KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
119 - Ular Berekor Kalajengking


__ADS_3

Kupu-kupu dengan sayap putih yang indah tersebut terlihat berkumpul pada sebuah titik dan memadat. Sosok pria dewasa seakan-akan terbentuk dari kumpulan serangga itu.


Suasana di dalam gua ini gelap dan dingin, belum lagi kondisi tanahnya yang agak lembab dan udara di tempat ini pun sangat tidak sehat. Manusia biasa dapat pingsan atau bahkan kehilangan nyawa jika berani menghirup udara di tempat ini.


"..............."


Xiao Shuxiang berada tepat di dalam gua yang dia yakini adalah markas Nyonya Hantu. Beberapa kupu-kupu putih yang dia miliki nampak terbang di sekelilingnya dan menjadi penerang jalan.


Forging Qi Tingkat 7 untuk kultivator biasa masih terlalu rendah dan belum mampu dibanggakan. Tetapi berbeda definisinya jika itu Xiao Shuxiang.


Bagi Koki Alkemis tersebut. Forging Qi Tingkat 7 sudah bisa membuatnya mengeluarkan dua sampai tiga Cermin Pemindah untuk membantunya dalam melakukan serangan. Xiao Shuxiang juga bisa mengeluarkan Teknik Pernapasan miliknya tanpa hambatan, apalagi kini regenerasi tubuhnya pulih sebanyak 15%.


".......... Dari yang kuingat, lembaran kitab kuno itu ada di tempat ini. Kalian semua, menyebar dan bantu aku mencarinya."


Kupu-kupu putih si sekitar Xiao Shuxiang langsung terbang dengan cepat. Mereka menyebar ke segala arah, bahkan lubang di dinding gua pun ikut dimasuki. Xiao Shuxiang sekarang hanya ditemani oleh tiga serangga cantik itu.


Gua ini mempunyai banyak terowongan dengan ukuran yang berbeda-beda. Xiao Shuxiang mengambil jalan yang lurus di mana udara beracunnya paling pekat.


Salah satu kupu-kupu milik Xiao Shuxiang berujar. Suaranya terdengar bagai anak perempuan.


"Tuan....?"


"Aku tahu, kita seperti sedang diawasi." raut wajah Xiao Shuxiang terlihat sangat serius. Dia bersikap begitu waspada dan berhati-hati.


"..............."


Sepanjang jalan, Xiao Shuxiang terus melangkah. Hanya saja tidak beberapa lama sampai dia tersentak dan langsung menengadah ke atas.


!!


Xiao Shuxiang spontan melompat ke belakang. Dia melesatkan serangan ketika masih di udara dan saat kakinya menapak di tanah----suara keras pun terdengar.


Ada sesuatu yang jatuh di hadapan Xiao Shuxiang dan benda tersebut nampak menggeliat di tanah. Kupu-kupu milik pemuda mempesona itu pun mendekati makhluk aneh tersebut yang mana mulai terlihat jelas.


Xiao Shuxiang mengerutkan kening dan kemudian mengeluarkan Yīng xióng dari dalam Cincin Spasialnya. Dia yakin benda yang menggeliat itu merupakan makhluk hidup dan sekaligus penjaga tempat ini.


Mata Xiao Shuxiang bertemu pandang dengan mata hijau menyala makhluk besar di hadapannya. Penjaga gua ini tidak lain adalah seekor Demonic Beast berwujud ular dengan ekor kalajengking.


"............" Xiao Shuxiang bernapas pelan. Dia memegang erat Yīng xióng dan detik berikutnya langsung menyerang tanpa peringatan sama sekali.


Demonic Beast itu menggeram marah dan menyemburkan cairan panas yang mengandung bisa. Xiao Shuxiang tanpa ragu langsung mengeluarkan dua Cermin Pemindah miliknya.


Satu cermin berada di hadapan ular berekor kalajengking dan berfungsi sebagai perisai agar Xiao Shuxiang tidak sampai terkena semburan bisa panas. Sementara satu cermin lainnya berada di belakang tubuh ular itu.


!!

__ADS_1


Semburan bisa dari ular itu masuk ke dalam Cermin Pemindah Xiao Shuxiang dan menyembur pada cermin yang lain. Demonic Beast yang berukuran cukup besar tersebut tidak bisa mengelak dan justru terkena serangannya sendiri.


Suara erangan kesakitan terdengar, Xiao Shuxiang pun menyeringai. Dia bertanya, "Apakah rasanya sakit?"


Ular itu sangat marah dan melakukan serangan secara membabi buta. Dia menggerakkan ekor kalajengking miliknya untuk menyerang.


"Bukan," Xiao Shuxiang berujar tenang, "Bukan seperti ini. Kau harusnya tidak memperlakukan tamu dengan buruk,"


Ular besar itu kembali menggeram, sayang sekali dia tidak bisa bersuara. Namun dari yang terlihat, jelas bahwa Demonic Beast tersebut sangat marah.


Seorang penyusup berani datang ke tempatnya dan buruknya sangat sulit untuk dibunuh. Jangankan tewas karena menghirup udara beracun, penyusup ini bahkan masih mampu bergerak begitu lincah.


Semburan bisa panas miliknya yang dapat melelehkan daging dan tulang bahkan mampu dihindari oleh penyusup kecil ini. Demonic Beast mana pun pasti akan frustrasi, apalagi setiap serangan yang dia berikan tidak ada yang kena.


!?


Ular berekor kalajengking itu terkejut ketika lawannya tiba-tiba masuk ke dalam cermin yang melayang di udara dan menghilang. Hanya saja belum sempat dia bereaksi----punggungnya seakan ditusuk sesuatu.


!!!


Ukuran tubuh monster yang dihadapi Xiao Shuxiang sepuluh kali lipat lebih besar dan tentu saja diserang dengan hanya menusuk punggung monster ini bisa dikatakan sia-sia. Tetapi sebenarnya itu hanya berlaku ketika senjata yang digunakan adalah pedang pusaka biasa.


Xiao Shuxiang melompat menghindar setelah menancapkan Yīng xióng tepat di punggung ular besar di hadapannya. Dia mengambil jarak dan menyaksikan ketika monster tersebut mengerang pilu serta menggeliat tidak karuan.


"............" Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Dia tidak perlu memerintahkan 'teman kecilnya' menyerang, bahkan tidak perlu mengeluarkan Teknik Pernapasan atau teknik serangan lain. Monster besar di hadapannya sudah kehilangan nyawa hanya karena sekali tusukan dari pedang pusakanya.


Xiao Shuxiang berjalan ke arah tulang-belulang Demonic Beast di depannya. Dia pun mengambil pedangnya kembali dan berdecak kagum.


Xiao Shuxiang berkata, "Yīng xióng. Aku harus memujimu, kau luar biasa. Jika begini terus, bukankah banyak kultivator yang akan mati di tanganku sebelum mereka bisa mengeluarkan serangan terkuatnya?"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan kemudian melangkah pergi. "Yīng xióng, kau harus penurut seperti ini terus. Kita bisa mengguncang dunia dan membuat banyak kekacauan yang luar biasa. Aiya... Membayangkannya saja sudah membuatku sangat berdebar-debar,"


?!


Xiao Shuxiang tersentak saat Yīng xióng bergetar dan langsung melepaskan diri dari tangannya.


Pedang pusaka itu melayang di udara dan detik berikutnya menyerang pemiliknya sendiri.


Xiao Shuxiang kaget, namun responnya masih cepat sehingga bisa menghindari serangan Yīng xióng. Dia membentak, "Dasar pedang gila. Apa yang kau lakukan?! Kau mau membunuhku, hah?!"


"............"


"Oke, oke..!" Xiao Shuxiang mengangkat kedua tangannya, "Aku mengerti. Kau melarangku membuat kekacauan, kan? Aku hanya bicara, kawan. Kau tidak perlu menganggapnya serius. Mari berbaikan,"


"............"

__ADS_1


Yīng xióng melayang di udara sebelum akhirnya memudar dan menghilang. Pedang pusaka tersebut bisa masuk dan keluar dari Cincin Spasial Xiao Shuxiang dengan sesuka hati.


Yīng xióng memang pedang yang istimewa. Tidak hanya menguasai Cincin Spasial Xiao Shuxiang sebagai rumah pribadi dan mampu keluar-masuk sesuka hati-----dia bahkan mampu melawan pemiliknya sendiri.


Dan meski tidak mempunyai roh, namun Yīng xióng bisa mengerti ucapan Xiao Shuxiang sekaligus bisa berkomunikasi dengan pemuda mempesona ini.


Xiao Shuxiang mulai dituntun oleh kupu-kupu miliknya. Udara masih beracun, tapi sama sekali tidak masalah. Di gua ini pun ada beberapa ular berekor kalajengking, namun ukuran tubuh mereka lebih kecil dan ular-ular itu langsung lari saat melihat Xiao Shuxiang.


Itu sebenarnya sesuatu yang wajar sebab setelah ketiadaan Demonic Beast yang merupakan makhluk terkuat dalam gua ini-----mereka langsung tahu bahwa Xiao Shuxiang-lah yang sudah menghabisinya.


"............"


Xiao Shuxiang dituntun ke sebuah ruangan yang dihiasi oleh bunga batu yang mengeluarkan cahaya redup. Dia agak penasaran dengan tanaman aneh itu dan bahkan mencoba mengambil salah satunya.


!


Sayang sekali bunga itu justru langsung mati dan berubah menjadi debu ketika dipetik. Ini membuktikan bahwa tanaman aneh tersebut harus tetap berada di tempatnya.


"Di mana kitab itu?" Xiao Shuxiang bertanya dan melihat kupu-kupu miliknya terbang ke sebuah celah dinding.


Xiao Shuxiang mengikuti serangga indah itu dan menemukan sebuah gulungan yang diletakkan telat di antara celah dinding. Dia pun mendengus, "Nyonya Hantu itu benar-benar tidak bisa menjaga benda berharga. Dia bahkan sama sekali tidak memberi segel perangkap atau apa pun di tempat ini,"


"Tuan..."


"Mn, wanita itu sepertinya terlalu percaya diri bahwa monster ular tadi mampu menjaga tempat ini." Xiao Shuxiang membuka gulungan di tangannya dan tersenyum tipis. Satu bab utuh dari Kitab Pembunuh Matahari kini berada dalam genggamannya.


"Tuan, kita harus menyalinnya."


"Mn, tentu saja. Akan kugunakan benda ini saat waktunya tiba, ayo pergi." Xiao Shuxiang menyimpan gulungan di tangannya ke dalam Cincin Spasial dan melangkah pergi.


Dia bertemu serangga terbangnya yang lain saat sedang berjalan keluar. Xiao Shuxiang bertanya sekadar basa-basi, "Apa kalian menemukan benda berharga lain di tempat ini? Kita bisa dibilang sedang menjarah tempat tinggal orang yang mempelajari kultivasi iblis, tidak mungkin hanya bagian dari kitab itu yang ada di sini, kan?"


"Tidak ada harta apa pun, Tuan."


Xiao Shuxiang mengerutkan kening, "Serius. Nyonya hantu itu miskin? Aku tidak percaya. Padahal dia bahkan menggelar acar pernikahan massal sehebat itu, tapi kenapa tidak ada satu keping emas pun di tempat ini?"


"Kami mencari, tapi memang tidak ada."


"Haaah, tsk. Sayang sekali..."


Xiao Shuxiang memutuskan untuk kembali ke penginapan. Waktu yang dia butuhkan sama seperti saat dia pergi. Beruntung langit di atas sana masih terlihat gelap ketika dirinya tiba di penginapan.


Sebelumnya, Xiao Shuxiang keluar dari kamarnya lewat jendela dan kali ini pun masuk ke kamarnya lewat jalur yang sama. Saat itu, Ling Qing Zhu masih nampak tertidur.


******

__ADS_1


__ADS_2