![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
["Sialan! Katakan siapa dirimu?!"] seorang pria menggunakan bahasa penduduk Benua Tengah saat sosok yang dia hadapi tidak menjawab ketika dia memakai bahasa penduduk Benua Timur.
["Jangan hanya diam saja dan cepat katakan identitasmu!"] pendekar lainnya berseru.
Bocah Pengemis Gila menangkis serangan yang datang kepadanya. Dia memutar tubuhnya di udara dan lalu memberi tendangan yang membuat lima orang terdorong mundur.
["Pergilah,"] Bocah Pengemis Gila buka suara, ["Apa yang kalian cari tidak ada di tempat ini."]
["Jika kau bilang tidak ada, lantas siapa dia hah?!"]
Bocah Pengemis Gila berkedip. Dia pun menoleh ke belakang dan melihat Hu Li berjalan dengan diselimuti oleh energi spiritual yang aneh.
"Hu Li--" Bocah Pengemis Gila baru akan bicara ketika sosok yang dilihatnya tiba-tiba saja melesat dan menyerang salah seorang pendekar.
"Hu Li ...!" Yi Wen berseru, dia berlari sambil memanggil-manggil Hu Li. Dirinya sangat terkejut melihat pemuda itu mencengkeram leher seorang pendekar.
Tindakan yang dilakukan Hu Li sangat mengejutkan. Beberapa pendekar yang melihat kejadian itu secara serentak mengayunkan senjata dan melesat ke arah Hu Li.
Bocah Pengemis Gila bergegas untuk menahan serangan mereka. Dia pun mulai meraih pergelangan tangan Hu Li dan berusaha menyadarkan pemuda itu.
"Lepaskan dia! Apa kau berniat untuk membunuhnya, hah!" Bocah Pengemis Gila mencengkeram kuat pergelangan tangan Hu Li. Dia merasa khawatir.
Tanpa nada, Hu Li berkata. "Anda pergi saja. Biar saya yang mengatasi mereka,"
"Hentikan, Hu Li. Kau menyakitinya,"
Aaakh..!
Pendekar yang lehernya dicengkeram kuat itu mengerang kesakitan. Dia tidak bisa bernapas dan bahkan kesulitan memberontak. Rasa-rasanya pemuda ini berniat serius mematahkan lehernya.
!!
Para pendekar yang sebelumnya telah diserang Bocah Pengemis Gila hingga menghantam tanah terlihat bangun kembali. Mereka lagi-lagi melesat, tapi kali ini dihentikan oleh Yi Wen.
Di sisi lain, Bocah Pengemis Gila terus membujuk agar Hu Li tidak sampai mengambil nyawa siapa pun. Di sendiri yang sejak tadi bertarung sama sekali tidak melakukan serangan mematikan, jadi pemuda ini juga harus belajar untuk bisa menghargai nyawa orang lain.
"Ayo lepaskan dia," Bocah Pengemis Gila menepuk bahu Hu Li dan kemudian mulai menarik tangan pemuda itu. Cukup lama dia melakukannya dan akhirnya berhasil.
Pendekar yang cengkeraman pada lehernya telah dilepas langsung terbatuk sambil berusaha untuk bergerak mundur. Dia mendengar suara keributan yang tak lain berasal dari pertarungan Yi Wen dengan rekan-rekannya.
Wanita cantik itu harus menghadapi lebih dari sepuluh orang sekaligus. Jika saja lawan-lawannya adalah pendekar biasa, dia tidak akan mempermasalahkan ini.
"Yi Wen!" Bocah Pengemis Gila terkejut melihat Yi Wen terkena serangan dua orang pendekar secara sekaligus. Dia langsung melesat untuk menangkap gadis itu.
Hu Li pun juga ikut melesat, hanya saja dia tidak menyelamatkan Yi Wen. Hu Li langsung menerjang para pendekar itu dan menyerang dengan memakai api rubahnya.
"Yi Wen, kau tidak apa-apa?!" Bocah Pengemis Gila menahan tubuh Yi Wen. Gadis cantik tersebut memuntahkan darah dan berwajah sangat pucat.
"Kau ..." Yi Wen tersengal-sengal, dia pun berusaha mengumpat dan lalu berkata. "Kau melihatku terluka dan masih saja bertanya?! Aku tidak baik-baik saja, sialan!"
Bocah Pengemis Gila kaget, "Kau tidak perlu meninggikan suaramu seperti itu. Aku kan hanya bertanya. Apa kau tidak lihat betapa cemasnya aku?!"
"..............." Yi Wen menatap Bocah Pengemis Gila dan tidak mengatakan apa-apa. Hanya saja dari yang terlihat, binar matanya sedikit berbeda dari yang biasa.
Andai saja dia tidak terluka sekarang, Yi Wen mungkin akan merasa tersentuh dengan betapa perhatiannya Bocah Pengemis Gila kepadanya. Dia baru saja akan bicara saat dirinya mendengar suara.
Bocah Pengemis Gila menghela napas, "Haaah .... Sudahlah, kau pegangan yang erat."
Yi Wen tersentak saat digendong Bocah Pengemis Gila, dia menatap dalam pria itu dan kemudian berkedip. Yi Wen hanya terdiam dan terus memperhatikan wajah pria yang sebenarnya tampan ini.
Bocah Pengemis Gila menggunakan Tenaga Dalam Udara untuk membuat tubuhnya ringan. Dia membawa Yi Wen ke tempat yang lumayan jauh dari desa ini dan akhirnya menemukan tempat yang lebih aman.
Yi Wen diturunkan perlahan. Gadis itu disandarkan pada sebuah batang pohon dan kembali memuntahkan darah.
__ADS_1
Dengan suara yang bergetar, Yi Wen pun berkata. "Kau harusnya tidak membawa aku kemari. Di sana, Hu Li dalam bahaya. Dia terlihat tidak terkendali,"
"Aku akan segera menyelamatkannya, kau jangan khawatir. Yang lebih penting sekarang ini adalah kondisimu," Bocah Pengemis Gila mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya.
Yi Wen memperhatikan kantong brokat kecil di tangan Bocah Pengemis Gila. Pria ini lantas mengeluarkan sebuah pil yang sama seperti milik Hu Li.
Yi Wen terkejut, "Da-dari mana kau bisa--"
"Hu Li bisa mengendalikan kekuatannya. Dia tidak sama seperti saudara Xiao-mu, dialah yang memberikan ini padaku----tepat ketika dia menerjang para pendekar itu,"
Yi Wen tersentak mendengar penjelasan dari pria di hadapannya. Dia bahkan tidak menyadari bahwa ternyata Hu Li tidak sepenuhnya mengabaikannya.
"Simpan ini dan jangan ke sana. Kau tunggu aku di sini, mengerti?" Bocah Pengemis Gila menyerahkan kantong brokat tersebut dan kemudian bergegas pergi, bahkan sebelum Yi Wen bicara.
*
*
Di tempat lain, Hu Li terlihat bertarung sengit. Dia menggunakan api rubahnya dan nyaris terdesak karena strategi penyerangan para pendekar itu.
Racun yang diberikan kepada Hu Li membuat kekuatan Demonic Beast itu meluap. Sebelumnya sempat tidak terkendali, namun kini Hu Li telah mampu mengatasinya.
["Dia bukan Demonic Beast biasa!"] salah seorang pendekar memuntahkan darah dan nampak menekan dadanya dengan kuat.
Hu Li kembali menyerang dengan cara melesatkan api rubahnya. Dia merupakan sosok yang ahli dalam serangan jarak jauh, namun bukan berarti dia pemula dalam pertarungan jarak dekat.
!!
Ada di antara para pendekar yang terlihat berusia tua, tapi pengalaman Hu Li sudah melampaui mereka semua. Sejak awal, Hu Li sebenarnya mampu membunuh mereka andai dia sosok yang seperti Xiao Shuxiang.
Itu benar. Hu Li adalah Demonic Beast yang kuat. Dia telah hidup lama dan merupakan pendamping yang telah menemani perjalanan Xiao Shuxiang di masa lalu.
Dia juga merupakan sosok terpilih yang mendapatkan darah dari seorang Xiao Shuxiang, Sang Bintang Penghancur. Kemampuan Hu Li pun akan semakin bertambah.
!!
Tubuh Hu Li terlilit dan dia dipaksa turun. Kakinya pun lalu menghantam tanah dan hampir saja membuatnya berlutut. Tetapi dibandingkan dengan perasaan marah, Hu Li lebih kepada menatap tajam ke arah para pendekar itu.
Hu Li tanpa nada berkata, "Bahaya apa yang saya timbulkan hingga kalian bisa setakut ini? Hentikanlah sekarang juga sebelum saya benar-benar kehilangan kesabaran,"
Seorang pendekar menunjuk Hu Li dengan pedangnya dan lalu membentak. "Bagaimana kau bisa menanyakan itu sedangkan kau sendiri tahu tentang bahaya yang bisa kau timbulkan. Kau adalah Demonic Beast!"
"..............." Hu Li menatap pendekar itu dan kemudian berkata, "Ketakutan hanya karena saya berbeda dari kalian .... Atau karena saya membawa lembaran kitab yang kalian perebutkan, huh?"
!!
["Tahan talinya!"] seorang pria berseru, dia dan teman-temannya menarik tali dipegangan mereka dengan sangat kuat. Hanya saja terlambat, sebuah serangan datang dari atas dan memutuskan tali tersebut.
Bocah Pengemis Gila menapak di tanah dan tepat di samping Hu Li. Tangannya memegang tongkat bambunya dan nampak terhunus ke arah para pendekar.
Hu Li membebaskan tali yang masih menempel di tubuhnya dan kemudian berkata, "Demonic Beast dibenci oleh manusia karena kami terlahir kuat dari kalian. Tapi dalam sejarah, tidak pernah ada Demonic Beast yang lebih dahulu menyerang wilayah manusia. Kalianlah yang pertama kali melakukan serangan karena takut dan kami hanya membalas untuk mempertahankan diri,"
Hu Li berkata, "Apa yang salah dari menjadi Demonic Beast? Kami tidak meminta untuk dilahirkan seperti ini. Bagaimana kalian bisa menganggap bahwa kami adalah pembawa bahaya? Apa kalian tidak menyadari bahwa lebih dari separuh kerusakan di dunia ini .... Justru adalah ulah kalian!"
"Hu Li, tenangkan dirimu kawan." Bocah Pengemis Gila menepuk-nepuk pelan bahu Hu Li dan kemudian mengusapnya. Dia tidak tahu apa saat ini Hu Li sedang baik-baik saja atau tidak karena warna rambut pemuda di sampingnya berubah menjadi merah, tidak seperti biasanya.
"Saya tidak apa-apa," Hu Li menepis pelan tangan Bocah Pengemis Gila. Pandangan matanya terarah pada para pendekar di hadapannya.
"Kau yakin?" Bocah Pengemis Gila ingin memastikan dan membuat pemuda di sampingnya menoleh.
Hu Li mengangguk pelan dan tersenyum tipis, "Untuk masalah pengendalian diri ... Saya lebih baik dari tuan muda Xiao."
Bocah Pengemis Gila mengembuskan napas pelan, namun tidak berlangsung lama----tiga buah serangan kuat melesat dan hampir saja mengenainya.
__ADS_1
Hu Li pun terkejut. Beruntung gerakan tubuh Bocah Pengemis Gila lebih dulu bergerak. Pria yang memegang tongkat bambu itu menahan serangan yang datang dengan senjatanya. Kejadian ini membuktikan bahwa pengalaman Bocah Pengemis Gila pun tidak main-main.
Dengan ekspresi wajah yang serius, Bocah Pengemis Gila manatap para pendekar itu dan berkata. ["Menyerang saat seseorang sedang bicara adalah sifat pengecut. Kalian benar-benar tidak tahu tata krama yang baik,"]
["Persetan denganmu! Kau menghalangi jalan kami..!"] seorang membentak dan kemudian memberikan isyarat. Dia dan para pendekar yang lainnya pun mulai membentuk formasi.
Hu Li berkata kepada Bocah Pengemis Gila, "Anda pergilah ke tempat nona Wen berada. Urusan di tempat ini ... Serahkan kepada saya,"
Seorang pria mendengus, "Sombong! Seakan-akan kau bisa mengalahkan kami saja! Kau harusnya menyadari posisimu sekarang ini,"
"Tidak perlu mengajak Demonic Beast itu bicara! Kita serang saja dia!"
Hu Li mengepalkan kedua tangannya, dia pun berkata dengan suara yang dingin. "Mudah saja bagi manusia mati. Saya hanya perlu menarik jantung atau kepala kalian. Saya tidak seperti tuan muda Xiao, tapi jika kalian ingin kematian yang lain---maka saya bisa mencobanya."
"Sebelum kau melakukan itu, kau akan mati lebih dulu di tanganku!"
!!
"Hu Li..!" Bocah Pengemis Gila terkejut dan segera melesat membantu Hu Li saat pemuda itu kembali bertarung. Dia berusaha menasehati Hu Li untuk tidak sampai mengambil nyawa siapa pun.
Bocah Pengemis Gila berkata, "Masalah akan semakin runyam jika ada di antara mereka yang kehilangan nyawa. Jadi kau harus tenang dan kendalikan dirimu,"
"Saya sangat terkendali,"
"Kau sama sekali tidak terlihat begitu..!" Bocah Pengemis Gila hampir menangis. Dia sendiri bahkan bisa merasakan betapa kuat dan mencekamnya aura pembunuh dari Demonic Beast ini.
"Gawat ... Aku harus mencari cara lain sebelum semuanya terlambat," Bocah Pengemis Gila menahan napas dan lalu melompat menghampiri Hu Li.
Dengan nada serius, Bocah Pengemis Gila berkata. "Aku akan memberi isyarat dan kau langsung melompat setinggi mungkin,"
Hu Li mengerutkan kening, "Apa maksud-"
"Sekarang!"
!!
Refleks Hu Li benar-benar cepat. Pemuda berambut merah itu langsung melesat sesuai ucapan Bocah Pengemis Gila. Di saat yang sama, Bocah Pengemis Gila mengeluarkan Teknik Pernapasan Naga miliknya dan sebuah angin kejut tercipta.
!!!
Lesatan angin itu besar, penuh dengan tenaga dalam dan mampu membuat para pendekar yang jumlahnya lebih dari sepuluh itu terpental jauh. Beberapa ada yang sampai menghantam tanah dan batang pohon sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
Hu Li menapakkan kakinya kembali dan dia sangat terkejut. Tidak disangka pria yang terkenal sebagai sosok dengan perilaku menyimpang tersebut memiliki kekuatan yang begitu hebat.
"Anda--"
"Kita pergi sekarang,"
!?
Hu Li tersentak saat tangannya tiba-tiba ditarik. Dia pun terpaksa mengikuti pria ini dan baru sadar bahwa sekarang Bocah Pengemis Gila mengajaknya lari bersama.
"Kenapa kita pergi?" Hu Li benar-benar keheranan. Padahal dia yakin masih bisa menghadapi para pendekar itu, bahkan bila harus bertarung sampai mati.
"Kau jangan gegabah. Keputusan yang tepat dalam kondisi seperti ini adalah melarikan diri," Bocah Pengemis Gila menjelaskan, "Para pendekar itu berasal dari berbagai perguruan di tiga aliran. Jika terus bertarung, maka bukan tidak mungkin teman-teman juga datang."
"Tapi Anda adalah orang yang hebat, untuk apa melarikan diri seperti pengecut?"
"Hu Li, inilah baiknya menjadi orang gila. Kau tidak perlu mengkhawatikan tentang harga diri atau apa pun. Ingat saja bahwa selama kau masih hidup, maka semua itu tidak akan masalah."
"..............."
Hu Li berkedip. Tidak bisa dipercaya bahwa ada sosok seperti Bocah Pengemis Gila yang bisa dengan mudah menjilat ludahnya sendiri.
__ADS_1
Padahal Hu Li ingat dengan jelas, pria ini sebelumnya mengatai para pendekar itu pengecut dan tidak punya tata krama dengan baik. Tetapi yang sekarang ini justru Bocah Pengemis Gila-lah yang seperti itu.
******