![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Yun Qiao Yue terlihat berjalan sendirian di halaman Sekte Lautan Awan. Dia disapa oleh beberapa murid yang berpapasan dengannya. Tidak sedikit dari mereka yang mengundangnya untuk minum teh sambil berbincang-bincang.
Sebagai murid terbaik di Gunung Puncak Xiyue, dia dikagumi oleh banyak orang. Semua tahu bahwa murid Sekte Lautan Awan yang tinggal di Gunung Puncak Xiyue memiliki kecantikan yang tidak terbantahkan.
Dua orang pria berpakaian putih yang berpapasan dengan Yun Qiao Yue nampak berhenti dan memberi hormat padanya.
"Nona Yun,"
Yun Qiao Yue tersenyum tipis saat disapa. Dia menyatukan tangan dan membalas salam hormat dari dua pria di hadapannya ini. Hanya saja saat dia mulai memperhatikan dengan baik siapa yang menyapanya----dirinya seketika tersentak.
Tatapan mata Yun Qiao Yue mengandung rasa tak percaya, "Tuan Muda ini .... Anda bukankah orang yang lengannya tertebas waktu itu?"
?!
Pria berpakaian putih itu ikut tersentak, terlihat tak percaya dengan pertanyaan dari Yun Qiao Yue. Dia pun gugup saat membenarkan, "Orang itu memang saya."
"Qiao Yue sangat terkejut. Lengan Tuan Muda bagaimana bisa pulih kembali?" Yun Qiao Yue sungguh benar-benar baru memperhatikannya, padahal harusnya dia menyadari ini saat membawa para kultivator menapaki Tiān lù.
Dia ingat bahwa saat berada di Alam Kultivasi Bawah, pria di hadapannya mendapat serangan dari Xiao Shuxiang dan itu membuat pria ini kehilangan sebelah lengannya. Tapi sekarang, cacat tersebut telah menghilang sepenuhnya.
"Qiao Yue saat kejadian itu sungguh amat menyesal. Qiao Yue tidak mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengobati Tuan Muda. Qiao Yue sempat berpikir bahwa Tuan Muda tidak akan ikut naik ke Alam Kultivasi Atas. Tapi .... Ini benar-benar seperti keajaiban,"
Pria berpakaian putih itu tertegun karena terpesona dengan wajah dan suara indah Yun Qiao Yue. Namun dia segera tersadar saat mendengar ucapan rekan yang ada di sampingnya.
"Nona Yun, Tuan Mu Fang memang sangat beruntung. Aku juga merasa ini adalah keajaiban. Tuhan masih begitu menyayangi Saudaraku ini hingga menolongnya dengan cara yang tidak terduga,"
Yun Qiao Yue mendengarkan penjelasan dari rekan Mu Fang. Dia tersentak kaget saat mengetahui bahwa lengan Mu Fang bisa tumbuh kembali karena bantuan dari pemuda bernama Mo Huai.
"Jika diperhatikan, tuan muda Mo Huai itu terlihat seperti pemuda biasa dengan praktik yang sangat rendah. Orang-orang mungkin akan menghinanya jika melihat dari tingkat praktiknya. Tetapi sungguh, Nona Yun. Tuan muda Mo itu adalah alkemis yang luar biasa berbakat. Aku sangat kagum padanya,"
Mu Fang mengangguk, dia juga ikut bersuara. "Sampai sekarang aku sendiri masih belum percaya ada orang yang mampu membuat pil sehebat itu. Jika dipikirkan, menumbuhkan bagian tubuh yang tertebas jelas hal yang mustahil. Sehebat apa pun praktik seseorang, dia tidak mungkin memiliki kemampuan seperti itu. Bahkan iblis sekali pun belum tentu mampu melakukannya, tetapi tuan muda Mo Huai ini .... Dia lebih dari yang diharapkan."
"Aku melihat tuan muda Mo juga ada di antara orang-orang yang berjalan di Tiān lù, hanya saja sampai sekarang aku masih belum bertemu dengannya. Apa mungkin Nona Yun pernah bertegur sapa dengan tuan muda Mo?"
Saat mendengar pria berpakaian putih ini mengatakan bahwa Mo Huai juga ikut naik ke Alam Kultivasi Atas----maka sejak saat itu juga rasa terkejut Yun Qiao Yue yang sebelumnya memudar kini kembali jelas.
Yun Qiao Yue, "Tuan muda Mo .... Salah satu orang yang menerima undangan?"
__ADS_1
Rekan Mu Fang mengangguk pelan, "Itu yang aku lihat. Tetapi saat para kultivator dari Alam Kultivasi Bawah dikumpulkan, aku justru tidak melihat tuan muda Mo. Ini sebenarnya sangat aneh, padahal kita sama-sama belajar sebagai murid di tempat ini."
Mu Fang, "Pada awalnya aku berpikir karena praktik tuan muda Mo yang rendah----dia mendapat bimbingan secara khusus. Tapi tetap saja aku sulit menemuinya,"
"........." Yun Qiao Yue terdiam. Dia nampak memikirkan setiap perkataan kedua pria di hadapannya ini. Namun tidak butuh waktu lama sampai Yun Qiao Yue tersadar, dia sepertinya tahu sosok 'Mo Huai' ini.
Yun Qiao Yue berkata, "Tuan-Tuan. Jika memang berjodoh dengan tuan muda Mo, kalian pasti akan bertemu kembali. Qiao Yue juga sangat menantikannya, dia mungkin adalah sosok yang sebenarnya mengagumkan----namun selalu bersikap sederhana."
Mu Fang, "Nona Yun benar. Tuan muda Mo memang orang yang seperti itu. Dia seakan tidak pernah mau terlihat menjadi pusat perhatian, dia menyembunyikan bakatnya yang hebat."
Yun Qiao Yue membenarkan. Dia cukup lama berbincang dengan kedua pria itu sebelum akhirnya berpamitan.
Dia sebenarnya baru saja akan menemui saudara seperguruannya yang sesama murid terbaik Sekte Lautan Awan. Namun kini tujuannya berubah, dia akan kembali ke Gunung Puncak Xiyue dan melaporkan tentang Mo Huai pada Shizun-nya.
*
*
Sekte Lautan Awan sangat luas dengan cukup banyak bangunan. Jadi jelas Mu Fang sulit untuk bertemu dengan Mo Huai, apalagi sosok Mo Huai lebih sering berada di bagian barat di mana dapur sekte ini berada. Tempat tersebut jarang dikunjungi oleh para murid Sekte Lautan Awan.
"Kami sudah menikah cukup lama, tapi Kucing Putih tidak pernah memanggilku 'Suami'. Aku sangat terganggu dengan perkataan Liu Wei Lin. Kau lihat, aku sampai tidak bisa tidur. Kantung mataku ini punya kantung mata,"
Mo Huai yang sedang menjemur pakaian para murid Sekte Lautan Awan terlihat menoleh ke arah Xiao Shuxiang. Pemuda tampan yang sedang berjongkok dan nampak mengurusi rumput liar itu terlihat agak berbeda dari sebelumnya.
"Tuan Muda Xiao. Jujur saja, kau terlihat agak menyedihkan. Tapi aku tidak tahu bagaimana harus membantumu. Aku tidak bisa memberikanmu nasehat tentang pernikahan karena aku sendiri belum menikah."
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Liu Wei Lin juga belum menikah. Kakek Dao Fang An dan wanita tua itu juga belum menikah. Wang Zhao bahkan lebih parah lagi karena selalu gugup jika harus bicara dengan perempuan. Haaih... Kenapa dunia persilatan ini begitu suram? Apa serius hanya aku dan Kucing Putih yang merupakan pasangan kekasih di sekte ini?"
Mo Huai tanpa sadar mengeluarkan suara 'Pffft' yang membuat Xiao Shuxiang tersentak dan langsung memberinya tatapan tajam.
Xiao Shuxiang, "Kenapa kau tertawa?"
"Ma-Maafkan aku, Tuan Muda Xiao. Aku tidak sengaja. Aku hanya berpikir apa .... Nona Ling menganggapmu kekasihnya?"
"Mo Huai..! Kau mematahkan hatiku..!" Xiao Shuxiang cemberut, dia melempar rumput yang dicabutnya ke arah pemuda itu dan makin cemberut. "Kau harusnya mendukungku, berikan saran atau yang lain. Kau ini jenis teman macam apa? Kau hampir membuatku menangis,"
Mo Huai menggaruk kepalanya, "Bingung juga memberikan saran padamu. Tapi kalau ini bisa membantu ...."
__ADS_1
Xiao Shuxiang mendengarkan saat Mo Huai menceritakan pengalamnnya bekerja di Penginapan Seribu Tahun.
Mo Huai berkata, "Ada beberapa pelanggan tuan muda Nie yang merupakan pasangan suami-istri. Mereka terlihat harmonis. Kupikir karena sang suami selalu memanjakan istrinya, membelikannya perhiasan dan barang-barang mewah. Mungkin .... Kau bisa mencobanya dengan nona Ling,"
"Itu ...." Xiao Shuxiang bersuara pelan, "Tapi jika kuberikan hal semacam itu pada Kucing Putih dan ternyata tidak diterima .... Aku pasti akan kehilangan muka,"
Mo Huai tersentak dan langsung melempari selembar kain yang tepat mengenai wajah pemuda tampan itu. Mo Huai kesal, "Tuan Muda Xiao! Kau tinggal lakukan saja, tidak perlu memikirkan apa nona Ling menerimanya atau tidak. Kau ini .... Ya ampun. Sekarang sepertinya aku tahu masalah hubungan kalian tidak pernah berkembang,"
Mo Huai mengembuskan napas, "Nona Ling adalah orang yang kaku, sementara Anda----meski peka tapi selalu berhati-hati. Kalian sudah menikah. Sebagai 'Suami', kau memiliki hak atasnya. Kalau aku jadi Tuan Muda Xiao, aku pasti sudah menariknya naik ke tempat tidur dan melakukan ini itu dengannya,"
"Hei, itu mustahil kulakukan. Dia bisa menggorok leherku dengan pedangnya. Kucing Putih itu bukan gadis gampangan seperti yang ada di rumah bordil. Dia punya harga diri yang tinggi. Meski aku bukan orang yang baik, tapi aku ini bukan pria berengsek. Aku tidak ingin mendesak dia melakukan hal yang tidak disukainya. Aku .... Tidak mau dia membenciku,"
"Tuan Muda Xiao terlalu memikirkan banyak hal. Meski itu nona Ling, tapi dia tetap perempuan. Bagaimana mungkin dia akan mengatakan hal semacam 'itu' secara gamblang, Tuan Muda Xiao-lah yang harus lebih... Ehm... Lebih agresif,"
"Mo Huai? Kita sedang membicarakan hal yang sama, kan?"
"Tentu saja, memang apa lagi yang bisa dibahas?"
"Tapi kenapa arah pembicaraan kita ini seperti kau menyuruhku melakukan hal yang bejat pada Kucing Putih?"
"Itu karena Tuan Muda Xiao sangat menyebalkan!" Mo Huai akhirnya meradang, "Kalian sudah menikah dan hidup sebagai suami-istri selama lebih dari tiga bulan, tetapi hubungan kalian masih saja seperti orang asing. Banyak orang yang gemas melihatnya, termasuk aku. Tuan Muda Xiao harusnya bisa belajar dari tuan muda Dai Chen. Dia memiliki dua istri namun hubungan mereka sangat harmonis. Mereka mempunyai putra dan nona Xiao Lu sekarang bahkan sudah mengandung. Sedangkan Tuan Muda Xiao... Haaah,"
Xiao Shuxiang melempar pakaian yang sebelumnya dilemparkan Mo Huai padanya. Dia menggelembungkan pipi karena pemuda ini malah menjadikan Dai Chen sebagai perbandingan atasnya.
Apa Mo Huai lupa bahwa pernikahan Dai Chen itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun? Hal semacam itu tidak bisa dibandingkan dengan hubungan pernikahan dirinya dengan Kucing Putih yang masih seumur jagung.
Xiao Shuxiang. "Mo Huai, ayo bahas yang lain."
"Lihat, kan? Tuan Muda Xiao melarikan diri lagi. Aku sudah memberi saran. Intinya sebagai seorang pria, Andalah yang harus lebih bertindak agresif. Jangan pernah mengharapkan perlakuan agresif dari nona Ling karena dia gadis yang kaku dan mempunyai harga diri yang tinggi,"
"Jadi kau pikir aku tidak punya harga diri?"
"Sejauh yang kutahu .... Sepertinya tidak,"
"Saudara Mo!" Xiao Shuxiang baru akan mengomel saat melihat ada seseorang yang berjalan tidak jauh di belakang Mo Huai. Keningnya seketika mengerut.
******
__ADS_1