![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
"Xiao Shuxiang memiliki Kitab Pembunuh Matahari?" tatapan tajam seorang pria mengarah pada pemuda yang membawakan berita ini padanya. Dia berkata, "Cari tahu kebenaran tentang kabar ini. Secepatnya,"
"Baik Tuan." pemuda berpakaian ungu gelap itu memberi hormat sebelum melesat keluar melalui jendela.
Pria yang nampak berusia 40 Tahun itu berdiri dan kemudian berjalan ke arah jendela. Dari tempat ini, dia bisa melihat pemandangan luas sektenya. Tempat ini berdiri di pinggir sebuah tebing yang luar biasa tinggi. Gelapnya hutan, namun berselimut kabut merah membentang luas dalam pandangan pria tersebut.
Langit malam dengan selimut bintang terlihat begitu indah. Ada bulan purnama dengan bentuk yang luar biasa sempurna, seakan tepat berada di belakang bangunan besar itu. Sinar putih keperakannya membuat pemandangan yang sangat mengagumkan sampai-sampai seseorang tidak bisa memalingkan pandangan matanya.
Itu adalah jenis keindahan yang cantik, tetapi tidak bagi mereka yang penakut melihat bulan sebesar ini. Apalagi mereka yang sangat fobia pada ketinggian. Sejujurnya, wilayah tersebut merupakan milik sebuah sekte aliran hitam.
"Xiao Shuxiang..." pria berpakaian ungu gelap itu menggumam. Dia meletakkan tangannya di belakang punggung dan berkata, "Sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat... Bagi Sekte Kabut Berdarah kembali menampakkan diri."
*
*
Hari sudah gelap di Sekte Kupu-Kupu dan ini adalah kesempatan yang dimiliki oleh Xiao Shuxiang untuk memulai rencananya. Feng Ying dan Lan Guan Zhi sendiri sudah lama pergi ke Sekte Pedang Langit untuk melihat kondisi dari Lan Xiao. Kedua temannya itu akan datang esok hari.
Xiao Shuxiang berada di dalam kamarnya dan terlihat lingkaran segel dengan tulisan aneh di lantai. Ada dua orang yang berdiri di tengah lingkaran itu, pakaian mereka seperti milik warga biasa tetapi begitu kotor.
Xiao Shuxiang memegang Seruling Giok Putihnya dan berjalan mengelilingi dua sosok ini sambil memperhatikan mereka dengan baik. Jika dilihat dari belakang, dua orang ini jelas adalah manusia---tetapi saat dilihat dari bagian depan, mereka tidak sepenuhnya hidup.
Benar. Di hadapan Xiao Shuxiang adalah dua orang mayat. Tubuh mereka putih pucat dan dengan urat-urat tipis kehitaman di wajah hingga leher mereka. Ada banyak luka di tubuh kedua sosok ini dan seakan menjadi bukti bahwa mereka tewas secara mengenaskan.
"Apa kalian bisa bicara?" Xiao Shuxiang buka suara. Dia bertanya namun tidak ada jawaban. Dua orang ini hanya berdiri dengan tatapan mata yang begitu kosong.
Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia mengusap-usap dagunya dengan ujung seruling dan terlihat menggelembungkan pipi. "Aiya, ini buruk. Apa kalian bisa bergerak?"
Masih tidak ada reaksi membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas. Dia pun lantas memainkan beberapa nada pada Seruling Giok Putihnya dan tangan kedua mayat di hadapannya perlahan mulai terangkat.
"Ini tidak benar. Aku butuh umpan yang bisa bergerak selayaknya manusia. Jika masih mengontrol mereka dengan nada seruling, maka musuh jelas akan menyadari ini dengan cepat."
Xiao Shuxiang menghentikan permainan serulingnya. Dia pun menggerakkan kakinya dan sebuah garis merah yang lain terbentuk di lantai. Warna mata Xiao Shuxiang berubah dan energi spiritual mulai menyelimuti dua mayat di hadapannya.
__ADS_1
"Segelnya sudah cukup baik, tetapi akan diubah sedikit untuk melihat efeknya. Ini harusnya bisa, mengingat aku memakai darah manusia yang hidup untuk membuat lingkaran segelnya."
!!!
Bersamaan saat Xiao Shuxiang selesai membentuk segel, detik itu juga cahaya kemerahan menguar dan energi spiritual yang mengelilingi tubuh kedua mayat tersebut berubah menjadi angin berbentuk tali tipis.
Kedua mayat itu mengeluarkan suara, lebih tepatnya geraman yang mengerikan. Mereka melototkan mata dan menerjang Xiao Shuxiang hingga membuat Wali Pelindung dari Ling Qing Zhu itu terkejut.
!!
Xiao Shuxiang bertukar serangan dan hanya tiga gerakan---dia berhasil membuat kedua mayat ini kembali mematung. Dia memang mengatakan pada ibunya akan menerapkan salah satu bagian dari Kitab Pembunuh Matahari untuk membangkitkan mayat sebagai pengganti warga Kota Awan Dingin, tetapi dia juga memikirkan kondisi mentalnya yang bisa saja terpengaruh.
Pemuda mempesona itu jelas masih sangat waras untuk tidak mempertaruhkan nyawanya. Xiao Shuxiang memikirkan cara lain dan lantas berkedip saat merasa perlu mencoba tekniknya yang satu ini.
Titik-titik cahaya terbentuk di udara dan menjadi kumpulan kupu-kupu bersayap putih. Mereka terbuat dari energi spiritual dan jika diperhatikan baik-baik.... Serat pada sayap kupu-kupu itu terbuat dari darah milik Xiao Shuxiang.
Seekor kupu-kupu mulai terbang dan masuk ke dalam tubuh salah satu mayat. Di saat yang sama, secara perlahan urat tipis kehitaman mulai memudar dan menghilang pada tubuh mayat tersebut.
Kulit pada mayat itu sudah tidak sepucat sebelumnya dan luka mengerikan yang ada padanya secara berangsur-angsur mulai lenyap. Mayat tersebut sekarang terlihat lebih mirip manusia. Hanya saja tatapan matanya masih sangat kosong dan belum bisa diajak bicara.
Seekor kupu-kupu masuk ke dalam tubuh mayat yang lain dan sama seperti sebelumnya, penampilan pada kulit mayat itu perlahan berubah. Kini keduanya terlihat seperti manusia biasa, namun dengan tatapan mata yang kosong.
"Xiao'Er..!"
Suara wanita terdengar disertai dengan pintu yang tiba-tiba dibuka. Xiao Shuxiang spontan menoleh dan melihat Xiao WeiWei berjalan masuk. Ibunya menutup pintu kembali dan menghampirinya.
"Kau sudah melakukannya?" Xiao WeiWei datang terlambat. Kecemasan terlihat di wajahnya saat dia berkata, "Harusnya kau menunggu sampai Ibu datang. Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu?"
"Ibu, putramu yang tampan ini sangat luar biasa. Jadi aku pasti akan baik-baik saja," Xiao Shuxiang tersenyum, "Kau terlalu khawatir."
"Anak ini.." Xiao WeiWei menghela napas dan berkata, "Apa yang kau lakukan ini berbahaya. Dan lihat, bahkan kau tidak mengunci pintu. Jika ada yang tiba-tiba masuk, bagaimana?"
"Hmph, seperti Ibu yang tiba-tiba masuk begitu saja?" Xiao Shuxiang tersenyum meledek dan mendapat pukulan di lengannya. Dia meringis sekaligus tersentak, tidak percaya Ibunya bisa memukul sekeras ini.
__ADS_1
"Kenapa begitu kaget? Apa tidak pernah merasakan pukulan Ibumu?" Xiao WeiWei menyilangkan tangan dan mengembuskan napas. Dia membuat Xiao Shuxiang menatap aneh ke arahnya.
"................." Xiao Shuxiang tertegun sebelum pada akhirnya berkedip, "Bukankah aku ini anak yang disayangi? Bagaimana bisa aku tiba-tiba dipukul seperti itu? Kau tidak pernah seperti ini padaku sebelumnya..."
"Semakin kau dewasa, kau jadi makin mirip dengan ayahmu dan Ibu selalu tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya." Xiao WeiWei menarik napas dan memperhatikan dua sosok yang berdiri di hadapannya.
Xiao Shuxiang tidak bisa mengatakan apa-apa untuk membalas Xiao WeiWei. Dia pun lantas mengikuti arah pandang wanita ini dan mendengar Xiao WeiWei kembali bicara.
"Xiao'Er. Mereka ini..."
"Mn, masih dalam tahap percobaan. Aku akan mulai membawa mereka ke Kota Awan Dingin dan melihat apa dua orang ini dapat berbaur atau tidak dengan warga yang lain,"
"Apa mereka bisa bicara?"
"Saat ini belum. Tapi Ibu, apa saat kau melihatnya---dua orang ini masih seperti mayat hidup atau bukan?"
"Mungkin jika pakaian mereka diganti dengan yang lebih baik, dua orang ini akan bisa seperti manusia pada umumnya."
"Ah... Akan kulakukan itu,"
"Kapan kau akan membawanya ke kota?"
"Malam ini. Memangnya ada apa?" Xiao Shuxiang menatap wanita di sampingnya saat merasa Xiao WeiWei hendak mengatakan sesuatu.
Wanita cantik itu menarik napas dan kemudian berkata, "Saat kau berada di kota. Bisakah kau mencari Yi Wen? Ibu butuh bicara dengannya,"
Xiao Shuxiang berkedip, "Aku baru ingat tidak melihat Bocah Pengemis Gila seharian ini. Pantas saja aku merasa lebih tenang karena orang aneh itu tidak ada,"
"Xiao'Er..."
"Aku akan mencari Yi Wen, Ibu. Gadis itu pasti bersama Bocah Pengemis Gila dan entah apa yang mereka lakukan hingga tidak pulang,"
Xiao Shuxiang melambaikan tangannya dengan pelan dan sebuah cermin pemindah terbentuk. Dia pun pamit dan berjalan memasuki cermin. Di sisi lain, dua mayat yang sebelumnya berdiri kini perlahan melangkah mengikuti Xiao Shuxiang, cukup banyak kupu-kupu yang mengelilingi dua mayat tersebut hingga mereka tidak lagi terlihat ketika memasuki Cermin Pemindah.
__ADS_1
Di tempat lain, Bocah Pengemis Gila saat ini dalam situasi yang terdesak. Dia dipaksa bertarung meski sebenarnya tidak ingin. Yi Wen sendiri beda pemikiran, gadis itu bahkan tidak membiarkan para musuhnya bernapas.
******