![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Chu Gu Xiang terkejut bukan main. Dia baru akan mengulurkan tangan dan berusaha menghentikan langkah Xiao Shuxiang saat tersadar dengan apa yang terjadi pada punggung tangannya.
Kulit pada tangan Chu Gu Xiang berubah lebam dan mulai terlihat membusuk. Rasa sakit tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya dan tidak butuh waktu lama sampai pandangannya menggelap.
Xiao Shuxiang sama sekali tidak berbalik untuk melihat kondisi Chu Gu Xiang saat ini. Namun dia sangat mengerti apa yang terjadi, tepat di belakang punggungnya.
Xiao Shuxiang tersenyum, tubuh wanita itu pasti sudah menjadi gumpalan daging saat ini. Dia benar-benar agak kelewatan sebab bahkan tidak membiarkan wanita tersebut mengucapkan beberapa patah kata menjelang akhir riwayatnya.
Namun apakah Xiao Shuxiang merasa bersalah? Hmph, tentu saja tidak. Dia belum bisa menemukan kebaikan Chu Gu Xiang yang mampu membuatnya merasa bersalah atas apa yang dia lakukan.
Justru Chu Gu Xiang yang harusnya berterima kasih karena bisa mati di bawah bilah pedang terbaik yang pernah ada. Jujur saja, tidak banyak orang yang mau Xiao Shuxiang habisi dengan memakai Yīng xióng. Dia lebih senang jika membunuh secara langsung tanpa perantara berupa pedang seperti ini.
*
*
Pertarungan sengit masih berlangsung dan salah satu tempat yang memberikan dampak besar adalah perang yang melibatkan Tetua Zhang Shan.
Kultivator yang merupakan salah satu tetua Istana Seribu Pedang itu awalnya diserang oleh lima anggota Sekte Lembah Iblis dari berbagai arah.
Dia bisa menangkis serangan itu dengan mudah, bahkan mampu memberikan serangan balasan. Namun saat kelima lawannya nyaris mengalami luka parah---seseorang tiba-tiba datang dan menyelamatkan lawan-lawannya itu.
Tetua Zhang Shan masih berekspresi tenang. Ada seorang wanita berambut merah panjang yang tengah berdiri membelakanginya. Dia pun mendengar suara jernih dari sosok tersebut.
"Bukankah tidak benar menghunuskan pedang pada seorang pria tampan?"
Tetua Zhang Shan mengalirkan energi spiritual pada pedangnya. Dari suara yang dia dengar, sosok ini bukanlah orang asing. Dia mengenalinya.
Wanita berambut merah panjang itu pun berbalik, pakaian dan helaian rambutnya dilambai angin. Aura Pembunuh yang pekat menyelimuti wanita cantik dengan tahi lalat kecil di bibir bawahnya itu.
Meski ekspresi Tetua Zhang Shan tidak berubah, namun tatapan matanya jelas membuktikan bahwa dia terkejut. Sosok wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah salah saorang anggota Sekte Lembah Iblis bernama Mei Chanzi.
"No-Nona Mei ..." Seorang anggota Sekte Lembah Iblis nampak menekan dadanya. Dia juga terlihat terkejut dan di antara rasa sakit yang dialaminya---ada rasa takut saat melihat wanita ini.
Kelima anggota Sekte Lembah Iblis itu tidak masalah ketika menghadapi Tetua Zhang Shan, ini karena mereka tidak terlalu mengenal pria tersebut. Apalagi mereka tahu benar bahwa kultivator seperti Tetua Zhang Shan yang berasal dari Aliran Putih tidak akan pernah bisa melakukan hal yang diperbuat oleh Mei Chanzi.
Dibalik wajah cantik dari wanita itu, ada karakter yang seburuk iblis. Mei Chanzi sudah sangat terkenal sebagai sosok yang menakutkan karena kebiasaannya menyerang lawan secara brutal dan lalu memakan jantung mereka. Kultivator dari Aliran Putih jelas tidak mungkin berbuat hal yang sama.
"Begitu tampan~" Mei Chanzi membelai pelan rambutnya dan menatap penuh minat pada sosok Tetua Zhang Shan. Dia berujar, "Aku pernah melihat lukisanmu, ternyata kau jauh lebih tampan dari yang ada lukisan itu~"
"................" Tetua Zhang Shan tidak bicara. Kebungkamannya membuat lawan justru semakin merasa tertarik padanya.
"Menarik, sangat menarik~" Mei Chanzi menggunakan isyarat tangan untuk mengusir kelima anggota Sekte Lembah Iblis. Mereka yang menyadari isyarat itu pun langsung bergegas pergi dengan menahan rasa sakit.
"Tetua Zhang Shan, biar kuberi tahu satu hal padamu." Mei Chanzi menggigit pelan jari telunjuknya dan berkata, "Kau tidak pantas memakai pedang. Kau itu lebih pantas menjadi suamiku~"
"Lancang sekali..!"
!!
Tetua Zhang Shan tersentak mendengar sebuah seruan. Dia menoleh dan seorang pria seketika menapak di tanah, tepat di sampingnya. Sosok ini tidak lain adalah Tetua Xiao Mang dari Sekte Chu Xun.
Tetua Xiao Mang menghunuskan pedang besarnya dan menatap nyalang ke arah Mei Chanzi. Dia berkata, "Wanita lancang dan tidak tahu malu sepertimu terlihat begitu rendah sekarang. Berani sekali kau menghina seorang Tetua Zhang Shan, sangat lancang!"
Senyuman Mei Chanzi memudar karena kehadiran sosok yang tidak dia inginkan. Dirinya pun menatap pria dari Sekte Chu Xun itu dan bersuara dingin, "Berani sekali kau menyela ketika aku sedang bicara..!"
__ADS_1
!!!
Sebuah kibasan tangan dari Mei Chanzi langsung menciptakan serangan dengan kekuatan yang dahsyat. Serangan itu langsung mengenai Tetua Xiao Mang yang secara mengejutkan membuat tubuh pria itu hangus dan menjadi abu seketika.
Tetua Zhang Shan sendiri terlambat untuk bergerak menangkisnya. Dia tentu saja syok sebab Mei Chanzi begitu mudah menghabisi nyawa seorang tetua sekte, bahkan tanpa berkedip.
"Nah~ sekarang tidak ada gangguan lagi," Mei Chanzi kembali tersenyum dan kemudian mengambil langkah mendekat, dia memperhatikan pria di hadapannya dan mulai memain-mainkan rambutnya.
"Tetua Zhang Shan, bagaimana jika kau menjadi milikku?"
"................" Tetua Zhang Shan berusaha menahan emosinya. Dia berujar tanpa nada, "Aku merasa tidak pantas untuk disandingkan dengan Nona Mei."
"Mm~ apa Tetua Zhang Shan baru saja menolakku?" Tatapan Mei Chanzi sedikit berubah. Dia mendengus dan kemudian mulai tertawa kecil, "Bagaimana ini ...? Aku tidak pernah ditolak oleh seseorang sebelumnya. Tetua Zhang Shan, ayolah. Tidak ada ruginya bagimu~"
Mei Chanzi berkata, "Aku pasti akan menjagamu dengan baik dan jika kau bisa memuaskanku, aku mungkin tidak akan memakanmu."
"Tidak, terima kasih."
"Tsk, jadi kau lebih suka paksaan?" Jari tangan Mei Chanzi mulai diselimuti oleh asap tipis kehitaman yang aneh. Wanita itu bersuara agak sedih, "Aku ini paling tidak tega menyerang pria yang tampan. Tapi karena Tetua Zhang Shan memaksa, aku bisa apa? Ah ... Aku berjanji tidak akan melukai wajahmu."
!!!
Asap tipis kehitaman tiba-tiba melesat tanpa peringatan dari arah belakang Tetua Zhang Shan. Pria berpakaian putih itu nyaris tidak bisa menghindarinya karena terlalu mewaspadai pergerakan tangan Mei Chanzi, padahal serangan yang datang justru berhubungan dengan tatapan mata wanita tersebut.
"Ya ampun~ aku sangat terkejut," Mei Chanzi tersenyum, "Tetua Zhang Shan mempunyai gerakan yang cepat. Ini sangat menarik,"
"................" Tetua Zhang Shan tidak mengatakan apa-apa. Dia menapak di tanah dan nampak memegang kuat pedang miliknya.
Tetua Zhang Shan memejamkan mata sejenak sebelum kembali menatap wanita yang menjadi lawannya. Terlihat, pakaian pada bagian pinggang kanannya kini berwarna merah. Ini membuktikan bahwa dia sempat terkena serangan dari musuh dan itu bukanlah pertanda baik.
Serangan kembali datang dari belakang arah belakang lawannya dan kali ini pria yang dirinya hadapi juga melesatkan serangan yang besar.
Pertarungan itu pecah, namun memang Tetua Zhang Shan yang terlihat terdesak. Di sisi lain, anggota Sekte Lembah Iblis yang setingkat Mei Chanzi pun mulai turun tangan.
Kehadiran para anggota Sekte Lembah Iblis yang berada di tingkat kultivasi tinggi ini telah mengubah alur perang yang sebelumnya nyaris di berada di bawah kendali Aliansi Para Kultivator.
Dengan keberadaan mereka sekarang, alur perang kini berpihak di tangan anggota Sekte Lembah Iblis. Belum lagi, bantuan dari anggota Sekte Lembah Hantu membuat keadaan semakin sulit untuk para kultivator yang menjadi bagian dari aliansi.
Tidak hanya Tetua Xiao Mang yang tewas secara mengejutkan tanpa bisa melawan, tetapi juga tetua dari sekte lain. Mereka terlalu menyepelekan lawan hingga mengalami kematian yang paling buruk.
!!!
"Awas ...!"
Seruan sorang kultivator dari sekte aliran putih membuat beberapa kultivator bisa menghindari serangan nyasar yang datang dari langit. Mereka semua dalam keadaan yang sudah kelelahan karena terus bertarung.
"Sial, siapa yang menyerang dengan begitu liar? Apa dia tidak lihat kita di sini?!"
"Memang dia tidak melihatmu, kan?"
"Jangan banyak protes, menjauh dari sana--"
"Menghindar!!"
!!!
__ADS_1
Lesatan cahaya datang dan langsung meledak saat menghantam tanah. Ada banyak pohon yang tumbang dan bangunan yang rusak parah karena serangan nyasar itu. Belum lagi beberapa kultivator terlihat mengalami luka karena tidak memperkirakan serangan tersebut akan mengarah pada mereka.
Pertarungan yang menyebabkan kondisi demikian berasal dari tempat Liu Wei Lin berada. Awalnya, dia dan Lan Guan Zhi sedang mencari keberadaan Wang Zhao. Tetapi mereka justru diserang oleh para anggota Sekte Lembah Iblis yang lain hingga harus berakhir bertarung dengan sengit seperti ini.
Di sisi lain, anggota Sekte Lembah Iblis yang sudah menyerah dengan perang yang terjadi nampak masih berada di dalam lingkaran pelindung milik Lan Guan Zhi. Mereka menunggu dengan perasaan yang sangat tidak karuan.
Wang Zhao sendiri masih mengejar seseorang hingga dia semakin jauh dari lokasi teman-temannya berada. Dia kini ada di hutan yang pohon-pohonnya sudah mati.
Dia sebelumnya kehilangan jejak sosok tersebut, namun dia mengikuti firasatnya dan akhirnya bisa kembali menemukan target yang dia kejar. Hanya saja meski sudah berseru beberapa kali, sosok itu tetap tidak mau berhenti.
Meski Wang Zhao sedang berusaha mengejar orang itu, namun dia tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Hu Li yang sedang bertarung dengan Liam Jiao Shu.
"Tuan Muda Hu Li, tolong bersabarlah sebentar lagi ..."
Sebuah lesatan cahaya tiba-tiba saja datang dari arah depan saat Wang Zhao sedang mengkhawatirkan Hu Li. Tatapan matanya melebar saat serangan itu kian mendekat.
!!!
Suara ledakan yang luar biasa tercipta dan bahkan membakar hutan yang pohon-pohonnya sudah mati itu. Ledakan tersebut bahkan menciptakan kepulan asap dan getaran tanah yang bisa dirasakan oleh para pendekar di halaman Istana Teratai Hitam.
Xiao Shuxiang yang baru saja keluar dari Cermin Pemindah miliknya pun nampak tersentak. Dia menengadah dan melihat awan berapi nampak di langit. Cukup jauh, tetapi dia yakin itu memang awan berapi.
"................" Xiao Shuxiang mengedarkan pandangan ke sekeliling dan melihat ada banyak kerusakan serta mayat yang bergelimpangan. Dia pun menatap gulungan di tangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk bertindak sedikit lebih jauh.
Pedang Xiao Shuxiang perlahan mulai diselimuti asap hitam dan berubah menjadi sebuah Seruling Giok Putih. Dia cukup lama tidak menggunakan senjata terbaiknya ini sebagaimana mestinya.
Gulungan di tangan Xiao Shuxiang menghilang dan pemuda itu pun mulai memainkan beberapa nada. Awalnya suara seruling itu terdengar indah, tetapi secara tiba-tiba berubah menjadi lebih nyaring dan menusuk.
Xiao Shuxiang tidak memainkan lagu yang pernah terdengar sebelumnya. Ini irama yang sangat jauh berbeda. Nada suara ini terdengar bagai paksaan dan mengandung nuansa menakutkan.
Suasana mendadak berubah ketika warna mata Xiao Shuxiang menjadi merah. Angin tipis yang membentuk rantai mengelilingi tubuh dan juga pergelangan pemuda itu sebelum terdengar suara bagai dua besi yang terputus.
Jubah Xiao Shuxiang tiba-tiba berkibar kuat dan roh seekor phoenix api melesat menembus langit. Suara nyaring disertai nada yang tinggi dan cepat menciptakan suasana yang luar biasa menakutkan.
Bayangan-bayangan hitam mulai terlihat dan seakan keluar dari tanah. Bayangan itu membentuk sosok-sosok manusia yang kemudian melesat memasuki setiap tubuh mayat yang tergeletak di tanah. Dalam waktu sekejap, bagian tubuh mayat itu pun mulai bergerak.
!!!
Seorang kultivator dari Sekte Lembah Iblis yang saat ini sedang bertarung menghadapi dua orang dari sekte aliran putih nampak terkejut bukan main. Dia dan kedua lawannya melebarkan mata ketika menyaksikan mayat di sekitar mereka mulai bangun dalam keadaan yang luar biasa mengerikan.
"A-apa yang terjadi?!"
!!!
Warna pakaian Xiao Shuxiang berubah menjadi jubah hitam kebanggaannya. Suara serulingnya kian menusuk dan menciptakan suasana yang semakin mencekam.
Mayat-mayat itu mulai berdiri. Ada yang kehilangan organ tubuhnya dan lantas mengambil organ tubuh berserakan di tanah, memasangnya seperti itu adalah bagian dari tubuhnya yang hilang.
Ada mayat yang menengadah ke langit dengan mulut terbuka lebar sebelum dia mulai memperlihatkan senyuman yang merobek pipinya. Mereka sebenarnya sudah mati dan karena itulah senyuman tersebut membuat siapa pun yang melihatnya menjadi merinding.
!!
Energi spiritual yang bagai gelombang angin datang dan mengelilingi tubuh Xiao Shuxiang. Segel yang berbentuk bunga teratai di keningnya kini terlihat. Itu adalah Segel Buatan Bocah Pengemis Gila yang mulai bereaksi karena Segel 12 Bintang yang mengikat kekuatan Xiao Shuxiang langsung terputus secara sekaligus.
Bahkan Segel Pengekang Jiwa yang merupakan efek samping dari Segel Sembilan Gerbang Dunia yang sudah ada di dalam dirinya juga ikut bereaksi. Ini semua karena Xiao Shuxiang sekarang sedang menggunakan teknik dari salah satu bab yang ada dalam Gulungan Kitab Pembunuh Matahari, 'Roh dan Kematian'.
__ADS_1
******