KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
355 - Tabir (3)


__ADS_3

Sosok yang ditemui Xiao Shuxiang adalah seorang pria berotot yang nampak berusia 37 Tahun. Dia mempunyai rambut pendek mencuat berwarna cokelat keemasan.


Pria berwajah bersih itu memakai sarung tangan besi yang mampu mengoyak tubuh lawannya sampai ke tulang. Dia pun memakai zirah biru keemasan dan di tangannya ada sebuah tongkat yang disebut Ruyi.


Sosok ini tidak lain adalah Demonic Beast berujud kera, sekaligus penguasa dari Gunung Kaisar Hitam. Dia merupakan salah satu paman angkat Xiao Shuxiang di Dunia Demon.


Wu Yu meletakkan kakinya di atas meja dan terlihat memakan buah persik. Dia menatap seorang pemuda berpakaian putih di depannya dengan saksama dan kemudian mulai buka suara.


Wu Yu berujar tenang, "Aku yakin tidak salah menghitung, tapi sudah hampir lima menit kau tidak bicara. Xiang'Er, sebenarnya ada apa denganmu?"


Melihat bahwa pemuda di hadapannya belum mau bicara membuat Wu Yu menggeleng pelan. "Kau tidak seperti biasanya, apa kau sedang bertengkar dengan istrimu?"


"Paman..."


"Shuxiang, jangan membuatku cemas. Setiap kali kau punya masalah serius, kau akan datang kemari. Raut wajahmu itu tidak bisa menyembunyikan apa pun."


Xiao Shuxiang memperhatikan pria di depannya dan kemudian menghela napas. Dia pun juga ikut menaikkan kakinya ke atas meja dan membuat Wu Yu tersentak.


"Xiang'Er, kau katakan saja. Siapa yang sudah mengganggumu? Biar pamanmu ini yang mengatasinya."


"Paman, apa sebenarnya aku ini memang tidak bisa diperbaiki?" Xiao Shuxiang akhirnya mulai bicara dan ucapannya membuat Wu Yu berkedip.


"Siapa yang mengatakan itu padamu? Kasar sekali,"


Xiao Shuxiang menghela napas berat, ekspresi wajahnya semakin memburuk. Dia pun mulai berujar pelan, "Paman. Katakan padaku, apa aku ini benar-benar orang yang jahat? Begitu jahat sampai tidak bisa diperbaiki?"


Wu Yu melempar buah persik yang sudah dia makan banyak dan kemudian berkata, "Kenapa kau baru memikirkan itu sekarang? Bukannya kau dulu tidak pernah peduli pendapat orang lain?"


"................. Dia bukan orang lain. Dia teman baikku dan kurasa .... aku memang sudah membuatnya kecewa." Xiao Shuxiang perlahan menceritakan tentang apa yang dia alami dengan teman baiknya.


Wu Yu sebelumnya tidak terlalu memperhatikan cerita Xiao Shuxiang. Namun setelah berapa lama reaksinya pun terlihat jelas di wajahnya.


Wu Yu memperhatikan keponakan angkatnya ini dan kemudian menarik napas pelan. Dia pun menyenggol kaki Xiao Shuxiang dan kemudian berkata, "Bagaimana jika kau tinggal saja di tempat ini?"


Xiao Shuxiang menatap pria di hadapannya dan seakan heran dengan ucapan Wu Yu barusan. Dia pun mendengarkan paman angkatmya bicara.


Wu Yu berkata, "Kau sepertinya tidak bisa lepas dari menghabisi nyawa orang lain secara brutal. Jadi bagaimana jika kau tinggal di sini saja? Di tempat ini kau bebas bertarung sesuka hati. Aku bahkan akan menemanimu. Ada banyak tempat yang bisa kita kacaukan, bahkan jika kau mau membuat keributan di tempat tinggal Yan Xi Fan. Kebetulan sekali pamanmu itu belum bangun dari hibernasinya, kita bisa membuat tempatnya berantakan."


"Paman Wu..."


"Xiang'Er. Aku sebenarnya penasaran," Wu Yu mengusap-usap pipinya dan berkata, "Kenapa kau sangat ingin hidup di antara manusia? Di dunia itu, orang sepertimu dianggap monster. Mereka tidak akan bisa menerimamu, jadi lebih baik kau tinggal di sini. Lupakan tentang dunia manusia dan jadilah dirimu sendiri di tempat ini."


Xiao Shuxiang terdiam, dia menengadah dan melihat warna langit yang begitu gelap di atasnya. Tidak ada benda selain bulan merah di atas sana. Dia pun menurunkan kakinya dan kemudian menatap Wu Yu.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak bisa melakukan itu."


"Kenapa?" Wu Yu tersentak, "Kau masih ingin tinggal di tempat di mana kau tidak disukai?"


"Jika aku memutuskan tinggal di sini dan lalu melupakan hubunganku dengan dunia itu... Mereka akan dalam bahaya."


"Siapa yang peduli, itu bukan urusanmu." Wu Yu berkata, "Xiang'Er. Bukan tanggung jawabmu jika Dunia Manusia kacau-"


"Dunia Manusia adalah dinding, Paman." Xiao Shuxiang berekspresi serius. Ucapannya membuat Wu Yu mengerutkan kening.


Xiao Shuxiang berkata, "Dunia Manusia adalah dinding yang harus dilindungi. Jika dinding itu rusak, maka dunia lain termasuk tempat tinggalmu akan berada dalam bahaya."


Xiao Shuxiang membicarakan tentang Qian Kun dan makhluk dari Dunia The Fallen Angel yang merupakan bagian dari hidupnya. Namun tentu saja dia tidak mengatakannya secara jelas kepada Wu Yu karena biar bagaimanapun ada rahasia yang tidak bisa dikatakan.


Dunia Manusia merupakan target utama makhluk dari Dunia The Fallen Angel. Jika mereka bisa menguasai Dunia Manusia, maka akan mudah bagi mereka masuk ke dunia lain dan membuat keributan di tempat ini.


"Ini bukan hanya tentangku," Xiao Shuxiang berujar, "Ini adalah tentang keseimbangan dunia yang tidak boleh sampai melewati dari kadarnya masing-masing. Jika aku tidak peduli, maka sama saja dengan membiarkan tempat ini berada dalam bahaya."


"Xiang'Er, biar kutanyakan satu hal padamu. Kau ini sebenarnya... Sangat menyukai manusia, kan? Bahkan terlepas dari perlakuan mereka padamu."


"Apa?" Xiao Shuxiang berkedip, dia menatap Wu Yu karena merasa aneh dengan ucapan paman angkatnya ini.

__ADS_1


Wu Yu menurunkan kakinya. Ekspresinya serius saat dia mengambil buah persik lain dan lantas memakannya. Dia pun berkata, "Beberapa hari yang lalu... Aku berkeliling di perbatasan dan tanpa sadar memasuki tanah terlarang. Ada sebuah tempat yang diselimuti oleh angin maut dan kau tahu, apa yang kutemukan?"


Wu Yu berujar, "Aku melihat sebuah peradaban manusia. Tempat itu bahkan seperti sebuah kota besar yang dilindungi angin mematikan. Bahkan tidak satu pun Demonic Beast bisa mendekat,"


Melihat Xiao Shuxiang menatapanya membuat Wu Yu kembali bicara. Dia berkata, "Manusia di tempat ini adalah ternak bagi Demonic Beast. Mereka makanan kami, tentu saja bicara atau berpikir---mereka tidak bisa melakukannya. Tapi di tanah terlarang itu... Kota yang di huni manusia terlihat dan perkembangannya pun luar biasa."


Wu Yu berujar, "Lebih dari seratus tahun yang lalu... Saat kau meminta para ternak sebagai mainan... Kau sebenarnya tidak membunuh mereka, kan? Kau membawa para ternak itu ke tanah terlarang dan bahkan mengajari mereka dasar-dasar dari menjadi manusia. Apakah itu benar?"


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia menatap Wu Yu dan mulai mengingat-ingat beberapa hal dari bagian masa lalunya. Dia pun berdeham dan mengambil satu buah persik di atas meja.


Wu Yu tanpa nada berkata, "Aku selalu bertanya-tanya... Apa yang kau rencanakan sebenarnya. Apa kau berniat membuat para manusia itu menentang kami dan mengambil alih dunia ini?"


"Aku mau pulang, bicara Paman aneh."


!!


Wu Yu tersentak saat tiba-tiba Xiao Shuxiang berdiri dan berjalan pergi begitu saja. Dia sampai terperangah saking kagetnya. Wu Yu berseru, "Kau jangan menghindar, hei..! Xiang'Er kembali kemari..!"


"Aku tidak mau. Paman Wu menyebalkan!"


"Aah... Dasar berandalan." Wu Yu tidak bisa mengejar karena Xiao Shuxiang lebih dahulu masuk ke dalam Cermin Pemindah miliknya dan menghilang tanpa jejak.


Wu Yu memakan buah persik di tangannya dan kemudian berujar, "Aku yakin dia pelakunya. Anak itu selalu membuat masalah yang sulit diterka orang lain. Jelas sekali dia tidak bisa berbohong, semua terlihat di wajahnya."


*


*


Dunia Demon begitu luas dan selain wilayah tiga gunung kaisar, ada sebuah tempat yang disebut Tanah Terlarang. Salah satu lokasinya diselimuti angin mematikan yang terus berputar dengan cepat.


Angin itu mampu mengoyak tubuh makhluk hidup hingga ke tulangnya. Sulit bagi Demonic Beast untuk masuk ke tempat tersebut meski mereka bisa melihat secara samar apa yang diselimuti angin itu.


Di kegelapan, sebuah titik air mulai terlihat, memadat, dan membentuk cermin besar setinggi orang dewasa. Seseorang keluar dari cermin tersebut yang mana tak lain adalah Xiao Shuxiang.


Pemuda itu berdiri di hadapan angin yang terus berputar kencang. Jika dilihat dari depan, tidak ada apa pun selain angin yang membawa nuansa mengerikan bersamanya, seakan melarang siapa pun untuk masuk ke tempat tersebut.


Kecepatan angin itu mampu mengoyak tubuh jika tidak mengetahui arah yang benar dari angin ini. Xiao Shuxiang sendiri berjalan seolah dia sudah sangat akrab dan mengenal aliran dari angin ini dengan baik.


Benar-benar ada peradaban manusia di dalam sana. Xiao Shuxiang bahkan terkejut melihat bahwa telah berdiri kota besar dengan segala hiruk-pikuknya. Sejauh yang dia ingat, wilayah ini dahulunya adalah hutan dan gunung yang tidak terjamah, bahkan seingatnya dahulu hanya ada beberapa rumah kecil biasa.


Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya. Ada beberapa pedagang yang terlihat, namun cara mereka melakukan transaksi bukan dengan kepingan perak atau emas, tetapi memakai sistem barter.


Xiao Shuxiang berjalan ke salah satu meja pedagang dan memperhatikan transaksi yang dilakukan oleh orang-orang ini. Hal berbeda yang dia lihat adalah pakaian manusia di tempat ini menggunakan daun dan akar pohon yang sudah diolah sedemikian rupa hingga membentuk tekstur seperti kain, namun masih cukup kasar ketika disentuh.


Xiao Shuxiang yang datang dengan pakaian serba putih tentu saja langsung mencuri perhatian. Teriakan nyaring seseorang dan suara benda pecah membuat terkejut hingga menciptakan keriuhan.


"Ka-Kau siapa..!!" seorang wanita menunjuk pemuda di hadapannya. Rasa takut terlihat di wajahnya dan karena ulahnya, beberapa orang langsung mengambil bambu berujung runcing lalu menghunuskannya.


"Apa dia Demonic Beast?!"


"Siapa kau! Cepat katakan!"


Xiao Shuxiang memperhatikan orang-orang ini dan bernapas pelan. Melihat respon mereka tidak membuatnya marah, tetapi menjadi agak kasihan karena mereka masih terlalu takut dengan orang asing bahkan setelah waktu berlalu begitu lama.


Xiao Shuxiang pun mulai buka suara, "Aku mencari bangunan tertua di tempat ini. Ada seseorang yang ingin kutemui. Dia bernama Han Li, apa ada yang mengenalnya?"


!!!


Orang-orang di sekitar Xiao Shuxiang tersentak, respon mereka jelas membuktikan bahwa mereka tahu siapa yang dimaksud oleh pemuda asing ini. Semuanya nampak saling berpandangan sebelum akhirnya membawa Xiao Shuxiang pergi menemui siapa sosok bernama Han Li tersebut.


Karena penampilan dan wajah Xiao Shuxiang yang tidak terlihat seperti penjahat, dia pun tidak terlalu dicurigai. Apalagi Xiao Shuxiang tidak menolak ketika kedua tangannya diikat dengan memakai akar pohon yang kuat.


"Bagaimana kau tahu tentang pemimpin Han Li?" seorang pria bertubuh besar bertanya. Dia memperhatikan pemuda asing ini dengan saksama.


"Hanya kebetulan. Aku pernah iseng memotong rambutnya,"

__ADS_1


"Apa?" pria besar itu berkedip. Orang lain yang mendengarnya pun tersentak karena ucapan pemuda ini.


Seorang wanita bertanya, "Siapa namamu?"


"Shuxiang,"


"Kau datang dari mana?"


"Wilayah barat,"


"Wilayah barat itu di mana?"


"............... Apa Han Li tidak menceritakan apa pun padamu?"


"Apa?"


Xiao Shuxiang baru akan bicara saat tersadar bahwa dirinya sudah berada di depan sebuah bangunan yang cukup besar. Salah seorang pria yang membawanya kemari masuk ke dalam bangunan kayu di hadapannya dan tidak butuh waktu lama sampai pria itu datang dengan diikuti seorang pria tua.


Xiao Shuxiang bahkan mendengar suara percakapan antara kedua orang tersebut.


"Kami tidak memperlakukannya dengan kasar karena dia penurut, tapi untuk berjaga-jaga kami mengikat tangannya."


"Lain kali jangan seperti ini,"


"Maaf, tapi dia memakai pakaian yang aneh."


Pria tua itu menggeleng pelan. Dia yang saat ini baru saja sampai di luar pun langsung mengarahkan pandangan pada seseorang pemuda yang benar-benar mampu mencuri perhatiannya.


Mata pria tua tersebut terbuka lebar, dia terlihat sangat terkejut melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Suaranya terdengar gemetar saking kagetnya.


"Tuan Xiao Shuxiang?!"


!!!


Semua orang terkejut mendengar seruan dari pria tua yang merupakan Pemimpin Han Li. Di sisi lain Xiao Shuxiang justru bersikap biasa saja dan nampak tersenyum tipis.


"Cepat lepaskan ikatannya. Bagaimana kalian bisa memperlakukan dewa penyelamatku seperti ini."


"Apa?! Jadi dia adalah...!!"


Semua orang menunjukkan reaksi keterkejutan yang amat sangat. Xiao Shuxiang sendiri nampak mendengus dengan gelar yang tidak biasa dari tua bangka di hadapannya ini.


"Kami memohon maaf..!!"


!!!


Xiao Shuxiang terkejut saat semua orang di sekitarnya langsung bersujud. Dia sangat syok, "Apa yang kalian semua lakukan? Berdirilah."


Tidak ada yang mendengarkan Xiao Shuxiang, justru orang-orang ini terus menyebutnya Dewa Penyelamat. Dia bahkan sampai kehabisan kata-kata dan merasa bahwa kedatangannya kemari adalah sebuah kesalahan.


Tua Bangka di hadapan Xiao Shuxiang juga terlihat akan bersujud menyembah, namun dengan cepat Xiao Shuxiang melototinya hingga pria tua itu tersentak dan mengurungkan niat.


Tanpa mengatakan apa pun, Xiao Shuxiang berjalan masuk ke dalam bangunan seolah ini adalah rumahnya sendiri. Han Li pun kemudian meminta agar semua orang di sekitarnya tidak bersujud lagi dan mulai melakukan persiapan penyambutan.


Orang-orang itu bergegas, mereka bahkan menyebarkan kabar bahwa Dewa Penyelamat sudah datang dan tentu saja berita itu langsung menjadi heboh.


Xiao Shuxiang yang berjalan dengan diikuti oleh Han Li pun nampak menggeleng. Dia berbalik dan menatap tua bangka tersebut sambil berkata, "Dewa Penyelamat? Kau ingin menantang langit dengan menyebut makhluk hidup biasa sebagai dewa? Kau ingin langit marah padaku?"


"Maaf, saya terlalu senang." Han Li tersenyum, "Tidak disangka Tuan Xiao datang kemari. Ini... bahkan sudah lebih dari seratus tahun dan anda masih terlihat muda."


"Kau sendiri sudah keriput, tapi tingkahmu masih kekanakan." Xiao Shuxiang berujar tanpa nada dan tanpa peringatan langsung memeluk Han Li.


Pria tua itu terkejut. Dia sebenarnya ingin sekali memeluk Xiao Shuxiang saat pertama kali melihat pemuda ini setelah sekian lama, namun dirinya khawatir karena itu tindakan yang kurang sopan.


Tetapi siapa yang menyangka, justru pemuda inilah yang memeluknya lebih dahulu. Han Li tentu saja sangat bahagia dan membalas pelukan itu.

__ADS_1


******


__ADS_2