KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
124 - Bakat Lainnya


__ADS_3

Wang Zhao memperhatikan bagaimana Mo Huai begitu telaten merawat luka di telapak tangan Zhi Shu, dia pun lantas menoleh ke arah Liu Wei Lin.


Wang Zhao bertanya, "Aku penasaran. Jika kelinci yang kami pegang tadi bisa melukai telapak tangan sampai separah ini, lantas kenapa tanganku dan milik Tuan Xiao baik-baik saja?"


Xiao Shuxiang tersentak dan ikut tersadar, "Benar juga. Aku memeluk kelinci itu dengan erat tadi dan tidak terjadi apa-apa,"


Liu Wei Lin memainkan pelan kipasnya dan berkata, "Kurasa binatang-binatang tadi tidak berbahaya. Mereka hanya akan mengeluarkan listrik di tubuh mereka jika merasa terancam--"


!!!


Liu Wei Lin dan teman-temannya terkejut saat mendengar suara petir yang sangat keras. Mereka sebelumnya telah terbiasa dengan gemuruh petir hingga tidak terlalu terganggu, namun suara petir kali ini terlalu dahsyat untuk bisa diabaikan.


Lan Guan Zhi berdiri, "Akan kuperiksa. Kalian tunggu di sini,"


"Aku ikut," Ling Qing Zhu tidak bisa membiarkan Lan Guan Zhi pergi sendirian. Dia merasakan ada sesuatu dari suara petir yang begitu dahsyat tadi.


"Kalau begitu aku juga akan pergi memeriksanya," Liu Wei Lin merasa memiliki tanggung jawab sebab teman-teman barunya adalah kultivator yang berasal dari Alam Kultivasi Bawah.


"Kalian jangan pergi ke mana-mana," Xiao Shuxiang mencegah Lan Guan Zhi, Ling Qing Zhu dan Liu Wei Lin. "Kita akan pergi bersama. Aku tidak ingin ada masalah lain saat kita berpisah jalan. Tunggu sampai tangan Zhi Shu selesai diperban, baru kita berangkat."


Wang Zhao mengangguk setuju, dia juga tidak ingin jika mereka sampai berpisah. Kota yang tidak dihuni oleh seorang pun manusia justru lebih cocok untuk dicurigai.


Saat tangan Zhi Shu selesai diperban dengan kain yang dirobek dari pakaian putihnya sendiri----dia, Mo Huai dan teman-teman mereka mulai melanjutkan perjalanan.


Xiao Shuxiang dan yang lainnya tidak lagi menaiki kereta kuda, kendaraan mereka itu mengikut di belakang dan seolah-olah dituntun Mo Huai dan Wang Zhao.


Xiao Shuxiang kembali mengambil seekor kelinci yang dia temui di jalan. Dia tersenyum dan mengusap-usap hewan berbulu putih itu dengan gemas. Liu Wei Lin nampak memperhatikannya.


Zhi Shu berekspresi pucat, "Saudara Xiao. Harusnya kau tidak memegang hewan itu lagi, ayo turunkan. Dia bisa melukaimu,"


"Tenanglah, Zhi Shu. Kita harus tahu apa yang terjadi di kota ini dan sosok yang tepat untuk ditanyai adalah si kecil imut ini," Xiao Shuxiang menciumi gemas kelinci di tangannya.


Xiao Shuxiang tersenyum, "Baiklah. Teman kecil, kau mau menjelaskannya padaku, kan?"


"Saudara Xiao? Dia itu hanya kelinci, kau yakin bisa bicara dengannya?" Liu Wei Lin berkedip. Dia tidak akan seheran ini jika kelinci di tangan Xiao Shuxiang adalah Demonic Beast yang bisa bicara, namun yang dirinya lihat bukan seperti itu. Di tangan Xiao Shuxiang merupakan hewan yang bahkan belum tergolong 'Demonic Beast'.


Kelinci di tangan Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan suara yang membuat Liu Wei Lin dan Zhi Shu tersentak. Kelinci itu seakan tahu apa yang diucapkan oleh Xiao Shuxiang.


Zhi Shu dan Liu Wei Lin mengerutkan kening, ini adalah pertama kalinya mereka mendengar suara kelinci. Wang Zhao dan Mo Huai nampak berkedip, mereka tidak bisa mengartikan suara dari hewan berbulu putih itu.


Xiao Shuxiang sendiri terlihat tenang, dia nampak mengangkat kelinci di tangannya dan lantas berkata, "Terima kasih sudah mau diajak bicara. Jadi sudah berapa lama kau dan keluargamu tinggal di kota ini?"


"Saudara Xiao? Kau serius bisa mengerti ucapan kelinci itu?" Liu Wei Lin sampai membeku saking tidak percayanya.


Xiao Shuxiang menggumam, "Mn.. Tentu. Memangnya ada yang salah?"


Liu Wei Lin tidak tahu harus berkata apa, dia pun menenangkan diri sebelum akhirnya bersuara. "Tidak banyak orang yang mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan hewan, kau jelas punya bakat yang langka, Saudaraku."


"Benarkah? Aku malah tidak tahu, kupikir semua orang bisa melakukannya." Xiao Shuxiang begitu polosnya bicara. Dia pun menatap Lan Guan Zhi dan bertanya, "Lan'Er? Bagaimana denganmu? Kau juga bisa mengerti ucapan kelinci imut ini?"


Lan Guan Zhi menjawab dengan tenang, "Aku hanya mengerti perkataan Lan Xiao,"


Xiao Shuxiang tersentak, "Jadi kau tidak bisa?"


"Mn, tidak bisa."


"Waah, seriusan? Bagaimana denganmu, Kucing Putih?" Xiao Shuxiang bertanya pada gadis berambut putih yang berjalan di samping Lan Guan Zhi.


Ling Qing Zhu menggeleng pelan, "Aku juga tidak."

__ADS_1


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali, dia tersenyum getir. "Ini... Apa sebenarnya aku tidak normal? Bagaimana denganmu, Wang Zhao?"


"Aku pernah mengajak bicara kuda dan keledai di kandang, tapi saat mereka bersuara----aku tidak yakin bisa mengartikan suara mereka. Aku tidak mempunyai kemampuan menerjemahkannya,"


"Jadi hanya aku yang bisa...?" Xiao Shuxiang menggeleng dan kemudian mengembuskan napas, "Luar biasa. Aku tidak menyangka ini juga bisa termasuk bakat,"


Xiao Shuxiang tersentak ketika kelinci di tangannya kembali bersuara, dia pun tersenyum dan merespon. "Benarkah? Kau ingin bicara denganku karena aku tampan dan terlihat baik? Tapi aku ingin bertanya, apa kau yang sudah melukai tangan saudaraku?"


Mo Huai memperhatikan bagaimana Xiao Shuxiang bicara dengan kelinci berbulu putih itu. Dia beberapa kali mengedarkan pandangan dan melihat-lihat bangunan di sekelilingnya. Jika bukan karena Xiao Shuxiang yang cerewet, perjalanannya ini pasti akan terasa berat dan menakutkan.


Xiao Shuxiang, "Aku akan menyuruh Zhi Shu untuk meminta maaf padamu. Tapi kau juga harus meminta maaf padanya, saudaraku hanya sekadar mengatakan akan memanggangmu----tapi dia tidak benar-benar melakukannya, bukan. Justru kau yang sudah melukainya, jadi kau harus minta maaf. Oke?"


Kelinci berbulu putih itu mengeluarkan suara bagai decitan, dia seakan sangat seru berbincang-bincang dengan Xiao Shuxiang. Baginya, pemuda yang sedang menggendongnya ini mempunyai tangan yang hangat dan pelukan yang sangat menenangkan. Dia menyukai pemuda mempesona berpakaian putih ini.


Ling Qing Zhu menghampiri Xiao Shuxiang saat menyaksikan bagaimana Wali Pelindungnya begitu dekat dengan binatang menggemaskan tersebut.


Ling Qing Zhu bertanya, "Kau membahas apa dengan Si Bulu Menggemaskan itu?"


Xiao Shuxiang berkedip, tidak biasanya Ling Qing Zhu berinisiatif untuk bertanya lebih dahulu padanya. Xiao Shuxiang pun tanpa ragu menjawab, "Teman Kecilku ini ingin mengajakku menikah,"


Xiao Shuxiang mengangkat kelinci di gendongannya dan berkata, "Teman Kecil? Kau lihat Nona yang sangat cantik ini, dia istriku. Aku tidak bisa menikah denganmu,"


Ling Qing Zhu tersentak dan berkedip. Raut wajahnya tenang, namun tatapan matanya lebih dingin dari yang biasa. Dia melihat kelinci putih di tangan pemuda mempesona di sampingnya dan merasa agak terganggu.


Ling Qing Zhu bersuara dingin, "Bahkan kelinci pun ingin menikahimu?"


Xiao Shuxiang, "Yaah. Aku kan memang luar biasa. Jadi kau perlu menaruh perhatian lebih padaku. Pesona dari suamimu ini tidak hanya memikat pada gadis, tetapi juga kelinci seperti ini. Kau benar-benar harus berhati-hati, Kucing Putih. Aku bisa saja diculik untuk dinikahi,"


Ling Qing Zhu mendengus melihat Wali Pelindungnya tersenyum. Dia baru saja akan mengatai Xiao Shuxiang saat kelinci berbulu putih itu kembali bersuara.


Ling Qing Zhu melihat perubahan raut wajah Xiao Shuxiang dan bertanya, "Apa yang dia katakan?"


Xiao Shuxiang, "Kita sebentar lagi akan sampai di tempat yang digunakan oleh hewan-hewan ini untuk makan. Mereka adalah makhluk yang mengkonsumsi api dan petir,"


Liu Wei Lin dan yang lainnya tersentak, mereka mendengarkan penjelasan dari Xiao Shuxiang.


"Kata teman kecilku ini, para kelinci itu datang setahun yang lalu. Mereka suka berpindah-pindah tempat untuk mencari makan dan Kota Xiliang adalah lokasi paling lama yang mereka huni. Katanya, penduduk kota ini sudah tidak ada saat mereka datang."


Xiao Shuxiang melanjutkan, "Para kelinci inilah yang mengkonsumsi api saat ada petir yang menyambar bangunan hingga terbakar. Bisa dikatakan api yang mereka makan justru menolong bangunan yang ada hingga tidak terbakar seluruhnya,"


Wang Zhao berkata, "Aku ingat pernah mendengar sesuatu tentang hewan yang suka memakan api dan petir dari shizun. Tapi hewan itu dari jenis burung, bukan kelinci."


Liu Wei Lin mendengarnya dan menoleh ke arah Wang Zhao, dia menjelaskan. "Ada beberapa binatang bisa menjadikan api dan petir sebagai makanannya, tidak hanya dari jenis burung."


Liu Wei Lin memperhatikan Wang Zhao dari atas sampai bawah, keningnya mengerut saat dia berkata. "Sebenarnya kau ini diajari apa oleh si kakek tua itu? Dia sepertinya tidak niat menjadi Shizun-mu,"


Wang Zhao tersentak, jelas sekali bahwa Liu Wei Lin sedang menyindirnya. Kedua tangannya nampak terkepal, dia menatap tidak suka pada pemuda itu dan lantas berujar. "Beliau adalah shizun yang begitu baik, akulah yang payah karena tidak bisa diajari. Tapi setidaknya, shizun-ku tidak mengangkatmu menjadi muridnya."


Mo Huai tersentak dengan suasana yang mendadak tegang di antara Liu Wei Lin dan Wang Zhao. Ini adalah yang pertama kalinya dia melihat Wang Zhao berani membalas ucapan Liu Wei Lin, padahal biasanya pemuda itu hanya menunduk dan tidak mengatakan apa-apa meski mendengar sindiran paling menyakitkan sekali pun.


Liu Wei Lin mendengus, "Bukankah sebaiknya shizun-mu mengangkat seseorang sepertiku sebagai muridnya daripada dia mempunyai murid tidak berguna sepertimu? Kau hanya beban. Diberi makan dan tempat tidur, seperti ternak saja."


Xiao Shuxiang tersentak mendengar sindiran kasar dari Liu Wei Lin. Dia melihat pemuda itu membuka kipasnya dan melenggang pergi lebih dahulu, dia pun menatap Wang Zhao dan lantas mengembuskan napas.


Xiao Shuxiang menghampiri pemuda itu dan menggeleng pelan, dia pun menepuk bahu Wang Zhao dan berkata. "Kau kalah telak, tapi tidak masalah. Aku juga akan mengajarimu cara menyindir orang dengan benar, oke?"


"Shuxiang," Lan Guan Zhi menjauhkan tangan teman baiknya dari Wang Zhao. Dia menasehati, "Jangan ajarkan hal yang tidak benar padanya."


"Lan'Er, aku sedang menenangkannya." Xiao Shuxiang tidak terima dan lantas mendebat, "Apa maksudmu dengan 'ajaran yang tidak benar'? Kau ingin Wang Zhao diam saja mendengar penghinaan seperti itu? Aku saja tidak bisa terima,"

__ADS_1


"Kau memicu pertengkaran,"


Zhi Shu tidak tahu lagi harus berekspresi seperti apa melihat Saudara Xiao-nya yang tidak mau kalah dan seakan benar-benar sedang mencari masalah dengan Lan Guan Zhi.


Di sisi lain, Ling Qing Zhu nampak dengan penuh perhatian mengusap dan menepuk pelan punggung Wang Zhao. Ekspresinya tenang saat berkata, "Jangan masukkan ke hati, kata-kata yang menyakitimu."


Wang Zhao sebenarnya sangat terkejut karena bisa sedekat ini dengan sosok seperti Ling Qing Zhu, apalagi gadis ini sampai mengusap dan menepuk-nepuk punggungnya.


Hal yang mengejutkan lainnya adalah Ling Qing Zhu tidak menggumam seperti yang biasa dan benar-benar bicara padanya. Dekat dengan gadis lain saja tidak pernah ada dalam bayangan seorang Wang Zhao, apalagi sekarang dia bahkan begitu dekat dengan Ling Qing Zhu.


Mo Huai juga menghampiri Wang Zhao dan menenangkannya, "Tuan Muda Wang. Menurutku kau bukanlah beban untuk shizun-mu. Tidak ada guru yang menganggap muridnya sebagai beban. Dan jika ada, dia tidak pantas menjadi guru."


Wang Zhao tersenyum, "Terima kasih. Aku sudah baik-baik saja sekarang,"


Zhi Shu melihat Wang Zhao sudah bisa tersenyum dan seperti tidak terpengaruh dengan sindiran Liu Wei Lin. Dia lantas mengarahkan pandangan pada Saudara Xiao-nya yang menggelembungkan pipi dan terlihat akan membalas ucapan Lan Guan Zhi. Entah sudah sampai mana kedua teman baik itu saling mendebat, tetapi yang jelas----Xiao Shuxiang adalah orang yang paling banyak bicara.


Zhi Shu menghela napas dan kemudian berkata, "Saudara Xiao. Ayo hentikan pertengkaran suami-istri di antara kalian, masalah rumah tangga jangan dibawa keluar dan diperlihatkan kepada orang lain. Apa kau tidak malu?"


Xiao Shuxiang tersentak dan lantas menatap Zhi Shu. Dia membentak, "Sembarangan! Kami bukan suami-istri,"


"Kita sudah menikah,"


"Lan Zhi..! Kau mulai lagi," Xiao Shuxiang menatap teman baiknya. "Apa sangat bagusnya mempermalukanku di depan banyak orang seperti ini, huh?!"


Lan Guan Zhi berekspresi tenang, "Kapan kau punya urat malu?"


"Lan Guan Zhi..!"


Zhi Shu spontan menghindar ketika Xiao Shuxiang mengejar Lan Guan Zhi. Dirinya sampai syok karena hampir saja terjatuh.


Zhi Shu mengusap-usap dadanya dan menenangkan diri, "Oh ya ampun..."


Wang Zhao, "Kau baik-baik saja, Nona Shu?"


"Aku tidak apa-apa. Aku hanya kaget,"


Mo Huai melihat Xiao Shuxiang yang masih menggendong seekor kelinci dan nampak menunjuk Lan Guan Zhi sambil mengatai pemuda itu 'keterlaluan'. Entah bagaimana Xiao Shuxiang kini mendebat Lan Guan Zhi di sekitar Liu Wei Lin.


Zhi Shu menggeleng pelan, "Coba lihat mereka. Sudah kubilang, kan? Saudara Xiao-ku dan tuan muda Lan itu punya hubungan yang rumit."


Zhi Shu tersenyum dan meletakkan tangan di kedua pipinya, "Aku biasanya merinding geli melihat dua pria begitu dekat, tapi untuk kasus saudara Xiao-ku dan tuan muda Lan itu-----mereka sangat serasi~"


Mo Huai bereskpresi pucat dan menatap Zhi Shu, dia pun berujar. "Kurasa Nona Shu harus pergi berobat, anda sepertinya mengidap penyakit yang langka. Tolong, cukup aku saja yang mendengar tentang tuan muda Lan dengan tuan muda Xiao. Anda jangan racuni pikiran Tuan Muda Wang Zhao juga,"


"Memangnya aku mengatakan apa, hm?" Zhi Shu jelas sekali sedang memancing Mo Huai.


Wang Zhao sendiri justru begitu polos mengartikan maksud ucapan Zhi Shu. Dia melihat Xiao Shuxiang dan Lan Guan Zhi dari jauh sebelum berujar, "Mereka sangat dekat dan tidak terlihat seperti teman."


Mo Huai tersentak, sementara Zhi Shu nampak tersenyum karena merasa telah berhasil dengan usahanya.


Zhi Shu menyenggol Wang Zhao, "Benar, kan? Hubungan mereka itu seperti---"


"Mereka seperti dua orang saudara,"


Zhi Shu tersentak mendengar ucapan Wang Zhao. Dia baru saja akan bicara saat pemuda ini kembali bersuara.


Wang Zhao tersenyum dan sama sekali tidak memperhatikan ekspresi wajah Zhi Shu saat ini. Dia berkata, "Aku melihat tuan muda Xiao dan tuan muda Lan yang seperti dua saudara kandung yang begitu akrab. Mereka bertengkar, tetapi saling mengasihi satu sama lain. Sangat sulit menemukan saudara seperti mereka, aku beruntung karena bisa mengenal tuan muda Xiao dan tuan muda Lan."


Mo Huai menghela napas lega, dirinya hampir menangis saking bersyukurnya. "Tuan Muda Wang, aku juga beruntung bertemu orang yang memiliki pikiran normal seperti dirimu. Benar sekali, tuan muda Xiao dan tuan muda Lan adalah teman baik, saudara, sekaligus kakak-adik. Itulah yang kulihat dari hubungan mereka, bukan seperti isi pikiran para saudara seperguruan tuan muda Xiao yang penuh banyak kesalah-pahaman dan hal yang menyimpang ini."

__ADS_1


"..............." Ling Qing Zhu memperhatikan dalam diam bagaimana keakraban yang terjadi antara Wali Pelindungnya dengan Lan Guan Zhi. Dia suka saat melihat Xiao Shuxiang yang penuh ekspresi, itu sangat indah di matanya.


******


__ADS_2