KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
114 - Penyembunyian (3)


__ADS_3

"Benarkah?" Liu Wei Lin terlihat terkejut saat mendengar cerita Zhi Shu. "Aku tidak menyangka bahwa pernah terjadi kekacauan dua Benua sekaligus dan itu bahkan di saat yang bersamaan."


Wang Zhao pun sama terkejutnya, dia sampai menahan napas dan menatap tak percaya ke arah gadis berpakaian pengantin ini. Tidak bisa dia bayangkan bagaimana situasi semengerikan itu bisa terjadi.


Zhi Shu mengangguk dan kembali makan sepotong daging sambil lanjut berkata, "Ceritaku ini tidak akan dipercaya oleh orang yang belum pernah merasakannya sendiri. Tapi kau tahu, meski aku suka menjadi pahlawan bagi orang banyak----namun aku tidak mau mengalami hal semacam itu lagi."


Zhi Shu sebenarnya sedang menceritakan banyak hal kepada Liu Wei Lin dan Wang Zhao. Dimulai dari tempat tinggalnya di wilayah terpencil di Alam Kultivasi Bawah sampai pada perang melawan Wyvern dan berakhir dengan perang besar yang melanda dua benua sekaligus.


Menceritakan masa lalu semacam ini sebenarnya kurang baik, karena tidak semua orang mau mendengar kisah masa lalu orang lain. Tetapi beda kasus dengan para murid Sekte Kupu-Kupu, apalagi mereka yang satu generasi dengan Zhi Shu.


Sebelumnya, Liu Wei Lin bertanya mengenai Zhi Shu karena ingin mengenal gadis ini dengan lebih baik, namun tidak disangka-sangka teman barunya yang dia pikir adalah gadis anggun dan penuh wibawa ternyata sangat suka bicara.


Cerita Zhi Shu benar-benar sesuatu untuk Liu Wei Lin dan Wang Zhao. Mereka tidak menyangka bahwa gadis yang sedang bersama mereka saat ini tumbuh dengan banyak pengalaman seberat itu.


Liu Wei Lin membuka kipasnya, dia pun berkata. "Aku selalu mendengar bahwa dunia kultivasi itu keras. Bagi orang sepertiku, kami menganggap dunia sebagai orang tua dan pengalaman adalah guru. Keduanya memiliki peran untuk mendidik kami menjadi dewasa,"


Liu Wei Lin menoleh ke arah Wang Zhao dan kembali melanjutkan ucapannya, dia tersenyum tipis. "Namun tidak jarang juga----dunia menghukum seseorang tanpa belas kasihan sama sekali,"


Wang Zhao tersentak dan menyadari tatapan Liu Wei Lin. Dia bernapas pelan dan mengambil gelas bambu berisi teh miliknya. Wang Zhao mengalihkan pandangan sambil meminum tehnya.

__ADS_1


Liu Wei Lin mendengus pelan, "Yaah... Walau aku merasa hukuman itu masih terlalu ringan untuk beberapa orang,"


Wang Zhao memegang kuat gelas bambu miliknya. Ekspresi wajahnya masih sama, namun jika diperhatikan dengan lebih baik----tatapan matanya agak berbeda saat mendengar ucapan Liu Wei Lin barusan. Jelas sekali, ada sesuatu yang disembunyikan hingga Wang Zhao merasa agak tersindir.


Liu Wei Lin kembali menatap Zhi Shu. Dia melambaikan kipasnya dan tersenyum, "Aku sangat tertarik dengan cerita Nona Shu, tetapi yang tidak pernah kusangka adalah aku ternyata mendengar fakta bahwa Saudara Xiao-ku rupanya adalah seorang alkemis. Serius, aku sangat terkejut."


"Saudara Xiao-ku itu adalah Alkemis paling berbakat yang pernah ada. Tidak hanya kemampuan alkemisnya saja, dia juga adalah pelindung Benua Timur."


Wang Zhao mengerutkan kening, terlihat keheranan. Dia bergumam, "Pelindung?"


"Mn," Zhi Shu mengangguk. Dia tersentak saat menyadari sesuatu, "Apa Saudara Xiao-ku tidak mengatakan apa pun?"


Liu Wei Lin berkedip, begitu pula dengan Wang Zhao. Melihat ekspresi kedua pria tampan ini membuat Zhi Shu merasa aneh. Dia bergumam, "Mm... Ini tidak biasa. Saudara Xiao-ku itu suka sekali membangga-banggakan kemampuan dan bakatnya sampai aku sendiri sudah menyerah menasehatinya. Tapi jika kalian tidak tahu, maka hanya ada dua alasannya. Kalian jarang memergoki saudaraku memuji dirinya sendiri dan kalian tidak bertanya apa pun padanya,"


"Saudara Xiao-ku itu yah... Jika kalian tidak bertanya, dia tidak akan bicara apa-apa. Pernah suatu hari, aku dan junior-ku mengejar seorang penyusup di sekte kami. Semua orang kelabakan mencari penyusup itu sampai tidak tidur. Kami khawatir akan kekacauan yang bisa saja terjadi karena penyusup itu. Dan kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya? Salah satu juniorku melihat penyusup itu telah digantung hingga kering pada dinding belakang sekte."


Liu Wei Lin dan Wang Zhao terkejut, Zhi Shu pun melanjutkan ucapannya dengan berkata. "Tidak ada yang tahu bagaimana itu bisa terjadi, kami baru mengetahuinya saat bibi WeiWei bertanya pada saudara Xiao-ku. Padahal karena kejadian itu, aku dan para saudaraku yang lain sampai tidak tidur selama berhari-hari. Jika pun ada yang bisa tidur, dia akan langsung bangun lagi karena merasa gelisah. Dan lagi, ada banyak pengalaman yang jauh lebih parah lagi."


"Nona Shu?" suara Liu Wei Lin terdengar serius, "Apa sebenarnya Xiao Shuxiang itu orang yang kejam?! Maksudku, kau tidak bercanda kan saat mengatakan dia menggantung seseorang hingga kering di dinding belakang sektemu?"

__ADS_1


"Mm... Bagaimana aku mengatakannya yah.." Zhi Shu berpikir sejenak sebelum lanjut berkata, "Jika dikatakan 'kejam', memang saudaraku kejam. Tapi sebenarnya dia hanya kejam pada orang yang benar-benar pantas mendapatkannya."


Zhi Shu mengingat-ingat dan kemudian berkata, "Saudara Xiao-ku pernah dua atau tiga kali melepaskan penjahat yang bisa dibilang sudah sangat merugikan banyak orang. Bukannya membunuh, saudara Xiao-ku bahkan mengobati luka mereka. Saudaraku mengatakan bahwa penjahat itu belum pantas mati. Namun seminggu setelahnya, saudara Xiao-ku menguliti penjahat itu di tengah-tengah kota. Beruntung kejadiannya saat dini hari. Jika tidak, banyak orang yang akan menganggapnya monster."


"Tunggu dulu," Liu Wei Lin menyela. "Bukankah itu juga sudah kejam?! Itu bahkan lebih kejam dibandingkan dengan bayanganku,"


Wang Zhao, "Aku sama sekali tidak yakin bahwa tuan Xiao bisa bertindak seperti itu. Dia tidak terlihat seperti orang yang bisa menguliti orang lain. Tolong Nona Shu untuk jangan mengatakan hal seperti itu tentangnya. Tuan Xiao orang yang baik,"


Zhi Shu tertegun, dia berkedip dan menatap ke arah Wang Zhao. "Aku tidak bilang saudara Xiao-ku orang yang jahat. Tapi dia memang bisa melakukan itu. Biar bagaimanapun saudaraku juga seorang kultivator. Dia telah mengambil banyak nyawa, tidak hanya Demonic Beast----tapi juga manusia. Di dunia ini, tidak ada kultivator yang tidak pernah membunuh,"


Wang Zhao tersentak, ucapan Zhi Shu merupakan pukulan yang berat untuknya. Apa memang tidak mungkin baginya menjadi pendekar pedang tanpa harus mengambil nyawa orang lain? Tidak bisakah pedang digunakan untuk melindungi tanpa harus membuat orang lain kehilangan nyawa?


Wang Zhao baru saja akan bicara saat mendengar suara pintu dibuka. Dia dan yang lainnya langsung menoleh. Mereka melihat Ling Qing Zhu yang berjalan mendekat.


"Nona Ling...?" Mo Huai memperhatikan saat Ling Qing Zhu menghampiri Lan Guan Zhi. Dia sebenarnya sejak tadi hanya diam mendengar Zhi Shu bicara.


Mo Huai bukannya tidak ingin terlibat dalam pembicaraan antara Zhi Shu dengan Liu Wei Lin dan Wang Zhao, hanya saja dia tidak punya kesempatan karena gadis cantik ini begitu semangat membicarakan banyak hal. Bahkan rahasia tentang Xiao Shuxiang yang seorang alkemis pun dibongkar oleh Zhi Shu.


Untuk Lan Guan Zhi sendiri, memang sudah kepribadiannya yang jarang bicara. Lan Guan Zhi menjadi pendengar walau saat ditanya----dia hanya menjawab dengan singkat.

__ADS_1


Ling Qing Zhu berdiri di samping Lan Guan Zhi dan kemudian berujar, "Aku butuh bantuan."


******


__ADS_2