi harus bisa merasakan setiap aliran darah yang ada di wajah dan sekitaran matanya. Jumlah dari sel saraf di tempat ini tidak hanya sulit dihitung, tetapi juga rentang. Satu kesalahan saja bisa membuat dirinya mengalami kejadian yang tidak akan bisa diduga.
__ADS_1
Immortal Zhou Yuan mengajarkan teknik dasar dari pengalamannya sebagai pemilik dari Mata Cermin Bintang. Dia sudah memuji Lan Guan Zhi sebagai pemuda yang cerdas sebelumnya dan semakin terkesan karena hanya satu kali diarahkan---pemuda ini pun langsung bisa memahaminya.
Immortal Zhou Yuan mengajarkan cara agar Lan Guan Zhi bisa mengatur kapan ingin mengeluarkan Mata Cermin Pemindah. Latihan ini walau terlihat sederhana, namun tetap memiliki risiko yang tidak main-main.
Kondisi yang tenang di tempat Immortal Zhou Yuan dan Lan Guan Zhi sekarang sangat jauh berbeda dengan apa yang sedang terjadi di sekitar Xiao Shuxiang. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu telah bertarung habis-habisan selama dua hari dan tanpa jeda.
Xiao Shuxiang menghadapi teman baiknya yang sedang dalam kendali roh pusaka langit. Dia melawan Dao Xiao Sheng yang luar biasa kuat, bahkan lebih kuat dari roh Pedang Bintang Malamnya.
"Shouxing setidaknya mengenaliku karena kita sudah melalui banyak kejadian bersama. Bisa dibilang kita sudah akrab, tetapi berbeda dengan roh yang satu ini." Xiao Shuxiang menggertakkan giginya.
Pemuda itu menggunakan langkah sunyi dan serangan silang yang dia pelajari dalam naungan Tetua Besar Chen Duan Shan, hanya saja lawannya sama sekali tidak merasa terdesak.
"Gawat, kenapa dia jadi sekuat ini.." Xiao Shuxiang memegang kuat pedangnya dan kembali berseru, "Lan Guan Zhi..! A-Yuan!"
Untuk kesekian kalinya Xiao Shuxiang memanggil-manggil nama teman baiknya, tetapi Lan Guan Zhi sama sekali tidak menjawab. Pemuda itu bahwa kembali menyerangnya dengan kekuatan besar, sebagian dari tempat ini bahwa tidak lagi berbentuk karena dampak pertarungan tersebut.
"Sialan. Bagaimana cara menyadarkan Lan Guan Zhi?" Xiao Shuxiang berpikir keras di tengah-tengah pertarungannya.
Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu setidaknya sekarang sudah tahu jika roh dalam tubuh Lan Guan Zhi berganti. Pertama, roh Shouxing selalu menyebutkan nama kecilnya dan berbicara padanya walau sekadar mengapa.
Kedua, ada roh Dao Xiao Sheng yang sangat angkuh dan memiliki kekuatan serangan besar hanya dengan satu kibasan tangan. Tidak hanya itu, roh ini pun berhasrat untuk bisa menghancurkan pedang pusakanya seolah itu adalah musuh yang paling layak dimusnahkan.
Masalah lainnya datang saat Xiao Shuxiang ingat dengan roh ketiga. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu paling tidak ingin bertarung dengan roh dari pusaka langit ketiga ini.
Roh itu juga kuat, tetapi wataknya berbeda sangat jauh. Roh ini seakan memiliki ketertarikan aneh pada Xiao Shuxiang dan berusaha mendapat keuntungan dengan caranya menyerang.
Xiao Shuxiang tahu bahwa roh tersebut memperkenalkan diri sebagai Chi Yue An. Jelas bahwa roh ini adalah wanita, tetapi masalahnya sekarang dia mengambil alih tubuh teman baiknya.
Apa jadinya jika roh wanita mengendalikan tubuh Lan Guan Zhi dan justru mempunyai ketertarikan padanya? Kondisi ini bukan lagi kacau, tetapi menakutkan. Tetapi untung saja roh ini tidak menggunakan tubuh teman baiknya untuk memberinya kedipan mata atau senyuman yang aneh. Xiao Shuxiang merasa akan muntah darah jika sampai melihat hal semacam itu.
"Wataknya berubah lagi," Xiao Shuxiang menelan ludah. Aura yang dia rasakan adalah aura yang paling tidak dia harapkan. Lan Guan Zhi dalam kendali Chi Yue An sekarang ini.
__ADS_1
******