KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
189 - Dao Fang An (2)


__ADS_3

Dao Fang An bersama dengan Tetua Jiao Feng ketika seorang murid Sekte Lautan Awan datang dan melaporkan tentang dua orang asing yang membawa sebuah undangan.


Saat membaca gulungan itu, Dao Fang An tersentak dan segera bergegas pergi ke gerbang depan sektenya. Dia kaget melihat ada seorang pria yang berdiri sambil memeluk sebuah tongkat bambu.


!!


Rasa tidak percaya dan senang terlihat di wajah Dao Fang An. Apalagi ketika pria tua itu memperhatikan dengan saksama tamunya dan benar-benar yakin itu sosok yang dirinya kenali.


Seumur hidupnya, hanya satu orang pria yang lebih memilih memakai riasan aneh di wajahnya daripada memakai topeng. Bukan hanya itu, Dao Fang An juga ingat bahwa hanya ada satu pria yang sangat suka merusak reputasi dari namanya sendiri. Tentu saja, siapa lagi jika bukan 'putra kebanggaan' Tetua Besar Sekte Lembah Cahaya Surgawi.


Dao Fang An terbatuk pelan. Dia hampir saja hilang kendali saat melihat tamu yang sudah lama ditunggunya. Dirinya pun berjalan mendekat dan perlahan tamunya tersebut mulai menyadari keberadaannya.


?!


Bocah Pengemis Gila berkedip dan dia pun mulai menyenggol Yi Wen. Gadis itu menatapnya keheranan dan kemudian memandang ke depan. Kening Yi Wen sedikit berkerut saat melihat ada pria tua yang berjalan sambil membawa sapu di tangannya.


Murid Sekte Lautan Awan yang berdiri mengawasi Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen juga melihat Dao Fang An. Dia pun menundukkan kepala sebelum berjalan mundur untuk memberi ruang pada pria yang pakaiannya biasa-biasa saja itu.


Yi Wen memperhatikan pria di depannya dan kemudian berbisik kepada Bocah Pengemis Gila, "Apa kau tahu apa yang sedang kupikirkan? Tua bangka ini..."


Bocah Pengemis Gila memakai jarinya untuk mendorong wajah Yi Wen agar gadis itu sedikit menjauh darinya. Dia pun berjalan mendekat, tersenyum, dan lalu memberi hormat.


Dao Fang An tersentak dan dengan gugup mengangguk pelan. Dia pun menoleh ke arah murid Sekte Lautan Awan dan berkata, "Mereka memang tamuku. Ayo silahkan masuk,"


Kedua murid Sekte Lautan Awan itu mengangguk pelan. Dao Fang An sudah mengkonfirmasi hal ini dan mereka tidak lagi mencurigai Bocah Pengemis Gila. Kedua murid itu bahkan mempersilahkan para tamu asing tersebut untuk masuk, hanya saja mereka menjaga pandangan dari Yi Wen.


Bocah Pengemis Gila mengikuti Dao Fang An dari belakang tanpa berkata apa-apa. Sebaliknya, Yi Wen dengan penuh rasa perhatian mulai mengedarkan pandangannya ke sekitar dan beberapa kali terlihat terpukau dengan bangunan sekte yang begitu megah dan besar ini.


Yi Wen melihat dan berpapasan dengan beberapa murid. Dia menyukai ketika orang lain memakai pakaian berwarna merah menyala, itu warna yang penuh semangat dan kebahagiaan. Dia senang melihat pakaian para murid Sekte Lautan Awan yang berwarna merah.


Jika Yi Wen terlihat terpukau, maka beda halnya dengan perasaan para murid yang berpapasan dengannya. Murid-murid itu kaget, bahkan sampai melotot melihat ada dua orang asing yang telah mencuri banyak perhatian.


Satu orang asing itu memiliki riasan wajah yang aneh dan konyol, sementara satunya lagi adalah gadis cantik dengan tubuh bagian atas yang 'mempesona'.


"..............."


"..............."


Ada dua orang murid Sekte Lautan Awan yang berpapasan dengan Dao Fang An, Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen. Mereka tidak menyapa Dao Fang An selayaknya murid menyapa Tetua Besar, tetapi mata mereka langsung tertuju pada riasan di wajah Bocah Pengemis Gila sebelum pandangan itu dicuri oleh Yi Wen.

__ADS_1


Kedua murid tersebut melotot dengan mulut yang terbuka lebar. Mereka sampai berhenti dan terus memperhatikan gadis cantik dengan rambut sepanjang bahu tersebut.


Pakaian Yi Wen sebenarnya cukup sopan daripada pakaian beberapa murid perempuan Sekte Lautan awan yang bagian bawah dan atas tubuhnya sedikit terbuka, tapi bentuk tubuh Yi Wen dan 'ukurannya' tidak bisa disaingi oleh siapa pun.


"......... Ya Tuhan,"


"..............."


Ada dua murid perempuan yang kali ini berpapasan dengan Dao Fang An, Bocah Pengemis Gila dan Yi Wen. Mereka sama terkejutnya dengan murid laki-laki tadi dan sampai menutup mulut. Keduanya juga ikut berhenti dan memperhatikan Yi Wen dari ujung kaki sampai kepala.


Bocah Pengemis Gila sendiri menyadari bahwa gadis di sampingnya mencuri perhatian para murid yang berpapasan dengan mereka. Dia juga baru sadar bahwa dirinya masih membawa jubah Yi Wen yang entah disengaja atau tidak, tapi dia memungutnya di keramaian Kota Yán Gēn waktu itu.


Bocah Pengemis Gila mengeluarkan jubah tersebut dan tanpa peringatan mulai menutupi bahu Yi Wen hingga membuat gadis cantik itu tersentak.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Pakai ini. Aku tidak mau membawakannya lagi,"


Yi Wen berkedip dan menatap Bocah Pengemis Gila sejenak sebelum mulai memakai jubah ungu bercorak sayap kupu-kupu miliknya. Dia berkata, "Ini akan lebih banyak mencuri perhatian."


"Itu lebih baik daripada mereka fokus melihat tubuhmu, kan? Memangnya kau tidak risih?"


Yi Wen tersentak dan memperhatikan murid-murid Sekte Lautan Awan yang memang sedang memandanginya. Dia berkedip dan dengan polos berkata, "Aku pikir mereka semua sedang melihatmu?"


"Hmph," Yi Wen mendengus dan bahkan dengan sengaja membusungkan dada hingga membuat Bocah Pengemis Gila serta beberapa murid Sekte Lautan Awan syok berat. Nyaris jantungan.


Dengan penuh gaya, Yi Wen melangkah sambil mengibaskan pelan rambutnya dengan memakai jari-jari tangan. Dia bahkan dengan sangat sengaja memberi tatapan memprovokasi pada para murid Sekte Lautan Awan, baik laki-laki maupun perempuan.


"Perhatikan aku baik-baik. Yi Wen. Sosok yang membuat para pria terpesona dan membuat iri para gadis. Aku, kecantikan nomor dua di Sekte Kupu-Kupu dan akan menjadi yang pertama di Alam Kultivasi Atas."


Dao Fang An berkedip beberapa kali saat melihat tingkah gadis muda yang tengah berjalan mendahuluinya dan seakan sedang dalam dunianya sendiri. Dia tidak tahu harus mengatakan apa.


"Tidak perlu pedulikan dia. Anak itu agak sedikit tidak waras," Bocah Pengemis Gila berujar saat dia berjalan di samping Dao Fang An. Bocah Pengemis Gila sampai merinding geli melihat tingkah Yi Wen, dia bahkan memeluk tongkat bambunya.


Dao Fang An menoleh sejenak sebelum bertanya, "Apa dia kekasihmu?"


"Apa kami terlihat seperti pasangan?"


"....... Ini pertama kalinya aku melihatmu dekat dengan perempuan. Biasanya kau sangat menghindari mereka dan bahkan membuat jarak sejauh tongkat bambumu itu,"


Bocah Pengemis Gila menggaruk pelan pipinya yang tidak gatal. Dia tersenyum pahit dan berkata, "Aku masih menjaga jarak dengan perempuan. Tapi anak itu yang terus saja menempel padaku. Haiih, aku benar-benar dibuat lelah olehnya."

__ADS_1


Bocah Pengemis Gila menggeleng pelan, "Aku sudah mengomelinya, berkata kasar, membentak dan sampai memukulnya. Tapi dia tidak pernah jera untuk dekat-dekat denganku. Aku yakin, dia pasti tidak punya hati atau memiliki hati yang sekeras batu. Serius, aku bertanya-tanya apa dia masih manusia atau bukan."


"Harusnya kau tidak melakukan itu. Hati perempuan sangat rapuh. Menghinanya dengan satu kata saja akan membekas di ingatannya sampai seumur hidup. Aku sendiri merasa bahwa dia gadis yang penuh semangat dan terlihat baik,"


Bocah Pengemis Gila tersenyum getir, "Dia memang penuh semangat, tapi dibandingkan dengan baik-----dia lebih dekat dengan kata, 'mematikan'."


Dao Fang An tersenyum dan nampaknya tidak tahu bahwa kata yang diucapkan Bocah Pengemis Gila merujuk pada arti yang sebenarnya. Yi Wen adalah gadis dengan kecantikan yang mematikan.


Dao Fang An membawa kedua tamunya itu ke Paviliun Peristirahatan. Saat berada di dalam sebuah ruangan, Dao Fang An menyimpan sapu yang dibawanya dan kemudian berpelukan dengan Bocah Pengemis Gila. Yi Wen sampai dibuat terkejut bukan main.


Dao Fang An mengusap-usap dan menepuk pelan punggung Bocah Pengemis Gila. Dia terlihat bahagia.


Bocah Pengemis Gila juga sama. Dia mengusap dan menepuk pelan pria tua tersebut. Dia berkata, "Aku senang bisa melihatmu dalam keadaan yang baik."


Dao Fang An perlahan melepaskan pelukannya. Dia memegang kedua lengan Bocah Pengemis Gila dan memperhatikan pria tersebut dengan saksama.


Dao Fang An tersenyum dan berkata, "Kau tidak akan tahu, Senior. Betapa bahagianya aku bisa bertemu denganmu kembali."


Yi Wen berkedip, "Se-Senior?!"


Gadis cantik itu memperhatikan pria tua di depannya dan Bocah Pengemis Gila secara bergantian. Saat ini, memang hanya mereka bertiga di dalam ruangan yang agak mirip dengan kamar. Tetapi dia tidak menyangka pria tua di depannya akan menyebut kata, 'Senior' pada Bocah Pengemis Gila.


Dao Fang An mempersilahkan tamunya duduk. Senyuman tidak menghilang dari wajahnya. Dia pun berkata, "Aku masih ingat dengan jelas, pertemuan pertama kita adalah 250 Tahun yang lalu. Senior saat itu tidak memakai riasan wajah setebal ini,"


"Ah .... Saat itu aku masih sedang polos-polosnya. Masih punya urat malu. Berbeda dengan sekarang. Tapi lihat, praktik kultivasiku sekarang sudah meningkat. Aku Forging Qi tingkat 3,"


Dao Fang An menggeleng dan mendesah pelan, "Senior. Selama 250 Tahun dan kau hanya naik satu tingkat saja? Entah aku harus merasa senang atau berkabung untukmu,"


"Junior, bagi orang sepertiku----tentu saja sulit meningkatkan praktik kultivasi. Kau sendiri juga tahu itu. Dan lagi, tanah di tempat tinggalku benar-benar tidak mendukung kultivator."


"Bukankah aku sering mengundangmu kemari? Kaulah yang tidak mau belajar di Alam Kultivasi Atas ini. Padahal jika kau lakukan itu .... Kau benar-benar bisa menjadi 'Legenda', Senior."


"Hmph, sekarang pun aku sudah menjadi 'Legenda'." Bocah Pengemis Gila tersenyum dan kemudian menoleh ke arah Yi Wen yang sejak tadi hanya diam sambil memasang wajah kebingungan karena situasi ini.


Bocah Pengemis Gila pun mulai memperkenalkan gadis yang duduk di sampingnya ini pada Dao Fang An. "Junior, kau sudah melihat anak ini sebelumnya. Dia Yi Wen, murid sekaligus rekanku. Dia cucu dari Pilar Dunia di Benua Barat."


!!


Yi Wen terkejut bukan main karena Bocah Pengemis Gila memperkenalkan dirinya seperti itu, bahkan sampai menyebutkan gelarnya. Padahal harusnya hal tersebut adalah rahasia.

__ADS_1


******


__ADS_2