KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
78 - Mo Huai (2)


__ADS_3

Mo Huai menyadari raut wajah Xiao Shuxiang dan kemudian berbalik. Dia berkedip saat melihat ada gadis berpakaian merah yang nampak berjalan ke arahnya.


Xiao Shuxiang berdiri saat yakin bahwa gadis berpakaiam merah yang dia lihat memang berjalan mendekat kemari. Dia mengenali sosok tersebut, gadis itu tidak lain adalah Yun Qiao Yue.


"Nona Yun," Mo Huai menyatukan tangan dan memberi hormat, tubuhnya sedikit membungkuk dan suaranya barusan terdengar agak gugup.


Yun Qiao Yue membalas hormat dari Mo Huai dan juga memberi salam hormat pada Xiao Shuxiang. Hanya saja sebagai balasan, pemuda tampat itu justru hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.


Tindakan Xiao Shuxiang memang kurang sopan dan sangat berbeda dari yang Mo Huai lakukan, namun Yun Qiao Yue tidak terlalu mempermasalahkannya. Dia tetap berwajah ramah dan senyum manis tak pernah menghilang darinya.


"Tuan Xiao, Tuan Mo. Maaf Qiao Yue mengganggu, bagaimana kabar Anda?"


Mo Huai tersentak dan berkedip. Dia tidak percaya karena tanpa diduga-duga, seorang Yun Qiao Yue datang kemari hanya untuk menanyakan kabar kepada mereka.


Xiao Shuxiang beda lagi, dia berwajah serius. "Nona Yun tidak salah lokasi, kan? Anda datang hanya menanyakan kabar?"


Yun Qiao Yue tersenyum, "Tuan Xiao. Qiao Yue memang secara khusus datang untuk menyapa. Qiao Yue sebenarnya sedang mencari Tuan Mo dan seorang pelayan memberitahukan bahwa Tuan Mo ada di sini."


Mo Huai keheranan, "Me-Mencariku?"


Xiao Shuxiang juga heran, "Mo Huai? Nona Yun mencarinya untuk apa?"


"Ah... Untuk ini Qiao Yue tidak bisa mengatakan apa pun. Shizun-lah yang ingin bertemu Tuan Mo. Qiao Yue hanya datang untuk menjemputnya,"


Meski suara wanita cantik di hadapan mereka terdengar lembut dan sangat segar, tetapi hal itu tetap membuat Mo Huai dan Xiao Shuxiang terkejut.


Tenggorokan Mo Huai terasa sakit, dia langsung meraih lengan kanan Xiao Shuxiang dan seperti bersembunyi di balik punggung pemuda itu.


Suara Mo Huai terdengar gemetar, "Tu-Tuan Muda Xiao..."


Mo Huai bereskpresi pucat. Xiao Shuxiang tahu pemuda di belakang punggungnya ini merasa ketakutan, jelas karena Mo Huai seperti mencari perlindungan darinya.


Xiao Shuxiang memegang lembut tangan Mo Huai, tindakannya membuat Yun Qiao Yue tersentak dan mengerutkan kening.


Xiao Shuxiang menatap gadis cantik di hadapannya, dia bertanya. "Nona Yun, apa temanku ini sudah melakukan kesalahan?"


"Tidak seperti itu, Tuan Xiao. Tolong jangan salah paham," Yun Qiao Yue berujar lembut, "Shizun penasaran dengan potensi yang dimiliki Tuan Mo dan sangat ingin menemuinya. Tuan Mo, anda jangan takut. Mari ikut dengan Qiao Yue,"


"Ta-tapi aku tidak punya bakat apa pun," Mo Huai masih sangat gugup, "Nona Yun mu-mungkin sudah salah orang,"


Xiao Shuxiang, "Jika memang Shizun Nona Yun melihat ada potensi dalam dirimu .... Kurasa kau harus ikut,"


Mo Huai tersentak, "Tuan Muda Xiao...!"


"Mo Huai, tidak biasanya ada sosok yang memiliki pengaruh mau bertemu dengan seorang pelayan. Ini kesempatan yang baik bagimu. Apalagi Shizun Nona Yun sepertinya sangat tulus. Buktinya Nona Yun sendiri yang datang kemari untuk menjemputmu,"


"Ta-tapi ...."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, percayalah. Kau akan baik-baik saja,"


Mo Huai benar-benar gugup. Meski ditenangkan tetapi debaran jantungnya berdetak tidak karuan. Dia belum mau melepaskan pegangannya pada Xiao Shuxiang.


Mo Huai, "Tuan Muda Xiao. Aku ...."


"Mo Huai, jika kau yakin tidak melakukan kesalahan apa pun, maka jangan takut. Tidak ada yang bisa menyakitimu selama aku ada di sini. Pergilah, oke?"


Mo Huai berusaha menelan ludah, dia memang tidak melakukan kesalahan apa pun, jadi harusnya tidak ada hal yang akan menimpanya. Namun tetap saja dia sangat khawatir. Harga dari nyawanya tidaklah tinggi, dia takut bila ada orang yang melakukan kesalahan dan justru melimpahkan kesalahan itu padanya.


Tetapi apa yang dimaksud oleh Nona Yun Qiao Yue tentang potensi dirinya? Apa itu hanya alasan agar dia bisa pergi tanpa mencurigai apa pun. Mo Huai tahu dia sangat lemah, jadi potensi apa yang bisa dilihat oleh seorang guru di sekte ini darinya? Ini tidak benar.


Mo Huai menatap Yun Qiao Yue dan bersuara pelan, "Nona Yun. Bi-bisakah Tuan Muda Xiao juga ikut? A-aku sangat gugup dan hanya akan tenang jika Tuan Muda Xiao ada di dekatku,"


"Tapi ...." Yun Qiao Yue tersentak, tetapi lalu mengembuskan napas pelan. Dia pun tersenyum, "Tentu saja. Tuan Xiao bisa ikut menemani anda,"


Mo Huai mengembuskan napas lega, dia menjadi sedikit tenang karena Yun Qiao Yue setuju dengan permintaannya. Dia dan Xiao Shuxiang pun mengikuti gadis cantik itu dari belakang.


Mereka berjalan ke bagian Timur Sekte Lautan Awan. Hanya saja Mo Huai tetap merangkul tangan Xiao Shuxiang dan sesekali mengembuskan napas berat.


Xiao Shuxiang menyadarinya dan lalu menghela napas, "Mo Huai. Kenapa kau lebih takut bertemu dengan Shizun Nona Yun dibandingkan denganku? Aku ini jauh lebih menakutkan loh,"


"Tuan Muda Xiao, kau jangan bicara begitu. Aku ini sangat gugup, perutku selalu sakit jika mengalami tekanan seberat ini. Jangan ingatkan aku pada kelakuanmu yang menyeramkan itu,"


"Aiya, justru aku membantumu untuk tenang. Anggap aku lebih menakutkan, jadi hal-hal yang lainnya tidak boleh sampai membuatmu takut. Hm?"


Yang dikatakan Xiao Shuxiang benar. Dia harusnya tidak takut pada apa pun. Yang paling menyeramkan dibanding apa pun adalah sosok yang tangannya dia pegang erat ini.


Jika Ling Qing Zhu merupakan gadis dengan kecantikan paling luar biasa, maka Xiao Shuxiang adalah orang dengan jumlah kekejaman yang tidak terhingga.


Mo Huai mengembuskan napas, "Benar .... Aku harusnya tidak takut. Tidak ada yang lebih kejam dibandingkan Tuan Muda Xiao. Tidak ada seorang pun yang lebih mengerikan jika dibandingkan dia. Aku berteman dengan Tuan Muda Xiao, orang yang cara bertarungnya paling brutal yang pernah ada. Jadi harusnya, aku akan baik-baik saja. Benar, aku pasti akan baik-baik saja."


*


*


*


Niat Mo Huai untuk mengatasi ketakutan dalam dirinya dengan mengingat Xiao Shuxiang langsung pudar begitu dia dihadapkan pada tujuh orang penting dan sangat berpengaruh di Sekte Lautan Awan.


Di dalam ruangan yang luas dan megah dengan nuansa putih itu----udaranya tetap terasa sesak bagi Mo Huai. Dia berdiri dengan wajah yang tegang.


Yun Qiao Yue berdiri di samping dan agak jauh dari Mo Huai. Tidak hanya dia, tetapi kelima murid terbaik Sekte Lautan Awan juga turut hadir. Hanya saja mereka duduk dalam sebuah tempat yang tertutup oleh tabir berwarna merah.


Di samping Mo Huai sebenarnya berdiri seorang pria berpakaian putih. Hanya saja dia terlalu gugup untuk menoleh siapa sosok yang ada di sampingnya ini. Bahkan dia tidak sanggup menengadah untuk melihat wajah-wajah dari Tetua Puncak Gunung Suci sekte ini.


"Tuan Muda Mo, apa Anda tahu alasan Anda dipanggil kemari?" Jiao Feng, tetua dari Puncak Bai mulai buka suara. Dia bersuara pelan, namun Mo Huai entah bagaimana begitu kaget.

__ADS_1


".........." Mo Huai ingin menjawab, namun suaranya tidak bisa keluar. Dia terlalu gugup.


Mu Fang menoleh dan tersentak ketika melihat tangan Mo Hua gemetar. Dia juga sebenarnya gugup, tetapi tidak separah pemuda di sampingnya ini.


Mu Fang mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Mo Huai, "Tuan Muda Mo. Anda baik-baik saja?"


!!


Mo Huai terkejut dan langsung menoleh, wajahnya benar-benar sangat pucat. Dia hampir kehilangan kesadaran andai tidak mengenal pria di sampingnya. "Anda .... Tuan Muda Mu?"


Mu Fang tersenyum, "Benar. Ini saya. Saya benar-benar senang bisa bertemu Yang Terhormat Tuan Muda Mo---!!"


Mu Fang tersentak dan segera menahan tubuh Mo Huai. Pemuda di sampingnya ini benar-benar gugup. Rasanya seperti Mo Huai baru pertama kali dihadapkan dengan hal semacam ini.


Liu Wei Lin yang berada di balik tabir nampak membuka kipasnya, "Wah. Dia seperti kelinci kecil. Serius, apa dia sungguh memiliki bakat alkemis yang hebat?"


Yan Tianhen yang juga ada di balik tabir dan bersama Liu Wei Lin nampak mendengus. "Aku melihat pemuda itu seperti pecundang,"


Liu Wei Lin melambaikan kipasnya, "Aah... Aku merasa kasihan jika melihat orang yang lemah,"


Tidak biasanya Liu Wei Lin dan Yan Tianhen seakrab ini. Semua orang tahu bahwa ada perang dingin di antara kedua pria berpakaian merah itu, namun jika membahas manusia yang lemah----rasanya seperti mereka cukup dekat.


Wang Gao Chong yang juga bersama Yan Tianhen terlihat mengerutkan kening, dia menggelengkan kepala saat membaca praktik pemuda bernama Mo Huai itu. "Dia hanya berada di Forging Qi tingkat dua. Benar-benar sampah,"


Liu Wei Lin, "Saudara Wang. Kau jangan seperti itu. Dia sudah terlihat tegang dan takut. Jika dia mendengarmu, pemuda itu mungkin akan langsung jantungan dan mati."


Jiao Feng yang merupakan Tetua Puncak Bai berjalan mendekat dan mengulurkan tangan. Dia menyentuh bahu Mo Huai dan mengalirkan Qi untuk menenangkan pemuda tersebut. Rasa hangat dari Qi miliknya mengalir dalam darah Mo Huai dan membuat detakan jantung pemuda itu berangsur-angsur kembali normal.


Jiao Feng dengan lembut berkata, "Jangan takut. Kami hanya ingin mengenalmu dengan lebih baik. Apa kau punya Shizun di Alam Kultivasi Bawah?"


Mo Huai sudah bisa tenang dan nampak menatap Jiao Feng. Wajah pria dewasa di hadapannya sangat lembut dan cukup menenangkan. Dia menggeleng pelan sebagai jawaban.


Mo Huai bersuara pelan, "Aku .... Hanya orang biasa. Aku .... Tinggal di Kota Awan Dingin. Tidak punya Shizun,"


"Benarkah? Itu berarti kau memiliki bakat. Kau berlatih kultivasi tanpa bantuan seorang Shizun dan dengan praktik seperti ini sudah sangat mengagumkan."


"Itu .... Itu tidak benar." Mo Huai masih gugup, di memegang erat tangan Mu Fang.


Yun Qiao Yue berjalan mendekat dan tersenyum lembut ke arah Mo Huai. Dia berkata, "Sebenarnya Qiao Yue sudah menceritakan tentang potensi yang dimiliki Tuan Muda Mo kepada Shizun. Dan karena Shizun sangat antusias hingga Tuan Muda Mo berada di tempat ini sekarang,"


"Potensi...? Tapi apa maksudnya?" Mo Huai benar-benar gugup meski raut wajahnya sudah tidak sepucat yang tadi.


Yun Qiao Yue, "Tuan Muda Mo pasti mengenal Tuan Muda Mu Fang, kan? Dia adalah pria yang lengannya tertebas waktu itu. Qiao Yue bertemu Tuan Muda Mu Fang dan sangat terkejut melihatnya pulih dari cacat fisiknya. Racun yang mematikan masih bisa ditemukan penawarnya, namun bagian tubuh yang tertebas sangat sulit disembuhkan. Tuan Muda Mu menyebut nama anda sebagai penyelamatnya. Qiao Yue tentu tidak ingin melihat potensi anda yang sebesar ini terbuang sia-sia,"


!!


******

__ADS_1


__ADS_2