![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Xiao Shuxiang tidak bisa untuk tak memikirkan bahwa ada orang lain lagi yang mengatur semua ini. Barangkali itu adalah salah satu anggota Sekte Lembah Iblis sekaligus rekan Yi Shisi.
Kemungkinan besar orang itu sengaja membunuh Yi Shisi, namun alasan pastinya belum dapat Xiao Shuxiang perkirakan.
"Apa itu?" salah seorang peserta nampak mengerutkan kening saat melihat benda di tangan Xiao Shuxiang. Dia pun mulai mendekat dan beberapa murid lainnya ikut menyusul.
!!!
"Bukankah itu...." seorang murid terkejut karena tahu kertas apa yang dipegang oleh Xiao Shuxiang saat ini. Dia sampai tidak bisa melanjutkan ucapannya.
Keterkejutan murid tersebut langsung menyadarkan Xiao Shuxiang. Orang yang membunuh Yi Shisi ternyata mengatur rencana semacam ini..!
Dia sengaja menyerang Yi Shisi agar tubuh gadis itu meledak dan menjadi abu. Kertas yang dikumpulkan Yi Shisi pun akan terlihat sebab merupakan bagian dari Kitab Pembunuh Matahari yang artinya----kertas itu akan sulit sekali dihancurkan. Dan orang-orang yang melihatnya akan mulai memperebutkan kertas ini, pertarungan berdarah bisa saja terjadi.
"Itu lembaran dari Kitab Pembunuh Matahari..!"
Seorang peserta konferensi berseru sambil menunjuk kertas di tangan Xiao Shuxiang. Seruannya mengejutkan semua orang, termasuk Liu Wei Lin.
Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei menghampiri Xiao Shuxiang untuk melihat lebih dekat benda yang dipegang pemuda itu. Keduanya kaget karena yakin benda di tangan Xiao Shuxiang benar adalah bagian dari kitab yang selama ini dicari oleh banyak orang.
"Kalian semua jangan terlalu dekat," Tetua Chen Duan Shan mencegah para peserta konferensi yang nampak ingin mengerubuni Xiao Shuxiang. Dia jujur saja terguncang, tetapi mencoba untuk tenang.
Tetua Huan Gui Fei bernapas pelan dan menatap Tetua Chen Duan Shan, "Apa mungkin ini alasannya hingga anggota Sekte Lembah Iblis datang kemari dan membuat kekacauan?"
Tetua Chen Duan Shan menelan ludah dan mengangguk, dia bersuara pelan. "Tidak dapat dipungkiri bahwa memang itulah alasan utama mereka datang ke tempat ini. Beberapa kultivator memiliki lembaran dari Kitab Pembunuh Matahari, tentu mereka ingin mendapatkannya."
Xiao Shuxiang mendengar ucapan Tetua Chen Duan Shan dan berujar, "Itu benar. Aku menduga Sekte Lembah Iblis ini mengirim anggotanya untuk tidak hanya mengincar lembaran kitab itu, tetapi juga membunuh para murid terbaik dari setiap sekte. Ini jelas merupakan siasat. Para murid yang mengikuti konferensi adalah pilar masa depan sekte mereka masing-masing, jadi tentu saja Sekte Lembah Iblis menganggap mereka sebagai ancaman."
Tetua Huan Gui Fei bernapas pelan, "Lantas bagaimana sekarang? Yi Shisi palsu itu sudah meledakkan diri. Apa itu artinya kita tidak punya peluang untuk keluar dari tempat ini?"
"Tetua Huan," Chen Duan Shan berujar. "Aku sebenarnya penasaran dengan alasan gadis itu mengakhiri hidupnya sendiri. Rasanya seolah dia melakukan Peledakan Diri secara terburu-buru,"
"..............." Xiao Shuxiang menatap Tetua Chen Duan Shan karena merasa bahwa pria tua ini tidak mengetahui bahwa Yi Shisi kemungkinan besar diserang oleh orang lain.
Masalahnya, Xiao Shuxiang sama sekali tidak merasakan kehadiran orang yang mencurigakan di sekitarnya. Serangan yang mengenai Yi Shisi pun sulit untuk dicari sumbernya.
Xiao Shuxiang tidak bisa menceritakan ini kepada Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei sekarang. Selain itu, jika dia tetap nekat mengatakannya-----para kultivator ini akan panik. Dia perlu mencari waktu yang lebih tepat.
Tetua Chen Duan Shan masih nampak memikirkan apa yang dia katakan tadi. Tetapi tidak butuh waktu lama sebelum dia menggeleng pelan dan lalu mengajak semua orang untuk pergi ke Menara Komando. Tetua Chen Duan Shan merasa bahwa rasa penasarannya dapat terjawab di tempat itu.
Tetua Huan Gui Fei dan Fang Yimin mengangguk seakan setuju dengan ucapan Tetua Chen Duan Shan. Para peserta yang lain pun ikut mengangguk meski ada beberapa di antara mereka yang masih mencuri pandang untuk melihat lembaran-lembaran kertas di tangan Xiao Shuxiang.
Tetua Chen Duan Shan sendiri melesat lebih dahulu, diikuti oleh Lan Guan Zhi dan Liu Wei Lin. Para peserta konferensi pun ikut melesat di belakang mereka. Tetua Huan Gui Fei dan Xiao Shuxiang melesat paling belakang.
__ADS_1
Xiao Shuxiang sebelumnya telah menyimpan lembaran dari kitab Pembunuh Matahari dan juga ranting kecil yang dia temukan. Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei sama sekali tidak mempermasalahkan mengenai dirinya yang menyimpan lembaran kitab itu sendiri.
Beberapa peserta yang sebelumnya ribut pun tidak melakukan protes apa pun. Mungkin karena mereka tahu itu hal yang kurang sopan dan memahami bahwa status Xiao Shuxiang bukanlah kultivator biasa meski tingkat praktiknya yang lemah. Lagipula, Xiao Shuxiang-lah yang telah menangkap Yi Shisi sehingga hal wajar jika pemuda itu yang menyimpan benda peninggalan gadis tersebut.
*
*
Terdapat setidaknya tujuh titik menara komando di dalam Ngari Xiling dan salah satunya adalah yang ditempati oleh Tetua Wang Jing Li sekarang.
Menara tersebut mempunyai tinggi sekitar 15 meter dan berada di area perbukitan. Lokasi ini harusnya memiliki lima orang kultivator sebagai penjaga, tetapi semuanya kini sudah kehilangan nyawa. Tetua Wang Jing Li dan para kultivator yang bersamanya terlambat datang ke tempat ini.
Taiyang Hao yang duduk bersandar pada salah satu pilar dalam menara nampak mengatur napas. Dia baru saja selesai membantu beberapa kultivator untuk membaringkan penjaga menara yang tewas mengenaskan secara layak.
"Hapus air matamu, tidak ada waktu untuk menangis saat ini..."
Taiyang Hao menoleh. Dia menatap seorang murid dari sekte lain yang nampak minta rekan di sampingnya untuk tidak menangis.
Beberapa murid, utamanya para wanita tentu saja syok berat. Mereka sudah pasti merasa terguncang akibat terlibat dalam sesuatu yang begitu berbahaya.
"Kupikir .... Kupikir ini hanya konferensi, tapi kenapa rasanya kita ditarik ke dalam kematian?" seorang murid perempuan berekspresi pucat, dia terlihat terisak.
"Mengapa? Mengapa tempat ini memiliki .... Seharusnya tidak seperti ini, kan?" murid lainnya juga terisak. Matanya penuh ketakutan dan kengerian.
Tetua Chu Sheng Nan dan rombongannya datang ke menara komando ini setelah Tetua Wang Jing Li, Taiyang Hao dan yang lainnya tiba. Di tempat ini pun ada Tetua Xie Yanran yang merupakan tetua dari Gunung Puncak Zhang.
Seorang murid laki-laki membentak, "Kenapa ini bisa terjadi?! Bukankah Demonic Beast yang disetujui untuk konferensi memiliki aturannya sendiri? Jadi bagaimana bisa monster yang membuat ilusi itu lolos? Ada apa dengan keamanan konferensi ini?!"
"Aku tahu ketakutanmu," Tetua Xie Yanran yang mempunyai tubuh seperti anak kecil berdiri dengan tangan yang disilangkan. Dia menatap pemuda yang baru saja merutuk itu dan berkata, "Kau tidak lihat mayat para penjaga itu? Mereka jelas bukan tewas karena hewan buas, tetapi pedang. Ini merupakan perbuatan kultivator, jadi jangan menyalahkan keamanan konferensi,"
"Bukankah itu lebih buruk lagi?" murid laki-laki tersebut masih tidak terima. "Ini artinya ada penyusup yang datang dan mereka menyabotase konferensi. Mereka tentu saja tidak akan lolos jika keamanan selama konferensi berlangsung sangat diperketat,"
"Mudah mengatakannya," Taiyang Hao buka suara, "Penyusup itu bisa saja menyamar menjadi salah satu peserta konferensi. Ini mudah untuk dilakukan jika mereka adalah kultivator dengan praktik yang tinggi dan aku yakin, penyusupnya tidak hanya satu orang."
"Ka-kau jangan bicara begitu..." seorang wanita yang mendengar Taiyang Hao bicara semakin pucat, "A-aku tidak ingin membayangkan hal yang bukan-bukan. Itu .... Itu akan sangat menakutkan, tahu.."
Taiyang Hao tersentak saat kultivator wanita tersebut mulai menangis dengan kencang. Dia pun berkedip dan merasa tidak nyaman karena sudah membuat seorang wanita menangis.
Baru saja Taiyang Hao hendak membujuk dan menenangkan wanita itu saat suara langkah kaki yang cukup banyak terdengar. Dia, Tetua Wang Jing Li dan yang lainnya langsung menoleh ke arah pintu.
Tetua Chen Duan Shan yang pertama kali menapak di tanah dan langsung membuka pintu bangunan menara. Dia langsung disambut oleh para kultivator, termasuk Tetua Wang Jing Li, Tetua Xie Yanran dan Tetua Chu Sheng Nan.
"Kalian semua baik-baik saja?" Tetua Chen Duan Shan menghampiri para peserta konferensi dengan raut wajah yang cemas. Ini karena dia melihat ada belasan murid yang nampak berbaring lemas, tidak sedikit yang bahkan masih memuntahkan darah.
__ADS_1
Xiao Shuxiang sendiri membutuhkan waktu yang lebih lama dari kultivator lain untuk sampai di menara komando. Saat berjalan masuk pun, tangannya sempat memegang pinggiran pintu dan napasnya agak tersengal-sengal.
Xiao Shuxiang menggelengkan kepala pelan. Dia mengeluarkan cukup banyak tenaga untuk bisa menyusul kecepatan para peserta konferensi termasuk Tetua Chen Duan Shan dan Tetua Huan Gui Fei. Dia sudah banyak bekerja keras.
"Apa ini semua peserta yang selamat?" Xiao Shuxiang berjalan ke arah Tetua Wang Jing Li ketika napasnya sudah kembali normal.
Liu Wei Lin mengedarkan pandangan dan lantas membuka kipasnya. Dirinya pun berujar, "Aku rasa belum semuanya. Tetua Wang Haoran, Yun Qiao Yue dan para saudaraku yang lain tidak terlihat."
Tetua Wang Jing Li, "Mereka mungkin berada di menara komando yang lain. Kita akan pergi mencari murid penjaga yang masih hidup dan meminta mereka memperbaiki portalnya,"
"Apa kalian tidak bisa memperbaiki portalnya sendiri?" Xiao Shuxiang bertanya pada Tetua Wang Jing Li sambil bersandar pada salah satu pilar.
"Jika aku bisa, maka sudah lama aku mengeluarkan mereka dari tempat ini."
"Portal itu memakai segel dan aku sendiri bukan ahli dalam teknik penyegelan," Tetua Xie Yanran berujar.
"Bagaimana dengan Tetua yang lain?" Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan dan menatap satu persatu tetua yang dilihatnya.
Tetua Chen Duan Shan mengembuskan napas, "Teknik Penyegelan sebenarnya sesuatu yang sangat sulit dipelajari. Aku cukup bisa melakukannya, tapi aku bukan ahli dalam pembentukan portal."
Tetua Chu Sheng Nan berujar. Suaranya terdengar datar, "Para murid penjaga mempunyai teknik berpedang yang lemah karena hidup mereka dihabiskan dengan mempelajari segel. Mereka tidak seperti kultivator lain pada umumnya,"
Xiao Shuxiang bisa mengerti. Tidak semua orang ahli dalam segala hal, tentu saja akan ada kekurangan yang terlihat dan salah satunya adalah perbedaan antara kemampuan para tetua dengan para peserta yang berprofesi sebagai ahli pembuatan portal.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Dia lantas menoleh ke arah teman baiknya yang saat itu juga ikut menatap ke arahnya. Dia pun bertanya, "Lan Zhi. Kau paham tentang segel, kan? Jadi bagaimana pendapatmu?"
"Aku perlu melihat mereka bekerja untuk portalnya. Baru setelah itu aku tahu apa yang mampu kulakukan,"
Xiao Shuxiang menarik napas dan mulai berpikir keras, "Tapi tidak bisa juga jika kita terus menunggu. Yi Shisi merusak portalnya, jadi bisa saja di luar sana sedang ada kekacauan yang lain. Gadis itu jelas tidak ingin kita pergi dari sini,"
"Bagaimana denganmu?" Lan Guan Zhi menatap dalam teman baiknya. "Teknik Cermin Pemindahmu, apa tidak bisa digunakan?"
Xiao Shuxiang tersentak dan kemudian mulai mengambil posisi duduk bersila. "Teknik itu akan sangat sulit. Aku butuh waktu agar bisa mengeluarkannya,"
"..............." Lan Guan Zhi mengangguk pelan. Dia seakan memberi tahu teman baiknya bahwa dia akan menunggu.
Xiao Shuxiang yang duduk bersila begitu serius dan berkonsentrasi. Dia sedang mengumpulkan cukup banyak tenaga agar bisa mengeluarkan Teknik Cermin Pemindah miliknya.
Meski kemungkinan berhasilnya kecil, namun Xiao Shuxiang tetap ingin mencoba karena hanya ini satu-satunya cara yang bisa dia dilakukan daripada pergi ke menara komando lain untuk mencari pada kultivator penjaga.
Kening Xiao Shuxiang mengerut, dia sedikit kesulitan dalam berkonsentrasi. "Aku jadi memikirkan Kucing Putih. Kuharap firasat burukku tidak benar. Aku tidak ingin jika masalah semacam ini juga terjadi di tempat Kucing Putih berada,"
******
__ADS_1