![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Lan Guan Zhi sebenarnya ingin merutuki Xiao Shuxiang. Tidak ada yang salah jika menunjukkan sedikit kelemahan! Kenapa temannya ini begitu keras kepala dan sama sekali tidak memperlakukan diri sendiri dengan baik.
Lan Guan Zhi menggunakan belati untuk memotong daging yang benar-benar membusuk. Darah segar mengucur pada luka Xiao Shuxiang dan membuat teman baiknya itu mengerang tertahan.
Xiao Shuxiang bernapas berat, keringat dingin mengucur di dahinya. Ling Qing Zhu sendiri berusaha keras untuk bisa membantu mengurangi sedikit dari rasa sakit yang dialami Wali Pelindungnya.
Lan Guan Zhi mengembuskan napas dan kemudian menatap Ling Qing Zhu, dia berkata. "Nona Ling? Apa kau bisa membawakanku air kemari? Luka Shuxiang harus dibersihkan,"
Ling Qing Zhu tersentak, "Tapi .... Dia akan sangat kesakitan,"
"Aku akan menjaganya,"
"..............."
Xiao Shuxiang menyadari tatapan Ling Qing Zhu padanya. Dia pun mengangguk pelan sebagai pertanda bahwa Kucing Putihnya tidak perlu khawatir, dia akan baik-baik saja.
Ling Qing Zhu mengembuskan napas dan kemudian pergi untuk mengambilkan air. Rasa sakit di tubuh Xiao Shuxiang saat itu juga langsung menyebar karena tidak lagi dialiri oleh Qi dari Ling Qing Zhu.
"Tahan sebentar," Lan Guan Zhi kembali menyayat daging di punggung teman baiknya dan tetap fokus.
Xiao Shuxiang yang awalnya mengerang kesakitan mendadak terkejut dengan aliran darahnya yang tiba-tiba terasa berbeda. Ini jauh lebih lancar dibanding sebelum kekuatannya disegel.
".............. Lan'Er?"
"Aku sudah mempelajarinya," Lan Guan Zhi berujar pelan. Dia berkata, "Tentang segel yang melonggarkan kekuatanmu meski hanya sedikit,"
Xiao Shuxiang tersentak, dia memang bisa merasakan ada yang berbeda dari dalam tubuhnya. Praktik kultivasinya bahkan naik dua tingkat, keadaan ini juga berpengaruh pada regenerasi tubuhnya.
Lan Guan Zhi melihat luka di punggung Xiao Shuxiang berangsur-angsur pulih. Darah berhenti mengucur keluar dan kulit yang koyak itu mulai tertutup kembali.
Punggung teman baiknya sekarang tidak meninggalkan bekas luka sama sekali. Lan Guan Zhi pun mengusap pelan kulit punggung Xiao Shuxiang, memastikan setiap luka di punggung temannya benar-benar tidak meninggalkan bekas.
"Kau baik-baik saja?" Lan Guan Zhi mulai memperbaiki posisi duduknya.
Xiao Shuxiang berbalik dan menatap tidak menyangka ke arah teman baiknya, "Aku ingat pernah meminta bantuanmu untuk melonggarkan sedikit segel yang mengikat kekuatanku, tapi jujur aku tidak berharap terlalu banyak. Kau...."
Xiao Shuxiang bernapas pelan, "Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Kau sungguh adalah teman yang baik. Aku beruntung sekali mempunyai teman sepertimu,"
"..............." Lan Guan Zhi memperhatikan raut wajah teman baiknya. Suara Xiao Shuxiang lembut, tapi tatapan matanya mengandung kesedihan yang samar.
Lan Guan Zhi berujar pelan, "Bukan kau. Akulah yang beruntung karena berteman denganmu. Kau tidak perlu ragu meminta bantuan apa pun padaku,"
Xiao Shuxiang menggeleng, dia kagum pada teman baiknya. Tangannya terulur dan lalu menyentuh dadanya sendiri. Dia mengembuskan napas dan berkata, "Lan Zhi... Jika harus mengorbankan sepuluh saudara kandung demi mendapat sosok teman sepertimu----aku pasti tidak akan ragu melakukannya."
"Mn, kau memang beruntung."
"Hah, astaga. Dari mana kepercayaan dirimu itu?" Xiao Shuxiang tersenyum. Dia menggeleng, "Aku tarik kata-kataku yang sebelumnya. Kau menyebalkan,"
Lan Guan Zhi tersenyum samar sebelum mulai bersuara, kali ini nadanya menjadi agak serius. "Shuxiang, kau mendengar pembicaraanku dengan nona Ling tadi, kan?"
Xiao Shuxiang tersentak, raut wajahnya berubah. Dia menatap Lan Guan Zhi tapi tidak mengatakan apa-apa.
Lan Guan Zhi melanjutkan, "Kau terlihat sedih."
Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian tertawa ringan, "Kau ini bicara apa Lan'Er? Kapan aku terlihat sedih, huh? Praktik kultivasiku tidak lagi berada di Forging Qi tingkat lima dan bahkan regenerasi tubuhku juga ikut meningkat. Aku sangat senang saat ini,"
"........ Aku merasa kau menyembunyikan kesedihanmu. Hanya saja terlihat jelas di mataku. Kau tidak bisa berpura-pura."
"Kapan aku melakukannya, hm? Bukan rasa sedih yang seperti itu, Lan'Er. Aku jujur padamu. Yang kau lihat adalah rasa terharu. Aku terharu karena kau begitu memperlakukanku dengan baik. Orang lain tidak mungkin memperlakukan temannya seistimewa yang kau perbuat untukku, serius. Aku terharu karena itu,"
__ADS_1
"..............."
Lan Guan Zhi tidak mengatakan apa pun. Dia menatap Xiao Shuxiang sebelum mengarahkan pandangannya ke depan. Suasana begitu tenang di dalam kamar ini untuk beberapa saat, bahkan pemuda yang duduk di sampingnya juga terdiam.
"..............."
"..............."
Tidak ada yang bicara lebih dari dua menit sebelum akhirnya Xiao Shuxiang mulai berujar pelan, "Sebenarnya Lan'Er..."
Pandangan Xiao Shuxiang mengarah ke bawah, "Kau seharusnya tidak terlalu baik padaku. Ini membuatku merasa tidak enak hati,"
"Kita berteman. Itu sudah cukup."
Xiao Shuxiang menoleh dan menatap Lan Guan Zhi. Teman baiknya tidak mengerti, padahal Xiao Shuxiang pernah berkata bahwa dia mempunyai Hati Giok Hitam. Itu berarti hubungan yang dia anggap sangat berharga sekarang ini bisa saja dia buang suatu hari nanti.
"Lan Zhi. Kau tahu aku, kan?" Xiao Shuxiang mengingatkan, "Nak. Jangan memperlakukan orang lain terlalu baik dan tulus, kau bisa saja kecewa---"
"Kau bukan orang lain," Lan Guan Zhi menyela. "Kau teman, saudara, sekaligus rival yang kuanggap berharga. Kau jelas bukan orang lain,"
Xiao Shuxiang bisa melihat kepercayaan dari tatapan mata dan juga suara tegas milik Lan Guan Zhi. Dia pun mengulurkan tangan dan menepuk-nepuk bahu teman baiknya.
"Lan'Er. Jika aku memperhatikanmu lagi, kau benar-benar sudah tumbuh besar. Aku sepertinya tidak boleh menunda lagi untuk mencarikanmu pasangan,"
".......... Kurasa tidak perlu lagi," Lan Guan Zhi menatap ke arah pintu dan kemudian melanjutkan ucapannya, "Aku kini sudah menikah."
Xiao Shuxiang terkejut, "Benarkah?! Kau sudah menikah?! Dengan siapa? Kenapa aku bisa tidak tahu?!"
Xiao Shuxiang berdiri dan menatap teman baiknya yang mulai berjalan ke arah pintu. Dia kembali bertanya, "Lan'Er! Kenapa tidak menjawabku, kau menikah dengan siapa?"
Lan Guan Zhi berdiri di depan pintu dalam keadaan yang memunggungi temannya. Dia pun menjawab, "Nona Zhi Shu."
Saat Lan Guan Zhi mengatakannya, pintu langsung dibuka dengan keras dan suara gedebuk seketika terdengar. Ada dua orang yang terjatuh dan salah satunya adalah seorang perempuan.
Xiao Shuxiang kaget karena yang dia lihat tidak lain adalah Zhi Shu dan juga Liu Wei Lin. Zhi Shu terlihat merintih dan meminta Liu Wei Lin agar bangun dari atas tubuhnya.
Mo Huai dan Wang Zhao juga terlihat di bibir pintu dan sebenarnya nyaris ikut terjatuh andai posisi kaki mereka berada di tempat yang salah.
"Kalian..." Xiao Shuxiang mendekat, "Apa yang kalian lakukan di depan pintu? Apa kalian menguping?"
Liu Wei Lin bangun dan merapikan pakaiannya. Dia membuka kipasnya dan berkata, "Saudara Xiao. Kami ini sudah menunggumu dan Saudara Lan di bawah, tapi kalian tidak datang. Kami penasaran karena Nona Ling membawa air dan kain, jadi kami mengikutinya."
"Tapi kalian kan bisa langsung masuk, tidak perlu sampai menguping." Xiao Shuxiang menoleh dan menyadari bahwa Ling Qing Zhu juga ada di antara teman-temannya.
"Itu karena..." Liu Wei Lin berdeham dan memperhatikan Xiao Shuxiang dari atas sampai bawah. Dia juga melihat Lan Guan Zhi dengan saksama.
Liu Wei Lin menyembunyikan sebagian wajahnya dengan kipas dan kemudian bernapas pelan. Xiao Shuxiang yang dia lihat saat ini dalam keadaan setengah telanjang, sementara Lan Guan Zhi dalam kondisi basah kuyup. Sebenarnya, rambut Xiao Shuxiang pun basah termasuk juga bawahan yang pemuda ini kenakan.
Liu Wei Lin sampai sulit menelan ludah dan berkedip karena pemandangan di hadapannya. Dia pun menatap Zhi Shu dan melihat gadis itu membeku dengan kedua pipi yang nampak memerah.
Xiao Shuxiang sepertinya menyadari situasi sekarang ini. Dia pun menggeleng pelan, "Saudara Liu. Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Dan Zhi Shu! Apa yang kau lihat?"
Lan Guan Zhi berdiri di depan Xiao Shuxiang dan bermaksud menghalangi pandangan Zhi Shu. Tindakannya sukses membuat gadis cantik itu berkedip.
Ling Qing Zhu masuk ke dalam kamarnya dan menghampiri Lan Guan Zhi. Dia pun berujar, "Aku membawa airnya."
Xiao Shuxiang, "Kenapa kau lama sekali?"
"..............." Ling Qing Zhu tidak menjawab dan justru menoleh ke arah Zhi Shu. Dia seakan sedang memberi tahu pada Xiao Shuxiang bahwa gadis itulah yang telah menahannya.
__ADS_1
Sebenarnya Ling Qing Zhu sudah lama ada di luar kamar. Dia ingin masuk ketika telah berhasil membawa air dan kain untuk membersihkan luka Xiao Shuxiang, namun Zhi Shu malah menghentikannya.
Xiao Shuxiang mengerti maksud Kucing Putihnya, dia pun berkata. "Kau terlalu lunak pada Zhi Shu, harusnya kau jangan menuruti apa pun ucapannya."
"Tapi dia Saudaramu. Harus dihormati," Ling Qing Zhu berjalan mengikuti Xiao Shuxiang ketika Wali Pelindungnya itu berbalik dan mulai duduk di pinggiran tempat tidur.
Mo Huai tersentak melihat punggung Xiao Shuxiang yang penuh darah, dia berseru. "Tuan Muda Xiao?!"
"Tuan Xiao?! Anda berdarah?!" Wang Zhao pun ikut kaget.
Liu Wei Lin dan Zhi Shu baru sadar ketika melihat punggung Xiao Shuxiang yang penuh darah. Keduanya juga ikut kaget.
Zhi Shu melangkah masuk, "Saudara Xiao?! Apa yang terjadi denganmu?!"
Liu Wei Lin, "Saudaraku. Jadi kau terluka? Apa ini terjadi saat kita melawan para mayat dan nyonya hantu itu?!"
"..............." Lan Guan Zhi melihat betapa perhatiannya Zhi Shu, Liu Wei Lin dan yang lainnya kepada Xiao Shuxiang.
Teman baiknya sangat beruntung karena mempunyai teman sepetualang sebaik ini. Dia juga melihat bagaimana Ling Qing Zhu begitu berhati-hati membersihkan darah di punggung Xiao Shuxiang.
Zhi Shu mengambil kursi dan duduk sambil menghadap Xiao Shuxiang. Dia berkata, "Saudara Xiao. Kau terluka, tapi kenapa tidak mengatakan apa pun?!"
Zhi Shu sebenarnya ingin memergoki Lan Guan Zhi dan Xiao Shuxiang karena dua pemuda ini berada dalam satu ruangan tertutup. Dia bermaksud mengerjai Xiao Shuxiang, namun tidak disangka niat itu harus diurungkan karena nyatanya Xiao Shuxiang sedang terluka.
Liu Wei Lin nampak cemas, "Saudara Xiao. Kau sudah duduk bersama kami cukup lama, apa kau menahan lukamu ini? Kau melakukan itu sama saja dengan menyiksa dirimu sendiri, tidakkah kau mengerti?"
"Tuan Xiao, kenapa kau menyembunyikan lukamu?" Wang Zhao sampai pucat. Dia melihat air yang dibawa Ling Qing Zhu sudah sangat memerah.
Mo Huai sendiri pergi untuk mengambil air yang baru. Dia juga sama cemasnya dengan Liu Wei Lin dan yang lainnya. Dia paling tidak bisa melihat seorang Xiao Shuxiang terluka sampai berdarah.
Xiao Shuxiang berkata pada teman-temannya, "Aku sungguh baik-baik saja sekarang ini. Kalian tidak perlu begitu cemas, Kucing Putih merawatku dengan sangat baik."
"Saudara Xiao, tapi kau tidak mengatakan apa pun tentang lukamu. Kau sebenarnya menganggap aku apa?!" Zhi Shu nampak kesal, "Kita adalah saudara jadi harus saling membantu. Tapi yang kulihat malah seakan kau tidak percaya padaku, kau bahkan menyembunyikan tentang lukamu."
"Aku tidak menyembunyikannya. Buktinya Kucing Putih dan Lan'Er tahu, kan?"
"Saudara Xiao...!" Zhi Shu cemberut, dia menyilangkan tangan dan terlihat menggelembungkan pipinya.
Ling Qing Zhu terus membersihkan darah yang ada di punggung Xiao Shuxiang. Dia sendiri mendengar banyak hal ketika Wali Pelindungnya berbicara dengan Liu Wei Lin, Zhi Shu dan Wang Zhao.
Cukup lama teman-temannya tinggal di kamar ini termasuk juga Mo Huai. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing saat Lan Guan Zhi mengatakan bahwa Xiao Shuxiang perlu beristirahat.
Di dalam ruangan itu pun kini hanya tinggal Ling Qing Zhu dengan Wali Pelindungnya. Pakaian Xiao Shuxiang sudah diganti dan keadaan menjadi canggung ketika malam semakin larut.
"Kucing Putih? Apa kau tidak mau tidur denganku?" Xiao Shuxiang berbaring di tempat tidur lengkap dengan selimut yang dipakaikan oleh Ling Qing Zhu.
Dia melihat gadis berambut putih itu hendak melangkah pergi, jadi dia bertanya. Xiao Shuxiang kembali berujar, kali ini dengan nada suara yang pelan.
"Kucing Putih. Aku menyewa kamar satu untuk setiap orang, tapi tidak menyewa kamar untukmu. Kupikir karena kita sudah menikah, jadi satu kamar sudah cukup. Apa kau serius akan pergi dan meninggalkanku sendirian..?"
"..............."
Entah mengapa nada suara Xiao Shuxiang terdengar sedih. Ling Qing Zhu yang hendak membuka pintu pun jadi mengurungkan niatnya. Gadis cantik itu lantas menempelkan kertas segel dan kembali menghampiri Wali Pelindungnya.
"Geser sedikit," Ling Qing Zhu bersuara tenang. Ekspresinya tidak berubah meski dia begitu gugup saat ini.
Xiao Shuxiang berkedip, tidak disangka akan mendapat respon seperti ini. Dia pun bergeser dan sebenarnya tidak terlalu berharap Kucing Putihnya akan berbagi tempat tidur dengannya.
******
__ADS_1