![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ling Qing Zhu dan teman-temannya melihat pusaka suci milik Yan Qi Lou menghilang. Mereka menyaksikan bilah pedang Yīng xióng berubah, terlihat ada garis emas di sekitar bilah pedang itu dan kabut asap mulai menyelimutinya.
Yīng xióng memanggil sarung pedangnya sendiri dan sarung pedang itu pun mulai mengalami perubahan. Segel yang dulu diukir Lan Guan Zhi pada sarung pedang itu menghilang dan berubah menjadi ukiran burung Phoenix dan bunga teratai.
Xiao Shuxiang tersentak, dia merasakan kebas pada tangannya dan langsung melepaskan Yīng xióng. Senjata itu pun masuk ke dalam sarung pedangnya dan menancap kuat di tanah. Suara keras dan getaran kembali terdengar.
Xiao Shuxiang pun berjalan dan lantas mengambil kembali pedang miliknya. Di saat yang bersamaan, Tetua Zhang Shan datang dengan raut wajah yang begitu khawatir.
"Apa yang terjadi?" Tetua Zhang Shan buka suara dan membuat Ling Qing Zhu serta teman-teman gadis itu menoleh.
"Tetua Zhang ..." Mo Huai terkejut. Dia menelan ludah dan menoleh ke arah Bocah Pengemis Gila.
Pria dengan tongkat bambu itu buka suara dan berkata, "Ini bukan apa-apa, Tetua Zhang. Shuxiang hanya sedang menyombongkan senjata pusakanya."
Xiao Shuxiang mendengar ucapan itu dan menoleh. Dia melihat tatapan yang penuh provokasi dari Bocah Pengemis Gila. Menggubris pria aneh itu hanya akan membuatnya sakit kepala.
Xiao Shuxiang memasukkan kembali pedangnya ke dalam Cincin Spasial dan kemudian menoleh ke arah Tetua Zhang Shan. Dia tersenyum dan lantas memberi hormat. Kesopanan yang tiba-tiba itu membuat teman-temannya berkedip.
Dia meminta Tetua Zhang Shan untuk tidak khawatir dan mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bocah Pengemis Gila tersentak ketika Xiao Shuxiang membahas tentang senjata suci yang dihisap oleh Yīng xióng.
Zhi Shu dan Wang Zhao nampak terperangah, mereka tidak menyangka bahwa Xiao Shuxiang akan memberikan penjelasan sejujur itu pada Tetua Zhang Shan, padahal di sisi lain Ling Qing Zhu justru tidak bisa mempercayai tetua dari Istana Seribu Pedang ini.
Hanya saja, beruntung Tetua Zhang Shan menyetujui keputusan Xiao Shuxiang dan bahkan sama sekali tidak menanyakan tentang Yīng xióng. Tetua Zhang Shan berterima kasih dan berkata bahwa senjata suci seperti teratai emas itu lebih baik dimusnahkan daripada tetap disimpan.
Selama dua hari, Istana Seribu Pedang melakukan upacara pemakaman untuk para murid mereka yang tiada. Kemudian selama berhari-hari, perbaikan terus dilakukan.
Untuk menghormati para murid yang gugur, seluruh kultivator yang tinggal di Istana Seribu Pedang melakukan 14 hari masa berkabung. Di hari kelima belas, Xiao Shuxiang meminta Hu Li dan Bocah Pengemis Gila menemuinya.
Bulan menggantung di langit dan malam itu tenang dengan keindahannya sendiri. Xiao Shuxiang sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan selagi menunggu Hu Li dan Bocah Pengemis Gila.
Tidak butuh waktu lama, ketukan pada kamarnya dan suara Hu Li terdengar. Dia pun meminta pemuda itu untuk masuk. Hu Li terlihat begitu gugup dan nampak menundukkan kepala.
Hu Li memberi hormat pada Tuan Muda Xiao-nya dan kemudian duduk di depan sebuah meja kecil. Dia memegang erat pakaiannya dan sama sekali tak melihat ke arah Tuannya tersebut.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Hu Li? Ada apa denganmu?"
"Ti-tidak ... Saya baik-baik saja."
Xiao Shuxiang baru akan bicara ketika pintu kamarnya tiba-tiba dibuka dengan kasar. Hu Li menoleh dan melihat Bocah Pengemis Gila datang sambil merutuk tidak jelas.
"Kacau sekali," Bocah Pengemis Gila menggeleng dan duduk di dekat Xiao Shuxiang sambil mengusap-usap wajahnya.
"Kau ini kenapa?" Xiao Shuxiang bertanya.
"Kau harus lihat saudara seperguruanmu, gadis gila itu datang ke kamarku dan langsung membuka bajunya begitu saja. Dia bahkan tanpa permisi turun ke bak mandiku, oh ya ampun."
Hu Li tersentak sementara Xiao Shuxiang nampak berkedip. Wali Pelindung Ling Qing Zhu itu pun berkata, "Kau sedang membahas Yi Wen?"
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan dia," Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan dan mengusap-usap lengannya. "Serius, Xiao Shuxiang. Apa Yi Wen itu tidak ada rasa malunya sebagai perempuan? Dia terlalu pemberani kurasa..."
Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu berkata, "Jika dia sudah seterbuka itu padamu ... Dia pasti sudah mengakuimu sebagai teman dekatnya."
Bocah Pengemis Gila tercengang dan menatap horor ke arah pemuda ini. Dia pun berkata, "Apa Yi Wen juga sering membuka pakaiannya di depanmu?"
"Gadis itu tidak telanjang, kan? Jadi tidak masalah,"
"Gila, kau dan Yi Wen benar-benar tidak waras." Bocah Pengemis Gila berkata, "Nak. Ada batas antara laki-laki dengan perempuan. Kau ini sudah besar, sudah dewasa, bahkan sudah menikah. Apa kau tidak merasakannya, hah? Di mana-mana pria normal itu tidak mungkin tenang melihat seorang gadis cantik memasang tubuh di depannya,"
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Kau yang kekanakan. Justru karena aku sudah dewasa, makanya aku merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Dengar, Bocah Pengemis Gila." Xiao Shuxiang berkata, "Aku ini seorang alkemis. Aku mengobati orang dan melihat tubuh pasien sudah menjadi kebiasaan. Dan jauh sebelum itu, aku ini pendekar yang sering mengobrak-abrik tubuh lawan. Bahkan organ dalam perempuan pun sudah menjadi makanan sehari-hari untukku. Jadi bahkan Yi Wen membuka seluruh pakaiannya pun, itu terlihat biasa bagiku."
Bocah Pengemis Gila menutup mulutnya dan bergumam pelan, "Jadi karena itu kau tidak punya hasrat dengan nona Ling? Jangan bilang itumu sudah tidak berfungsi,"
"Kau mau mati?" Xiao Shuxiang berdecak dan mengatakan, "Tentu saja Kucing Putih berbeda. Dia itu gadis yang sangat cantik,"
Bocah Pengemis Gila melihat pemuda di hadapannya senyum-senyum sendiri dan lantas menggeleng pelan. "Shuxiang, telingamu memerah."
Bocah Pengemis Gila menyipitkan matanya, dia merasa bahwa sudah terjadi sesuatu di antara Xiao Shuxiang dan Ling Qing Zhu selama masa berkabung di Istana Seribu Pedang.
Dia pun melihat ke arah Hu Li yang nampak tertunduk dengan pipi yang begitu merah. Bocah Pengemis Gila berkedip dan kemudian bertanya, "Kau ini kenapa? Seperti habis dilecehkan saja,"
Hu Li tersentak dan menatap Bocah Pengemis Gila. Dia menggeleng cepat, "Ti-tidak. Saya baik-baik saja,"
Xiao Shuxiang, "Aku juga penasaran dengan Hu Li sejak tadi. Padahal sebelum ini kau terlihat baik. Ada apa?"
Bocah Pengemis Gila, "Kau seperti menghindari bertatapan mata dengan Xiao Shuxiang. Apa dia melecehkanmu?"
Hu Li terkejut, warna merah pada wajah dan telinganya semakin terang. Dirinya ingat sesuatu dan merasa amat pucat. Dia pun menggeleng dengan cepat.
"Ngomong-ngomong ..." Bocah Pengemis Gila buka suara, "Aku belum tahu apa saja yang sudah kau lihat di Bentang Alam Jiwa Xiao Shuxiang. Apa mungkin ... Ini ada hubungannya dengan itu?"
Xiao Shuxiang berkedip, "Ini sudah lebih dari 14 hari. Serius itu berhubungan? Aku benar-benar melecehkanmu?"
"To-tolong jangan dibahas lagi," Hu Li menutup wajahnya. Dia sudah berusaha melupakan kejadian memalukan itu dan dengan cara menghindari Tuan Muda Xiao-nya, namun memang cepat atau lambat dia juga harus berhadapan dengan orang ini.
Hu Li bersuara gugup, "Le-lebih baik bahas yang lain saja. Ke-kenapa Tuan Muda memanggil saya kemari?"
Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan berkata, "Kau sangat mencurigakan Hu Li, tapi baiklah. Mari bahas yang lain,"
Xiao Shuxiang mengubah ekspresi wajahnya dan berkata dengan nada yang serius, "Aku sudah memikirkan ini baik-baik dan kurasa sudah saatnya untuk memiliki tujuan baru. Kita ... Akan menyerang Sekte Lembah Iblis."
Bocah Pengemis Gila dan Hu Li tegang. Mereka sebelumnya sudah menduga bahwa Xiao Shuxiang akan membahas masalah serius dengan mereka, tapi tidak disangka bahwa itu merupakan penyerangan yang akan dilakukan di Sekte Lembah Iblis.
Bocah Pengemis Gila menelan ludah dan berkata, "Aku sebenarnya melihat bahwa ada beberapa orang dari sekte lain yang datang kemari. Mereka bertemu Tetua Chen Duan Shan dan nampak geram dengan tindakan Sekte Lembah Iblis."
Bocah Pengemis Gila berujar, "Kurasa mereka akan membuat aliansi untuk menyerang sekte itu."
__ADS_1
Hu Li mengangguk, "Saya juga melihat para murid Istana Seribu Pedang mulai mempersiapkan diri. Bahkan tetua Meng Hao Niang sudah mengirim pesan pada Sekte Lautan Awan tentang masalah yang terjadi,"
Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu mengeluarkan sebuah gulungan. Dia pun berkata, "Ini semua adalah isi dari Kitab Pembunuh Matahari yang kusalin. Di dalamnya ada empat bab, tapi belum lengkap."
Bocah Pengemis Gila terkejut dan sangat tidak percaya Xiao Shuxiang mampu mengumpulkan sebanyak itu. Di sisi lain, Hu Li mengeluarkan Kitab Pembunuh Matahari yang berhasil dia kumpulkan dan sebenarnya sudah lama ingin dia berikan kepada Xiao Shuxiang.
Hu Li berkata, "Saya menemukan tiga bab yang lengkap dan beberapa lembar yang terpisah-pisah. Saya tidak tahu cara menyusunnya,"
"Kalian ..." Bocah Pengemis Gila berkedip beberapa kali, "Kalian begitu nekat sekali mengumpulkannya. Satu lembar saja sudah menjadi rebutan apalagi ... Ya ampun,"
Bocah Pengemis Gila menahan napas dan menjelaskan, "Secara keseluruhan... Ada 12 bab di dalam Kitab Pembunuh Matahari. Tapi kalian berdua berhasil mengumpulkan tujuh bab dalam waktu yang begitu cepat? Hebat,"
Xiao Shuxiang tersenyum, "Kau pikir di Alam Kultivasi Atas ini aku hanya bermain? Aku berhasil mendapatkan beberapa lembaran Kitab Pembunuh Matahari di Sekte Lautan Awan, kuambil dari pakaian para kultivator dan bahkan kugeledah kamar para tetua."
Xiao Shuxiang, "Kemudian satunya lagi kudapat saat insiden pernikahan hantu dan sisanya tentu saja dalam kekacauan yang terjadi di tempat ini. Hmph, jangan salah. Meskipun kekuatanku disegel, tapi kemampuan menyelinap diam-diam ini lebih banyak diasah daripada latihan berpedang,"
"Maksudmu kau berlatih mencuri?" Bocah Pengemis Gila menaikkan sebelah alisnya dan membuat pemuda tampan di dekatnya itu berdecak.
"Bicaramu terlalu kasar, Kawan." Xiao Shuxiang berkata, "Aku bukan mencuri, tapi menyelinap diam-diam."
"Memang apa bedanya?"
"Sudah, jangan dibahas lagi." Xiao Shuxiang berkata, "Intinya sekarang di depan kita ada bagian dari Kitab Pembunuh Matahari. Aku merasa bahwa sisa dari kitab ini berada di Sekte Lembah Iblis, jadi kita harus ke sana."
Bocah Pengemis Gila mengambil gulungan di atas meja dan melihat isinya. Dia pun berkata, "Yang tidak kumengerti sebenarnya adalah ... Bagaimana kau bisa mengumpulkan bagian dari kitab ini secara lengkap?"
Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu berujar serius, "Itu juga terpisah-pisah. Ada beberapa bagian yang hilang dan sebenarnya ... Aku tidak bisa menyebut itu adalah Kitab Pembunuh Matahari yang sebenarnya. Bagian yang hilang ... Aku sendiri yang melengkapinya."
"Apa?" Bocah Pengemis Gila terkejut bukan main, "Ka-Kau yang melengkapi bagian yang hilang?"
"Mn, benar. Memangnya kenapa?"
"Tuan Muda Xiao sering melakukan itu." Hu Li berkata, "Dia sangat jenius,"
"Oh, jangan memujiku. Itu hal yang biasa,"
Bocah Pengemis Gila memperhatikan Xiao Shuxiang dan dengan serius berkata, "Ada sebuah tingkatan dalam kultivasi. Mereka berlatih dengan jurus dari kitab yang sudah ada. Seseorang yang baru mempelajarinya disebut Pemula, lalu yang menguasainya di sebut Ahli dan bagi mereka yang berhasil mengembangkan jurus itu disebut Grandmaster."
Bocah Pengemis Gila menarik napas dan kemudian berkata, "Namun untuk seseorang yang bisa menciptakan jurus dan teknik sendiri ... Dia dinamakan..."
Xiao Shuxiang dan Hu Li menunggu, kedua orang itu melihat betapa seriusnya wajah pria ini. Mereka menjadi tidak sabar dan kemudian bertanya.
Xiao Shuxiang berkata, "Bocah Pengemis Gila. Katakan apa namanya,"
"Ehm ... Aku tidak ingat."
"Tsk, menyebalkan. Kalau begitu kau tidak perlu katakan apa-apa," Xiao Shuxiang nampak kesal. Dia mendengus dan lalu menyilangkan tangannya.
Hu Li pun terlihat kecewa. Dia memang seharusnya tidak terlalu menaruh kepercayaan besar pada sosok seperti Bocah Pengemis Gila. Jika tidak, maka hasilnya pasti akan mengecewakan.
__ADS_1
Lihat, bahkan pria dengan tongkat bambu itu mulai terlihat tertawa bodoh. Bocah Pengemis Gila memang sangat sulit ditebak kapan dia menjadi normal dan kapan bertingkah layaknya orang tidak waras.
******