KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
305 - Menuju Istana Teratai Hitam


__ADS_3

Hu Li sejak tadi merasa tegang dan perasaan itu kian bertambah kuat karena kondisi di sekitarnya. Dia bahkan gugup saat bertanya, "Bagaimana orang itu bisa menemukan kita?"


Wang Zhao menatap Hu Li sejenak sebelum menurunkan pandangannya. Dia pun menarik napas dan berkata, "Aku juga tidak tahu. Tapi paman biasanya sering berjalan-jalan di tempat yang tidak pernah di datangi oleh orang lain."


"Tunggu, Wang Zhao." Xiao Shuxiang berkata, "Kau yakin pamanmu tidak akan mengadukan kita?"


"Paman tidak membela siapa pun. Saat itu beliau menyelamatkanku karena merasa pertarungan tidak adil. Aku sama sekali tidak mampu melawan karena akar pada inti spiritualku, jadi paman ingin memberi kesempatan yang lain. Kurasa begitu ..."


Bocah Pengemis Gila menggosok-gosok hidungnya dan bertanya, "Sebenarnya kau ini memiliki berapa paman? Satu pamanmu membunuh ayahmu dan pamanmu yang lain menyelamatkanmu? Ada berapa paman yang akan kami temui nantinya?"


Wang Zhao bernapas pelan dan berkata, "Paman Wang Hu Zhuan ... Beliau satu klan dengan kami, tapi sebenarnya bukan saudara kandung ayah. Bisa dibilang dia berasal dari keluarga cabang,"


Bocah Pengemis Gila mengerutkan kening dan mendesis, "Aku sama sekali tidak mengerti."


Xiao Shuxiang, "Kau kan orang gila. Jadi tidak perlu mengerti,"


"Baiklah,"


Xiao Shuxiang berkedip, ini pertama kalinya Bocah Pengemis Gila langsung setuju dengan apa yang dia ucapakan. Padahal biasanya, orang aneh ini akan memprotes beberapa hal terlebih dahulu.


Bocah Pengemis Gila meniup-niup tongkat bambunya dan membelai mereka dengan lembut. Dia terisak, tapi tidak mengeluarkan air mata.


Lan Guan Zhi dan Liu Wei Lin tertegun melihat tingkah pria dengan riasan aneh di wajahnya itu. Tidak butuh waktu lama sampai mereka mendengarkan Bocah Pengemis Gila bergumaman dengan penuh kesedihan.


"Kekasihku yang setia ini ... Aku membuatmu terluka lagi. Aku tidak akan melakukannya lain kali, aku berjanji." Bocah Pengemis Gila menyatukan kedua belahan tongkatnya dan bambu hitam itu kembali utuh.


Liu Wei Lin mendekat ke arah Lan Guan Zhi dan bertanya dengan suara yang setengah berbisik. "Tuan Muda Lan, dari mana Saudara Xiao-ku bertemu orang seperti itu? Aku tidak yakin dia akan banyak membantu kita,"


Lan Guan Zhi berujar pelan, "Kau akan melihatnya. Dia adalah orang yang lebih dari bisa diandalkan,"


Liu Wei Lin tidak menyangka ini. Bahkan sosok Lan Guan Zhi pun mempercayai pria yang tidak malu keluar rumah dengan riasan wajah seperti itu. Dia pun berkedip dan mulai melambaikan kipas miliknya. Dia merasa perlu memperhatikan lebih jauh tentang Bocah Pengemis Gila ini.


Di sisi lain, Wang Zhao menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Wang Hu Zhuan dan pemikirannya mengenai pribadi pria tersebut. Sejujurnya dia bisa memberi penjelasan tentang pamannya dengan satu kalimat:


Tidak terkalahkan.


Bocah Pengemis Gila jelas lebih antusias mendengar penjelasan Wang Zhao, dia mempunyai banyak ekspresi dibanding Xiao Shuxiang.


Ketika Wang Zhao mengatakan kata, 'Tidak terkalahkan' ini---Bocah Pengemis Gila begitu kaget dan wajahnya menjadi pucat pasi. Pria itu memeluk erat tongkat bambunya dan nampak ketakutan.


Bocah Pengemis Gila bahkan memegang lengan Xiao Shuxiang dan seolah-olah mencari perlindungan. Suaranya gemetar saat berkata bahwa dia tidak ingin lagi melanjutkan perjalanan ini.


Xiao Shuxiang sendiri tidak mempunyai reaksi seperti Bocah Pengemis Gila. Dia tetap bahkan menaikkan sebelah alisnya dan merasa bahwa ucapan Wang Zhao ini sangat menarik.


Wang Hu Zhuan, pria yang mempunyai tangan pelebur inti spiritual dan 'Tidak Terkalahkan' ini lumayan juga. Xiao Shuxiang merasa penasaran mana yang lebih hebat antara tangan pelebur inti itu atau teknik pengendalian darah miliknya.


Tentu saja, bahkan anak kecil pun tahu siapa yang lebih 'Tidak Terkalahkan'. Xiao Shuxiang jadi merasa sayang sekali bahwa Wang Hu Zhuan itu tidak menjadi musuh mereka.


Semakin berjalan, suasana makin gelap dan mencekam. Titik cahaya terbentuk di udara dan seekor kupu-kupu bersayap putih terlihat. Serangga indah itu terbang dan menjadi penerang bagi langkah Xiao Shuxiang serta teman-temannya.


"Kenapa kita tidak bertanya pada pamanmu tentang jalan mana yang harus ditempuh?" Liu Wei Lin merasa gerah karena mereka terus berjalan saja di lorong yang gelap ini.


Wang Zhao mendengarnya dan berkata, "Dia datang lewat sini, jadi tentu ada jalan yang bisa membawa kita naik. Tidak perlu sampai bertanya,"


Liu Wei Lin mendesah pelan dan lantas menggeleng, "Apa kau tidak tahu tentang ungkapan 'malu bertanya, sesat di jalan'? Lihat di sekelilingmu. Tidak ada apa pun selain lorong yang gelap ini. Aku bahkan-ah! Apa yang kuinjak itu?!"


Xiao Shuxiang berbalik dan mengibaskan tangannya. Kupu-kupu bersayap putih yang sebelumnya hanya satu kini menjadi lebih banyak dan menerangi tempat ini, termasuk benda yang diinjak Liu Wei Lin.

__ADS_1


"Astaga..!" Bocah Pengemi Gila berseru, Liu Wei Lin bahkan ikut kaget dan lantas mengambil beberapa langkah menjauh.


Benda yang tidak sengaja diinjak itu adalah potongan tangan manusia yang sudah membusuk. Karena kondisi di tempat ini memang beraroma bangkai sejak awal, mereka cukup lama untuk menyadari benda-benda yang mereka injak ini.


Bocah Pengemis Gila menguatkan diri untuk tidak melihat ke bawah, namun entah kenapa tatapan matanya tidak bisa diajak kompromi dan dia pun kembali berteriak. Xiao Shuxiang bahkan kaget karena pria tidak waras itu melompat ke arahnya dan berpelukan dengan erat.


"Aku mau pulang, aku mau pulang..! Aku tidak mau di sini, tidak mau lagi. Ayo kita pergi," Bocah Pengemis Gila memeluk erat leher Xiao Shuxiang dan seakan tidak ingin menurunkan kakinya ke tanah lagi.


"Aduh, kau ini berat sekali tahu..!" Xiao Shuxiang tidak menduga akan diserang mendadak oleh pria aneh ini. Dia pun berkata, "Turunlah dan jangan banyak bertingkah. Kau itu sudah tua, kenapa masih penakut?"


"Shuxiang, aku sungguh-sungguh. Aku tidak suka tempat ini. Aku mau pergi saja,"


"Kau pikir aku menyukai tempat ini, hah?" Xiao Shuxiang berdecak dan kemudian berkata, "Jika kau masih bertingkah lagi. Aku akan memakumu di dinding itu dan membiarkan tubuhmu membusuk,"


"Ka-kau jangan menakutiku. Aku ini sangat penakut tahu,"


"Mau turun atau tidak?"


Bocah Pengemis Gila melonggarkan pelukannya dan nampak cemberut. Dia baru akan melirik Lan Guan Zhi saat tangannya dipegang oleh Xiao Shuxiang dan dia ditarik untuk berjalan.


"Pilar Dunia apanya, kau benar-benar memalukan." Xiao Shuxiang merutuk, tapi masih menahan suaranya untuk tidak terdengar oleh teman-temannya yang lain. Dia berjalan lebih cepat sambil menarik tangan Bocah Pengemis Gila.


Xiao Shuxiang berkata, "Kau ini sudah hidup sangat lama, bahkan aku yakin telah banyak tempat mengerikan yang kau lihat. Tapi kenapa kau masih saja bertingkah kekanakan?"


Bocah Pengemis Gila berkedip dan lantas menjawab, "Aku sudah hidup tenang selama bertahun-tahun dan tidak pernah ada dalam situasi semacam ini. Tapi semenjak bertemu denganmu .... Hidupku benar-benar berubah. Apa aku harus mengingatkan beberapa insiden padamu, hah?"


"Coba kita lihat, aku sama sekali tidak pernah menarikmu masuk dalam setiap kehidupanku. Kau yang mendekat dan bahkan tidak mau pergi, apa ini juga aku yang salah?"


"Itu ... Itu kan ..." Bocah Pengemis Gila tidak tahu bagaimana dia harus mendebat Xiao Shuxiang. Dia cukup lama berpikir sampai tidak menolak ketika tangannya terus ditarik.


Kupu-kupu bersayap putih milik teman baik dari Lan Guan Zhi itu terbang lebih dahulu, beberapa tetap di sekitar mereka untuk menjadi penerang. Wang Zhao samar-samar melihat ada belokan di depannya.


"Ada yang mendekat," Bocah Pengemis Gila memegang tongkat bambunya dan memfokuskan indra pendengarannya.


Liu Wei Lin menepuk lengan Hu Li menggunakan kipas miliknya dan bertanya, "Apa yang sedang dia lakukan?"


Hu Li tersenyum pahit, "Kurasa sekarang dia menjadi normal."


"Benarkah?" Liu Wei Lin berkedip dan memperhatikan saat Bocah Pengemis Gila berlutut dan seakan melihat ke arah tanah yang sempat tidak ingin diinjaknya.


Wang Zhao tertegun dan merasa bahwa teman Xiao Shuxiang ini memang aneh. Baru saja berteriak ingin pulang, kini pria tersebut seakan bertindak menjadi pengawal rahasia yang memperhatikan kondisi di sekitarnya.


"Ada enam orang," Bocah Pengemis Gila buka suara, dia kini memfokuskan indra penciumannya dan tersentak.


"Ada apa?" Wang Zhao melihat reaksi aneh dari pria ini yang tiba-tiba saja menjadi tegang.


"Shuxiang ..." Bocah Pengemis Gila menoleh dan sedikit menengadah saat bicara dengan Xiao Shuxiang.


Dia menahan napas ketika berkata, "Suara ini ... Milik mayat hidup."


!!!


Wang Zhao dan teman-temannya kaget mendengar ucapan tersebut. Xiao Shuxiang tanpa ekspresi mulai berjalan dan memainkan pedangnya.


"Kalian tetap di belakang," Xiao Shuxiang menatap serangga terbang miliknya dan hanya dengan isyarat mata---serangga terbang itu mulai bergerak cepat dan mengikuti langkahnya.


"Ayo pergi," Bocah Pengemis Gila juga bergerak dan diikuti oleh temannya yang lain. Mereka bisa mendengar suara dari tebasan pedang Xiao Shuxiang yang benar-benar tidak membiarkan mereka ikut unjuk gigi.

__ADS_1


Entah mayat hidup atau manusia, pedang Xiao Shuxiang sulit untuk dihentikan. Retak yang sebelumnya ada pada bilah senjata itu pun tidak lagi terlihat. Yīng xióng seakan mempunyai regenerasi yang bahkan tidak mungkin dimiliki oleh pedang pusaka lainnya.


Lokasi Wang Zhao dan teman-temannya itu ada di bawah tanah, masih sangat jauh dari Istana Teratai Hitam. Tempat yang sebenarnya tidak terjamah dan lebih mirip dengan pembuangan mayat.


Makhluk yang ada di sini pun adalah Demonic Beast pemakan bangkai dan mayat-mayat hidup yang tercipta akibat energi gelap di sekitarnya.


Semakin dalam, Xiao Shuxiang bertemu lebih banyak mayat hidup. Lan Guan Zhi menggunakan pedang pusakanya dan membantu teman baiknya. Dia menebas kaki mayat tersebut hingga mereka tidak bisa berdiri lagi.


Di sisi lain, Liu Wei Lin juga menargetkan tubuh bagian bawah mayat-mayat itu. Wang Zhao dan Hu Li pun demikian, mereka saling bekerja sama untuk mengalahkan setiap lawan yang datang.


Hanya saja, baik Lan Guan Zhi maupun teman-temannya yang lain tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Xiao Shuxiang. Senjata mereka tidak memiliki kemampuan menarik seperti Yīng xióng.


Hu Li sendiri mengalami kesulitan dalam mengatasi mayat-mayat ini memakai api rubah miliknya. Para mayat ini berbeda dari yang biasanya, mereka lincah dan ketika terbakar oleh api rubah---para mayat itu masih mampu bergerak dan memberikan perlawanan.


Hanya dengan Xiao Shuxiang kumpulan mayat itu tidak bisa melakukan apa-apa. Yīng xióng mengubah mereka semua menjadi tulang-belulang dan abu dalam sekejap.


"Gawat..! Ada dua jalur, ke mana kita pergi?" Liu Wei Lin melihat di depannya ada dua lorong gelap yang sama-sama menakutkan, beberapa mayat hidup keluar dari kedua lorong itu dan melesat menyerang mereka.


Bocah Pengemis Gila mendengar suara seperti titik air yang jatuh. Dia pun mulai berseru dan menunjuk lorong yang harus mereka lalui. Xiao Shuxiang lebih dulu bergerak dan membuka jalan untuk teman-temannya.


Ketika berlari masuk ke dalam lorong itu, Hu Li mendengar suara geraman. Dia pun berhenti dan berbalik ke belakang. Tanpa ragu dia melesatkan api rubahnya dan terlihatlah seekor Demonic Beast yang berwujud serigala iblis datang dengan kecepatan yang luar biasa.


Lan Guan Zhi menapakkan kakinya dan kemudian berbalik. Dia melirik Hu Li dan keduanya langsung melesat menyerang hewan tersebut.


Serigala Iblis itu mempunyai wujud yang mengerikan dengan gigi yang dipenuhi oleh darah hitam. Dia menyemburkan api dari mulutnya, melompat dengan cakar yang kuat.


Liu Wei Lin baru saja ingin melihat pertarungan Lan Guan Zhi dan semua itu sudah berhenti. Di sisi lain, ayunan dari pedang Xiao Shuxiang juga sudah mengakhiri mayat-mayat hidup yang menghalangi jalan mereka.


Liu Wei Lin mengangkat bahunya dan berkata, "Baiklah. Aku sama sekali tidak melakukan apa pun dalam perjalanan ini. Mereka tidak menyisakan satu lawan pun untukku,"


"Aku juga tidak," Bocah Pengemis Gila buka suara dan mendesah pelan. "Aku hanya memberitahukan jalan, sama sekali tidak terlibat dalam pertarungan."


Wang Zhao mendengar ucapan itu dan dia pun merasakan hal yang sama. Dia sudah siap dengan pedangnya sejak tadi dan sama sekali tidak banyak terlibat dalam pertarungan. Xiao Shuxiang sudah mengambil alih semuanya.


Cukup lama berjalan, Xiao Shuxiang dan teman-temannya tiba di sebuah ruangan besar yang mempunyai beberapa lorong. Mereka berada di tengah-tengah dan di kelilingi oleh cahaya dari kupu-kupu bersayap indah itu.


Bocah Pengemis Gila menengadah dan melihat atap yang terbuat dari batu. Dia seakan berada di dalam gua yang gelap dengan tetesan air pada bebatuan di atasnya.


"Ada banyak lorong, kita ... Harus ke mana saat ini?" Liu Wei Lin buka suara dan sebenarnya bingung dengan apa yang akan mereka lakukan.


"Suaranya sampai di sini. Tetesan air inilah yang aku dengar," Bocah Pengemis Gila berujar pelan.


"Wang Zhao, apa kau tahu jalannya?" Lan Guan Zhi bertanya dan membuat Bocah Pengemis Gila menatap Wang Zhao.


Pria dengan tongkat bambu itu berkata. "Lihat, kan? Harusnya kita tanyakan jalan pada pria berwajah dingin yang tampan itu sebelumnya. Sekarang kita tersesat,"


Wang Zhao bernapas pelan, "Pamanku tidak akan mau mengatakan apa-apa. Bertanya pun ... Dia akan menolak untuk menjawabnya,"


"Apa?" Bocah Pengemis Gila tersentak, "Kenapa bisa begitu?"


"Karena dia ingin Wang Zhao berusaha sendiri," Xiao Shuxiang buka suara, "Pria itu tidak mau terlibat dalam pertarungan ini. Jadi memberitahukan jalan kepada kita sama saja dengan dia melibatkan diri. Benar, kan?"


Wang Zhao mengangguk pelan, dia pun berkata. "Jika aku meminta bantuan Paman, maka dia akan mengatakan bahwa aku tidak pantas menjadi pemimpin sekte."


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Tidak perlu dibahas lagi. Sekarang dengarkan aku. Mulai dari sini, kita akan berpencar."


!!!

__ADS_1


******


__ADS_2