![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
PERINGATAN..!
Episode mulai mengandung adegan kekerasan dan tidak pantas ditiru. Selalu bijaklah dalam membaca dan terima kasih atas dukungannya..! ( ´ ▽ ` )ノ Maaf ya jika masih banyak typo, (*^ω^*) Selamat menyaksikan..! (⌒▽⌒)
*
*
*
Ada ratusan kultivator yang menjadi peserta konferensi dan bertarung melawan berbagai jenis Demonic Beast di dalam Ngarai Xiling. Namun seperti halnya Demonic Beast yang memiliki berbagai jenis, kultivator pun mempunyai sifat yang berbeda-beda.
Meskipun Tetua Besar Wang Haoran sudah memperingatkan bahwa sesama peserta tidak boleh saling menyerang di dalam Ngarai Xiling, tetap saja ada yang melanggarnya. Tentu, mereka menyiasati hal tersebut dan seakan-akan itu bukan kesengajaan.
Sama seperti saat ini. Ada seorang pria dari sekte menengah yang berpura-pura melawan Demonic Beast dan kemudian memancing binatang itu mendekati murid lainnya. Awalnya itu terlihat bagai saling bekerja sama, namun tidak butuh waktu lama sampai dia meninggalkan murid yang menjadi rekannya.
Di sisi lain, tidak semua Burung Hantu Roh bisa mengawasi setiap gerakan para peserta di bawah sana. Mereka lebih condong memperlihatkan pertarungan para murid yang ada di--20 besar.
Nama Yi Shisi sendiri ada di urutan ke-18 dan dengan cepat digeser oleh nama dari kultivator yang lain. Dia tentu saja tidak peduli dengan kemenangan karena saat ini yang utama adalah melancarkan rencananya.
"..............."
Suara langkah kaki Yi Shisi terdengar saat dia menapak pada dahan-dahan pepohonan. Tangan kirinya menyentuh batang pohon tempatnya berpijak dan sebuah tanda dengan cepat terbentuk.
Tanda berbentuk kelopak bunga itu sama seperti kemunculannya----dia seketika menghilang. Pohon yang sudah Yi Shisi tandai terlihat lebih hidup, namun kulit dalam tumbuhan itu sepenuhnya telah mati.
Yi Shisi menarik pedangnya saat melihat dua orang kultivator yang bertarung dengan Demonic Beast. Dia pun bergerak cepat dan langsung melesat membantu mereka. Kehadiran Yi Shisi membuat pertarungan itu berhasil dimenangkan.
"Kalian tidak apa-apa?" Yi Shisi bertanya pada kedua kultivator wanita yang dirinya bantu. Hanya saja entah mengapa Yi Shisi mendapat tatapan yang tidak mengenakkan.
Salah seorang wanita mendengus dan bersuara dingin, "Hmph. Kami tidak butuh bantuanmu,"
"Kau tidak perlu bersikap baik. Urus saja urusanmu sendiri," kultivator lainnya juga begitu ketus ketika berbicara.
"Tapi aku hanya---" Yi Shisi tersentak dan membeku saat kedua kultivator yang dia selamatkan justru memalingkan tubuh dan seakan hendak meninggalkannya.
"Sialan. Aku paling benci ditolong oleh murid dari Istana Seribu Pedang. Mereka itu sangat sombong, bermuka dua dan hanya peduli pada penampilan saja."
"Kau benar. Orang-orang dari Istana Seribu Pedang semuanya munafik, berpura-pura bahwa mereka berasal dari sekte yang suci. Tidak tahu malu,"
Yi Shisi hanya diam mendengarkan nada sarkatis dari kedua kultivator wanita itu. Dia melihat mereka terus berjalan dan saat kedua kultivator itu berada di jarak tertentu----sesuatu langsung dilesatkan oleh Yi Shisi.
"Akan lebih baik jika murid-murid Istana Seribu Pedang---" salah satu wanita tiba-tiba saja tercekat dan seketika terjatuh.
!!!
Teman kultivator itu terkejut ketika rekan di sampingnya mendadak jatuh dengan posisi tengkurap. Dia sangat kaget melihat ada belati kecil yang menancap tepat di tengkuk rekannya ini.
__ADS_1
Belum sempat kultivator wanita itu berbalik, dirinya kembali dikejutkan dengan kehadiran Yi Shisi yang tiba-tiba. Murid dari Istana Seribu Pedang itu berdiri tepat di sampingnya, bahkan tanpa dia sadari.
"Bermuka dua, huh?" suara Yi Shisi rendah dan sampai membuat kultivator wanita itu manahan napas sambil dengan mata yang terbelalak.
Yi Shisi membungkuk dan mengambil belati yang dia lesatkan. Hanya saja dia menancapkannya lebih dalam sebelum mulai menariknya keluar. Tindakan Yi Shisi membuat orang yang dia serang mengeluarkan suara pedih sebelum mengembuskan napas terakhir.
"A-apa yang kau lakukan?!" suara dari kultivator wanita itu bergetar. Dia seakan tidak menyangka bahwa rekannya akan dihabisi tanpa perlawanan. Dia sungguh tidak menduga akan diserang dengan cara seperti ini.
Yi Shisi menengadah dan tersenyum, dia pun bersuara pelan. "Bukankah aku baru saja sudah memperlihatkannya? Teman baikmu ini baru saja mati, kau pun akan menyusulnya sebentar lagi."
"Kau..!!" kultivator wanita itu sangat syok, namun dia masih lebih cepat menarik pedangnya dan menangkis serangan dari Yi Shisi. Dia pun dapat mengambil jarak dan menatap Yi Shisi dengan penuh rasa waspada.
Anehnya. Sesuatu tiba-tiba saja terjadi. Bahu kanan dari kultivator wanita itu seketika memuncratkan darah dan dirinya mengalami luka tebasan, padahal jelas sekali bahwa dia berhasil menangkis serangan dari Yi Shisi.
"Sialan! Apa yang kau lakukan?!" seruan kultivator wanita itu bersamaan dengan rintihannya. Luka yang dia alami nyata dan rasanya sangat sakit.
Di sisi lain, Yi Shisi justru begitu tenang. Dia bahkan menjilat darah pada bilah belatinya dan tersenyum. "Aku tentu saja sedang menikmati hidangan pembuka sebelum mulai ke hidangan utama. Kau harusnya sangat beruntung karena bisa mati di tanganku,"
Kultivator wanita itu menahan napas, dia merasa tidak akan bisa melarikan diri dari Yi Shisi. Perempuan di hadapannya sangat gila dan perasaannya benar-benar tidak enak. Dia pun memikirkan sebuah strategi dan mulai mengayunkan pedang.
Yi Shisi mendengus pelan dan melesat untuk bertukar serangan dengan wanita di hadapannya. Pertarungan itu cukup sengit, namun dirinyalah yang membuat lawan kewalahan. Dia bahkan mampu memberikan beberapa luka yang cukup dalam di tubuh lawannya.
Suara dari benturan senjata terdengar sangat keras. Kultivator wanita itu bermaksud melesatkan kembang api pertanda bahaya, namun di waktu yang dianggap tepat-----dia justru terkena serangan yang mengenai kepalanya.
Serangan Yi Shisi begitu brutal, lawannya tewas secara mengenaskan dan kejadian ini tidak diketahui siapa pun.
Dalam pandangan burung itu, Yi Shisi terlihat bertarung melawan Demonic Beast. Mayat kultivator yang sebelumnya di serang dari belakang pun terlihat seperti mayat Demonic Beast.
Ilusi semacam ini terjadi karena tanda yang disebarkan oleh Yi Shisi pada pepohonan di sekitarnya. Dialah anggota Sekte Lembah Iblis yang ahli dalam membuat ilusi.
*
*
Karena kedua kultivator wanita yang dikalahkan Yi Shisi tidak masuk dalam nama peserta yang menduduki peringkat 100 besar, maka tidak ada yang tahu bahwa kedua kultivator itu sudah tiada.
Para kultivator yang menontonnya pun tidak tahu bahwa mayat Demonic Beast yang terlihat di layar giok itu merupakan mayat manusia.
Dalam pandangan Xiao Han pun, dia hanya melihat mayat Demonic Beast. Tetapi karena Yi Shisi adalah rekannya dan dia hapal benar arti senyuman tipis dari gadis itu----Xiao Han jadi tahu bahwa rencana mereka kini sedang dimulai.
Di lantai tertinggi tempat di mana para tetua duduk, Xiao Shuxiang nampak mengerutkan kening saat menyaksikan pertarungan Yi Shisi sebelumnya. Dia sama seperti kultivator yang lainnya, tidak mengetahui rahasia dari mayat Demonic Beast yang dibunuh oleh Yi Shisi.
Tetua Jiao Feng dari Sekte Lautan Awan nampak berdecak kagum, "Tetua Chen. Murid Anda ini sangat luar biasa, aku melihat dia mempunyai gerakan yang sempurna, cepat dan tanpa celah. Murid dari Istana Seribu Pedang memang tidak pernah mengecewakan,"
"Ha ha ha, Tetua Jiao terlalu memuji. Yi Shisi merupakan murid didikan langsung tetua Murong, dia anak yang rajin dan berbakat. Aku tidak akan heran melihat kemampuannya,"
"..............." Xiao Shuxiang mendengar ucapan kedua tetua tersebut sebelum beberapa tetua lainnya mulai berdiskusi kembali. Dia pun memperhatikan layar giok di hadapannya dan terlihat begitu fokus.
__ADS_1
"Kau terlihat serius, ada apa?" Ling Qing Zhu berujar pelan. Dia menyadari sikap Wali Pelindungnya yang lebih pendiam.
"........ Aku hanya penasaran saja. Gadis itu murid, kan? Tapi dia memiliki gerakan yang sempurna dan tanpa celah. Seorang murid harusnya sangat sulit mempunyai gerakan yang se-sempurna itu. Lalu ...." Xiao Shuxiang bergumam, "Kecepatan dari serangannya pun terasa tidak wajar bagiku."
"Mn?" Ling Qing Zhu menoleh dan menatap Wali Pelindungnya.
Xiao Shuxiang menjelaskan, "Kecepatan semacam itu tidak bisa didapatkan dalam perguruan. Ini hanya bisa dia peroleh jika sudah mengalami banyak pertarungan langsung yang mengancam nyawa. Apalagi melihat tekniknya yang sangat sempurna dan tanpa celah itu .... Menurutku mustahil seorang murid yang hanya belajar dalam lingkungan nyaman mampu melakukannya,"
Xiao Shuxiang melanjutkan, "Kurasa dia tipe murid yang sering keluar sekte untuk mendapat pengalaman langsung. Karena sejauh yang kutahu, hanya pengalaman dari luar perguruan yang bisa membuat seseorang memiliki kecepatan setidak-wajar itu. Mungkin .... Dia telah bertarung puluhan bahkan ratusan kali, entahlah."
Tetua Chen Duan Shan mendengar penuturan dari pemuda di sampingnya dan mulai tersenyum. "Memang benar yang kau katakan, Nak. Dalam perguruan, para murid hanya diajari tentang teknik berpedang dan berbagai hal yang mampu membantunya. Sementara pengalaman yang mereka dapatkan di luar perguruan akan lebih mengasah teknik itu dan lebih menempa diri mereka."
Tetua Chen Duan Shan mengusap-usap dagunya, "Tetua Murong memang sering membawa para muridnya keluar untuk mendapat banyak pengalaman. Ini yang membuat Yi Shisi punya kecepatan paling luar biasa,"
"Ah ...." Xiao Shuxiang mengangguk pelan, dia pun bertanya. "Apa tetua Murong sering mengajak para muridnya mencari masalah di lingkungan Sekte Aliran Hitam atau secara sengaja mengganggu sarang Demonic Beast? Mungkin semacam melakukan serangan diam-diam, pembantaian atau sesuatu semacam itu?"
Tetua Chen Duan Shan tersentak mendengar pertanyaan barusan. Tidak hanya dia, bahkan Ling Qing Zhu dan beberapa tetua yang juga mendengarnya ikut menatap ke arah Xiao Shuxiang.
Tetua Chen Duan Shan berkedip, "Kenapa kau menanyakan itu?"
"Karena cara bertarung nona Yi Shisi itu mengingatkanku dengan cara bertarung mereka yang berasal dari Aliran Hitam. Rasanya seakan-akan gadis itu ingin membantai siapa pun yang menjadi lawannya,"
!!!
Bersamaan saat Xiao Shuxiang bersuara, seseorang dari bangku penonton berseru dan keriuhan mulai terjadi.
"Apa yang terjadi?!"
Tetua Chen Duan Shan dan Xiao Shuxiang tersentak ketika mendengar keributan dari para penonton. Semua orang mengarahkan pandangan pada layar giok yang sekarang hanya menampakkan sebuah gambaran hitam.
Para Tetua yang lain nampak berdiri. Mereka bertanya-tanya tentang apa yang sedang terjadi. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai terdengar suara yang berasal dari layar giok itu.
"Tetua...!"
"Apa yang terjadi?!" Tetua Chen Duan Shan bertanya ketika mendengar suara muridnya yang seperti sedang panik.
Ngarai Xiling sebenarnya tidak hanya diisi oleh para peserta konferensi dan Demonic Beast, tetapi juga para kultivator yang memiliki tugas sebagai pengendali dari Burung Hantu Roh. Mereka terbentuk dalam beberapa kelompok kecil.
"Tetua...!!"
"Bicara dengan jelas, ada apa?!" Tetua Besar Wang Haoran merasa tidak enak saat mendengar suara dari murid itu yang sangat panik seakan ada sesuatu yang tengah terjadi.
"Tetua..!! Kami butuh bantuan--Akh!"
!!!
******
__ADS_1