KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
369 - Bocah Pengemis Gila (7)


__ADS_3

Xiao Shuxiang merenungkan ucapan Bocah Pengemis Gila. Dia menarik napas dan mulai buka suara, "Dahulu aku... Sangat ingin mati dengan cara yang terhormat. Merupakan kebanggaan jika kau dapat tewas di tangan pendekar yang paling kuat. Tetapi hal yang paling menyebalkannya.. Semua musuhku menggunakan racun untuk melakukan itu. Aku jelas tidak ingin tiada dengan cara seperti itu."


"Nak, aku menceritakan kisah hidupku yang tidak banyak orang tahu agar kau bisa menghargai hidupmu yang sekarang. Bukan justru ingin mati,"


"Bocah Pengemis Gila. Kau tadi mengatakan bahwa keistimewaan dari menjadi manusia adalah kematian. Jika kematian itu direnggut, apa pantas disebut manusia? Aku ... Bahkan tidak tahu bagaimana mengatakan tentang identitas ini."


Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian berkata, "Aku terlahir sebagai manusia, tapi aku berasal dari tempat yang kelam itu. Darah ini tidak sepenuhnya murni. Di Dunia Demon, dua tangan ini selalu dipenuhi darah, kemudian di Dunia Elf.. Wujud ini pun berubah. Jika sebagai manusia saja subjek ini tidak bisa diterima, lalu apa jadinya jika mereka tahu semuanya?"


Bocah Pengemis Gila memperhatikan pemuda di sampingnya. Dia cukup lama terdiam sebelum akhirnya buka suara. Dia berujar pelan, "Di antara hubunganmu dengan dunia lain... Apa kau tidak pernah berpikir untuk tinggal di tempat itu dengan tenang dan selamanya?"


"Tidak bisa," Xiao Shuxiang berkata. "Aku tidak bisa melarikan diri seperti yang kau lakukan. Bahkan jika aku mengubah identitas ini, aku tidak akan bisa bersembunyi. Makhluk itu ... Selalu bisa menemukanku. Dan Dunia Manusia merupakan tempat paling utama yang harus kulindungi,"


Bocah Pengemis Gila tahu siapa yang dimaksud 'makhluk itu' oleh Xiao Shuxiang. Dia pun menggaruk kepalanya dan kemudian bertanya, "Qian Kun itu... Apa sangat inginnya menghancurkan Dunia Manusia? Memang orang-orang di tempat ini pernah berbuat apa padanya?"


Xiao Shuxiang menggeleng pelan, "Bukan seperti itu..."


Xiao Shuxiang menggunakan energi spiritual miliknya dan titik-titik cahaya terbentuk di udara. Bocah Pengemis Gila menyaksikan bagimana titik-titik itu membentuk sebuah daratan dengan laut.


Xiao Shuxiang menjelaskan, "Manusia dan para Siren berbagi satu dunia bersama-sama. Aku bisa mengatakan bahwa tidak hanya para siren, tetapi manusia pun berbagi tempat tinggal dengan demonic beast dan roh orang yang sudah mati. Ini adalah tempat yang sempurna dan merupakan gerbang utama yang harus dilalui jika ingin menguasai dunia lainnya."


Xiao Shuxiang berkata, "Ini hanya pemikiranku, tetapi Dunia Elf sendiri berada di tempat yang paling atas. Sementara Dunia Demon berada di antara Dunia Elf dan Dunia Manusia. Lalu jika membahas tentang tempat tinggal Qian Kun... Dunia The Fallen Angel itu berada di tempat yang paling bawah dan terpisah dari keempat dunia ini. Tempat yang sangat panas ketika siang hari dan semakin panas saat malam. Aku bisa mengatakan itu neraka.. Benar-benar seburuk neraka."


Bocah Pengemis Gila memperhatikan titik-titik cahaya ini dan bergumam, "Aku turut prihatin juga dengan tempat asalmu.."


"Ah... Sebenarnya.. Mereka menciptakanku agar mereka bisa menguasai keempat dunia yang lain. Tapi kau tahu, ada sekat yang tidak bisa mereka lewati bahkan meski kekuatan mereka sangatlah besar."


"Kenapa di tempat itu sangat panas? Apa di sana punya dua matahari?"


"Entahlah, aku tidak terlalu ingat tapi kurasa memang memiliki dua matahari."


Bocah Pengemis Gila menggaruk kepalanya dan menghela napas. Dia menengadah dan melihat bintang-bintang dari celah dedaunan. Cukup lama terdiam hingga akhirnya dia pun mulai bergumam, "Mereka sangat kuat, tapi kenapa mereka tidak bisa menghancurkan matahari saja. Jika satu benda langit itu hancur, bukankah tempat tinggal kalian akan lebih baik?"


"Menghancurkan matahari? Bagaimana caranya? Kau ingin menentang langit? Itu mustahil."


"Tapi bukankah matahari harusnya satu? Bayangkan. Satu matahari saja sudah sangat panas, dan ini justru ada dua."


"Haah... Yaah, tapi mau bagaimana lagi. Jika saja ada yang bisa dilakukan untuk membuat tempat itu lebih baik... Kurasa mereka tidak akan menggangguku lagi,"


"Mm..." Bocah Pengemis Gila menggaruk kepalanya. Dia dan Xiao Shuxiang sedang berpikir. Mereka cukup lama terdiam sebelum akhirnya tersentak dan saling berpandangan.


"Shuxiang..!" Ekspresi Bocah Pengemis Gila seperti sudah menemukan sesuatu dan ini membuat Xiao Shuxiang juga menyadari hal yang sama.


Bocah Pengemis Gila berkata, "Apa mungkin benda itu bisa?! Aah, astaga..! Harusnya aku mencarinya-"


"Ada padaku." Xiao Shuxiang menyela dan membuat Bocah Pengemis Gila yang panik nampak tersentak.


Xiao Shuxiang berkata, "Benda itu ada padaku dan sudah lengkap."


!!


Bocah Pengemis Gila terkejut, apalagi saat Xiao Shuxiang mulai mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam Gelang Semesta miliknya. Dia pun bergegas mendekat ketika Xiao Shuxiang membuka gulungannya.


Kening Bocah Pengemis Gila mengerut saat memperhatikan baik-baik tulisan di dalam gulungan yang ada di tangan Xiao Shuxiang. Dia pun berujar, "Apa hanya aku yang merasa atau memang... Tulisan tangan guruku agak mirip dengan tulisan jelek milikmu?"


"Ini tulisan tanganku,"


"Apa?" Bocah Pengemis Gila tersentak.


Xiao Shuxiang berkata, "Separuh tulisan ini adalah milikku dan yang lainnya ... Entah bagaimana kertas yang terpisah-pisah itu menyatu dalam gulungan ini."


"Tapi Shuxiang, coba perhatikan baik-baik. Tulisanmu dan milik guruku hampir sama, lihat."


"Apanya yang aneh tentang itu? Banyak orang yang mempunyai garis tulisan yang serupa. Kenapa kau mempermasalahkannya. Ini hal yang sepele dan wajahmu terlalu dekat, menjauhlah sedikit."


".................." Bocah Pengemis Gila menyipitkan matanya dan memperhatikan garis wajah Xiao Shuxiang.


"Ini aneh,"


Xiao Shuxiang mengerutkan kening mendengar suara dalam dari Bocah Pengemis Gila. Dia pun menoleh dan tersentak saat wajah pria ini terlalu dekat dengannya. Xiao Shuxiang pun lantas menggunakan dua jarinya untuk sedikit mendorong wajah pria di sampingnya ini.


"Bocah Pengemis Gila, ada apa denganmu? Sudah kubilang menjauhlah, kau terlalu dekat-"

__ADS_1


"Shuxiang." Bocah Pengemis Gila tiba-tiba saja meraih tangan Xiao Shuxiang dan membuat pemuda itu kaget. Ekspresi wajahnya begitu serius dan tatapan mata itu pun sangat dalam. Siapa pun tentu akan gugup, tidak terkecuali Xiao Shuxiang.


"A-ada apa? Kau memikirkan apa? Kau mau mati?"


".................." wajah Bocah Pengemis Gila semakin dekat sebelum akhirnya dia berdecak, "Tidak mungkin. Aku pasti salah ingat,"


Xiao Shuxiang berkedip beberapa kali. Dia pun lantas menjitak kepala pria di sampingnya dan membuat Bocah Pengemis Gila merintih. Xiao Shuxiang berujar ketus, "Menyebalkan. Apa yang ingin kau lakukan tadi, sialan."


"Ha ha ha, apa kau takut aku melecehkanmu?"


Xiao Shuxiang terdiam. Dia menutup kembali gulungan di tangannya dan tanpa peringatan menerjang Bocah Pengemis Gila. Tindakannya ini sangat mengejutkan, apalagi dia membuat pria di sampingnya terjatuh.


"Shuxiang, apa yang kau lakukan?!" Bocah Pengemis Gila melebarkan matanya. Dia panik karena tiba-tiba ditindih oleh Xiao Shuxiang dan bahkan kedua tangannya pun dicengkeram kuat. Kakinya sendiri ditekan hingga dia tidak bisa bergerak.


"Sekarang kau takut?"


!!!


Nada suara Xiao Shuxiang dan tatapan matanya membuat Bocah Pengemis Gila terkejut bukan main. Dia berkedip dan dengan cepat membalas perlakukan Xiao Shuxiang.


Bocah Pengemis Gila tidak lagi memberontak, justru dia memalingkan wajah dan dengan gugup berkata. "Tidak kusangka kau memiliki niat padaku. Aku ini belum mandi, tapi jika kau mau... Aku hanya bisa pasrah. Lakukanlah,"


"Menyebalkan,"


"Aduh, perutku." Bocah Pengemis Gila merintih sebab Xiao Shuxiang memukul perutnya. Dia pun bangun dan lantas tertawa, "Siapa suruh kau ingin mengerjaiku? Kau ini berurusan dengan orang gila, jadi ancamanmu tidak mempan padaku."


"Tidak tahu malu. Kau sangat... Aku bahkan tidak tahu bagaimana lagi mengatakannya. Kau benar-benar tidak tahu malu!"


"Orang gila memang tidak punya malu," Bocah Pengemis Gila tersenyum. Dia pun melihat Xiao Shuxiang kembali membuka gulungan itu dan memperhatikan isinya.


Ekspresi Bocah Pengemis Gila serius saat bertanya, "Apa menurutmu... Benda itu bisa dipakai?"


"Aku tidak tahu..."


Bocah Pengemis Gila berkata, "Dunia The Fallen Angel mempunyai dua matahari. Jika menggunakan kitab itu dan menghancurkan salah satunya.. Mungkin saja tempat itu akan bisa ditinggali."


"Aku juga memikirkan hal yang sama, tapi tetap saja... Apa mungkin itu bisa dilakukan?"


Xiao Shuxiang terdiam, dia berpikir sejenak sebelum akhirnya berujar. "Ada masalah, aku sendiri tidak bisa pergi ke Dunia The Fallen Angel. Cermin Pemindahku memang pernah mendeteksi tempat itu, tetapi tetap saja tidak bisa dimasuki."


"Kalau itu... Aku juga tidak punya jalan keluarnya,"


"Jika orang itu.. Mungkin dia bisa."


Bocah Pengemis Gila menatap pemuda di sampingnya dan berkata, "Kau akan menemui Qian Kun?"


"Hanya dia yang tahu cara pergi ke dunia itu. Tapi aku khawatir jika dia bukan tipe orang yang mau mendengarkan. Lagipula setelah semua yang terjadi... Yang ada justru aku bisa terlibat masalah,"


Bocah Pengemis Gila mengusap-usap wajahnya dan kemudian berkata, "Dengan kekuatanmu yang sekarang... Siapa di antara kalian yang akan menang jika sampai berakhir bertarung?"


"Qian Kun."


Bocah Pengemis Gila tersentak, "Kau serius?! Bukankah kau diciptakan dari gabungan kekuatan makhluk-makhluk hebat di duniamu? Jadi bagaimana mungkin kau bisa kalah melawan Qian Kun?"


"Apa aku tidak pernah mengatakannya padamu? Mereka memakan ingatanku. Ingatan.. Sama saja dengan kekuatan. Aku hanya bisa mempertahankan kemampuanku di kehidupan sebelum ini dengan yang sekarang,"


Xiao Shuxiang menarik napas dan kemudian berujar, "Qian Kun itu sangat hebat dalam memanipulasi pikiran orang lain. Bahkan tidak ada orang yang akan sadar pikirannya sudah dimanipulasi. Dia juga bisa mempengaruhi emosi dan seperti yang kau katakan, aku tercipta dari kekuatannya. Darahnya... Ada di dalam tubuh ini."


!!


Bocah Pengemis Gila tersentak. Dia melihat Xiao Shuxiang memperhatikan tangannya dan mendengar pemuda ini kembali bersuara.


Xiao Shuxiang berkata. "Apa kau tahu, setiap kali kekuatanku bertambah dan praktik kultivasiku meningkat... Rasanya seperti pikirkan dan tubuh ini bukan milikku. Aku tidak pernah takut sebelumnya, tetapi sekarang aku khawatir.. Bagaimana jika aku mulai lupa tentang kau, Lan'Er, Kucing Putih dan yang lainnya."


"Shuxiang,"


"Aku hanya bisa membicarakan ini padamu karena kau sudah hidup sangat lama dan telah mengalami banyak hal. Kekhawatiranku... Sebenarnya ada di telapak tangan ini. Aku terlambat menyadarinya di masa lalu. Aku pun kehilangan hari itu... Dan sekarang, aku sudah melakukan tindakan yang serupa."


Xiao Shuxiang menggeleng pelan. Dia menghela napas dan berkata, "........ Entah kenapa Bocah Pengemis Gila. Air yang begitu jernih, tiba-tiba saja menjadi keruh dan penuh lumpur saat mereka tahu aku bertambah kuat. Tempat ini juga menyimpan beban, bahkan lebih dari yang kau pikirkan."


Bocah Pengemis Gila melihat Xiao Shuxiang menepuk dadanya dan pemuda itu kembali berkata, "Tempat ini... Aku juga sudah merasa lelah. Berpikir bahwa mungkin aku bisa membuang semuanya dan melarikan diri. Aku tidak pernah berpikir bahwa mengambil nyawa orang lain adalah beban, tetapi di tempat ini sangat berat karena banyak hal yang harus disembunyikan. Benda ini pun salah satunya,"

__ADS_1


Xiao Shuxiang menengadah dan menatap binatang-binatang di celah dedaunan. Dia berkata, "Kitab Pembunuh Matahari... Aku tidak yakin akan memperlihatkannya pada orang seperti Qian Kun. Dia tidak bisa dipercaya,"


"Ngomong-ngomong tentang Qian Kun... Aku rasa dia orang yang akan mendengarkanmu."


?!


Xiao Shuxiang tersentak, dia menatap Bocah Pengemis Gila dan berujar. "Kau bercanda? Dia? Akan mendengarkanku?! Hmph,"


"Serius, Shuxiang." Bocah Pengemis Gila mengusap tengkuknya dan menengadah. "Kau bisa dibilang mengalami sepuluh reinkarnasi. Dia menunggumu untuk setiap kehidupan dan pergerakannya pun tersembunyi. Dia orang yang paling penyabar menurutku, jadi dia pasti akan mendengarkanmu."


Xiao Shuxiang tertawa pahit, nadanya menyindir saat berkata. "Oh.. Baiklah. Kalau begitu aku akan mencarinya dan mengajaknya minum teh bersama. Sekalian saja kukenalkan dia pada ayah dan ibuku, lalu memberikan gulungan ini sebagai tanda pertemanan."


"Haaah, Bocah Pengemis Gila. Jika hal semudah itu bisa dilakukan, apa kau pikir aku tidak akan sekhawatir ini?" Xiao Shuxiang menarik napas dan berujar, "Jika sejak awal dia orang yang bisa diajak bicara... Mungkin aku tidak akan serepot ini."


Xiao Shuxiang menopang dagunya dengan kedua tangan. Dia mengembuskan napas, "Sekarang ini... Mari jangan bahas itu dulu. Aku sedang dalam masalah karena aku baru saja bicara kasar pada Lan'Er. Aku tidak punya wajah untuk menemuinya lagi,"


"Haiih... Kau ini seperti perawan yang patah hati saja. Sudahlah," Bocah Pengemis Gila mengusap-usap punggung Xiao Shuxiang dan berkata, "Biarkan aku yang membantumu untuk bicara padanya. Aku yakin jika dia teman yang baik, dia mungkin juga sedang menyesal saat ini."


"Aku tidak mau mendengar kata itu. Aku tidak mau!" Xiao Shuxiang menarik rambut Bocah Pengemis Gila dan membuat pria di sampingnya kaget hingga merintih.


"Aduh, Xiao Shuxiang! Ini sakit, ini sakit..! Ssh... Kau ini sangat sukanya menyiksaku yah--" Bocah Pengemis Gila baru protes saat orang di sampingnya justru mulai bersandar padanya. Dia membeku dan berkedip beberapa kali.


"..............." Bocah Pengemis Gila mengulurkan tangan dan menyentuh dahi Xiao Shuxiang. Dia bertanya, "Kau tidak panas, kan? Kau ini seperti orang tidak waras saja."


"Aku memang tidak waras. Jika kau mau pergi dan menjauhiku, maka sana! Pergi sana!" Xiao Shuxiang menggelembungkan pipinya dan lalu menggunakan gulungan di tangannya untuk mengetuk dahi Bocah Pengemis Gila. Dia pun berkata, "Ambil ini. Milik gurumu, bukan?"


?!


Xiao Shuxiang berkata, "Aku tidak mau membawanya. Sekarang terserah padamu, entah mau kau apakan benda itu. Aku tidak peduli,"


"................" Bocah Pengemis Gila menarik napas dan berkata, "Apa Lan'Er Gege tidak akan cemburu jika tahu kau menggunakan lengan pria lain sebagai sandaran?"


"Pria lain? Siapa? Aku hanya melihat orang gila di sini." Xiao Shuxiang menyindir dan dengan ketus berkata, "Tolong jangan samakan kami denganmu. Aku dan Lan'Er adalah pemuda yang benar-benar normal,"


"Tapi menurutku tidak ada pria yang akan bersandar di lengan pria lain seperti ini,"


"Kau tidak pernah tinggal lama di Sekte Kupu-Kupu, jadi tidak tahu betapa dekatnya murid-murid di sana. Mereka tidak hanya saling meminjamkan bahu, tetapi juga saling bertukar pakaian."


"Serius?! Lalu Yi Wen?"


"Dia yang paling sering meminjam celanaku," Xiao Shuxiang berkedip dan kemudian melihat wajah Bocah Pengemis Gila yang terkejut. Dia seakan menyadari sesuatu dan tersenyum, "Kau ini mulai tertarik pada Yi Wen, yah?"


"Tidak mungkin,"


"Kau mengingatnya. Lihat saja wajahmu.. Kau terlihat salah tingkah,"


"Aku tidak! Aku ini paling tidak suka perempuan. Aiiih, sudahlah. Ayo pergi..!"


"Aduh, kau mau membawaku ke mana?" Xiao Shuxiang tersentak saat ditarik oleh Bocah Pengemis Gila. Dia pun terpaksa mengikuti pria menyebalkan ini.


"Ambil dan simpan. Sekarang itu milikmu,"


!!


Xiao Shuxiang kaget karena gulungan Kitab Pembunuh Matahari diberikan kembali padanya oleh Bocah Pengemis Gila. Dia berkedip, "Ini milik gurumu. Kenapa kau justru memberikannya padaku?"


Bocah Pengemis Gila tanpa menoleh berkata, "Kau pernah bertemu guruku, bukan? Apa dia mengatakan untuk menyerahkan kitab itu padaku?"


".............. Kurasa tidak,"


Bocah Pengemis Gila menurunkan pandangan matanya, dia menarik napas pelan. "Yaaah... Aku bisa mengerti. Bagiku... Kau memang lebih pantas memiliki gulungan itu,"


"Tapi kenapa aku? Aiya... Aku tidak mau,"


"Tidak ada orang lain yang bisa selain kau, Shuxiang. Ayo, sebagai gantinya akan kubantu kau berbaikan dengan Lan'Er Gege." Bocah Pengemis Gila merangkul leher Xiao Shuxiang dan mengajak pemuda itu pergi.


"Kitab yang begitu diperebutkan oleh seluruh kultivator dan kau justru memberikannya padaku?! Ini bisa kubilang keberuntungan atau kutukan?"


"Aku percaya kau dapat mengubah *kentang panas itu menjadi keberuntungan. Itu akan lebih berguna di tanganmu," Bocah Pengemis Gila tersenyum dan dalam hati dia bernapas pelan, "Entah ini keputusan yang benar atau tidak. Tetapi Guru... Kitab Pembunuh Matahari kembali ke tangan muridmu."


******

__ADS_1


__ADS_2