KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
433 - Pergolakan


__ADS_3

Dai Chen sangat terkejut ketika Wu Ji Zhen mengeluarkan akar dari tanah untuk melawannya. Teknik ini jelas adalah teknik miliknya.


"Orang ini bagaimana bisa dia--!!" Dai Chen kaget. Namun belum sempat ucapannya selesai, serangan kembali datang.


Wu Ji Zhen mendengus, "Teknikmu bagus. Tetapi sekarang itu bukan lagi milikmu,"


!!!


Serangan dari akar Wu Ji Zhen membesar dan bahkan lebih cepat dari milik Dai Chen. Dia berhasil mendorong lawannya dan membuat Dai Chen menghantam tanah dengan kuat.


Wu Ji Zhen baru akan menyeringai ketika mendengar suara ledakan yang begitu keras. Dia berada di sebuah bangunan tinggi dan tersentak saat menyaksikan para muridnya bertarung sengit melawan sekelompok kultivator dengan pakaian yang mencolok.


Wu Ji Zhen menggeleng pelan, "Sepertinya anak-anak di sana terlalu bersemangat. Aku merasa mereka mendapatkan lawan yang sepadan,"


Wu Ji Zhen melihat ke arah Dai Chen. Dia menggerakkan jarinya dan enam akar keluar dari tanah. Wu Ji Zhen berniat menangkap pemuda itu, namun yang terjadi justru akar lain datang dan menahan serangannya.


Dai Chen berdiri, dia meludahkan darah dan menatap tajam ke arah Wu Ji Zhen. Dia melihat pria itu mulai menapak di tanah, tidak jauh di hadapannya.


Dengan suara dingin, Dai Chen berkata. "Kau bisa saja mencuri teknikku, tetapi kau tidak akan menjadikannya milikmu."


"Akar-akar ini..." Dai Chen menatap lurus ke arah Wu Ji Zhen dan berkata, "Bahkan tanpa kukendalikan pun... Mereka akan melindungiku. Jǐngwèi bukan sesuatu yang bisa kau curi,"


!!


Xiao Lu yang saat ini berada di tengah-tengah pertarungan bersama dengan beberapa murid Sekte Kupu-Kupu nampak tersentak. Dia merasakan tanah di bawah kakinya seakan bergerak dan tidak butuh waktu lama sampai terlihat akar-akar kecil muncul di tanah.


Tanaman rambat itu datang dengan cepat dan mengikat setiap kaki dari anggota Sekte Kabut Berdarah. Ada beberapa di antara mereka yang menghindari serangan itu, tetapi mereka justru mendapat terjangan dari murid Sekte Kupu-Kupu.


Wu Ji Zhen menggerakkan giginya. Dia tentu saja terkejut sebab dirinya yakin bahwa Dai Chen tidak mungkin mempunyai kekuatan sebesar ini, mengingat pertarungan di tempat ini sudah berlangsung lama.


"Dia harusnya kelelahan sekarang. Tapi kenapa dia masih begitu kuat?!" Wu Ji Zhen menatap pemuda ini dengan saksama. Kebingungan terlihat jelas di wajahnya.


"Tidak mungkin..." mata Wu Ji Zhen melebar saat menyadari energi spiritual dari alam terus mengalir masuk ke dalam tubuh Dai Chen dan itulah yang membuat kekuatan pemuda ini seakan tidak pernah berkurang.


"Manusia yang disukai oleh energi alam. Aku ternyata lambat menyadari bakat dari dunia fana. Tidak disangka aku melihatnya secara langsung sekarang," Wu Ji Zhen tersenyum. Matanya berkilat saat berkata. "Sebelumnya aku ingin membunuhmu, tetapi kali ini niatanku akan sedikit berbeda."


"Anak muda, lebih baik kau ikut denganku." Wu Ji Zhen dengan angkuhnya berkata, "Aku akan membuatmu menjadi penguasa yang lebih tinggi dari posisimu saat ini,"

__ADS_1


Dai Chen memperhatikan sosok di hadapannya sebelum akhirnya tersenyum. Dia berkata, "Aku berterima kasih. Andai saja kau tidak datang untuk membuat kekacauan, mungkin aku akan mempertimbangkannya. Tetapi sayang sekali, kau sudah memperlihatkan kebrutalan yang tidak bisa dimaafkan."


"Jangan menolak secepat itu, kau akan sangat menyesalinya." tangan Wu Ji Zhen diselimuti oleh asap kemerahan dan sebuah pedang terbentuk. Dia pun melesat dengan kecepatan yang tinggi.


Tanpa menggerakkan tangan, sepuluh akar menjalar melesat dari tanah--tepat di depan Dai Chen. Serangan Wu Ji Zhen dihadang dan benturan senjatanya dengan akar menjalar milik lawan menciptakan suara keras serta percikan api.


Akar menjalar milik Dai Chen yang sering disebut Jǐngwèi itu memang mampu untuk menghadapi para anggota Sekte Kabut Berdarah, tetapi bukan berarti mereka kalah dengan mudah.


Ada beberapa di antara anggota sekte itu yang memiliki praktik tinggi, mereka dengan mudah menebas Jǐngwèi dan menyelamatkan rekan-rekannya. Sebagian yang lain bahkan mampu menghadapi para murid Sekte Kupu-Kupu dan memberikan serangan fatal pada musuh mereka itu.


!!!


Pertarungan sampai sekarang masih belum mencapai akhir. Di sisi lain, walau tubuh Dai Chen termasuk istimewa sebab mempunyai dantian kehidupan dan disukai oleh energi alam---tetapi usianya masih lebih muda dari Wu Ji Zhen. Pengalaman Dai Chen jelas tidak sebanding dengan pemimpin dari Sekte Kabut Berdarah ini.


Di tempat lain, saat Xiao Lu hendak bertanya tentang tujuan para musuhnya datang dan menyerang Istana Matahari Tengah---ledakan disertai gemuruh petir terdengar begitu keras. Dia dan para anggota Sekte Kabut Berdarah bahkan sampai Wu Ji Zhen ikut terkejut. Mereka spontan mengarahkan pandangan ke langit.


Dai Chen sendiri melihat ada cahaya merah yang begitu terang dari arah selatan istananya. Petir menyambar berulang kali di tempat yang jauh itu dan perasaan tidak mengenakkan langsung menghampiri hatinya. Para murid Sekte Kupu-Kupu yang terkejut pun merasakan hal yang sama.


Dai Chen yang saat ini berada di udara mengenali lokasi tempat datangnya cahaya merah itu. Jika bukan Sekte Kupu-Kupu, maka kemungkinan berasal dari Sekte Pedang Langit. Dia mengepalkan tangan dan menatap tajam ke arah Wu Ji Zhen.


Dai Chen menggeram, "Keterlaluan! Sebenarnya ada dendam apa kau kepada tempat ini, hah?! Apa kalian berniat menghancurkan kekaisaran ini?!"


!!


"Tua Bangka Bau Tanah sepertimu memang layak dihabisi. Dasar pria tua sialan!"


"Mulut yang kasar itu... Biarkan aku merobeknya!"


*


*


Sambaran petir kembali terjadi dan setengah dari hutan yang berada di luar wilayah Sekte Pedang Langit hangus terbakar. Xiao Shuxiang terlihat sedang mengatur napasnya sambil tetap memegang Yīngxióng.


"Sialan," Xiao Shuxiang mengumpat dan nampak mengusap keringat yang mengucur di pipinya. "Tenagaku sudah terkuras banyak karena mempelajari satu bab Kitab Pembunuh Matahari hanya untuk menciptakan para mayat hidup itu, dan bahkan hanya membuat mereka sebagai umpan. Belum lagi pertarunganku dengan ketiga roh pusaka langit di Alam Kultivasi Atas dan sekarang!"


"Sekarang aku harus menghadapi iblis b*jingan b*ngsat seperti ini..!" Xiao Shuxiang berdecak kesal. "Aku suka dengan pertarungan. Sudah lama tidak melakukan hal semacam ini, tetapi bukan berarti kau bisa memberikanku hadiah secara sekaligus! Oh Ya Tuhan, kau sangat murah hati pada Yang Mulia Xiao Shuxiang ini."

__ADS_1


"Aku benar-benar lelah..." Xiao Shuxiang menghela napas, "Tubuhku ini hanya daging dan tulang. Walaupun kultivator, tetapi bukan berarti aku adalah dewa. Aku ini hanya manusia, oke? Aiya.."


Xiao Shuxiang memperhatikan sekelilingnya dan merasa tidak enak. Dia mengembuskan napas dan bergumam pelan, "Di saat seperti ini harusnya orang itu ada. Di mana Bocah Pengemis Gila yang menyebalkan itu?! Haiish, jangan bilang dia sedang bermesraan dengan Yi Wen sampai tidak menyadari situasi sekarang ini--"


Xiao Shuxiang baru akan mengutuk Bocah Pengemis Gila saat serangan besar kembali datang dan meledakkan beberapa pohon di hadapannya. Dia pun melompat mundur dan menghindari serangan tersebut.


Seseorang menapak di tanah dan juga terlihat sama lelahnya. Pemuda berpakaian putih itu berjalan sebelum akhirnya bersandar pada sebuah pohon. Bibir atas Xiao Shuxiang bergerak-gerak saking tidak sukanya pada sosok tersebut.


"Tuan Xiao, pertarungan ini melelahkan. Tidak bisakah kita menghentikannya?" Wang Zhao tersenyum dan mengusap pelan keringat yang mengucur di pipinya.


Xiao Shuxiang menghela napas dan berkata, "Kalau begitu matilah, sialan. Biarkan aku mengulitimu dan semua akan selesai,"


"Jangan seperti itu, Tuan Xiao. Apa kau sungguh akan membunuh muridmu sendiri?"


"Wang Xuan Zhao. Dalam hidup.... Aku tidak pernah menyesali setiap perbuatanku. Tetapi saat ini... Penyesalan pertamaku adalah pernah menganggapmu sebagai murid,"


Wang Zhao tertegun, pandangannya turun dan ekspresi wajahnya nampak sedih bercampur kecewa. Suaranya pelan saat berkata, "Aku tahu bahwa aku salah. Tapi semuanya sudah terlanjur. Aku tidak bisa kembali meskipun ingin. Tuan Xiao juga... Kau pasti tidak akan lagi percaya padaku,"


Xiao Shuxiang mengepalkan tangannya. Dia berkedip saking tidak menyangka bahwa orang ini bisa berekspresi seperti itu.


Xiao Shuxiang berkata, "Sejujurnya kau membuatku merinding. Sandiwaramu luar biasa. Kau benar-benar mampu menipu orang lain dengan sikap seperti itu,"


"Tidak, Tuan Xiao. Ini sungguh dari hatiku," Wang Zhao menjatuhkan pedangnya dan menahan sesuatu dari pelupuk matanya. Dia menatap Xiao Shuxiang dan berujar, "Aku juga tidak ingin melakukan ini semua..."


"Aku selalu menganggap bahwa sebenarnya aku ini tidak diinginkan. Ayahku... Ingin membunuhku dan ibuku pun tidak melakukan pembelaan. Semua orang tidak mau aku hidup," Wang Zhao menunduk dan tersenyum sedih. "Tuan Xiao, bisakah kau membayangkan ini?"


"..................."


Wang Zhao menggeleng pelan dan berkata, "Di antara mereka sebenarnya ada juga yang baik dan mendukungku. Tapi apa Tuan Xiao tahu? Mereka membunuhnya. Melemparkan mayat orang yang baik padaku itu dan membiarkan tubuhnya membusuk... Haaah... Dan bahkan lebih buruk lagi---mereka bahkan memaku kepala sosok yang kuanggap keluarga, seolah bukan apa-apa."


"Tuan Xiao, bukankah saat kita pergi ke Sekte Lembah Iblis... Kau melihatnya?" Wang Zhao menatap Xiao Shuxiang dan terlihat ada emosi yang tertahan pada tatapan matanya. Dia membuat pemuda di hadapannya tersentak.


"Aku memang tidak membantai anggota Sekte Lembah Iblis atau pun setiap orang yang tinggal di dalamnya, tetapi benar bahwa akulah yang menyuruh paman Wang Hu Zhuang melakukannya. Semua itu bukanlah karena aku gila atau apa pun. Menurutku itu sepadan dengan perbuatan mereka selama ini," Wang Hu Zhuang menatap lurus ke arah Xiao Shuxiang dan mengambil satu langkah mendekat.


"Mereka membunuh orang yang baik padaku, orang yang kukasihi, bahkan seseorang yang kusayangi. Tuan Xiao hanya tahu bahwa aku adalah orang jahat. Aku juga tidak akan menyangkal hal itu. Ini perbuatan yang salah, tetapi kupikir Tuan Xiao mengerti sebab kau pernah... Berada dalam posisi yang sama sepertiku."


!!

__ADS_1


******


__ADS_2