![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ling Qing Zhu berada di dalam kamarnya dan baru saja selesai berganti pakaian. Dia hendak mengambil pedangnya saat mendengar suara pintu dibuka.
Ling Qing Zhu tersentak dan langsung menoleh. Dia melihat sosok yang masuk ke kamarnya yang tidak lain adalah Xiao Shuxiang, Wali Pelindungnya sendiri.
"..............." Ling Qing Zhu tahu bahwa tidak ada orang yang berani memasuki kamar miliknya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, apalagi sampai tak memanggil namanya selain pemuda yang mempesona ini.
Xiao Shuxiang memang tidak pernah menghilangkan kebiasaannya yang suka memasuki kamar orang lain tanpa permisi. Namun setidaknya kali ini dia sedang sedikit sopan karena Xiao Shuxiang tidak datang lewat jendela.
"Kucing Putih?" Xiao Shuxiang berkedip, "Kupikir kau tidak ada. Apa latihanmu hari ini sudah selesai?"
"............. Pelatihannya masih berupa penjelasan. Kami akan memulainya besok," Ling Qing Zhu menjawab dan berkedip saat melihat Wali Pelindungnya tidak datang sendirian.
Xiao Shuxiang menggendong tiga ekor kelincil kecil berbulu putih. Entah di mana pemuda ini menemukan hewan imut itu.
"Shuxiang,"
"Ah ...." Xiao Shuxiang menyadari arah pandangan Ling Qing Zhu dan lantas berkata. "Aku menemukan ini di jalan. Kupikir aku akan memberikanmu kejutan, tapi kau ternyata sudah ada di sini."
Xiao Shuxiang tersenyum dan dia pun berjalan mendekat, "Kucing Putih. Lihat, mereka kelinci yang menggemaskan~ Ayo panggang dan bakar mereka,"
Ling Qing Zhu tersentak, namun dia masih mencoba menenangkan diri. "Itu kelinci siapa?"
"Mana aku tahu dan siapa yang peduli ini milik siapa? Yang penting rasanya enak saat dimakan~" Xiao Shuxiang terlihat senang dan nampak bersemangat.
Ling Qing Zhu bernapas pelan dan lantas berujar dengan suara datar, "Tidak lihat aturan? Istana Seribu Pedang melarang membunuh hewan jenis apa pun,"
Ling Qing Zhu berjalan ke sebuah meja duduk dan baru akan memperbaiki posisinya saat Xiao Shuxiang datang. Wali Pelindungnya itu mengambil tempat duduk, tepat di sampingnya.
Xiao Shuxiang meletakkan ketiga kelinci di tangannya, tepat di atas meja. Ling Qing Zhu memperhatikan kelinci-kelinci itu bergerak yang mana terlihat begitu menggemaskan.
Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan mengusap hewan berbulu putih cantik itu. Dia pun tanpa sadar bertanya, "Apa mereka semua betina? Mereka terlihat suka padamu,"
Xiao Shuxiang pun berkedip dan dia pun mengulurkan tangan untuk memegang telinga salah satu kelinci.
Xiao Shuxiang pun mengangkatnya dan menunjuk hewan kecil itu sambil berkata. "Yang satu ini jantan. Aku membawanya agar bisa dimasak, sementara dua yang lainnya betina----itu terserah padamu apa ingin mereka juga dimasak saja atau kau ingin memeliharanya,"
Ling Qing Zhu memperhatikan kelinci yang diangkat Xiao Shuxiang dan hewan itu terlihat memberontak dengan menggerak-gerakkan kakinya.
Ling Qing Zhu bahkan tidak menyadari tingkah kedua kelinci lainnya yang bermain-main di jari tangannya.
"Shuxiang, turunkan. Dia terlihat kesakitan," Ling Qing Zhu pada akhirnya tidak tahan dan menegur pemuda di sampingnya.
"Aku mau memakannya,"
"Tidak boleh,"
"Kalau begitu biarkan aku memakanmu,"
"Kau mau mati?" Ling Qing Zhu bersuara dingin, namun tiba-tiba tersentak saat Xiao Shuxiang langsung memeluknya tanpa peringatan.
"Kucing Putih~ kenapa istriku ini bisa kasihan sekali ..." Xiao Shuxiang terlihat mengusap-usap kepala Ling Qing Zhu dengan sangat lembut.
"..............." Ling Qing Zhu awalnya ingin memberontak, namun entah kenapa dia mengurungkan niatnya dan hanya diam saja mendapat perlakuan seperti ini dari Wali Pelindungnya.
Ling Qing Zhu menahannya cukup lama dan akhirnya buka suara, "....... Shuxiang. Ada apa denganmu?"
"..............." Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan lalu mengubah posisinya. Dia mengambil salah satu kelinci berbulu putih itu dan kemudian tidur di paha Ling Qing Zhu sampai membuatnya berkedip.
"Shuxiang,"
__ADS_1
"Kupikir aku akan melakukan pelatihan tertutup lagi," Xiao Shuxiang mendesah pelan sambil menatap Kucing Putihnya dengan dalam. Dia bisa melihat indahnya langit biru yang cerah di mata gadis ini.
Ling Qing Zhu sebenarnya tersentak mendengar bahwa Xiao Shuxiang akan melakukan pelatihan tertutup. Namun dia masih bisa mengendalikan ekspresi dari wajahnya.
Ling Qing Zhu berujar tenang, "Dengan siapa kau berlatih?"
"Tetua Besar Chen," Xiao Shuxiang berkata. "Kurasa tua bangka itu ingin memisahkanku darimu. Jelas sekali dia iri karena sampai sekarang dia belum menikah--"
Xiao Shuxiang baru saja ingin mengolok-olok Tetua Chen Duan Shan saat kedua kelinci yang ada di atas meja melompat dan jatuh tepat di wajahnya. Kejadian itu tidak terduga dan membuat Ling Qing Zhu diam-diam tersenyum.
Xiao Shuxiang mengangkat kelinci yang berani melompat ke wajahnya. Dia pun berdecak, "Kurang ajar sekali. Beraninya menginjak wajah tampan dan penuh pesona ini. Apa kalian mau jadi daging bakar, huh?"
"............. Mereka hanya hewan kecil. Tidak perlu terlalu menggertaknya," Ling Qing Zhu mengambil kelinci yang telah mengganggu Wali Pelindungnya dan lalu menaikkan hewan itu kembali ke atas meja.
Ling Qing Zhu kemudian berkata, "Jika itu keputusan tetua besar Chen. Maka kau jangan menolaknya. Pergilah dan lakukan pelatihan tertutup itu,"
Xiao Shuxiang berkedip karena Ling Qing Zhu justru mendukungnya, padahal ini sebenarnya bukan yang dia harapkan.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan terlihat agak kecewa, "Apa tidak ada hal lain yang ingin kau katakan? Kenapa kau tidak mencegahku sama sekali?"
"Ini untuk kebaikanmu sendiri,"
Ucapan Ling Qing Zhu benar. Pelatihan Tertutup yang akan dijalankan oleh Xiao Shuxiang juga untuk kebaikan pemuda itu sendiri. Ini adalah fakta yang tidak bisa diabaikan.
Ling Qing Zhu berujar tenang, "Aku tidak ingin hanya karenaku .... Kau justru mengabaikan tugasmu."
"..............." Xiao Shuxiang menatap wajah tenang yang penuh keanggunan milik Kucing Putihnya. Dia jadi merasa kasihan pada gadis ini yang selalu terlibat dalam setiap masalahnya.
"............. Ada apa?" Ling Qing Zhu bertanya ketika merasa sedang ditatap begitu lama oleh Wali Pelindungnya. Dia agak terganggu karena pemuda ini tidak bicara.
Xiao Shuxiang berujar pelan, "Apa kau akan bisa baik-baik saja jika aku meninggalkanmu untuk latihan?"
"Apa kau akan merindukanku?"
"..............." Ling Qing Zhu mengulurkan tangan dan menepuk pelan kepala Wali Pelindungnya, dia pun mengangguk sebagai jawaban.
Ling Qing Zhu berkata, "Aku akan bicara dengan tetua besar Chen. Meminta agar aku bisa menjengukmu sesekali,"
Xiao Shuxiang meraih tangan gadis yang menepuk pelan kepalanya. Dia membuat tangan itu untuk mengusap pipinya. Ling Qing Zhu tertegun, namun tidak menolak.
Xiao Shuxiang berujar, "Rasanya .... Aku tidak pernah membuatmu bahagia, apalagi memberikanmu kehidupan yang tenang."
"Ini bukan salahmu," Ling Qing Zhu berkata, "Kehidupan tidak pernah terus berjalan tenang. Kau jangan merasa ini semua adalah salahmu,"
"..............."
Saat Xiao Shuxiang menyukai sesuatu. Dia akan menjaganya, menghormati dan memperlakukannya dengan baik. Dia tidak akan menyakiti apa yang begitu dia sukai dan bahkan tidak memaksakan kehendaknya.
Di sisi lain, saat Ling Qing Zhu menyukai sesuatu. Dia terkadang menyembunyikan hal itu dengan sikap yang begitu dingin, namun kadang dia bisa menunjukkannya dengan begitu ekspresif meski untuk yang satu ini benar-benar sangat langka ditemukan.
Xiao Shuxiang menarik napas dan lalu berujar pelan, "Aku akan merindukan telapak tangan yang kasar ini..."
Ling Qing Zhu, dibalik kecantikannya yang luar biasa itu----dia mempunyai satu kekurangan yang semua orang di sekitarnya tahu. Itu adalah kebenaran bahwa telapak tangan seseorang yang dianggap dewi memiliki kulit yang begitu kasar dan ini merupakan efek dari latihan berpedangnya selama jangka waktu yang sangat lama.
"............. Maaf bila telapak tanganku kasar," Ling Qing Zhu bukannya tidak mau mengobati telapak tangannya, dia hanya tidak ingin kehilangan tanda dari hasil kerja kerasnya selama ini.
"Kucing Putih," Xiao Shuxiang berujar. "Aku akan memberikan kelinci ini padamu. Jika tidak bisa dipanggang, maka kau jagalah mereka. Aku ingin teman kecilku ini bisa menemanimu agar tidak terlalu kesepian,"
"............. Mn, akan kujaga dengan baik."
__ADS_1
Xiao Shuxiang tersenyum dan berkata, "Apa aku boleh menciummu?"
"Tidak,"
"Bagaimana jika aku yang minta dicium?"
".............. Baiklah,"
"Serius?" Xiao Shuxiang kaget dan bangun sambil menatap tak menyangka pada Kucing Putihnya.
"Kau serius?!" Xiao Shuxiang mengulang kembali pertanyaan yang dia lontarkan.
".............. Tutup matamu,"
!!
Xiao Shuxiang sebenarnya hanya asal bertanya, namun tidak disangka akan mendapatkan respon seperti ini dari Ling Qing Zhu. Dia sampai berkedip beberapa kali sebelum melakukan apa yang Ling Qing Zhu katakan.
Xiao Shuxiang menutup matanya dan merasa agak gugup. Kedua tangan Ling Qing Zhu terulur dan menyentuh pipi Wali Pelindungnya. Gadis berambut putih nan indah tersebut melakukan hal yang sama seperti waktu itu.
Hanya sebuah sapuan singkat di bibir dan nyaris bagai ilusi.
Ling Qing Zhu tidak lagi menyentuh pipi Xiao Shuxiang dan gadis itu merasa sudah melakukan hal yang memalukan. Siapa yang sangka saat dia mencoba mengambil jarak, lengannya tiba-tiba diraih dan justru ditarik mendekat.
Kelinci di tangan Xiao Shuxiang lepas saat dia melakukan tindakan yang tidak terduga, bahkan Ling Qing Zhu sampai membeku saking terkejutnya.
!!!
Gadis berambut putih itu berada dalam kebingungan. Dia seperti anak panah dingin di busur dan selalu memiliki pemikiran yang waspada. Namun saat ini, kelopak matanya tertutup rapat tidak peduli apa yang dia lakukan.
Kehangatan aneh tiba-tiba didapatkan dan menyebar di bibirnya. Ini semacam serangan yang tidak terbayangkan. Ling Qing Zhu berjuang melepaskan diri, tapi tindakannya justru membuat erangan yang lembut.
Ling Qing Zhu merasa seperti kehabisan napas. Tekanan yang terasa itu berasal dari mulut dan hidungnya. Buruknya dia bahkan tidak bisa memberikan pukulan untuk membuat orang lain sadar dengan yang terjadi.
!!
Saat akhirnya dilepaskan, Ling Qing Zhu berusaha mengatur napas dan benar-benar syok. Dia menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang dan justru mendengar ucapan tidak berdosa dari pemuda ini.
Xiao Shuxiang berkata tanpa rasa bersalah sama sekali, "Kucing Putih. Kau harus belajar untuk bisa membedakan kecupan dengan ciuman. Yang tadi itu baru ciuman,"
Ling Qing Zhu mengepalkan tangannya, dia bersuara dingin namun sangat tegas. "Lancang sekali,"
Ling Qing Zhu memukul keras lengan Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu spontan merintih. Ling Qing Zhu berkata, "Kau menggigit. Tidak tahu malu. Sangat lancang. Kau-"
Ling Qing Zhu mengulang ucapan yang sama. Dia sama sekali tidak mengetahui caranya mengumpat, apalagi berkata kasar. Dia hanya memukul lengan Xiao Shuxiang, menarik hidung pemuda itu dan kembali memukul.
"Aduh, Kucing Putih..!" Xiao Shuxiang mengusap-usap lengannya yang terasa panas karena pukulan Ling Qing Zhu.
Dia berusaha membela diri dengan berkata, "Apa salahku? Aduh. Bocah Pengemis Gila yang menjelaskan kalau ciuman itu yang seperti 'itu'. Aku hanya mencoba memberitahukannya padamu. Aduh,"
"Berhenti bicara..!" Ling Qing Zhu ingin sekali menarik Baiyi dan menggorok leher pemuda ini. Wajah indahnya berubah sewarna persik dan bahkan lebih jelas lagi.
Xiao Shuxiang menerima pukulan, namun sama sekali tidak membalas. Hanya saja tidak berlangsung lama sampai dia pun bereaksi. Xiao Shuxiang menangkap tangan Ling Qing Zhu dan kemudian membawa gadis itu kepelukannya.
******
-
manekin scene cut :
__ADS_1