KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
258 - Gui Xiao


__ADS_3

Wang Zhao, Feng Hao dan Mo Huai terlihat menahan napas. Wajah ketiganya pucat. Hampir saja mereka tewas dalam serangan nyasar yang begitu tiba-tiba ini, jika saja tidak dilindungi oleh Hei Lian.


"..............." Hei Lian sendiri justru terkejut dengan apa yang dia lakukan. Dia sama sekali tidak menyangka akan bergerak untuk menyelamatkan ketiga pemuda ini, padahal harusnya dia hanya perlu membiarkan mereka semua tewas.


"Ini ... Apa yang sebenarnya telah terjadi padaku?" Hei Lian mengerutkan kening. Ekspresi wajahnya nampak buruk.


"Serangan apa itu tadi?" Wang Zhao buka suara, dia mengusap-usap dadanya dan berusaha mengatur detakan jantungnya.


Feng Hao pun demikian, "Kupikir .... Kita sudah mati sekarang. Benar-benar tidak menyangka kita masih dilindungi,"


"Itu benar," Hei Lian berkata. "Aku tidak melakukan ini untuk melindungi kalian. Aku hanya melakukannya untuk diriku sendiri. Kalian beruntung karena ada di belakangku,"


Wang Zhao dan Feng Hao tersentak. Mereka menatap ke arah Hei Lian yang entah sedang membicarakan apa. Di sisi lain, Mo Huai pun nampak mengerutkan keningnya. Hei Lian terlihat bergelut dengan diri sendiri.


"Mustahil aku melindungi kalian karena rasa kasihan. Aku tidak sebaik itu," Hei Lian menyakinkan dirinya sendiri. "Jika kalian tidak ada di belakangku, kalian pasti sudah mati. Benar, kan?"


"Kau ini bicara apa?" Wang Zhao merasa ada yang salah dengan Hei Lian. Gadis kecil itu seakan melakukan pembelaan diri atas tindakan melindungi yang dilakukannya. Rasanya Hei Lian tidak mau menerima kenyataan bahwa dia telah menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan mereka.


Hei Lian baru akan merutuk saat suara ledakan kembali terdengar. Hawa aneh tiba-tiba terasa dan membuat dirinya langsung menoleh.


"Perasaan ini ..." Hei Lian menarik napas dan kemudian menoleh ke arah ketiga pemuda ini. Dia pun berkata, "Kalian tetap tinggal di sini dan jangan ke mana-mana. Mengerti?"


Wang Zhao tersentak. Dia baru saja akan membalas ucapan Hei Lian saat gadis kecil itu melesat begitu saja dan lalu meninggalkannya. Feng Hao dan Mo Huai pun terkejut.


"Tuan Muda Wang," Mo Huai berujar dengan hati-hati. "Ba-bagaimana ini? Apa kita akan diam saja dan menunggu anak itu kembali?"


Wang Zhao merasakan firasat yang buruk dan yakin bahwa kekacauan di tempat lain saat ini akan semakin besar bila dirinya tidak melakukan apa-apa.


Wang Zhao mengepalkan erat tangannya dan berkata, "Aku percaya pada kekuatan tuan Xiao. Tapi jika firasatku seburuk ini, maka--!"


Cahaya melintas ke langit dan kemudian meledak. Itu bukanlah serangan nyasar, tetapi kembang api permintaan bantuan yang dilesatkan oleh Feng Hao.

__ADS_1


"Aku juga merasakan ini situasi yang tidak baik," Feng Hao berkata. "Meski tidak yakin mereka akan datang tepat waktu, tetapi setidaknya masih ada harapan bila bantuan akan datang. Kita semua pasti akan selamat,"


"Itu ..." Mo Huai menelan ludah dan berkata dengan pelan, "Aku berterima kasih pada Senior. Tapi .... Bukankah melesatkan kembang api seperti itu justru memancing musuh datang?"


Mo Huai berekspresi pucat dan agak takut saat berkata, "Tempat ini jauh dari Istana Seribu Pedang, tapi dekat dengan Sekte Lembah Hantu. Jadi kemungkinan bantuan dari pihak musuh akan lebih cepat datang, bahkan setelah mereka melihat kembang api itu."


!!!


*


*


Feng Hao memang seorang senior, tetapi mungkin karena terlalu terdesak atau terburu-buru hingga dia mengambil keputusan yang salah. Dia melesatkan kembang api untuk meminta bantuan, namun secara tak sadar---Feng Hao pun telah menarik perhatian musuh.


Di sisi lain, Gui Xiao yang merupakan Hantu Tertawa nampak terdesak. Dia sudah mengerahkan segala kemampuan miliknya dan membawa banyak pasukan mayat hidup untuk bertarung dengannya, tapi entah kenapa rasanya sangat aneh.


Gui Xiao menggeram tertahan ketika melihat gerakan dari setiap pertarungan Xiao Shuxiang. Pemuda berpakaian putih itu menerjang dengan menggunakan pedang pusakanya.


Gui Xiao melotot saat menyaksikan bagaimana para mayatnya menjadi tulang-belulang hanya dalam hitungan detik. Dia bahkan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Melihat kejadian ini membuat Gui Xiao harus berhati-hati dan sebisa mungkin menjaga jarak dari Xiao Shuxiang. Di sisi lain, dia pun harus waspada dengan serangan nyasar dari pertarungan Lan Guan Zhi melawan patung dewi itu.


Keadaan Kuil Xiang Yu benar-benar berubah drastis. Derasnya air hujan membuat bau darah semakin menyegat hingga membuat sakit kepala. Lan Guan Zhi melompat ke tempat yang lebih tinggi dan melesatkan serangan besar di udara.


!!


Sebelah mata patung dewi itu terkena serangan Lan Guan Zhi, namun kejadian tersebut masih belum memberikan hasil apa-apa. Patung itu bergerak dan seakan tidak merasakan sakit sama sekali.


Pedang menari di tangan Lan Guan Zhi, bergerak dan mengalir seperti air. Itu ringan dan anggun, namun kekuatan yang dihasilkan sangat besar dan juga mematikan.


Lan Guan Zhi tidak menahan diri ketika sosok yang dilawannya adalah sebuah patung batu. Hanya saja dia memang agak sedikit menghindari penyerang yang berasal dari mayat pengantin.

__ADS_1


Xiao Shuxiang melihat teman baiknya dari jarak yang cukup jauh dan merasa bahwa Lan Guan Zhi membutuhkan bantuan. Dia pun menarik napas dan lalu mengibaskan tangannya, tiga buah cermin terbentuk di udara dan membuat Gui Xiao tersentak.


Xiao Shuxiang bisa merasakan tidak ada lagi sandera di tempat ini. Dia pun tanpa ragu mengeluarkan serangan besar yang muncul dari dalam cermin. Gui Xiao yang kaget rupanya masih mampu menahan serangan itu.


Melihat lawannya fokus pada pertahanan membuat Xiao Shuxiang menargetkan bagian tubuh Gui Xiao ini. Dia melesat dengan pedang yang terhunus ke depan.


?!


Gui Xiao menyadari langkah yang diambil lawannya dan tertawa, "Kau lambat..!"


"Benarkah, bagaimana dengan ini?" Xiao Shuxiang bersuara dan tiba-tiba saja menghilang. Dia membuat Gui Xiao kaget karena kehadirannya begitu cepat.


Gui Xiao melesat ke udara, siapa yang sangka bahwa inilah kesempatan yang sudah ditunggu-tunggu Xiao Shuxiang. Pemuda berpakaian putih itu langsung muncul tanpa peringatan dan langsung menyerang Gui Xiao.


Lesatan itu bagaikan angin yang telah memecah air hujan. Xiao Shuxiang menekan pedangnya dan senjata itu telah tertancap kuat di dada Gui Xiao hingga membuat pria itu menggeram tertahan.


"Kau benar-benar merepotkan," Xiao Shuxiang bersuara tanpa nada dan bersamaan dengan itu---pedangnya mulai mengambil alih.


Yīng xióng tidak membiarkan Gui Xiao bicara dan seakan tahu keraguan apa yang dapat tercipta dari ucapan sosok ini. Dia tanpa ragu menghisap setiap kulit dan daging Gui Xiao dan membuat pria itu menjadi karangka manusia dalam waktu yang sangat singkat.


Xiao Shuxiang memutar pedangnya. Dia bahkan tidak melepaskan Gui Xiao yang telah menjadi tulang-belulang. Pemuda berpakaian putih itu menebas tulang Gui Xiao dan menghancurkan tengkorak kepala sosok tersebut.


Setelah urusannya selesai, Xiao Shuxiang mengarahkan perhatiannya pada patung dewi yang dilawan oleh Lan Guan Zhi. Hanya saja belum sempat melangkah, dia tiba-tiba mendengar suara lonceng.


Penglihatan Xiao Shuxiang mengarah pada lonceng Gui Xiao yang berada di tanah dan sebuah lentera. Dia pun lantas menyerang kedua benda itu dan menghancurkannya.


Di saat yang sama, patung dewi yang tengah bertarung sengit dengan Lan Guan Zhi langsung meledak tanpa peringatan.


Xiao Shuxiang melihatnya dan menyaksikan perubahan wujud dari patung itu yang sama sekali tidak memberikan keuntungan apa-apa pada mereka.


Pertarungan itu belum selesai, apalagi di langit terlihat awan hijau yang aneh dan perlahan terus mendekat. Arah datangnya tepat di posisi Sekte Lembah Hantu berada.

__ADS_1


!!


******


__ADS_2