KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
282 - Lan Guan Zhi (8)


__ADS_3

"Nona Wen, Anda baik-baik saja?" Hu Li melihat keringat yang mengucur di pipi Yi Wen sudah tidak wajar, apalagi pakaian gadis ini juga begitu basah.


"Aku butuh air,"


"Akan segera saya ambilkan," Hu Li bergegas keluar dari ruangan. Dia sangat memperhatikan kondisi Yi Wen sebab hanya gadis inilah yang bisa menolong jiwa Tuan Muda Xiao-nya kembali.


Yi Wen sendiri nampak mengatur napas dan kemudian menatap ke arah Ling Qing Zhu. Dia pun buka suara, "Kau tidak apa-apa, kan?"


Ling Qing Zhu berkedip dan kemudian mengangguk pelan. Dia pun berkata, "Apa ... Aku melakukan kesalahan?"


"Tidak sama sekali," Yi Wen menggeleng dan mengembuskan napas. "Kau sudah berhasil menarik setengah dari jiwa Saudara Xiao-ku. Aku hanya menarikmu kembali karena bentang alam jiwanya meluas,"


Yi Wen menghela napas, "Aku bersyukur karena bisa menarik jiwamu. Sekarang kau istirahat saja dan jangan ganggu,"


Hu Li kembali sambil membawa nampan di tangannya. Dia menuangkan air untuk Yi Wen dan Ling Qing Zhu. Tetua Chen Duan Shan dan Zhi Shu membantunya.


Yi Wen mengucapkan terima kasih saat tenggorokannya sudah tidak kering lagi. Dia pun kembali berkonsentrasi dan perjuangannya kali ini semakin berat.


"Nona Ling, minumlah yang banyak." Zhi Shu nampak mengusap-usap punggung Ling Qing Zhu dan yakin bahwa wajah gadis berambut putih ini memang sangat pucat.


Ling Qing Zhu menggeleng pelan, "Aku sudah tidak apa-apa. Terima kasih,"


"Sebenarnya apa yang kau lihat?" Zhi Shu bernapas pelan, "Aku sangat cemas. Kau tadi berkeringat sangat banyak dan Yi Wen mengatakan aliran Qi milikmu kacau. Kau menakut-nakutiku,"


"..............." Ling Qing Zhu menatap Zhi Shu dan menarik napas pelan. Dia pun meminta maaf.


Hu Li memperhatikan Yi Wen dan Tetua Chen Duan Shan pun juga sama. Mereka selalu siap bergerak bila gadis cantik ini tiba-tiba membutuhkan bantuan.


Bentang alam jiwa Xiao Shuxiang tidak biasa. Bagian dari jiwanya terpecah dan inilah yang membuat Yi Wen kewalahan. Belum lagi sebuah fakta mencengangkan adalah Yi Wen masih pemula dalam melakukan Teknik Terlarang ini.


Itu benar, Yi Wen hanya mempelajari teori. Dan kebanyakan berkutat pada racun serta mayat hidup. Gadis itu tidak pernah memakai manusia hidup sebagai subjek untuk percobaan, jadi masih bisa diperkirakan kegagalan dalam teknik ini jauh lebih besar.

__ADS_1


Yi Wen benar-benar mempertaruhkan nyawanya. Dia menyakinkan diri bahwa apa pun yang terjadi, dirinya pasti akan membawa Saudara Xiao-nya kembali.


*


*


Di dalam bentang alam jiwa Xiao Shuxiang, Lan Guan Zhi melihat langit dan bumi yang tidak terbatas serta begitu sunyi.


Dia sudah berjalan sendirian selama ini. Kadang diperlihatkan masa lalu dari Xiao Shuxiang dan tentang bagaimana teman baiknya itu memahami dunia.


Lan Guan Zhi awalnya bisa tenang dan mengatasi apa pun yang dirinya lihat. Dia tidak goyah dan bahkan sulit ditarik masuk ke dalam setiap kejadian yang ada. Hanya saja tidak butuh waktu lama sampai situasinya benar-benar berubah.


Pandangan matanya langsung menjadi gelap saat itu, namun pendengarannya begitu tajam. Lan Guan Zhi mengerutkan kening dan merasa bahwa kakinya sudah melangkah begitu saja, seolah sama sekali tidak mendengarkannya.


Kedua tangan Lan Guan Zhi terulur, dia yakin pandangan matanya hitam adalah karena tertutupi oleh sebuah pita yang panjang ini. Hanya saja dia tidak bisa membukanya.


"..............."


Lan Guan Zhi bisa merasakan tangannya meraba di sekitaran semak belukar dan kemudian menyentuh tubuh seseorang. Dia bahkan terkejut pada diri sendiri karena tanpa peringatan, dirinya justru mengangkat tubuh orang itu dan lantas menggendongnya di punggung.


Ini bukan apa yang diinginkan oleh Lan Guan Zhi, rasanya seakan-akan bahwa dia sudah masuk ke dalam tubuh orang lain dan hanya bisa merasakan apa yang terjadi tanpa mampu melakukan sebuah tindakan.


"Hei ... Apa yang kau lakukan?"


Suara berat ini tidak salah lagi adalah milik Xiao Shuxiang. Lan Guan Zhi kaget dan ingin menyebut nama temannya, tapi yang terjadi adalah dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara sepatah pun.


Napas Xiao Shuxiang begitu pendek dan tersengal-sengal. Lan Guan Zhi jadi ingat akan sesuatu. Situasi ini pernah di lihat.


Adegan dan posisi yang sama ini pernah terjadi pada Immortal Zhou Yuan saat awal bertemu dengan Xiao Shuxiang. Dia ingat pernah diperlihatkan tentang bagaimana Zhou Yuan menolong Xiao Shuxiang yang sedang terluka.


Memikirkannya lagi membuat Lan Guan Zhi semakin yakin. Dia memang berada di tubuh Zhou Yuan dan merasakan apa yang dialami oleh sosok itu. Dia bahkan bisa mengingat berat tubuh Xiao Shuxiang saat disandarkan di sebuah dinding di dalam kuil dan bahkan pria ini dalam keadaan yang basah kuyup serta terluka parah.

__ADS_1


"Hei ... Teman," suara Xiao Shuxiang terdengar lemah, "Sepertinya kau tidak mengerti. Aku ini bukan orang baik. Yang harus kau lakukan adalah membunuhku kemudian pergi dari sini. Mengerti?"


"..............."


Xiao Shuxiang meringis dan kemudian menarik kuat pecahan pedang yang masih menancap di perutnya. Dia menggeram dan terlihat tatapan matanya yang seakan ingin menguliti orang yang sudah melakukan ini padanya.


"Biar kulihat lukamu,"


Lan Guan Zhi tidak bicara, ini adalah suara yang keluar dari bibir tubuh yang dia rasuki. Itu pun jika kata 'merasuki' sesuai dengan posisinya sekarang ini.


Xiao Shuxiang sendiri tersentak. Dia bertemu orang asing yang matanya tertutup oleh pita panjang. Bahkan sosok ini meraba saat memeriksa lukanya.


"Teman," suara Xiao Shuxiang berat. "Kau sebaiknya melepas penutup matamu. Ini ... Aku sedikit cemas jika kau sampai salah menyentuh--Akh!"


"Maaf, apa di sini?"


Sentuhan itu tepat berada di luka Xiao Shuxiang dan membuat pria tersebut sampai mengeluarkan keringat dingin. Lan Guan Zhi sendiri tidak mengerti kenapa dia merobek pakaian orang lain dan kemudian memeriksa lukanya.


"Pergilah, kau tidak mengenalku." Xiao Shuxiang meringis dan masih menyuruh orang asing ini untuk tidak sampai terlibat dengannya.


"Kau terlihat seperti orang baik.." Xiao Shuxiang batuk beberapa kali, menarik otot di sekitar lukanya dan membuat alisnya berkerut. Dia berkata, "Jadi pergi dan bantu orang lain saja. Menolongku tidak akan membawa keuntungan apa pun untukmu,"


"Membantu orang tidak membutuhkan balasan. Apakah layak atau tidak, setiap orang memiliki standar sendiri. Jika aku tidak menyelamatkanmu meski punya kemampuan melakukannya, ini akan menjadi rasa bersalah seumur hidup. Pengabaian dan ketidakpedulian ... Justru merupakan kejahatan yang sebenarnya,"


Xiao Shuxiang belum pernah melihat pria ini sebelumnya. Dia bersandar di dinding, menggunakan Qi dan mengeluarkan racun yang bercampur darah dari luka di perutnya. Dia sebenarnya memiliki tubuh yang kebal terhadap racun, tetapi tetap saja dunia itu luas dan ada jenis racun yang masih bisa menjadi masalah untuknya.


Dia mengingat bagaimana dirinya bisa sampai berada dalam kondisi terluka seperti ini dan menjadi kesal karenanya. Dia menggumamkan sebuah nama dan ekspresi dinginnya dipenuhi niat membunuh.


"Beristirahatlah di sini. Aku akan segera kembali,"


Lan Guan Zhi berdiri dan melangkah keluar. Dia tanpa sadar mengikuti alur situasi ini dan berperan sebagai sosok Zhou Yuan. Dia nyaris terperangkap lebih jauh ke dalam bentang alam jiwa Xiao Shuxiang andai sebuah tangan tidak menepuk bahunya.

__ADS_1


******


__ADS_2