KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
410 - Alkemis Zhou Yan


__ADS_3

Para kultivator yang berhasil ditangkap oleh Lan Guan Zhi dan Alkemis Zhou Yan dibawa ke Sekte Kupu-Kupu. Di sisi lain Ling Qing Zhu serta para saudara seperguruan Wali Pelindungnya tetap tinggal dan membantu warga Kota Awan Dingin yang terluka.


Hu Li dan Zhi Shu terlihat di sisi lain kota, mereka bersama tiga orang murid Sekte Kupu-Kupu dan tahu siapa yang sebenarnya datang menyerang ke tempat ini.


Zhi Shu membantu seorang warga untuk berbaring. Dia pun menarik napas dan menggeleng pelan, "Aku sama sekali tidak menyangka bahwa sekte sebesar Istana Seribu Pedang pun mempunyai anggota yang begitu serakah."


"Bila menyangkut kekuatan tertinggi, siapa pun pasti menginginkannya." Hu Li terlihat memeriksa pergelangan tangan salah seorang warga dan mengalirkan energi spiritual untuk menghentikan darah di luka pria tersebut.


Zhi Shu yang mendengar ucapan Hu Li pun menoleh. Dia berkata, "Kenapa? Aku saja tidak menginginkannya,"


Hu Li tersenyum dan berujar lembut, "Pemikiran setiap orang berbeda-beda, Nona Zhi Shu. Mereka tidak bisa disamakan denganmu,"


Zhi Shu bernapas pelan dan kemudian berkata, "Aku dan para saudaraku memang tidak seperti orang kebanyakan. Kami hanya ingin hidup dengan baik, namun masalah sepertinya selalu saja datang."


Hu Li mengangguk dan berkata, "Saya mengerti. Bisa hidup dengan baik adalah impian yang diinginkan semua orang. Hanya saja kita hidup dalam era di mana hal itu sulit diwujudkan. Satu-satunya pilihan adalah menjadi kuat agar bisa dihormati,"


Zhi Shu memperhatikan pemuda berambut putih ini dan memikirkan beberapa hal. Dia mengembuskan napas pelan dan berkata, "Kekacauan di Kota Awan Dingin membuat rencana pernikahan kita harus tertunda. Tidak apa-apa kan?"


Hu Li tersentak mendengarnya, dia terbatuk ringan dan berujar pelan. "Saya sebenarnya agak sedikit kecewa, tapi mau bagaimana lagi.."


"Ah... Maafkan aku,"


"Ini bukan kesalahan Nona Zhi Shu," Hu Li sedikit tertegun melihat ekspresi lesu dan cemberut dari Zhi Shu. Gadis ini terlihat begitu manis di matanya. Dia bahkan menjadi agak salah tingkah.


"Senior Besar Zhi Shu?" salah seorang murid laki-laki Sekte Kupu-Kupu yang berada di dekat Zhi Shu tiba-tiba buka suara. Dia sudah memperhatikan seniornya sejak tadi dan memutuskan untuk bertanya.


Murid Sekte Kupu-Kupu yang berusia remaja itu berkata, "Apa Senior Besar Zhi Shu dan Tuan Hu Li menjadi pasangan kekasih?"


Hu Li terkejut mendengar ucapan spontan dari anak itu, sementara Zhi Shu sendiri terlihat tersenyum dan mengusap pelan kepala saudara seperguruannya. Zhi Shu berkata, "Bukan hanya itu. Aku dan Hu Li akan segera menikah,"


"Benarkah?!" murid Sekte Kupu-Kupu itu kaget. Di sisi lain Hu Li memalingkan wajah karena merasa malu, tidak disangka Zhi Shu akan bisa bicara sejujur dan spontan seperti ini.


Keduanya masih mengobati warga Kota Awan Dingin dan meski terlihat tidak membahas hal yang rumit, namun Zhi Shu dan Hu Li dalam hati berpikir tentang penyebab kondisi yang terjadi.


Di tempat lain, Xiao Shuxiang yang saat ini berada di Sekte Kupu-Kupu nampak berdiri sambil menatap para kultivator dari Alam Kultivasi Atas ini. Dia sedang menimbang dalam pikirannya akan tindakan yang hendak dia lakukan berikutnya.


Dia sama sekali tidak mengerti mengapa Wang Zhao bisa sampai mengatakan bahwa Kitab Pembunuh Matahari ada padanya dan bahwa pertengkarannya dengan Lan Guan Zhi adalah karena pusaka tersebut.


"Saat aku bertengkar dengan A-Yuan... Jelas sekali lokasinya jauh dari Istana Teratai Hitam dan aku yakin bahwa Wang Zhao saat itu ada di istana. Tapi kenapa dia mengatakan bahwa seakan dia melihat sendiri kejadiannya?" Xiao Shuxiang mengusap-usap dagunya dan lantas memperhatikan para kultivator Alam Kultivasi Atas yang sedang terikat ini.


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Mereka jelas tidak sedang berbohong. Ucapan seperti melihat sendiri kejadiannya merupakan teknik menanamkan kepastian agar orang lain dapat percaya. Masalahnya... Untuk apa melakukan hal semacam ini?"


"Shuxiang," panggilan Lan Guan Zhi membuat Xiao Shuxiang tersentak. Pria berpita dahi itu bersuara pelan, "Aku akan pergi ke Alam Kultivasi Atas. Bagaimana denganmu?"


"................" Xiao Shuxiang bernapas pelan dan cukup lama memikirkannya. "Bagaimana ini..."


"Sekte Kabut Berdarah masih mengincarku. Aku khawatir mereka akan datang dan membuat keributan di saat aku pergi ke Alam Kultivasi Atas. Kota Awan Dingin juga banyak mengalami kerusakan. Jika ditinggal begitu saja..."

__ADS_1


"Senior Besar," seorang murid Sekte Kupu-Kupu berkata, "Senior Besar jangan mencemaskan apa pun. Aku dan para saudara yang lain akan mengurusnya. Senior Besar pergi saja,"


"Itu benar. Serahkan semuanya pada kami,"


"Dasar bocah," Xiao Shuxiang berdecak. Dia baru akan bicara lagi saat mendengar Alkemis Zhou Yan buka suara.


Patriarch Ketiga dari Sekte Pedang Langit itu berkata, "Aku juga akan pergi ke Alam Kultivasi Atas."


?!


Xiao Shuxiang dan yang lainnya tersentak. Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu menatap Alkemis Zhou Yan dan bertanya, "Tetua Tiga... Kau serius? Kau ingin pergi ke Alam Kultivasi Atas?"


"Kenapa? Kau merasa bahwa aku tidak akan tahu caranya naik ke sana?" Zhou Yan tanpa nada berkata, "Akan kubawa orang-orang ini agar mereka semua mendapat hukuman yang pantas. Sekaligus akan kuprotes karena kultivator dari tempat itu berani datang kemari,"


"Tetua Tiga..." Xiao Shuxiang berkedip. Dari ucapan Alkemis Zhou Yan barusan sudah jelas bahwa dia tidak bisa menahan pria ini agar tidak pergi. Sekarang yang jadi masalah adalah tentang dirinya yang harus ikut serta atau tetap tinggal di tempat ini.


"Dua hari." Xiao Shuxiang tiba-tiba bicara dan membuat Alkemis Zhou Yan serta yang lainnya mengerutkan kening. Dia kembali melanjutkan dengan berkata, "Aku sebenarnya tidak tahu cara untuk bisa kembali ke Alam Kultivasi Atas, jadi berikan aku waktu dua hari. Aku akan ikut bersama kalian,"


Xiao Shuxiang berkata, "Kemungkinan ada bahaya yang menunggu di Alam Kultivasi Atas, jadi kurasa kita memerlukan persiapan. Tidak mungkin Tetua Tiga pergi begitu saja, kan?"


Alkemis Zhou Yan memikirkannya dan setuju. Dia bernapas pelan, "Baiklah. Dua hari. Kita akan bertemu di tempat ini dalam dua hari. Lagipula aku juga harus membicarakan ini dengan para patriarch di Sekte Pedang Langit,"


Xiao Shuxiang mengangguk, "Terima kasih Tetua. Oh, dan jika bisa---tolong sampaikan tentang kemunculan Sekte Kabut Berdarah. Aku ingin meminta tolong agar Sekte Pedang Langit bisa mengirim beberapa muridnya untuk menjaga tempat ini,"


"Mn, baiklah." Alkemis Zhou Yan berjalan pergi. Dia menatap sejenak ke arah Lan Guan Zhi.


Pemuda berpakaian putih dengan pita dahi itu memahami maksud Alkemis Zhou Yan. Dia pun berpamitan pada teman baiknya dan menyusul alkemis itu. Xiao Shuxiang berdiri dan menatap punggung teman baiknya yang semakin menjauh.


Xiao WeiWei mengawasi dan selalu menjaga saat putranya melakukan pekerjaan semacam ini, dia bahkan sampai menahan Ling Qing Zhu dengan mengalihkan perhatian menantunya itu agar tidak mengunjungi Xiao Shuxiang dahulu.


Xiao Shuxiang sendiri sebenarnya mempunyai satu bakat ini. Ketika melakukan sesuatu, dia butuh waktu lebih lama untuk menjadi lebih sempurna. Namun ketika berhasil, maka yang terjadi justru kemampuan itu akan semakin meningkat.


Sama seperti sekarang ini. Xiao Shuxiang sudah lama menggunakan teknik yang bisa mengendalikan mayat hidup. Awalnya dia punya banyak kesalahanan, tetapi kemudian dia berhasil membuat dua mayat yang sulit dikenali sebagai orang yang telah mati.


Di tempat ini, Xiao Shuxiang kembali membuat mayat hidup dan dengan kemampuan yang tidak terduga. Xiao Shuxiang bahkan hanya menggunakan sekali percobaan dan hasilnya begitu memuaskan.


Pekerjaan selama dua hari itu membuat Xiao Shuxiang tidak akan ragu lagi untuk pergi dan meninggalkan Kota Awan Dingin meskipun kondisi kota masih dalam perbaikan.


Alkemis Zhou Yan dan Lan Guan Zhi datang sesuai waktu yang ditentukan. Patriarch Ketiga dari Sekte Pedang Langit itu menyilangkan tangan dan menatap Xiao Shuxiang.


Pemuda ini sekarang terlihat seperti sosok yang dia kenali dengan balutan pakaian serba hitam dan pita merah yang mengikat rambut panjangnya.


Alkemis Zhou Yan pun bertanya, "Apa kau sudah selesai bersiap?"


"Mn. Meskipun sebenarnya aku berat jika orang-orang ini dipulangkan ke Alam Kultivasi Atas," Xiao Shuxiang mendorong kultivator yang masih dalam kondisi terikat. Dia berkata, "Aku ingin sekali menguliti mereka Tetua,"


"Tidak tahu malu," Alkemis Zhou Yan berkata, "Apa di kepalamu itu hanya ada cara menguliti orang? Kau sebenarnya belajar apa di Alam Kultivasi Atas, hah? Kenapa pikiran itu tidak pernah hilang dari kepalamu,"

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengutarakan keinginanku, tidak benar-benar melakukannya. Tetua Tiga terlalu sensitif," Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan kemudian mengerutkan kening saat melihat Ling Qing Zhu.


"Kucing Putih? Kau mau ke mana?" Xiao Shuxiang buka suara dan membuat gadis berambut putih itu menatap ke arahnya.


Ling Qing Zhu berkedip dan tanpa nada berkata, "Pergi ke Alam Kultivasi Atas."


"Siapa yang menyuruhmu pergi? Kau tetap di sini,"


"Apa?" Ling Qing Zhu menatap Wali Pelindungnya. Dia baru akan mengajukan keberatan saat tangannya tiba-tiba diraih oleh pemuda menawan tersebut.


Xiao Shuxiang bernapas pelan dan bersuara lembut, "Aku tidak menganggap bahwa kau akan membebaniku jika ikut. Sejujurnya aku ingin agar kita selalu bersama, tetapi keberadaanmu jauh lebih penting bila tetap tinggal di sini."


Xiao Shuxiang berkata, "Aku percaya bahwa para murid di tempat ini akan bisa menjaga sekte dengan baik, tetapi aku akan merasa lebih lega jika kau turut dalam penjagaan itu. Tolong tetap bersama ibuku dan bantu beliau melindungi tempat ini,"


"Shuxiang..."


"Yi Wen dan Bocah Pengemis Gila entah berada di mana sekarang. Aku sebenarnya kesal karena mereka tidak datang di waktu-waktu yang genting. Jika mereka kembali... Kau adalah orang paling tepat yang bisa menjelaskan semuanya pada mereka,"


"................." Ling Qing Zhu memperhatikan dengan saksama wajah dari Wali Pelindungnya dan tahu bahwa pemuda ini serius. Xiao Shuxiang baru saja mengandalkannya untuk menjaga Xiao WeiWei dan para murid Sekte Kupu-Kupu serta Kota Awan Dingin.


Sambil bernapas pelan, Ling Qing Zhu buka suara. Dia mengangguk dan berkata, "Kau bisa percayakan semuanya padaku. akan kujaga mereka sampai kau kembali. Tetapi kau pun harus berjanji untuk pulang dengan selamat,"


Xiao Shuxiang tersenyum, "Tentu saja. Aku pasti akan pulang dengan selamat. Kau tidak perlu mencemaskan apa pun,"


"Mn." Ling Qing Zhu mengangguk pelan. Dia baru akan bicara kembali ketika tiba-tiba mendapat pelukan erat dari Wali Pelindungnya. Siapa pun yang ada di sekitarnya tentu saja tersentak dengan tindakan spontan itu.


Alkemis Zhou Yan sampai tertegun beberapa saat sebelum mendengus. Dia pun menggeleng dan berkata, "Kurasa memisahkan suami-istri seperti ini membuatku merasa tidak nyaman. Apa kita pergi bersama saja, A-Yuan?"


Lan Guan Zhi memperhatikan teman baiknya dan berujar tanpa nada, "Tetua benar. Ayo pergi berdua saja,"


"Hei, aku mendengar kalian." Xiao Shuxiang berdecak. Dia pun melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Kucing Putihnya. Xiao Shuxiang buka suara tanpa tahu ekspresi rumit yang sedang dimiliki oleh tatapan Ling Qing Zhu saat ini.


"Kucing Putih, aku pergi dulu. Selalu rindukan aku, oke?"


Ling Qing Zhu tersentak mendapat kedipan aneh dari Wali Pelindungnya. Dia menggeleng, "Kau memalukan. Pergilah,"


"Katakan dulu bahwa kau akan merindukan aku,"


"Apa itu penting sekarang?"


"Tentu saja, ini penting dan berarti untukku. Ayo katakan,"


"................ Mn,"


"Kucing Putih, katakan dengan benar.."


"Aku akan merindukanmu, sekarang pergilah."

__ADS_1


Alkemis Zhou Yan memijat pelan dahinya. Di sisi lain para kultivator yang terikat nampak berdecak dan menggeleng pelan melihat tingkah Xiao Shuxiang. Pemuda ini benar-benar sangat tidak tahu malu. Entah di mana sifat dingin dan kejam yang mereka lihat dari pemuda ini sebelumnya.


******


__ADS_2