![KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]](https://asset.asean.biz.id/kejahatan-tersembunyi--xiao-shuxiang-the-series-.webp)
Ketiga murid Sekte Pedang Langit yang saat ini sedang berdiri di dahan pohon nampak sangat terkejut menyaksikan bagaimana Lan Xiao yang mengambil wujud Xiao Shuxiang dan sedang memeluk Lan Guan Zhi sekarang.
Mereka terlihat syok, apalagi Lan Xiao benar-benar melakukan apa yang dia katakan tadi. Salah satu murid Sekte Pedang Langit sampai tidak berhenti mengusap dadanya saking kagetnya.
"Dia menjatuhkannya!!"
Seorang murid Sekte Pedang Langit berseru, dia memakai sebuah potongan bambu dan menjadikannya teropong. Sementara satu orang temannya nampak duduk di dahan dan terlihat serius menulis.
"Catat itu, catat!! Dia menindihnya!"
"Kau serius?!"
"Kacau,"
!!!
"Oh! Nona Rana juga ada di sana!"
"Astaga! Ini akan jadi berita besar,"
"Tidakkah harusnya kita hentikan Lan Xiao sekarang? Bagaimana jika ada yang melihat?"
"Jangan dulu, setidaknya sampai catatan ini selesai." seorang murid Sekte Pedang Langit terlihat mengucurkan keringat. Dia begitu serius menulis dan kemudian berkata, "Akan kubuat karya satra yang indah. Ini akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan,"
"Oh! Oh! Sekarang dia menjilatinya, ya ampun."
!!!
Pii?
Xiao Qing Yan yang saat ini berada di bawah pohon bersama O Zhan nampak menggeleng melihat ketiga murid Sekte Pedang Langit yang dua di antaranya begitu antusias.
Xiao Qing Yan mengembuskan napas, "Apa begitu menariknya pemandangan saat Tuan Muda Lan dijilati tanpa bisa melawan seperti itu?"
Pii,
"Kau benar. Murid Sekte Kupu-Kupu memberi pengaruh buruk pada murid-murid di tempat ini,"
Xiao Qing Yan menengadah, dia tidak bisa melihat jelas apa yang saat ini sedang terjadi di lantai dua Pagoda Tingkat Sembilan, tetapi menyaksikan betapa ributnya ketiga murid Sekte Pedang Langit di dahan pohon itu sudah menjadi bukti akan semua hal.
Cukup lama Xiao Qing Yan berdiri sebelum pada akhirnya dia melihat Xiao Shuxiang palsu itu melesat keluar dari bangunan Pagoda Tingkat Sembilan dan menapak, tepat di hadapannya.
Dengan cepat, Xiao Shuxiang berubah menjadi sosok Lan Xiao kembali dan anak laki-laki itu nampak terengah-engah. Lan Xiao menggeleng pelan, "Pakaianku *belantakan."
^^^*berantakan,^^^
Ketiga murid Sekte Pedang Langit melesat turun dan seakan sangat penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Xiao Qing Yan sendiri berkata, "Sebenarnya apa yang kau lakukan di atas sana?"
"Tuan Muda A-Xiao, kenapa Anda cepat keluar? Apa Tuan Muda Lan menendangmu?"
Lan Xiao menjawab, "Sama sekali tidak. Aku hanya bisa *mempeltahankan **penyamalanku selama tiga menit. Setelahnya, ***ekol dan telingaku akan muncul, astaga ... Melelahkan sekali,"
^^^*mempertahankan, **penyamaranku, ***ekor^^^
"Lalu apa yang terjadi pada Tuan Muda Lan?" murid Sekte Pedang Langit itu penasaran.
Lan Xiao mendengus, dia pun tersenyum dan berkata. "*Lencananya belum **belakhir. Kita akan *pelgi ke Sekte Kupu-Kupu **sekalang,"
^^^*rencananya, **berakhir^^^
^^^*pergi, **sekarang^^^
!!
Ketiga murid Sekte Pedang Langit itu terkejut. Salah satunya tersenyum pahit dan kemudian berujar pelan pada rekan di sampingnya. Suaranya gugup, "A-apa kita sedang memikirkan hal yang sama?"
"Ah ... Kurasa begitu,"
!?
Lan Xiao berubah kembali, kali ini dengan wujud aslinya yang merupakan seekor Harimau Bulan. Dia membungkuk dan seakan memberi isyarat pada teman-temannya untuk ikut.
Pii..!
O Zhan melompat lebih dahulu dan duduk dengan tenang di atas kepala Harimau Bulan tersebut. Xiao Qing Yan pun juga ikut naik dan berkata pada ketiga murid Sekte Pedang Langit, "Apa tidak mau ikut?"
"Aku mau!"
__ADS_1
"Aku juga! Ayo,"
"Ini sebenarnya akan sangat kacau, tapi aku tidak bisa meninggalkan kalian. Masalahnya, ini mungkin akan melanggar aturan-"
"Sudah, ayo ikut."
!!
*
*
Rana Qisheng terlihat jatuh ke lantai dengan perasaan yang luar biasa terkejut. Matanya terbuka lebar dan dia pun masih terlihat terperangah. Benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja dia saksikan, tepat di depan matanya.
Di sisi lain, Lan Guan Zhi yang menjadi korban terlihat terkejut. Dia terbaring di lantai dengan ekspresi yang dipenuhi keterkejutan. Untuk pertama kalinya, ekspresi wajah dan tatapan matanya mudah dibaca.
".................."
Siapa pun tentu saja terkejut. Seseorang tiba-tiba masuk dan menyerang dengan pelukan begitu saja. Tidak hanya itu, dia bahkan mendapat jilatan yang sangat tidak terduga.
"A-A-Yuan Gege ...?" suara Rana Qisheng terdengar gemetar. Dia syok dan kebingungan. Begitu sulit untuknya mencerna situasi yang dilihatnya tadi.
Lan Guan Zhi perlahan bangun dan tanpa menatap Rana Qisheng, dia mulai buka suara. Nadanya datar, "Bisakah kau tinggalkan aku sendirian?"
Rana Qisheng masih syok, tetapi dia segera mengangguk dan berusaha bangun. Kedua tangannya nampak gemetar ketika menggeser pintu kamar Lan Guan Zhi.
Saat Rana Qisheng berada di luar, kakinya langsung lemas dan dia kembali tersungkur ke lantai. Dari wajahnya, dia jelas tidak akan bisa melupakan apa yang dirinya saksikan tadi.
Di dalam kamar sendiri, Lan Guan Zhi terlihat diam dan seakan masih mencerna situasi aneh yang melibatkannya. Entah bagaimana teman baiknya datang dan melakukan serangan yang tidak terduga seperti itu.
Pakaian Lan Guan Zhi masih berantakan, dia mengusap pipinya dengan punggung tangan. Pandangan matanya menurun, penuh dengan kelembutan, tetapi ekspresinya kini sulit untuk dijelaskan.
Lan Guan Zhi terlihat sedang berpikir, dia tentu saja tidak menyangka hal ini akan terjadi padanya. Apalagi tidak bisa dipercaya bahwa teman baiknya sendiri dapat bertindak senekat itu. Dia yakin orang yang tadi bukanlah Xiao Shuxiang.
!
Lan Guan Zhi berkedip. Dia lantas menatap telapak tangannya dan mengingat beberapa hal. Saat dipeluk tadi, dia merasakan perasaan hangat, begitu akrab, tetapi bukan seperti milik teman baiknya. Dia dan orang tadi mempunyai hubungan yang dekat, tetapi dia merasakan itu bukan milik Xiao Shuxiang.
"................" Lan Guan Zhi mengingat-ingat lagi dan sepertinya mulai menyadari sesuatu.
*
*
"Tinggallah beberapa hari lagi, Paman Xiao. Kami masih ingin bermain denganmu,"
"Iya, tolong tinggallah beberapa hari. Masih banyak hal yang belum kita lakukan,"
Salah seorang warga berkata. "Anak-anak, jangan seperti itu. Biarkan Tuan Xiao pergi, jangan menahannya."
Han Li menggeleng pelan melihat tingkah anak-anak ini yang tidak mau lepas dari Xiao Shuxiang. Dia pun setengah berbisik, "Kau sudah mencuri hati mereka semua. Bagaimana caramu melakukannya?"
"Entahlah, aku memang tidak bisa mengurangi kadar pesonaku. Ah.. Aku luar biasa,"
Han Li berkedip, dia menatap Xiao Shuxiang tanpa ekspresi sebelum akhirnya tertawa keras. Dia menggeleng pelan dan dengan nada yang menyindir berkata, "Kurasa itu bukan karena pesonamu. Tapi karena kau sudah terlalu tua. Kakek-kakek memang yang paling mudah bergaul dengan anak kecil,"
"Hah, apa perlu aku meminta pendapat mereka untuk melihat siapa yang tua bangka di antara kita?" Xiao Shuxiang tersenyum dan membuat pria di hadapannya mendesah pelan.
Han Lin berujar, "Kau ini menipu semua orang. Bagaimana kau bisa begitu awet muda? Apa kau memakan buah abadi atau sejenisnya?"
"Karena aku luar biasa?"
"Menyebalkan,"
Xiao Shuxiang tertawa, dia menyilangkan tangan dan tersenyum. Para pemuda di desa ini pun mulai satu persatu menghampirinya dan mengatakan beberapa hal sebagai ucapan selamat jalan. Mereka berpesan agar Xiao Shuxiang bisa menjaga diri dengan baik dan sering-sering datang ke tempat ini.
Xiao Shuxiang menghargai teman-teman barunya ini. Dia juga memberi beberapa pesan untuk mereka sebelum mulai menatap sejenak ke arah Han Li yang begitu bahagia.
Dalam hati Xiao Shuxiang bernapas pelan. Entah bagaimana reaksi Han Li jika tua bangka ini tahu bahwa dahulu dia mati dan ini adalah kehidupan barunya setelah reinkarnasi. Dan itu juga alasan kenapa dia tidak datang kemari setelah seratus tahun telah berlalu.
Xiao Shuxiang mengembuskan napas, dia tidak akan mau menceritakan itu pada pria ini. Dia tidak ingin membuat pria ini sedih karena memikirkan apa yang bahkan dia sudah mulai lupakan.
"Aku pasti akan menepati janjiku," Xiao Shuxiang berbicara kepada Han Li. Dia pun berujar, "Dan sampai waktunya tiba, kau harus menjaga mereka dan tempat ini dengan baik."
Han Li mengangguk, dia melihat Xiao Shuxiang yang mulai berjalan pergi. Tidak butuh waktu lama sampai pemuda itu melesat dan tidak lagi terlihat. Dia mengusap pelan kepala anak perempuan di sampingnya dan menenangkan anak yang menangis ini.
"Kakek, kapan Paman Xiao akan kembali?"
__ADS_1
"Dia pasti akan kembali, dia sudah berjanji."
Xiao Shuxiang meninggalkan kesan yang baik dan orang-orang di tempat ini menyukainya. Pemuda itu sebenarnya juga ingin tinggal lebih lama, tetapi masih banyak hal yang harus dia lakukan dan lindungi.
Dia tidak bisa menghindar terlalu lama, Xiao Shuxiang sekarang ini sudah memutuskan bahwa dia akan menghadapi masalah yang ada di antara dirinya dengan teman baiknya. Hubungan mereka yang sudah berlangsung sangat lama hingga melalui hidup dan mati bersama tidak boleh sampai terputus.
Xiao Shuxiang akan mengakui kesalahannya, dia bahkan menerima jika memang harus mendapat hukuman berat. Tetapi dia tidak akan pernah membiarkan hubungannya dengan siapa pun terputus.
*
*
Di Sekte Kupu-Kupu saat ini, keributan sedang terjadi karena Yi Wen baru saja pulang dari Alam Kultivasi Atas. Ekspresi wajahnya terlihat ditekuk dan dia sudah lama kesal karena sampai detik ini, dirinya belum juga bertemu dengan Saudara Xiao-nya.
Hu Li, Zhi Shu, dan Mo Huai pun dibuat pusing karena dipaksa untuk mencari Xiao Shuxiang. Mereka bahkan diminta pergi ke Sekte Pedang Langit meski saat ini ketiganya masih begitu lelah.
Yi Wen berkacak pinggang dan nampak mengatur napas. Dia menoleh dan tanpa ragu merebut teh yang baru saja dibawakan oleh salah satu murid Sekte Kupu-Kupu untuk Ling Qing Zhu.
Tindakan Yi Wen mengejutkan murid tersebut. Dia pun duduk di depan Ling Qing Zhu dengan tangan yang memukul meja. Dia menatap gadis bercadar tipis ini dan kemudian berkata, "Apa kau serius akan bersikap seperti ini? Kau sama sekali tidak mencemaskan suami-mu, hah? Berhari-hari Saudara Xiao-ku tidak ada. Aku sendiri hampir gila karena terus mencarinya dan kau justru.. Tsk,"
"Kenapa begitu khawatir?" Ling Qing Zhu terlihat tenang, dia tanpa nada berkata. "Shuxiang bukan anak kecil yang harus selalu dicemaskan,"
"Ya ampun, waah ..." Yi Wen menggeleng, "Kau benar-benar tidak punya hati. Dengar, Xiao Shuxiang suamimu. Dia pergi meninggalkan Alam Kultivasi Atas tanpa pamit padamu atau pada teman-temannya berarti ada masalah. Tidakkah kau menyadarinya?"
"................." Ling Qing Zhu cukup lama terdiam sebelum akhirnya buka suara. Dia berujar tanpa nada, "Apa kau tahu... Kepercayaanku bahwa Shuxiang akan baik-baik saja di mana pun dia berada tidak akan bisa kau ukur."
"Nona Ling..."
"Bukankah kau harusnya lebih percaya padanya?"
"Aduh ... Kau tidak mengerti..." Yi Wen hampir menangis. Xiao Shuxiang adalah pemuda yang jalan pikirannya tidak bisa diketahui. Saudara seperguruannya itu sangat akrab dengan masalah dan di mana pun dia berada---hal merepotkan akan selalu mengikutinya.
Yi Wen mencondongkan sedikit tubuhnya dan dengan setengah berbisik berkata, "Kau ingat kejadian di Alam Kultivasi Atas, kan? Kita tidak mengawasi Saudara Xiao dan lihat apa yang dilakukannya! Dia membuat keributan di Sekte Lembah Iblis,"
"Dia tidak sendirian, Tuan Muda Lan ada bersamanya."
"Aku tahu, tapi justru itulah. Ucapan mana dari Saudara Xiao-ku yang tidak dituruti oleh Tuan Muda Lan? Apa kau pernah melihat Tuan Muda Lan menolaknya? Dia itu..." Yi Wen menggeleng pelan dan menghela napas.
Gadis bertubuh bagus itu pun berkata, "Bahkan Hu Li, Bocah Pengemis Gila, dan Wang Zhao yang polos itu pun juga tidak bisa menolak apa pun permintaan Saudara Xiao. Haah ... Nona Ling, aku tidak mencemaskan Saudara Xiao-ku tapi mencemaskan masalah yang akan dia bawa."
"Yi Wen," Ling Qing Zhu bersuara serius dan menatap gadis di hadapannya. Dia pun berujar, "Jika kau sangat mengkhawatirkan Shuxiang, kenapa saat itu kau mengkhianatinya?"
!
Ling Qing Zhu menurunkan pandangan dan berkata, "Sejujurnya aku tidak mau mengatakan ini. Tapi aku selalu bertanya-tanya, kenapa kau lakukan itu pada saudaramu sendiri?"
Yi Wen berkedip, suaranya terdengar gugup saat dia berkata. "Ke-kenapa kau membahas masa lalu? Aku--"
"Aku sebenarnya tidak ingin kau dekat dengan Shuxiang,"
!!
Yi Wen terkejut. Dia syok dengan ucapan gadis bercadar dan berambut putih ini. Dirinya sama sekali tidak menyangka bahkan sosok seperti Ling Qing Zhu akan berbicara demikian.
"A-apa maksudmu?"
"Kau tidak hanya mengkhianati Shuxiang, kau juga mengkhianati saudara seperguruanmu dan para kultivator di tempat ini." Ling Qing Zhu berkata, "Apa kau tidak ingat? Karenamu ... Dua benua dilanda kekacauan."
Yi Wen terlonjak kaget. Suara Ling Qing Zhu memang tanda nada, tetapi justru itulah yang membuatnya begitu tajam. Apalagi gadis ini menatapnya dengan ekspresi yang sangat dingin.
Yi Wen berdiri, dia mengepalkan tangannya dan kemudian berkata. "Apa kau lupa bahwa kau juga pernah melakukan kesalahan? Kau bekerja sama dengan musuh dan menyerang Sekte Pedang Langit. Saudara Xiao-ku dan kami semua berada dalam masalah. Bahkan Tuan Muda Lan nyaris kehilangan nyawanya karena kejadian itu,"
".................." Ling Qing Zhu menatap Yi Wen dan dengan tenang berkata, "Aku tidak ingin mencari pembenaran. Apa yang terjadi di masa lalu adalah kesalahanku. Meski dimanfaatkan, tetap saja aku yang melakukannya."
Ling Qing Zhu berujar, "Penebusan dengan kematian pamanku dan kehancuran sekte yang kami bangun, belum cukup untuk mengganti nyawa mereka yang tidak. Tetapi dibandingkan dengan itu ... Kesalahanmu lebih besar."
Ling Qing Zhu berdiri dan kembali berkata, "Aku tidak tahu, Yi Wen. Aku tidak mengerti, dan aku tidak memaksamu. Kau mungkin melihat aku mengabaikan dan tidak peduli pada Shuxiang, tapi aku bisa mengatakan ini. Aku menjaganya dengan caraku sendiri,"
Ling Qing Zhu berjalan pergi, namun baru tiga langkah dia pun berhenti dan berbalik menatap Yi Wen. Suaranya dingin, "Ini peringatan. Aku akan membunuhmu jika sampai kau membuat kesalahan yang sama seperti di masa lalu."
!!!
Yi Wen tidak pernah merasa seperti dibungkam oleh seseorang selama ini. Dia menatap Ling Qing Zhu yang kini berjalan dan semakin menjauh darinya. Dia bahkan tidak tahu kapan dirinya menahan napas. Sungguh, dia sangat syok karena mendengar Ling Qing Zhu bisa bicara seperti itu padanya.
Yi Wen mengatur napas. Ling Qing Zhu memang gadis yang jarang bicara dan bahkan memiliki ekspresi selayaknya gunung es, tapi saat buka suara---ucapan gadis ini luar biasa menyakitkan.
Yi Wen menggigit bibir bawahnya. Tangannya yang terkepal terlihat gemetaran dan ekspresi wajahnya sulit diartikan. Dia tertunduk dan tidak berlangsung lama sampai meja di depannya hancur begitu saja.
__ADS_1
"Mengesalkan," Yi Wen menghentakkan kakinya dan melesat pergi. Niatannya agar Ling Qing Zhu membantunya mencari Xiao Shuxiang, tapi gadis itu malah bersikap sangat menyebalkan.
******