KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
231 - Kembali ke Sekte Lautan Awan


__ADS_3

Wang Zhao bernapas pelan dan belum hilang rasa gugupnya saat ini. Dia terus memperhatikan Hei Lian sambil terlihat memegang Tali Pengikat Abadi, berjaga-jaga bila dia harus memakainya.


Tali ini merupakan pemberian Tetua Jing Shang Yu. Tetua dari Gunung Puncak Xuyang itu sedang pergi untuk melihat kondisi Sekte Lautan Awan sekarang. Dia dan Xiao Shuxiang pun diminta agar tetap di tempat ini.


"Tu-Tuan Xiao ..." Wang Zhao bersuara gugup, "Apa kau benar-benar tidak membunuhnya? Kenapa .... Hei Lian belum juga sadarkan diri...?"


Wang Zhao sudah memperhatikan Hei Lian dengan saksama dan gadis kecil ini mempunyai luka di lehernya. Bekas dari cengkeraman tangan Xiao Shuxiang tidak menghilang sama sekali dan jujur itu terlihat menakutkan.


Wang Zhao tidak ingin memikirkan hal yang bukan-bukan, tapi sungguh! Dia merasa bahwa mustahil orang akan hidup setelah lehernya dicengkeram sangat kuat. Apalagi bila korbannya adalah anak kecil dan pelakunya merupakan pemuda dewasa.


Xiao Shuxiang menyilangkan tangan dan menarik napas pelan. Dia pun berkata, "Kau tenang saja. Tunggulah sebentar lagi. Aku yakin dia akan segera sadar,"


"..............." Wang Zhao memperhatikan Xiao Shuxiang yang nampak biasa saja. Pemuda ini entah mengapa tidak merasa bersalah sama sekali padahal sudah menyakiti seorang anak kecil.


Wang Zhao mengembuskan napas dan kemudian menunduk. Dia menggeleng pelan, "Aku benar-benar bodoh .... Meski Hei Lian masih anak-anak, tapi kesalahan yang dia buat sangatlah besar. Bahkan bila Tuan Xiao ingin membunuhnya, ini pun bukan perbuatan yang salah."


Wang Zhao berusaha menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri dan kemudian mulai berkata. "Aku .... Mengenal Hei Lian cukup lama. Dia .... Sebelumnya hanyalah anak yang tidak memiliki ayah dan ibu. Pamankulah yang merawatnya,"


"..............." Xiao Shuxiang menatap Wang Zhao tanpa mengatakan apa-apa. Raut wajahnya tidak berubah.


Wang Zhao berkata, "Dia sebenarnya anak yang baik. Yang kutahu, dia tidak akan melukai siapa pun. Bahkan saat paman menyerang kami, Hei Lian ikut membantu agar aku bisa melarikan diri. Dia bahkan melanggar perintah paman dan dirinya pun menangis saat ayahku dihabisi,"


Wang Zhao mengepalkan tangannya dan berusaha menahan diri untuk tidak menangis. Dia berkata, "Itulah sebabnya aku masih tidak bisa melihat Hei Lian sebagai musuh. Pasti .... Pasti ada sesuatu yang terjadi dengan anak ini. Tidak mungkin dia berubah begitu cepat,"


"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian duduk di salah satu batu nisan. Dia membuat Wang Zhao tersentak.


"Tuan Xiao--"


"Waktu bisa mengubah orang lain," Xiao Shuxiang bersuara tenang. "Kau tidak bisa mengharapkan mereka akan tetap sama sementara kau sendiri pun juga telah berubah,"


"Tuan Xiao,"


"Aku sebenarnya ingin sekali membunuh gadis kecil itu, dia sudah membuatku sangat kesulitan. Serius, ini pertama kali aku merasa tidak menyukai kemenangan setelah pertarungan." Xiao Shuxiang menyilangkan tangannya dan kemudian menggeleng.


"Tuan Xiao-" Wang Zhao ingin bicara, tapi ucapannya terus saja disela.


Xiao Shuxiang berkata, "Aku biasanya sangat percaya diri. Tapi hari ini benar-benar buruk untukku. Haaah... Demi mengalahkan seorang anak kecil, aku bahkan butuh bantuanmu dan tetua Jing Shang Yu. Ini sungguh sangat melukai harga diriku--"


"Tuan Xiao..! Apa kau sadar dengan yang kau duduki itu?!" Wang Zhao akhirnya tidak tahan lagi dan membentak. Dia pun terkejut dengan perbuatannya barusan dan kemudian meminta maaf.


Xiao Shuxiang sendiri nampak tersentak, dia merutuki Wang Zhao. "Keterlaluan, kau mengagetkanku tahu!"


"Ha-habisnya Tuan Xiao menduduki sesuatu yang tabu untuk diperlakukan seperti itu. Tolong turunlah,"


"Tsk, ini hanya batu nisan. Kenapa kau harus khawatir? Aku tidak menduduki tubuh orang mati,"


Wang Zhao membeku, dia benar-benar tidak habis pikir dengan pemuda tampan ini. Mereka sekarang ada di pemakaman dan Xiao Shuxiang justru bertindak tidak sopan.


Wang Zhao berkata, "Kau harusnya menghargai orang yang sudah tiada. Bagaimana jika tiba-tiba mayatnya bangun dan memarahimu?"


"Kau..!" Xiao Shuxiang tersentak dan spontan turun dari batu nisan yang dia duduki. Dirinya pun terbatuk pelan dan lalu berujar, "Me-mengingat aku sekarang sedang belajar jadi orang baik, maka aku akan berusaha menjaga sikapku. Jadi mari bahas yang lain,"

__ADS_1


Wang Zhao berkedip. Dia memperhatikan Xiao Shuxiang dan tersenyum pahit, "Tuan Xiao. Apa ... Kau takut hantu?"


"Siapa yang bilang begitu, huh?!" Xiao Shuxiang protes, dia mendengus dan kembali berkata. "Justru hantu-lah yang akan takut padaku,"


"Di belakangmu ada ...." raut Wang Zhao seakan terlihat terkejut bercampur takut.


Dia hanya berpura-pura untuk melihat reaksi Xiao Shuxiang, tetapi siapa yang menyangka bahwa pemuda tampan di hadapannya ini langsung mengeluarkan Yīng xióng dan kemudian berbalik untuk menghunuskannya.


Wang Zhao tidak bisa menahan untuk tak tertawa, dia pun bersuara. "Aku tidak menyangka bahwa kau ternyata takut pada hantu,"


"Siapa yang takut?! Aku ini hanya kaget..!" Xiao Shuxiang tidak terima dipermainkan, dia menyimpan kembali pedangnya dan kemudian menjitak kepala Wang Zhao.


Xiao Shuxiang merutuk, "Kau ini sangat menyebalkan. Apa bagusnya melakukan itu, hah?!"


"Ma-maaf ...." Wang Zhao mengusap-usap kepalanya dan berkata, "Aku pikir kau yang sekuat ini tidak lagi memiliki ketakutan. Aku tidak menduganya sama sekali,"


"Sudah kubilang aku ini tidak penakut, aku hanya kaget. Apa kau tidak mengerti bahasa manusia, huh?"


Di saat Xiao Shuxiang masih menjitak kepala Wang Zhao----bulu mata Hei Lian nampak bergetar, gadis kecil itu mulai membuka matanya.


"..............."


Kening Hei Lian mengerut, dia merasakan tubuhnya sakit dan rasa yang sama juga ada di lehernya. Dia bahkan kesulitan menggerakkan kepala, meski hanya untuk menoleh.


Hei Lian berkedip, dia melihat ada dua orang pemuda yang salah satunya seakan tertindas. Hanya saja wajah yang dia lihat pertama kali adalah wajah mempesona milik Xiao Shuxiang.


"............. Siapa?" Hei Lian ingin bertanya, namun tenggorokannya masih sangat sakit. Dia bahkan kesulitan untuk bicara.


"............. Wang .... Wang Zhao-Gege ...."


"Wang Zhao .... Gege ..." Hei Lian hanya bisa menyebutkan nama Wang Zhao. Dia membuat pemuda itu tersentak dan Xiao Shuxiang sendiri nampak mengerutkan keningnya.


"Kurasa dia hanya mengenalimu," Xiao Shuxiang berujar pelan. Dia bisa melihat bahwa gadis kecil yang masih terbaring lemah ini kesulitan untuk bergerak.


"Kau baik-baik saja?" Wang Zhao tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir di wajahnya. Dia bahkan dengan lembut menyentuh dahi dan mengusap kepala Hei Lian.


"Gege .... Sakit ...."


"Jangan menangis, kau akan baik-baik saja. Ada aku di sini," Wang Zhao bisa melihatnya. Hei Lian sekarang terlihat seperti gadis kecil yang dia ketahui. Anak perempuan ini menangis bagai anak lain pada umumnya.


Xiao Shuxiang melihat bagaimana Wang Zhao yang mulai menggendong anak perempuan berusia 15 Tahun itu. Jujur saja, dia merasa Wang Zhao bagaikan sosok ayah yang sedang menenangkan putrinya.


"Gege ...." Hei Lian memeluk Wang Zhao dan masih menangis. Tubuhnya sangat sakit dan jika saja tenggorokannya dalam kondiai yang baik----dirinya pasti sudah menangis keras.


"Tenanglah, tenang ...."


Hei Lian terisak, tubuhnya sangat lemah tapi dia masih berusaha melihat pemuda yang bersama dengan Wang Zhao Gege-nya. Pemuda yang ada di hadapannya ini sangat tampan, namun begitu asing. Dia tidak tahu siapa orang yang bersama dengan Wang Zhao Gege-nya.


Untuk Xiao Shuxiang sendiri, dia terlihat sedikit tertegun. Hei Lian jelas-jelas anak yang bisa dikatakan sudah remaja, tetapi Wang Zhao menggendongnya seperti menggendong seorang anak berusia 5 Tahun. Ini .... Entah Hei Lian yang kurang kasih sayang atau Wang Zhao sendiri yang penuh rasa cinta kasih.


"..............." Xiao Shuxiang jadi tidak tega menegur pemuda ini. Apalagi terlihat, Wang Zhao sedang berusaha membuat Hei Lian tenang.

__ADS_1


Xiao Shuxiang memutuskan menunggu, dia hampir saja kembali duduk di sebuah batu nisan andai tidak teringat dengan ucapan Wang Zhao. Dia pun akhirnya memilih untuk mengambil tempat duduk di tanah sambil melihat ke arah pulau terapung yang saat ini masih terbakar.


Di samping itu, Xiao Shuxiang cukup tahu bahwa efek dari ramuan yang dia berikan pada Hei Lian tadi mempunyai reaksi. Setidaknya sekarang, gadis kecil yang ada digendongan Wang Zhao itu tidak lagi terlihat seperti musuh.


Xiao Shuxiang bahkan menyadari bahwa gadis kecil itu terkadang memberinya pandangan. Hanya saja memang kondisi Hei Lian begitu lemah dan bahkan sulit untuk bicara.


"Tuan Xiao," Wang Zhao akhirnya mulai buka suara. Dia mendekati Xiao Shuxiang dan kemudian bertanya, "Apa kau punya sesuatu yang bisa mengurangi rasa sakitnya?"


"Anak itu hanya perlu berhenti menangis. Jika dia terus menangis, rasa sakitnya akan makin terasa."


"Lian'Er, tenanglah... Hm..?"


"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas ketika menyaksikan bagaimana perlakukan Wang Zhao pada seseorang yang sudah banyak menyulitkan mereka.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Orang ini .... Sebenarnya hatinya terbuat dari apa? Dia kultivator Aliran Hitam, kan? Kenapa aku merasa bahwa dia adalah anak pungut yang salah tempat tinggal. Dia benar-benar terlalu baik,"


"Kemari," Xiao Shuxiang meminta Wang Zhao mendekat. Dia pun mengulurkan tangan dan mulai menyentuh kepala Hei Lian.


Gadis kecil yang masih berada dalam gendongan Wang Zhao itu terlihat memejamkan mata. Hei Lian merasakan sentuhan yang hangat dan membuatnya nyaman. Dia ingin dekat dengan pemuda yang mempesona ini.


Xiao Shuxiang memeriksa kondisi Hei Lian dengan cara yang biasa, dia sama sekali tidak mengalirkan Qi ke dalam tubuh gadis kecil ini. Xiao Shuxiang hanya memeriksa seperti cara para tabib biasa melakukannya.


"..............." Hei Lian membuka matanya ketika tidak lagi merasakan usapan dari tangan hangat pemuda tampan ini. Dia sebenarnya tidak ingin teman Wang Zhao Gege-nya menarik tangan kembali.


Xiao Shuxiang mengeluarkan sebuah pil dan memberikannya pada Hei Lian. Gadis kecil itu menatapnya sejenak sebelum mulai membuka mulutnya. Hei Lian suka dengan rasa pil yang dimakannya, begitu manis dan menyegarkan.


Pil buatan Xiao Shuxiang itu memang mempunyai efek untuk mengurangi rasa sakit, namun memang agak lambat bila dalam proses penyembuhan luka.


Xiao Shuxiang sebenarnya bisa saja mengeluarkan pil buatannya yang lebih kuat, tetapi jika itu dilakukan----Hei Lian tidak akan tahu bagaimana rasa sakit itu. Dia tidak mau terlalu memudahkan anak kecil ini.


Butuh waktu yang cukup lama bagi Xiao Shuxiang dan Wang Zhao untuk istirahat. Mereka baru bergerak saat Hei Lian telah bisa berdiri dan tidak lagi merasakan lemas serta sakit.


Wang Zhao memakai pedang kayunya untuk membawa Xiao Shuxiang dengan Hei Lian. Karena kekuatannya sekarang, dia bisa membuat bilah pada pedang kayunya melebar dan mengontrolnya agar melesat lebih cepat.


"..............."


Sepanjang jalan, Hei Lian tidak pernah melepaskan tangan Wang Zhao. Dia terus memegang pemuda itu, namun selalu mencuri-curi perhatian untuk bisa memandangi Xiao Shuxiang lebih lama.


"Wang Zhao-Gege, kita mau ke mana?" Hei Lian bertanya. Ekspresi wajah dan suaranya teramat polos. Seakan-akan gadis ini baru diajak ke sebuat tempat yang baru.


Xiao Shuxiang mengerutkan kening saat menyadari sesuatu. Dia tanpa nada mulai menatap Hei Lian dan bertanya, "Apa kau melupakan sesuatu?"


Hei Lian mendongak jika ingin menatap Xiao Shuxiang. Dia berkedip mendengar ucapan pemuda mempesona ini. Hei Lian pun buka suara, "Aku ... Melupakan apa?"


"Kau tidak ingat?" Xiao Shuxiang kembali bertanya. "Serius kau tidak ingat dengan apa yang sudah kau lakukan?"


"Aku ... Apa yang sudah kulakukan?" Hei Lian kebingungan, dia pun menatap Wang Zhao dan seakan meminta sebuah penjelasan dari pemuda ini.


Wang Zhao sendiri tidak tahu harus bicara bagaimana. Dia menatap Xiao Shuxiang untuk membantu memberikan penjelasan pada Hei Lian.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terlihat mengerutkan keningnya. Dia memikirkan tentang bagaimana Hei Lian bisa lupa dengan apa yang sudah gadis kecil ini perbuat.

__ADS_1


Xiao Shuxiang jadi merasa bahwa apa yang menimpa Hei Lian adalah karena dia terlalu banyak meminumkan ramuan Zhang Xiao Lian yang sedang diperbaiki dan dalam masa-masa percobaan.


******


__ADS_2