KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
200 - Yi Wen (2)


__ADS_3

Wen Rouhan berkedip saat menyaksikan ada banyak orang yang sedang berada di belakang Paviliun Peristirahatan. Tidak hanya dua orang asing, tetapi juga Tetua Dao Fang dan Tetua Meng Hao Niang ada di tempat ini.


Dia meletakkan minuman dan kembali masuk ke dalam Paviliun Peristirahatan untuk melanjutkan pekerjaannya.


"..............."


Ada sebuah meja batu yang lengkap dengan empat kursinya. Tetua Meng Hao Niang dengan Tetua Dao Fang An terlihat duduk di sana bersama Lan Guan Zhi dan Yan Tianhen.


Di sisi lain, sebuah bangku bambu panjang juga terlihat. Tempat duduk itu sering dipakai oleh Tetua Dao Fang An untuk beristirahat dan makan. Karena luas, beberapa orang bisa duduk di sana bahkan jika ada yang ingin sambil tiduran.


Bocah Pengemis Gila terlihat duduk bersila di atas bangku bambu itu. Dia berekspresi serius sambil menatap Xiao Shuxiang yang sedang berjongkok di depan sebuah bara api.


Jian Yang dan Li Huanshou duduk bersama Bocah Pengemis Gila, mereka juga terlihat memperhatikan apa yang sedang Xiao Shuxiang lakukan sekarang.


Di sisi lain, Liu Wei Lin terlihat duduk sendirian di sebuah batang pohon yang tumbang. Dia melambaikan pelan kipas miliknya dan memperhatikan saudara Xiao-nya yang nampak begitu serius.


"Saudara Xiao," Liu Wei Lin akhirnya buka suara, "Apa kau serius akan menempa pedang itu?"


"Mn, kenapa tidak?" Xiao Shuxiang menjawab tanpa menoleh sedikit pun.


"Jian Yang dan Li Huanshou sendiri sudah mencobanya, tapi mereka tidak bisa." Liu Wei Lin melambaikan lembut kipasnya dan berkata, "Keahlian dari menempa pedang ini .... Mungkinkah kau memilikinya?"


".......... Aku pernah belajar,"


Liu Wei Lin merasa tertarik. Dia menutup kipasnya dan berkata, "Benarkah? Berapa lama kau belajar? Karena menurutku .... Satu atau dua bulan latihan menempa itu tidak bisa menjadikanmu seorang ahli."


Xiao Shuxiang menoleh, dia menatap Liu Wei Lin dan tersenyum. "Kau benar. Jika kuingat .... Aku sepertinya belajar tentang hal merepotkan ini saat usia 14 Tahun dan masih menguasai tekniknya sampai sekarang. Apa itu bisa dianggap bahwa aku sudah menjadi ahli?"


Liu Wei Lin tersentak, namun ekspresi wajahnya lebih kepada menyayangkan hal tersebut. "Ya ampun .... Entah aku harus senang atau tidak mendengarnya,"


Liu Wei Lin berujar, "Aku sebenarnya tidak mengatakan bahwa keahlian menempa pedang itu tidak baik, tapi bukankah kau sudah menyia-nyiakan waktumu?"


Dalam dunia ini, tentu saja meningkatkan praktik kultivasi adalah yang utama. Jadi mempelajari keahlian menempa pedang sebenarnya tidak terlalu berguna. Xiao Shuxiang mengetahui hal itu.


Liu Wei Lin menjelaskan, "Jika praktik kultivasimu tinggi dan pengontrolan energi spiritualmu hebat----maka kau bahkan bisa membuat daun sebagai senjata mematikan,"


"Tapi itu tidak mudah dilakukan," Xiao Shuxiang mengutarakan pendapatnya. Dia mulai menarik keluar besi di dalam bara api dan kemudian menempanya.


Suara nyaring terdengar, bahkan apa yang sedang Xiao Shuxiang lakukan terlihat mengeluarkan percikan api.


Bocah Pengemis Gila mengusap-usap pelan dagunya dan berujar, "Aku tidak tahu jika Shuxiang memiliki keahlian menempa senjata seperti ini."


Yi Wen tersentak mendengarnya, "Kau tidak tahu? Hah, Saudara Xiao-ku itu telah belajar menempa pedang selama bertahun-tahun. Dialah yang membuat Yīng xióng."


Jian Yang dan Li Huanshou jelas saja kaget, bahkan Liu Wei Lin dan Yan Tianhen menoleh untuk menatap gadis yang baru saja bicara itu.


Yi Wen dengan bangganya berkata, "Tidak hanya ahli menempa senjata, Saudara Xiao-ku juga sangat pandai memasak, tahu caranya membuat pakaian, master dalam membuat arak dan merupakan seorang alkemis yang berbakat. Dia benar-benar hebat,"

__ADS_1


Tempaan Xiao Shuxiang terhenti di udara saat mendengar penuturan dari Yi Wen. Dia pun mengembuskan napas dan lalu menggeleng pelan, "Dia membongkar semuanya. Dasar cerewet-"


"Kau bilang apa tadi?!" Jian Yang berseru, dia menatap tidak percaya ke arah Yi Wen. Dia merasa sudah salah dengar.


"Nona Yi Wen, ka-kau ...." Li Huanshou bahkan tidak tahu harus mengatakan apa. Dia terperangah dan melihat ke arah Xiao Shuxiang. Dirinya pun bertanya, "Saudara Xiao..."


"Yi Wen hanya berlebihan," Xiao Shuxiang kembali menempa besi di tangannya dan kemudian berkata, "Kalian jangan mudah percaya dan jangan sampai terpengaruh pada perkataan orang lain. Apalagi pada gadis yang belum kalian kenal dengan baik,"


"Saudara Xiao, kau jangan merendah." Yi Wen menyilangkan tangan dan berujar, "Aku bicara yang sebenarnya.."


Yi Wen menatap Jian Yang dan kembali mengatakan, "Kalian pasti akan terkejut jika kukatakan Saudara Xiao-ku itu bukan kultivator biasa. Dia seorang pangeran dari Benua Utara. Bahkan jika saja dia tidak menolak, dia sudah menjadi kaisar menggantikan kakeknya saat ini--"


Xiao Shuxiang, "Yi Wen ...! Mulutmu itu--"


"Apa? Apa? Aku tidak mengatakan hal yang salah. Aku tidak berbohong,"


"Mustahil ...." Jian Yang menggeleng. Dia sampai menahan napas saking tidak percayanya. Dia bahkan tidak tahu apa jantungnya masih berdetak saat ini atau sudah berhenti.


Li Huanshou tanpa sadar bergumam pelan, "Jadi itulah sebabnya aku merasa bahwa dia seperti bukan pendekar biasa..."


Yan Tianhen, "Saudara Xiao? Apa benar yang dikatakannya itu?"


Xiao Shuxiang tidak menoleh untuk menatap wajah Yan Tianhen dan yang lainnya. Dia sudah bisa menebak seperti apa ekspresi wajah mereka sekarang. Yi Wen sungguh seperti bak mandi bocor, perilakunya mirip sekali dengan Zhi Shu.


"......... Yaah begitulah," Xiao Shuxiang menjawab sambil tetap menempa.


"Hah. Pantas saja, saat awal bertemu denganmu .... Kau terlihat menyebalkan. Ternyata... Kau punya darah bangsawan," Yan Tianhen berujar pada Xiao Shuxiang, namun memberikan pandangan sinis pada Liu Wei Lin.


Dao Fang An sendiri nampak mengusap-usap pelan dagunya dan berujar, "Kupikir dia adalah anak saudagar kaya. Tetapi ternyata lebih daripada itu. Sekarang aku tahu kenapa dia bisa begitu angkuh dan sangat berat hati menerima tawaranku untuk menjadi pelayan."


Tetua Meng Hao Niang mengeluarkan kendi labunya dan kemudian berkata tanpa nada, "Aku sebenarnya tahu Bocah Berandalan itu seorang alkemis. Tapi aku tidak menyangka dia mempunyai darah bangsawan,"


Yan Tianhen tersentak mendengarnya, dia menoleh ke arah Tetua Meng Hao Niang dan bertanya, "Anda .... Sudah tahu Saudara Xiao adalah alkemis?"


Tetua Meng Hao Niang menatap Yan Tianhen dan menenggak araknya dalam kendi labunya. Dia berkata, "Apa kau tidak mencium aroma tubuhnya?"


Tetua Dao Fang An berkata, "Seorang alkemis biasanya menutupi aroma rempah di tubuhnya dengan aroma lain. Ada yang memakai sari bunga teratai, susu atau yang seperti Tetua Meng lakukan."


Yan Tianhen berkedip, "Aku kebanyakan tidak terlalu dekat dengan Saudara Xiao hingga kurang peka tentang hal ini. Aku memang sering mencium aroma seperti susu bayi dan bunga teratai saat sedang bersamanya, tetapi kupikir itu hal yang wajar-wajar saja,"


Tetua Dao Fang An berkata, "Memang tidak mudah untuk membedakan aroma dari seorang alkemis, apalagi jika orang itu memakai wewangian untuk menutupi aroma rempah-rempah di tubuhnya. Tapi sebenarnya itu tidaklah sulit, kau hanya perlu mempunyai indra penciuman yang lebih tajam."


Wang Zhao mendengarkan penjelasan Tetua Dao Fang An dan lantas bertanya, "Apa Tuan Muda Lan juga adalah seorang alkemis? Aku sering mencium aroma kayu cendana saat bersamanya."


".......... Tidak. Aku hanya belajar, tidak seahli Shuxiang." Lan Guan Zhi menjawab dengan nada suara yang tenang. Di saat yang bersamaan, suara keras terdengar dan mengejutkan semua orang.


Wang Zhao dan yang lainnya langsung mengarahkan pandangan pada Xiao Shuxiang yang ternyata mulai berhasil membentuk besi panjang di tangannya.

__ADS_1


Xiao Shuxiang juga memakai benda yang sebelumnya dibawa oleh Yan Tianhen. Dia melebur benda itu ke dalam bara api dan menambahkan api biru ber-inti petir ungu miliknya.


"Saudara Xiao, apa kau butuh bantuan?" Liu Wei Lin merasa cemas karena suara tempaan Xiao Shuxiang terdengar makin keras dan sangat menyesakkan.


Jarak Liu Wei Lin berada memang lebih dekat dengan Xiao Shuxiang daripada jarak teman-teman mereka. Karena itulah jika ada sesuatu yang terjadi, otomatis Liu Wei Lin dan Xiao Shuxiang sendiri akan terkena dampaknya terlebih dahulu.


"Saudara Liu, terima kasih. Tapi aku masih bisa mengatasinya sendiri," Xiao Shuxiang memakai Teknik Pernapasan Api miliknya agar benda yang dia tempa mudah dibentuk. Dia membuat agar besi di tangannya mampu menyatu dengan benda yang sebelumnya diberikan oleh Yan Tianhen.


Wang Zhao memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang menempa. Temannya itu tidak memakai cara seperti manusia biasa, Xiao Shuxiang menyatukan teknik tempaan dengan energi spiritualnya.


Bocah Pengemis Gila dan yang lainnya pun perlahan melihat bagaimana benda yang ditempa oleh Xiao Shuxiang mulai diselimuti asap putih dengan energi spiritual tiga warna.


Xiao Shuxiang tersentak saat merasakan sesuatu, namun dia tetap menempa. Dia pun memanggil saudara seperguruannya, "Yi Wen ...!"


Gadis yang dia panggil tentu saja kaget. Jian Yang dan Li Huanshou pun sampai tersentak dengan seruan yang tiba-tiba itu. Yi Wen sendiri langsung bangun dari tempat duduknya dan segera mendekati Xiao Shuxiang.


"Saudaraku, ada apa?"


"Pinjamkan kekuatanmu," Xiao Shuxiang berujar bersamaan dengan senjata yang ditempanya melesat dan melayang di udara.


Liu Wei Lin mengerutkan kening karena Xiao Shuxiang justru memanggil Yi Wen untuk membantunya. Yan Tianhen sendiri nampak mendekat dan mengajukan diri sebagai bantuan tambahan.


"Saudara Yan, jangan lakukan." Xiao Shuxiang mencegah Yan Tianhen. Dia membuat teman-temannya tersentak.


"Tapi kau terlihat kewalahan,"


"Aku berterima kasih, tetapi aku hanya membutuhkan Yi Wen. Senjata ini penuh dengan aura yang murni karena dibentuk oleh energi spiritual Saudara Liu, Jian Yang dan Li Huanshou. Menerima energi spiritual darimu akan membuatnya makin tidak seimbang,"


Yan Tianhen tersentak, namun dia tetap menerima penjelasan dari Xiao Shuxiang. Dia mulai memperhatikan Yi Wen yang sekarang ini sedang melesatkan energi spiritualnya ke arah Yīng xióng.


Bocah Pengemis Gila tanpa sadar membuka mulutnya kala menyaksikan aura spiritual Yi Wen yang begitu gelap. Hidungnya sakit karena mencium aroma yang terasa bagai bau kematian.


"Yi Wen ...." kening Bocah Pengemis Gila mengerut, tenggorokannya sakit. "Apa dia masih sering mengunjungi pemakaman dan berlatih di sana? Tsk, dasar gadis monster."


Tetua Dao Fang An dan Lan Guan Zhi juga bisa merasakan aura kematian pada energi spiritual dari Yi Wen. Mereka agak sensitif daripada kultivator yang lain.


Di sisi lain, Yi Wen yang sedang fokus mulai bertanya. "Saudara Xiao, apa caraku ini benar?"


"Mn, tetap pertahankan seperti itu." Xiao Shuxiang bisa merasakan senjatanya bereaksi dan mulai berubah menjadi bentuk yang baru.


Suara bagai petir terdengar dari senjata yang melayang di udara sambil diselimuti asap putih yang perlahan berubah menjadi hitam. Warna itu semakin pekat seiring bertambah kuatnya suara keras yang terdengar.


Suasana langsung berubah menjadi menegangkan. Liu Wei Lin, Wang Zhao dan yang lainnya menunggu dengan perasaan yang begitu hati-hati.


"..............."


Tetua Meng Hao Niang menyipitkan matanya sebelum menoleh ke arah Tetua Dao Fang An. Kebetulan saja, Tetua Dao Fang An juga menatap ke arahnya.

__ADS_1


Kedua tetua itu seakan mempunyai pikiran yang sama dan Lan Guan Zhi menyadarinya. Pemuda berpakaian putih itu bernapas pelan dan yakin harus lebih memperhatikan teman baiknya mulai dari sekarang. Rasa-rasanya keselamatan Xiao Shuxiang agak sedikit terancam meski dia sendiri tidak mengerti kenapa ada firasat semacam ini.


******


__ADS_2