KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
65 - Tetua Puncak Bai


__ADS_3

Wen Rouran mengajak Wang Zhao dan Mo Huai makan bersama. Kedua orang itu terlihat gugup dan sangat berhati-hati ketika berbicara maupun bertingkah. Mereka berbeda dengan Xiao Shuxiang yang seenaknya saja.


"Kau ini... Jangan merebut bagian temanmu." Wen Rouran memukul lengan kanan Xiao Shuxiang dan menggeleng. "Kau seperti tidak pernah makan selama berhari-hari,"


"Aku memang sangat lapar,"


Wen Rouran menggeleng, "Aku merasa mempunyai seorang anak nakal yang tidak bisa diatur. Baiklah, lanjutkan saja makan kalian."


Wang Zhao memperhatikan saat Wen Rouran melangkah pergi. Dia pun kembali menatap satu persatu mereka yang ada di sekitarnya. Selama hidup di sekte ini, dia belum pernah makan bersama dengan siapa pun----bahkan ini pertama kalinya dia makan dengan Dao Fang An.


Tidak butuh waktu lama sampai mereka berempat selesai dengan makanan itu. Xiao Shuxiang berniat untuk kembali ke gubuknya dan membersihkan diri, Mo Huai pun ikut berpamitan karena masih memiliki pekerjaan lain.


Kini yang tinggal adalah Dao Fang An dan Wang Zhao. Mereka terlihat duduk sambil melihat pemandangan di sekitar.


Dao Fang An yang lebih dahulu buka suara, "Bagaimana menurutmu dengan Xiao Shuxiang? Kulihat kalian akrab,"


"Ehm... Tuan Xiao pemuda yang baik." Wang Zhao sebenarnya merasa gugup, dia selalu seperti ini jika bersama Dao Fang An. Pria tua inilah yang membawa dirinya ke Sekte Lautan Awan.


Dao Fang An, "Apa kau tahu Xiao Shuxiang sudah menikah?"


Wang Zhao tersentak dan spontan menoleh, dia tidak mengetahuinya. "Bukankah kultivator... Tidak pernah terikat dengan hubungan yang seperti itu?"


"Siapa yang memberitahumu?" Dao Fang An bertanya, dia membuat Wang Zhao ragu-ragu menjawab.


"Shizun sendiri... Tidak menikah,"


Dao Fang An terbatuk pelan, "Jadi jika kau melihat Shizun-mu tidak menikah dan kau pikir kultivator tidak bisa terikat hubungan seperti itu? Sampai di mana pelajaranmu sekarang, hm?"


"........" Wang Zhao tertunduk, dia tidak bisa menjawab pertanyaan barusan. "Tapi... Siapa gadis yang menikah dengan Tuan Xiao?"


"Kau tahu nona Ling Qing Zhu?"


!!


"Tidak mungkin." Wang Zhao kaget, "Nona Ling Qing Zhu bukannya murid yang baru-baru ini terkenal berbakat itu? Aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi banyak yang mengatakan dia mengagumkan. Dia bahkan secara khusus diundang menjadi murid langsung dari enam tetua puncak."


"Memang dia orangnya. Apa menurutmu dia dan Xiao Shuxiang tidak cocok satu sama lain?"

__ADS_1


Wang Zhao menggeleng pelan, "Bukan begitu. Hanya saja..."


"Mungkin tidak bisa dipercaya. Namun karena ini jugalah hingga aku bisa sedikit memastikan bahwa Xiao Shuxiang bukan kultivator biasa. Identitasnya... Kurasa sama sepertimu."


Wang Zhao menatap Dao Fang An sejenak sebelum memandang ke depan. Tangan kanannya menyentuh perutnya sebelum dia berujar pelan, "Tuan Xiao lebih berbakat dariku..."


"Jangan merendahkan dirimu, Nak. Kau tidak bisa melakukan apa pun jika tidak percaya diri. Kau melihatnya, kan? Dia tanpa ragu menyebutku 'Tua Bangka'. Kau harus belajar bersikap sedikit mirip dengan anak berandalan itu. Dia jelas bisa berteman dengan siapa pun,"


Wang Zhao tersenyum tipis, "Tuan Xiao memang agak liar. Aku juga melihatnya, dia memiliki dua inti spiritual... Sama sepertiku."


"Karena itulah aku membawanya kemari," Dao Fang An berkata, "Dantian Berakar memang sangat langka dan bagi orang lain yang memilikinya----itu merupakan bencana. Kau yang terlahir dengan dua dantian yang sama-sama berakar harus belajar sesuatu darinya,"


"Shizun... Tapi terkadang aku tidak bisa memastikan dantian yang dimiliki Tuan Xiao itu. Rasanya seperti ada segel yang menghalangi penglihatanku,"


"Aku awalnya juga tidak melihatnya. Tapi memperhatikan bagaimana sifat bocah berandalan itu... Dia memang pemuda yang baik. Kurasa kalian akan berteman akrab. Ini adalah kesempatanmu,"


"........"


Wang Zhao menyentuh kembali perutnya, pandangan matanya tertunduk saat dia berujar. "Jika memang Shizun berkata demikian... Maka mungkin sekarang aku bisa mulai mewujudkan keinginanku,"


"Kau harus tetap menjadi pemuda yang baik, jadilah seperti Xiao Shuxiang itu." Dao Fang An menepuk punggung Wang Zhao dan mulai bangun. Dia masih punya banyak pekerjaan.


*


*


"Siapa Xiao Shuxiang itu?" Jiao Feng bertanya. Ekspresi wajahnya terlihat penuh wibawa.


Liu Wei Lin yang juga ada di ruangan itu lantas menjawab, "Tetua Jiao. Dia adalah pelayan yang bertugas mencabut rumput di sekte ini, menurutku dia pemuda yang baik dan tidak mungkin orang itu bisa melukai saudari Ye sampai separah ini. Apalagi mengingat praktik kultivasinya masih di Forging Qi tingkat 5."


Jiao Feng terkejut, sementara Ye Qin Jiu memberi tatapan tidak suka pada Liu Wei Lin. Wanita itu berkata, "Tapi memang Xiao Shuxiang yang melakukannya. Kau pikir aku akan menuduh sembarangan orang, hah?"


Jiao Feng mengembuskan napas, "Dalam hal ini kau yang salah Qin Jiu-Er. Kenapa kau mencari masalah dengan seorang pelayan? Apa kau menyukainya?"


"Sa-sama sekali tidak!!" Ye Qin Jiu langsung menolak mentah-mentah. Dia sangat kesal entah pada siapa.


"Intinya," Ye Qin Jiu mendesak kembali. "Shizun harus mencari keadilan untukku. Praktik kultivasinya memang berada di Forging Qi tingkat 5, tapi dia justru bisa melukaiku separah ini. Bagaimana jika dia menyembunyikan tingkat praktikya yang asli? Dia bisa saja merencanakan hal yang buruk. Bagaimana jika dia adalah musuh yang menyamar?"

__ADS_1


"Kecurigaanmu berlebihan," Liu Wei Lin menyela. "Kau pasti mempermainkan lawanmu dan tidak serius melakukan serangan. Jadi saat lawanmu sendiri mengerahkan segala kemampuannya dan berhasil mengalahkanmu----kau pun berakhir menyedihkan seperti ini."


"Kau...!" Ye Qin Jiu meradang, dia benar-benar kesal sampai menggigit bibirnya. Liu Wei Lin bukannya membela, tetapi justru menyalahkan dirinya.


Dia pun menatap Jiao Feng, "Shizun...! Kau harus percaya padaku,"


"Tetua Jiao, Anda harus memikirkannya baik-baik. Jangan sampai karena dia adalah murid Anda hingga Anda lebih memilih membelanya,"


Ye Qin Jiu tersentak, "Liu Wei Lin...!"


"Tenanglah," Jiao Feng meminta Ye Qin Jiu untuk menjaga ucapannya. "Hormati Seniormu. Jangan menyebut namanya secara langsung seperti itu. Apa karena kau tidak sadarkan diri selama berhari-hari hingga sopan santunmu tidak ada lagi?"


"Ma-maafkan aku, Shizun..."


Liu Wei Lin membuka kipasnya dan menggeleng pelan. Di ruangan ini hanya ada mereka, benar-benar disayangkan. Padahal dia ingin agar Yan Tianhen juga datang hingga dirinya bisa memberi pelajaran pada pemuda itu.


"Istirahatlah. Biar aku dan seniormu yang menyelidiki hal ini," Jiao Feng memberi isyarat agar Liu Wei Lin mengikutinya. Mereka memberi waktu Ye Qin Jiu untuk beristirahat.


Saat berjalan di luar, Liu Wei Lin menatap Tetua Puncak Gunung Bai di depannya dan kemudian memainkan kipasnya. Dia pun berkata, "Saudari seperguruan Ye ini memang suka mencari banyak masalah. Tetua, aku minta maaf. Tapi meski dia punya pengaruh yang besar di sekte ini, dia tidak boleh bertindak seenaknya."


"Kau benar," Jiao Feng mengembuskan napas, "Apa kau sudah menemukan sesuatu?"


"Mn, sebenarnya ini hanya perkiraanku. Tapi kupikir awalnya ini karena masalah antara saudara Xiao dengan saudara seperguruan Yan. Aku pernah memergoki mereka bertengkar, namun dalam hal itu saudara seperguruan Yan yang memulai lebih dahulu. Saudara Xiao membanting saudara seperguruan Yan di tanah dan melukai lehernya hingga berdarah. Bisa saja di tempat yang sama... Saudari seperguruan Ye melihat itu dan membuat keputusannya sendiri,"


Mempertimbangkan sifat Yan Tianhen yang tidak mungkin meminta bantuan wanita untuk membalas perbuatan Xiao Shuxiang membuat Liu Wei Lin memberi kesimpulan demikian.


"Tetua Jiao, akan jauh lebih baik jika masalah ini tidak dibesar-besarkan. Semua orang tahu bagaimana sifat saudara seperguruan Yan dan saudari seperguruan Ye. Maafkan aku, tapi bagiku mereka seperti benalu di sekte ini,"


Jiao Feng menatap Liu Wei Lin dan lalu mengulurkan tangan untuk menepuk pelan pundak pemuda tersebut. "Kau juga sering membuat masalah,"


"Eh? Itu... Ta-tapi kan aku tidak pernah menganggu para pelayan," Liu Wei Lin tersenyum pahit.


Jiao Feng berkata, "Ini memang hal yang tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi melibatkan para tetua. Tapi aku masih penasaran dengan Xiao Shuxiang ini, aku ingin menemuinya."


"Ah... Saudara Xiao-ku itu pemuda yang yang baik. Seseorang yang memiliki jiwa seni bukanlah orang yang jahat, aku bisa pastikan itu." Liu Wei Lin tersenyum dan mengajak Jiao Feng menemui teman barunya.


"Apa karena dia tahu berpuisi hingga kau menyebutnya orang yang baik?"

__ADS_1


"Tetua, dia anak yang ingin belajar. Sosok yang kuanggap sebagai belahan jiwa tidak akan pernah mengecewakan,"


******


__ADS_2