![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ling Qing Zhu berdiri di belakang anak kecil yang merupakan wujud dari Wali Pelindungnya. Dia sekarang berada di bawah gunung, sebuah tempat yang dipenuhi oleh pepohonan rindang dan merupakan perbatasan kedua aliran.
Dia tahu bahwa anak kecil ini sudah melanggar aturan lagi dan kembali bolos berlatih. Hanya saja, meski dia bicara pun----suaranya tidak akan terdengar.
Ling Qing Zhu melihat tangan halus dan mungil itu menggali tanah dengan begitu tekun. Dia memperhatikan garis wajah Wali Pelindung kecilnya yang begitu polos dan seharusnya anak manis seperti ini tidak hidup di tempat yang begitu buruk.
"Hei..!"
Sebuah seruan nyaring mengejutkan Ling Qing Zhu dan juga Xiao Shuxiang kecil. Seorang anak perempuan berpakaian hijau muda dan nampak berusia 7 Tahun menapak lembut di tanah.
Ling Qing Zhu berkedip, cara anak kecil ini mendarat begitu sempurna. Bahkan teknik meringankan tubuhnya juga hebat. Sesuatu semacam ini seharusnya tidak bisa digunakan oleh anak berusia 7 Tahun kecuali dia terlahir dengan bakat dan dari keluarga yang memberikannya sumber daya yang melimpah untuk berkultivasi.
Xiao Shuxiang kecil menatap anak perempuan yang berjalan mendekat ke arahnya. Dia mengerutkan kening, sama sekali tidak mengetahui siapa orang ini.
"Apa yang sedang kau lakukan?" anak perempuan itu bertanya dan tersentak saat melihat ada seekor kelinci yang mati.
Dia pun berjongkok dan kemudian berujar pelan, "Maaf sudah mengganggu. Kau pasti sedih karena peliharaanmu mati,"
Xiao Shuxiang kecil menatap anak perempuan yang asing ini sebelum menurunkan pandangannya. Dia pun menggeleng dan berujar tanpa nada, "Aku tidak tahu. Kelinci ini mengikutiku dan dia jadi berakhir seperti ini..."
"Ah ... Kau pernah memberinya makan?"
"Kurasa ... Aku pernah menolongnya saat dia terluka,"
"Berarti dia kelinci yang pintar. Dia tahu cara berterima kasih," anak perempuan itu tersenyum dan berkata, "Kau jangan sedih. Ayahku berkata, hewan tidak memiliki dosa sehingga mereka akan bereinkarnasi dan menjadi mahkluk yang lebih indah. Aku akan membantumu menguburkannya,"
Ling Qing Zhu memperhatikan anak perempuan yang lemah lembut ini. Dia melihat Xiao Shuxiang kecil nampak tertegun, namun anak laki-laki itu tidak mengatakan apa pun dan membiarkan dirinya dibantu.
Ketika tubuh kelinci ini telah selesai dikuburkan, Ling Qing Zhu melihat anak perempuan itu menyatukan kedua tangannya dan memejamkan mata. Dia mendengar suara yang lembut.
"Langit, tolong lancarkan reinkarnasi kelinci cantik ini dan jadikan dia makhluk yang paling indah." anak perempuan itu membuka matanya dan mengembuskan napas. Dia pun menatap anak laki-laki di sampingnya dan berkata, "Kau juga harus berdoa. Kenapa tidak melakukannya?"
Xiao Shuxiang tersentak. Dia menatap anak perempuan ini dan melakukan seperti yang dirinya lihat tadi.
Xiao Shuxiang menyatukan tangan dan menutup matanya. Dia pun berujar pelan, "Langit. Jika kelinci ini bereinkarnasi, buat dia untuk tidak dekat denganku dan juga para saudara seperguruanku."
Anak perempuan itu berkedip. Dia mendengar gumaman pelan anak laki-laki di sampingnya dan bertanya dengan wajah yang polos, "Apa saudara seperguruanmu yang membunuh kelinci cantik ini?"
Xiao Shuxiang menurunkan pandangan dan menjawab, "Dia mengikutiku dan saudara seperguruanku melihatnya. Aku tidak bisa menolongnya ... Jadi ... Aku juga ..."
"Ini bukan salahmu," anak perempuan itu berusaha menenangkan, "Ah! Benar. Aku belum memperkenalkan diri, namaku Bai Mei Yin."
"Xiao Shuxiang,"
"Xiao Shuxiang," anak perempuan yang bernama Bai Mei Yin itu tersenyum ceria dan bertanya kembali, "Berapa usiamu? Kau terlihat lebih muda dariku?"
"Ehm ... Usiaku lima tahun,"
"Lima tahun?" Bai Mei Yin tersentak. "Kau ke hutan ini sendirian?! Di mana ayah dan ibumu? Kau harusnya tidak boleh masuk hutan seorang diri. Banyak hewan liar di tempat ini, kau bisa saja bertemu Demonic Beast dan itu yang terburuk."
__ADS_1
"Aku ... Sudah terbiasa,"
"Tidak, tidak. Berbahaya bila kau tetap di sini. JieJie ini akan mengantarmu pulang, ayo..!"
Xiao Shuxiang tersentak, "Jangan. Aku tidak apa-apa. Aku bisa pulang seorang diri,"
Bai Mei Yin menggeleng pelan, "Di mana rumahmu? Aku seorang kultivator. Aku bisa mengantarmu pulang dengan cepat,"
"Aku juga ... Berlatih kultivasi. Aku akan baik. Aku ... Masih ingin di sini,"
"Ah ... Baiklah. Hmm, apa nama sektemu Xiang'Er?" Bai Mei Yin bertanya. Dia membuat anak laki-laki ini tersentak.
Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Aku tidak bisa mengatakannya dan kau sebaiknya pulang saja."
"Tidak, aku masih ingin menemanimu." Bai Mei Yin dengan gembira berkata, "Aku menyukaimu. Apa kau mau melihat kota bersamaku?"
"Tidak," Xiao Shuxiang berkata. "Aku tidak bisa pergi, aku tidak diizinkan dekat dengan dunia luar. Itu tempat berbahaya,"
Bai Mei Yin mengerutkan kening dan lalu tersenyum, "Siapa yang mengatakan itu? Kota sangat indah, sama sekali tidak ada bahaya. Aku kan juga ada bersamamu, JieJie ini akan melindungimu. Ayolah,"
"Tidak, aku tidak bisa-" Xiao Shuxiang tersentak saat tangannya diraih dan dia pun dibawa ke kota yang berada di wilayah Aliran Putih.
Ling Qing Zhu sejak tadi mengawasi Wali Pelindungnya dan juga anak bernama Bai Mei Yin ini. Dia mengikuti kedua langkah kecil anak-anak ini dan bahkan terkesan dengan tampilan kota yang begitu meriah.
Bai Mei Yin tersenyum melihat anak laki-laki yang dibawanya terlihat terpukau dan seperti baru pertama kali melihat keindahan kota. Dia pun membeli dua tusuk tanghulu dan memberikannya satu pada teman barunya.
Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Apa ini?"
Xiao Shuxiang memang tertarik dengan warna Tanghulu yang begitu merah dan mengkilap. Dia agak ragu mencobanya, tapi terkejut merasakan rasa yang manis. Dia bahkan memakan satu lagi.
"Aku suka melihatmu menyukainya. Kau bisa meminta satu lagi pada pamannya, biar JieJie yang membayar."
Xiao Shuxiang mengangguk. Ling Qing Zhu berkedip melihat Wali Pelindungnya dan merasa bahagia, meski ada setitik di hatinya yang merasa sedih.
Ling Qing Zhu mengikuti kedua anak itu kembali. Kali ini, Bai Mei Yin membawa Xiao Shuxiang ke tempat penjual lentera dan mengajak anak laki-laki itu menulis harapan bersama.
"Aku berharap bisa tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik. Bagaimana denganmu, Xiang'Er?" Bai Mei Yin memperlihatkan tulisan pada lenteranya.
Xiao Shuxiang sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa dalam situasi ini, namun dirinya pun mengembuskan napas dan menatap Bai Mei Yin.
Xiao Shuxiang tersenyum, "Aku berharap bahwa harapanmu akan menjadi nyata."
Bai Mei Yin bernapas pelan dan berkata, "Aku tersentuh. Tapi kau harus meminta untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain. Jadi katakan, apa keinginanmu?"
"Aku tidak pernah memikirkannya," Xiao Shuxiang menengadah ke langit dan lalu berkata, "Kupikir aku ingin menjadi kuat. Cukup kuat untuk bisa menjelajahi dunia,"
"Waah, itu impian yang besar."
Xiao Shuxiang tersenyum dan mengangguk. "Mn, karena melihat kota ini ... Sama sekali berbeda dari yang diceritakan padaku. Aku ingin melihat lebih banyak dan makan makanan yang manis lagi,"
__ADS_1
"Oh!" Bai Mei Yin bersemangat dan kemudian berkata, "Kalau begitu ... Aku akan berharap agar kau bisa tumbuh besar dan menjadi kuat."
Ling Qing Zhu menyaksikan bagaimana kedua anak ini begitu bahagia dengan cara mereka sendiri. Hanya saja, ketika Xiao Shuxiang dan Bai Mei Yin baru akan menerbangkan lentera mereka----seorang pria tiba-tiba datang, menembus tubuh Ling Qing Zhu dan menarik tangan Bei Mei Yin.
Kejadian itu sangat mengejutkan, apalagi pria tersebut langsung mendorong Xiao Shuxiang hingga anak laki-laki tersebut terjatuh. Ling Qing Zhu terkejut dengan perubahan situasi yang seketika menjadi tegang.
"Paman! Apa yang Paman lakukan?!" Bai Mei Yin tersentak, dia menatap pria yang tidak lain adalah pamannya sendiri.
Pria itu berkata, "Justru Paman yang bertanya. Apa yang kau lakukan dengan murid Sekte Serigala Iblis? Apa kau mau mati?"
Bei Mei Yin berkedip, "Sekte .... Serigala Iblis ...?"
"Dan kau!" pria itu menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang, "Beraninya kau menculik keponakanku. Kau ... Dasar Serigala Kecil..!"
"Paman!" Bei Mei Yin berseru, "Xiang'Er tidak bersalah! Dia tidak melakukan apa pun. Aku yang mengajaknya bermain-"
Ucapan Bai Mei Yin belum selesai dan sebuah tendangan mengarah pada Xiao Shuxiang. Ling Qing Zhu terkejut, Wali Pelindungnya memakai kedua tangan untuk menahan serangan itu----tetapi karena tubuh kecilnya, Xiao Shuxiang pun terlempar dan menghantam salah satu meja berisi buah.
"Xiang'Er...!" Bai Mei Yin berseru dan ingin ke tempat Xiao Shuxiang, tetapi tangannya ditahan oleh pamannya. Dia sampai menangis karena tidak bisa melepaskan diri.
Pria dewasa itu menatap tajam ke arah Xiao Shuxiang dan bersuara dingin. "Jika aku melihatmu mendekati keponakanku lagi, maka seranganku akan lebih keras dan langsung membuatmu mati."
"Paman..! Paman, aku mohon..!" Bai Mei Yin berusaha melepaskan cengkeraman pada tangannya. Ling Qing Zhu melihat anak perempuan itu menangis sebelum memandang ke arah Xiao Shuxiang.
Anak laki-laki itu terbatuk, punggungnya sakit. Namun dia tidak bisa menangis atau memperlihatkan sesakit apa yang dirinya rasakan saat ini. Sebagai ganti, raut wajahnya nampak lebih murung dari biasanya dan bahkan pandangannya pun tidak secerah yang tadi.
Xiao Shuxiang menatap kosong ke udara dan tersentak saat mendengar seruan dari orang-orang di sekitarnya. Pedagang yang sebelumnya memperlakukannya dengan sangat baik kini menjadi takut dan bahkan mengusirnya.
"Dia dari Sekte Serigala Iblis..!"
"Sialan! Pergi kau dari sini..! Pergi..!"
Xiao Shuxiang terkejut bukan main saat beberapa orang melemparinya dengan buah dan sayur. Bahkan buruknya, ada yang melemparinya dengan batu dan dia baru tersadar ketika merasakan perih di kepalanya.
Air menggenang di pelupuk matanya. Umpatan-umpatan itu terdengar bagai sambaran petir di telinga Xiao Shuxiang dan bahkan langit juga seperti sedang mengumpatinya.
Titik-titik air mulai jatuh, hujan menjadi deras dan Xiao Shuxiang tertunduk.
Dia tidak pernah membenci hujan. Di saat semacam inilah dirinya mampu menangis walau dia tetap tidak pernah memperlihatkan isakan sekecil apa pun.
Pandangannya mengabur bersamaan dengan sebuah siluet merah terlihat dan juga suara seperti pedang yang ditarik dari sarungnya.
Penglihatan Ling Qing Zhu mengikuti penglihatan Xiao Shuxiang kecil, jadi ketika seluruh pandangan Wali Pelindungnya itu menjadi gelap----Ling Qing Zhu pun tidak bisa melihat apa-apa.
Sekelilingnya dipenuhi oleh malam yang hitam. Ling Qing Zhu mengedarkan pandangan dan tidak bisa menemukan siapa-siapa. Hanya saja, ketika suasana mulai berubah----dia tersentak mendapati bahwa sekarang ini lokasinya telah berpindah.
Ini adalah sebuah kamar yang sangat luas dengan nuansa merah tua. Ling Qing Zhu melihat Xiao Shuxiang kecil mulai membuka matanya dan nampak bingung dengan keadaan sekitarnya.
Luka di dahi anak laki-laki itu sudah tidak terlihat dan ada tiga orang pemuda yang sepertinya menunggu Xiao Shuxiang kecil bangun.
__ADS_1
******