![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Jeritan teredam dan hanya butuh waktu sekejap mata sampai satu anggota Sekte Lembah Iblis kehilangan nyawanya begitu saja, bahkan kedua rekannya tidak memperkirakan hal ini akan terjadi.
Liu Wei Lin mengerutkan kening saat melihat darah pada jari-jarinya, dia pun berdecak kesal. "Tsk, ini merusak penampilan menawanku,"
Kedua anggota dari Sekte Lembah Iblis tanpa sadar menahan napas. Mereka terkejut bukan main, namun sebelum keduanya bisa bereaksi---serangan yang berasal dari kipas Liu Wei Lin kembali datang.
Keduanya berhasil menghindari serangan itu. Mereka dalam hati merasa kalut, ini terlihat jelas pada ekspresi wajah keduanya sebab keberadaan Pemimpin dari Sekte Lembah Hantu tidak diperkirakan sebelumnya.
"Gawat sekali, kita berdua bisa mati jika tetap nekat melawannya."
"Lalu apa kau punya cara melarikan diri? Dia jelas-jelas tidak akan membiarkan kita pergi. Satu-satunya jalan adalah bertarung, apa pun yang terjadi."
Kedua anggota Sekte Lembah Iblis itu tahu bahwa mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ini hanya menunggu waktu sampai mereka tewas di tangan Liu Wei Lin.
Hanya saja, bukan Sekte Lembah Iblis namanya bila tidak mempunyai siasat licik. Kedua orang itu memikirkan cara untuk bisa melarikan diri meskipun harus mengorbankan nyawa rekan sendiri.
Liu Wei Lin tenang, dia saling bertukar serangan dengan kedua lawannya tanpa menurunkan kewaspadaan. Dia bisa tahu dari gerak-gerik musuhnya bahwa mereka sedang merencanakan pelarian. Hanya saja, dirinya masih berpura-pura tidak mengetahuinya.
Sikap Liu Wei Lin yang tidak seperti tadi membuat kedua anggota Sekte Lembah Iblis itu berkeringat dingin. Mereka sulit menelan ludah dan merasa bahwa Liu Wei Lin sudah menaruh jebakan hingga gaya bertarungnya dibuat lebih banyak untuk posisi bertahan.
Butuh waktu beberapa lama sampai kedua anggota Sekte Lembah Iblis itu melancarkan siasat mereka. Liu Wei Lin mendengus sebab usaha kedua orang ini sama sekali tidak berguna.
Satu orang anggota Sekte Lembah Iblis menggunakan serangannya agar mampu menghalangi pandangan Liu Wei Lin sehingga dia dan rekannya bisa melarikan diri. Hanya saja rekannya yang sama-sama berasal dari Sekte Lembah Iblis justru melesatkan serangan ke arahnya, bahkan tanpa bisa ditoleransi.
Liu Wei Lin berhasil menangkap salah seorang anggota Sekte Lembah Iblis dan kehilangan seorang lagi. Dia memegang kuat kerah belakang musuhnya itu dan detik berikutnya mulai melakukan hal yang bahkan tidak bisa diperkirakan siapa pun.
Jeritan memilukan lawan dari Liu Wei Lin teredam oleh suara ledakan yang tercipta dari pertarungan Wang Zhao melawan Hei Lian. Istana Seribu Pedang benar-benar sangat kacau bila dilihat dari atas sini. Bahkan ada banyak tempat yang masih dalam kondisi diserang oleh musuh.
Yang mengalami banyak kerugian dari insiden ini jelas sekali adalah Istana Seribu Pedang. Bahkan sampai sekarang pun, mereka belum bisa merasakan energi spiritual. Mereka didesak keadaan agar bertahan di situasi yang sama sekali tidak mendukung ini.
Di sisi lain, Yan Qi Lou melayang tepat di atas sebuah bangunan yang merupakan kediaman Tetua Chen Duan Shan. Wanita itu memegang cambuk di salah satu tangannya dan memegang beberapa lembar kertas di tangan lainnya.
Yan Qi Lou berekspresi serius, "Aku bisa merasakan bagian dari Kitab Pembunuh Matahari di bawah kediaman ini."
Yan Qi Lou memegang kuat cambuknya dan kemudian tanpa ragu melesatkan serangan yang langsung menyambar kediaman Tetua Chen Duan Shan dengan sangat ganas dan liar.
__ADS_1
Kediaman yang diserang itu terbelah dan sampai menciptakan angin kejut dengan suara begitu keras. Angin kuat itu sudah membuat puing-puing bangunan terbang dan mengenai siapa pun, bahkan nyaris melukai orang lain.
Di saat sambaran cambuk Yan Qi Lou datang untuk kedua kalinya---seseorang langsung melesat dari dalam kediaman tersebut dan menangkis serangannya.
Yan Qi Lou tersentak. Seorang pria mulai menapak di atap bangunan yang tidak lain adalah Tetua Chen Duan Shan. Raut wajah sosok tersebut nampak sangat buruk dan seakan memperlihatkan amarah yang hampir meledak.
Tetua Chen Duan Shan baru saja akan membentak sosok yang menyerang sektenya ketika keterkejutan tiba-tiba menghampirinya. Entah bagaimana secara mendadak dia jadi tidak bisa merasakan energi spiritual.
"Apa-apaan ini?" Tetua Chen Duan Shan terbelalak, apalagi pedang spiritualnya tiba-tiba menghilang. Dia berusaha untuk memanggil kembali pedangnya itu, tapi hasilnya sia-sia belaka.
"Benar-benar mengagetkan saja," Yan Qi Lou yang saat ini masih melayang di udara nampak menggeleng, ekspresinya serius. "Kupikir siapa, ternyata hanya Tetua Besar Istana Seribu Pedang."
Nada suara Yan Qi Lou terkesan meledek, gadis itu menyeringai dan kemudian berkata. "Tetua Chen dari mana saja? Kau kehilangan banyak hal untuk disaksikan. Salah satunya tentu saat aku membuat orang-orangmu tidak berdaya."
Tetua Chen Duan Shan menatap tajam ke arah wanita yang tengah melayang di udara itu. Yan Qi Lou yang melihat ekspresi Tetua Chen Duan Shan nampak sangat senang dan begitu puas.
Yan Qi Lou berkata, "Aku yakin kau pasti bertanya-tanya tentang bagaimana kau tidak bisa merasakan energi spiritual. Tapi aku bukan orang baik yang akan menjelaskan semuanya padamu,"
Yan Qi Lou mendengus, "Intinya ini sengaja dilakukan olehku dan sekarang Istana Seribu Pedang milikmu hanya bisa tunduk di bawah kakiku,"
"Kau ..." tangan Tetua Chen Duan Shan terkepal kuat. Ucapan terlontar di sela-sela giginya yang terkatup, "Apa yang sebenarnya kau inginkan? Kenapa kau bahkan melibatkan banyak murid yang masih sangat muda dalam masalah ini..?!"
"Ah, tolong jangan marah." Yan Qi Lou dengan lembut berkata, "Aku belum membunuh satu pun murid kecilmu di sini. Tapi entah bagaimana dengan anggota Sekte Lembah Iblisku yang lain. Kau tahu, aku ini ... Tidak bisa mencegah bila mereka mulai menggila."
Yan Qi Lou mengibas pelan rambutnya dengan memakai jari-jari tangan. Dia pun berkata, "Aku juga bukan orang yang tidak memiliki hati nurani. Aku dan para anggota sekteku akan pergi setelah kami mendapatkan lembaran Kitab Pembunuh Matahari. Jika Tetua Chen ingin bekerja sama, aku benar-benar akan sangat berterima kasih."
"Hmph," Tetua Chen Duan Shan bersuara dingin. "Kau ingin aku menyerahkan kitab itu supaya apa? Supaya kau dan juga anggota sektemu itu bisa menyebar banyak teror hingga menguasai Alam Kultivasi Atas dan Alam Kultivasi Bawah? Itukah yang kalian inginkan?"
Yan Qi Lou tersenyum, "Kurasa sedikit mirip dengan apa yang Tetua Chen katakan. Hanya saja aku ingin membawa semua orang ke dalam keputus-asaan dan menikmati setiap jeritan mereka-"
"Kau tidak akan bisa melakukannya."
Seseorang menyela Yan Qi Lou dan itu bukan Tetua Chen Duan Shan. Wanita itu pun melihat ada seorang pria yang baru saja menapak di samping Tetua Chen Duan Shan dan nampak memegang sebuah tongkat bambu berwarna gelap.
Kening Yan Qi Lou mengerut, dia tidak mengenali pria yang dilihatnya ini dan dari tingkah Tetua Chen Duan Shang yang terlihat---Tua Bangka itu jelas mengenal sosok pria tampan tersebut.
__ADS_1
Yang baru saja menapak di samping Tetua Chen Duan Shang tidak lain adalah Bocah Pengemis Gila. Pria itu setengah berbisik, "Sepertinya Istana Seribu Pedangmu kedatangan musuh yang sangat kuat."
Tetua Chen Duan Shan berkata, "Dia adalah Yan Qi Lou dari Sekte Lembah Iblis. Jika dia ada, maka kedua rekannya yang bernama Wu Tong Fu dan Mao Lin Lin juga ada. Mereka merupakan Tiga Keserakahan Dunia yang sama sekali tidak layak dibicarakan,"
"Apa reputasi ketiganya buruk. Wanita yang melayang di atas sana itu terlihat cukup cantik,"
"Bisakah kau tidak membahas tentang itu sekarang ini?" Tetua Chen Duan Shan berkata, "Perhatikan situasinya sekarang. Aku bahkan tidak bisa merasakan energi spiritual."
"Aku juga tidak bisa merasakannya," Bocah Pengemis Gila adalah kultivator dengan praktik di Forging Qi tingkat dua dan karena hal itulah dia juga tidak bisa merasakan energi spiritual seperti Tetua Chen Duan Shan.
Ekspresi Bocah Pengemis Gila masih tenang. Dia berkata, "Apa kau bisa turun dari tempat ini? Kau harus pergi untuk menyelamatkan para muridmu,"
Tetua Chen Duan Shan menatap pria di sampingnya dan kemudian mulai sadar dengan posisinya sekarang. Tangannya mengepal kuat, "Wanita iblis itu pasti sudah menggunakan sebuah pusaka aneh. Kita harus mencari tahu jenis pusaka apa itu dan mengincar titik lemahnya,"
"Aku mengerti," Bocah Pengemis Gila menanggapi tanpa kehilangan perhatian dari mengawasi sosok wanita dari Sekte Lembah Iblis itu.
Yan Qi Lou mendengus, "Kedatangan satu orang sama sekali tidak mengubah keadaan. Kalian hanya mengantarkan nyawa,"
Bocah Pengemis Gila mendengar wanita itu bicara. Dia tanpa menoleh mulai buka suara dan bertanya kepada Tetua Chen Duan Shan, "Apa yang wanita ini incar?"
"Kitab Pembunuh Matahari, apa kau tidak mendengarnya?"
"Aku hanya ingin memastikannya saja," Bocah Pengemis Gila menarik napas dan kemudian mulai memainkan tongkat bambunya.
Bocah Pengemis Gila bersuara keras dan mengajak Yan Qi Lou bicara. "Hei..! Kau mengincar lembaran kitab itu, kan? Aku juga memilikinya, tapi sepertinya kau ini terlalu lambat untuk bisa merebutnya dariku."
Yan Qi Lou menatap tajam ke arah pria yang jelas-jelas berusaha memprovokasi dirinya. Dia pun mendengus, "Kekanakan. Kau pikir niatanmu tidak kusadari, huh? Percaya atau tidak, aku bisa langsung membunuhmu sekarang juga."
Bocah Pengemis Gila berkedip, "Percaya atau tidak. Aku bisa membuatmu jatuh ke tanah sekarang juga,"
Yan Qi Lou menggerakkan tangannya dan cambuknya kembali menyambar. Bocah Pengemis Gila melesat memakai Tenaga Dalam Udara dan menerjang cambuk lawan dengan tongkat bambu yang dimain-mainkan.
Mata Yan Qi Lou terbelalak, dia terkejut sebab lawannya justru masih bergerak padahal dirinya sudah menggunakan senjata rahasia yang mampu mengunci energi spiritual. Tetapi bagaimana sosok dengan tongkat bambu ini bisa lepas?!
"Sialan!" Yan Qi Lou mengumpat, "Lihat apa kau bisa mengatasi ini..!"
__ADS_1
******