KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
151 - Pertemuan (3)


__ADS_3

Kekuatan Tetua Wang Jing Li tidak main-main. Dia adalah kultivator ahli pedang dan mempunyai dantian khusus, sebuah Dantian Api Phoenix. Xiao Shuxiang tahu hal ini karena pengalamannya di masa lalu.


"Mau ke mana kau?!" Wang Jing Li mengejar lawannya dan mengerutkan kening, "Demonic Beast apa yang kulawan ini? Tubuhnya besar tapi dia bisa menapak di dahan pepohonan,"


Xiao Shuxiang menggerakkan jarinya dan beberapa helaian daun terlepas dari ranting pepohonan. Dia pun mengalirkan Qi miliknya pada helaian daun itu dan menancapkannya ke beberapa pohon.


!!


Tetua Wang Jing Li terkejut ketika dia menapak pada sebuah dahan pohon yang justru membuat pohon tersebut meledak. Dia yang tidak bisa mengambil posisi dengan baik kini harus menahan ledakan itu. Beruntung tidak sampai membahayakan nyawanya.


Di sisi lain, Xiao Shuxiang terus bergerak dan memancing Tetua Wang Jing Li agar mengikutinya. Dia bernapas pelan, "Untuk melawan kultivator sepertinya, aku butuh lokasi yang dipenuhi air. Menghadapinya secara langsung tidak baik bagiku,"


Xiao Shuxiang tahu bahwa Yīng xióng melarangnya menyerang Tetua Wang Jing Li dengan niatan membunuh. Yīng xióng ingin agar dia bisa menahan diri, tetapi Xiao Shuxiang bukanlah orang sebaik itu hingga dapat melakukannya dengan mudah.


Tetua Wang Jing Li sendiri nampak tidak ingin terus mengejar musuhnya. Dia pun mulai mengayunkan pedangnya yang kini diselimuti oleh aliran Qi yang kuat.


Xiao Shuxiang merasakannya dan saat kakinya menapak lagi----detik itu juga serangan datang dari arah belakang tubuhnya. Dia mengambil kesempatan untuk melentingkan tubuhnya di udara dan melesat menyerang Tetua Wang Jing Li. Suara dahsyat terdengar ketika Yīng xióng berbenturan dengan senjata milik Tetua Puncak Sheng tersebut.


"Bagaimana Konferensi Aliansi Abadi bisa memasukkan Demonic Beast sekuat ini ke dalam Ngarai Xiling?" Tetua Wang Jing Li menggeram tertahan, "Para murid jelas tidak bisa menghadapinya. Ini .... Tsk, sudah kuduga. Para tetua itu benar-benar berniat untuk melenyapkan murid-murid kami,"


"Monster brengsek! Akan kubuat kau lenyap sekarang juga!" Tetua Wang Jing Li berseru yang mana justru membuat Xiao Shuxiang tersentak.


"Tetua, sadarlah! Ini aku, Xiao Shuxiang!"


"Sialan, rasakan ini..!" Tetua Wang Jing Li bersungut-sungut. Baginya, suara dari Xiao Shuxiang terdengar bagai geraman Demonic Beast di telinganya.


"Dia tidak bisa diajak bicara dan malah menganggapku sebagai Demonic Beast," Xiao Shuxiang bernapas pelan dan lalu mengusap bilah pedangnya. Yīng xióng terlihat mengeluarkan cahaya merah yang lebih terang.


Xiao Shuxiang melesat detik itu juga. Dia mengeluarkan Teknik Pernapasan Angin, Tebasan Gelombang Ribut. Serangannya begitu kuat, tetapi masih bisa ditahan oleh Tetua Wang Jing Li.


"Teknik Pernapasan Api... Raungan Naga Api..!" Xiao Shuxiang mengubah teknik pernapasannya dengan cepat dan kini mampu membuat Tetua Wang Jing Li terlempar sangat jauh.


!!


Hanya saja di saat yang bersamaan, Xiao Shuxiang seketika merasakan sakit pada dadanya. Dahinya mengerut sebelum dia kembali melesat, rasa sakit itu sama sekali tidak menjadi penghalang apalagi sampai melemahkan serangannya.


Xiao Shuxiang tidak bisa menemukan lokasi yang dipenuhi air seperti rencana pertamanya. Kini dia memilih untuk menyerang Tetua Wang Jing Li secara langsung meski itu akan berakhir mati-matian. Dia sendiri tidak bisa memakai Pil Pelumpuh miliknya karena angin di tempat ini cukup kencang serta gerakan Tetua Wang Jing Li yang sangat cepat.


Baik pil pelumpuh maupun pil bau milik Xiao Shuxiang mengandalkan asap tipis ketika bekerja. Karenanya, tempat yang anginnya kencang dan gerakan lawan yang lebih cepat sama sekali tidak menguntungkan bagi kedua pil ini.


Tubuh Tetua Wang Jing Li terpental jauh, bahkan tiba di lokasi yang tidak disangka-sangka. Itu merupakan sebuah padang bebatuan yang luas.


*


*


Lan Guan Zhi berdiri dengan postur tubuh yang tinggi dan kokoh. Dia mempunyai alis yang rapi dengan mata bagai kilauan cahaya bintang. Luar biasa tampan.


Di dekatnya, ada sosok Mo Huai yang disandarkan pada sebuah batu besar. Pemuda itu masih belum sadarkan diri dan saat ini sedang dirawat oleh dua orang murid perempuan yang mengerti sedikit mengenai ilmu pengobatan.


Tidak jauh dari tempat Lan Guan Zhi, ada juga sosok Taiyang Hao yang tubuhnya diikat serta masih dalam keadaan pingsan. Dia juga sedang diperiksa oleh kultivator yang mengerti sedikit tentang ilmu ilusi meski itu bukan pelajaran yang umum diajarkan di sektenya.

__ADS_1


Seorang murid perempuan menghampiri Lan Guan Zhi dan baru saja akan bicara ketika sesuatu melesat di udara dengan kecepatan yang tidak wajar. Dia terkejut dan makin kaget saat lesatan itu mulai menghantam tanah. Suaranya begitu keras hingga mengejutkan semuanya.


!!


Lan Guan Zhi dan Belasan murid lainnya menengadah kala melihat ada lesatan lain yang datang. Suara keras kembali terdengar meski tidak sekuat yang tadi. Hanya saja, kondisi itu cukup memupuk kerisauan di dalam hati para murid.


"Apa yang barusan itu?! Kalian melihat wujudnya?" seorang murid bertanya.


"Bukankah yang tadi itu kultivator?" murid lainnya bersuara.


Untuk Lan Guan Zhi sendiri. Dia tidak tahu tentang lesatan yang pertama, tapi lesatan yang kedua tersebut sangat tidak asing baginya. Dia merasakan kehadiran seseorang yang sangat dikenalnya, ini bukan hanya sekadar firasat.


"Tetap di sini," Lan Guan Zhi segera pergi setelah meminta belasan murid yang bersamanya agar tidak meninggalkan tempat ini. Tindakannya membuat para murid itu tersentak.


Di tempat lain, tubuh dari Tetua Wang Jing Li dipenuhi rasa sakit. Dia bisa merasakan tulang rusuknya yang patah. Dada Tetua Wang Jing Li terasa sakit ketika menarik napas, darah pun kini mengalir di sudut bibirnya.


Xiao Shuxiang menapak dengan lutut kanan serta ujung pedangnya yang menancap di tanah. Pendaratannya terbilang kasar karena menghasilkan suara debaman yang keras, namun raut wajahnya tidak memperlihatkan rasa sakit sama sekali.


"Dia masih belum sadar," Xiao Shuxiang melihat warna mata dari Tetua Wang Jing Li belum kembali normal.


"Demonic Beast sialan, aku pasti akan melenyapkanmu!"


"Tetua Wang, aku bukan Demonic Beast." Xiao Shuxiang protes, "Pemuda tampan dan menawan sepertiku ini .... Bagian mananya yang terlihat bagai Demonic Beast di matamu?"


"Berhenti menggeram!" Tetua Wang Jing Li membentak dan segera bangun tanpa mempedulikan rasa sakitnya. Pedang masih dia genggam erat.


Tetua Wang Jing Li mulai menyodorkan pedangnya ke hadapan musuh sambil berujar dingin, "Kau monster rendahan!"


Tetua Wang Jing Li mulai menyerang dan langsung dengan teknik berpedangnya yang paling kuat. Xiao Shuxiang yang tidak bisa menghindar terpaksa menahan serangan tersebut. Benturan dari kedua senjata mereka menghasilkan percikan api dan suara yang sangat keras.


Tetua Wang Jing Li lantas menggerakkan tangannya dan kemudian memberi tendangan. Di saat yang bersamaan, Xiao Shuxiang juga melakukan hal yang serupa hingga serangan itu justru membuat mereka terdorong mundur.


Xiao Shuxiang kembali menyerang, kali ini targetnya adalah merebut pedang Tetua Wang Jing Li atau melepaskan pedang tersebut dari tangan Tetua Puncak Sheng. Dia tidak akan bisa menang jika sampai bertarung dari jarak menengah semacam ini.


!!


Tetua Wang Jing Li menghindari serangan gesit dari musuhnya. Dia kesal karena semua serangan yang dirinya lakukan tidak satu pun yang berhasil menumbangkan Demonic Beast ini.


Buruknya, ketika dia mengeluarkan kekuatan berunsur api----lawannya juga ikut menyemburkan api yang sama dan bahkan lebih kuat lagi. Entah Demonic Beast jenis apa yang dia hadapi saat ini.


Xiao Shuxiang sendiri hampir kewalahan. Memang sangat berbeda jika bertarung melawan seorang tetua. Dia tidak boleh sampai lengah bila tidak ingin mati lebih cepat. Yīng xióng pun tidak akan bisa menghentikannya.


!!


Tetua Wang Jing Li awalnya ingin mendesak lawannya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Musuh terlalu berani menyerang dengan tidak main-main dan bahkan sampai bisa membuatnya berada dalam posisi yang berbahaya.


Dengan gerakan yang sempurna, Xiao Shuxiang berhasil memberi tendangan pada pergelangan tangan Tetua Wang Jing Li hingga pedang di tangan pria itu berhasil terlempar.


Xiao Shuxiang nyaris menebas leher Tetua Wang Jing Li dengan memakai Yīng xióng. Untunglah dia menggerakkan tangannya dan hanya memukul leher Tetua Wang Jing Li memakai pegangan pedangnya.


Gerakan tersebut berlangsung sepersekian detik hingga tidak mampu dihindari apalagi ditangkis. Tubuh Tetua Wang Jing Li hampir ambruk begitu saja andai tidak segera ditahan oleh Xiao Shuxiang.

__ADS_1


!!


Masalahnya. Posisi kaki Xiao Shuxiang kini kurang pas, sementara tubuh Tetua Wang Jing Li besar dan sangat berat. Dia tidak bisa menahan lebih lama tubuh pria ini hingga pada akhirnya terjatuh.


Sebelum benar-benar membentur tanah, Xiao Shuxiang masih sempat-sempatnya memasukkan Yīng xióng ke dalam Cincin Spasialnya. Dia pun mulai merintih dan mengeluh karena berada dalam posisi seperti ditindih oleh Tetua Wang Jing Li.


"Aduh," ekspresi Xiao Shuxiang terlihat buruk, "Tetua Wang? Kau ini makan apa sebenarnya? Berat sekali,"


"Shuxiang?"


Xiao Shuxiang tersentak saat mendengar suara pemuda yang tidak asing. Sebelah alisnya terangkat ketika dia melihat ada seorang pemuda berpakaian putih yang sedang berdiri tidak jauh darinya.


".......... Lan'Er?" Xiao Shuxiang berkedip saat menyadari pemuda berpita dahi itu adalah teman baiknya. Dia pun segera berkata, "Lan Guan Zhi. Tolong aku, tubuh Tetua Wang sangat berat. Punggungku sakit,"


Lan Guan Zhi yang baru sampai jujur saja tersentak karena kehadiran temannya di tempat ini. Dia bertanya-tanya, tetapi Xiao Shuxiang sudah lebih dahulu meminta bantuannya.


Dengan segera, Lan Guan Zhi meraih lengan Tetua Wang Jing Li dan mulai menariknya. Dia membuat Tetua Wang Jing Li terbaring di samping teman baiknya. Dia pun segera mengulurkan tangan yang diterima dengan baik oleh Xiao Shuxiang.


"Bagaimana kau bisa kemari?" Lan Guan Zhi bertanya sambil membantu teman baiknya berdiri.


Xiao Shuxiang mengembuskan napas berat, menggeleng dan dengan suara yang pelan dia berkata, "Ini cerita yang panjang. Aku tidak tahu harus mulai menceritakannya dari mana,"


"Mn, tidak perlu katakan." Lan Guan Zhi dengan tenang mengulurkan tangan dan mulai mengusap darah yang ada di sudut bibir teman baiknya. Dia membuat Xiao Shuxiang syok berat.


"Lan Zhi..! Apa yang kau lakukan?!" Xiao Shuxiang memukul gemas lengan teman baiknya.


"Itu spontan," ekspresi Lan Guan Zhi tidak berubah meski tangannya mengusap-usap pelan lengannya yang terkena pukulan.


"Lain kali akan kugigit jarimu jika sampai kau melakukannya lagi," Xiao Shuxiang mengembuskan napas dan menggeleng pelan, "Ketahanan jantungku benar-benar diuji saat bersamamu. Haaah...."


"Aku hanya membantu," Lan Guan Zhi bersuara tenang. Dia membuat Xiao Shuxiang mengembuskan napas pasrah dan mengangguk pelan.


Xiao Shuxiang, "Kau memang anak yang sangat baik, Lan'Er. Tapi kau tidak seharusnya bersikap sebaik ini padaku..."


"Bukan masalah. Kita berteman,"


Xiao Shuxiang selalu merasakan denyut di hatinya jika melihat sikap perhatian Lan Guan Zhi. Pemuda ini memang punya hati yang baik, tentu sikap baik itu tidak hanya ditujukan padanya----tetapi juga bagi semua orang.


Hanya saja, Xiao Shuxiang--lah yang kadang tidak nyaman menerima kebaikan hati semacam ini. Entah itu dari teman, keluarga maupun orang lain.


Lan Guan Zhi sendiri mulai melihat wajah dari pria yang terbaring di tanah. Dia pun bersuara tenang, "Bagaimana kau bisa berakhir bertarung dengan Tetua Wang?"


Xiao Shuxiang mengembuskan napas, "Aku sendiri tidak mengerti bagaimana awal dari perubahan Tetua Wang. Tapi yang kutahu adalah, sikapnya berubah agresif seperti ini karena dia berada dalam pengaruh ilusi."


"Tetua Wang juga?"


Xiao Shuxiang tesentak dan mengerutkan keningnya. Dia melihat Lan Guan Zhi dan bertanya, "Apa maksudmu dengan 'Tetua Wang juga?' Apa mungkin kau sendiri melihat ada kultivator lain yang mengalami hal serupa?"


"............Mn,"


*******

__ADS_1


__ADS_2