KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]

KEJAHATAN TERSEMBUNYI [XIAO SHUXIANG THE SERIES]
37 - Keributan (2)


__ADS_3

"Tuan Muda Xiao...!" Hu Li berseru kembali, namun seketika sesuatu seperti terlempar ke arah samping tubuhnya dan menghantam tanah. Orang-orang yang menyaksikan itu spontan mundur dan sebagian besar berseru kaget.


Seorang kultivator dengan pakaian koyak serta terbakar di beberapa bagian adalah sosok yang terlempar barusan. Dia masih hidup, namun kondisi tubuhnya begitu mengkhawatirkan. Belum lagi, pipi bagian kirinya seperti habis dicakar hewan buas.


!!


Empat orang kultivator juga terlempar dan menghantam tanah. Keadaan mereka jauh lebih buruk meski tidak ada di antara mereka yang kehilangan nyawa. Hanya saja, empat kultivator itu kesulitan berdiri. Tubuh mereka terasa sakit dan bahkan sulit untuk sekadar menarik napas.


"Hei...! Kau baik-baik saja?" seorang pria mendekat untuk membantu salah satu kultivator yang terluka, namun belum sempat tubuhnya menunduk----sebuah pedang melesat dan langsung menebas lengannya.


!!


Erangan kesakitan langsung terdengar dan membuat keributan kembali terjadi. Hu Li terlambat merespon. Ini karena pedang itu melesat dengan sangat cepat. Dia pun sontak menoleh dan melihat Xiao Shuxiang berjalan keluar dari asap yang sebagiannya masih dipenuhi api.


"Tuan Muda Xiao..."


Kondisi Xiao Shuxiang dalam keadaan baik meski pakaiannya kotor dan terlihat ada beberapa bagian kain yang terbakar serta agak koyak. Namun wajah pemuda itu tetap saja menawan dan sama sekali tidak nampak menyedihkan.


"Jika bukan karena aku ingin menjalani hidup tanpa pertumpahan darah yang berlebihan, mungkin saat ini yang akan terlempar keluar adalah organ dalam kalian." Xiao Shuxiang menepuk debu yang ada di bahunya. Dialah yang telah merebut salah satu pedang lawannya dan melakukan serangan kejut barusan.


Xiao Shuxiang memang pernah berjanji kepada Ling Chu Zhen bahwa dia akan mengurangi tindakan brutalnya yang suka merobek perut lawan saat sedang bertarung. Dia berkata akan berusaha untuk tidak membunuh orang dengan cara paling tak manusiawi. Tapi tentu saja menerapkan hal tersebut tidak mudah bagi orang sepertinya. Apalagi sekarang ini, dia sedang kesal.


"Hu Li, kemari dan bunuh mereka."


!!


Xiao Shuxiang memberi perintah yang mengejutkan Hu Li, Siu Yixin, termasuk orang-orang yang mendengarnya. Pria yang lengannya ditebas Xiao Shuxiang tadi bahwa ikut terkejut.


Darah sudah tidak lagi menetes, ini karena dia menggunakan Qi untuk menghentikan pendarahan pada lengannya yang ditebas. Hanya saja sakitnya masih amat terasa.

__ADS_1


"Xiao Shuxiang, kau pikir siapa dirimu...?!" seorang kultivator yang selama kejadian tersebut hanya menonton mulai angkat suara. Dia baru saja akan mengumpati Xiao Shuxiang ketika sesuatu tiba-tiba saja melesat dan melukai lehernya.


!!


Serangan kejutan itu mengenai pinggiran lehernya hingga berdarah dan termasuk mengenai dua kultivator di belakangnya. Kejadian barusan membuat suasana sekali lagi tegang dan menakutkan . Mereka semua sontak menatap pelaku dari serangan itu yang tidak lain adalah Xiao Shuxiang.


Hu Li juga menatap Tuan Muda Xiao-nya.


Raut wajah Xiao Shuxiang dingin dengan tatapan matanya yang tajam. Dia seperti ular yang sedang berdesis berbahaya, seakan ingin segera menancapkan taringnya ke tubuh makhluk yang ingin dia makan.


"Kalian ini benar-benar tidak tahu tempat, beraninya masuk dalam pertarunganku. Kau pikir aku tidak berani melubangi leher kalian, huh?"


Xiao Shuxiang menahannya. Benar-benar berusaha menahan dirinya untuk tidak mengambil nyawa satu orang pun. Dia mungkin terdengar sedang mengancam, tapi jika semakin diprovokasi----ucapannya bisa saja dilakukan saat ini juga.


Hu Li bergegas. Dia meraih lengan Xiao Shuxiang dan bicara lembut, "Tenanglah Tuan Muda. Ingat tempat ini. Kita tidak boleh mencari masalah."


"Tapi mereka yang duluan, Hu Li. Apa kau juga menyalahkanku?"


"Kalau begitu diam dan turuti perintahku saja. Gantikan aku menghabisi mereka dan cepat lakukan."


"Tuan Muda...! Jangan seperti ini--"


"Hu Li, kau berani membantahku?"


!!


Sulit bagi Hu Li untuk membuat Xiao Shuxiang mengubah keputusannya. Jika Tuan Mudanya sudah memutuskan ingin mengambil nyawa orang lain, maka tidak seorang pun yang bisa menghentikannya. Bahkan untuk melakukan itu----dirinyalah yang harus turun tangan.


Siu Yixin memperhatikan raut wajah Hu Li yang terlihat tertekan. Dia dan pemuda berwajah manis itu sebelumnya telah bertarung melawan lima orang kultivator. Dia membuat mereka terluka, tetapi tidak ada di antara keduanya yang melakukan pembunuhan. 

__ADS_1


Siu Yuxin dan Hu Li jelas sadar benar bahwa para kultivator itu merupakan tamu undangan dari Alam Kultivasi Atas. Membunuh mereka akan menimbulkan masalah yang rumit. Tetapi sepertinya meski Xiao Shuxiang tahu, dia tetap saja ingin mengambil nyawa orang lain.


Hu Li mengembuskan napas, dia tidak bisa menolak perintah dari Tuan Muda Xiao-nya. Dia hanya berharap agar ada di antara orang-orang yang menonton ini menarik pedang dan menghentikannya.


Nie Shang sendiri tersentak ketika Hu Li berjalan ke salah satu pria yang terbaring penuh luka dan mulai mengeluarkan Api Rubahnya. Dia baru akan berseru untuk menghentikannya ketika mendapat tatapan dingin dari Xiao Shuxiang.


Siu Yixin tidak mengatakan apa pun dan tidak ada seorang pun dari para kultivator yang menghentikan Hu Li. Tindakan Xiao Shuxiang yang memberi serangan tidak terduga beberapa saat lalu seperti telah membungkam mereka.


Mo Huai sendiri menyadarinya. Dia yakin serangan Xiao Shuxiang pada leher salah satu kultivator tadi sengaja dibuat meleset. Ini jelas sebuah peringatan. Xiao Shuxiang ingin agar mereka tahu bahwa dia tetap bisa mengambil nyawa orang lain meski kekuatannya saat ini sedang disegel.


Mo Huai mengedarkan pandangannya. Dia bisa melihat beberapa orang yang nampak kuat dan jelas mampu sejajar dengan Xiao Shuxiang. Tetapi entah kenapa orang-orang itu hanya diam dan menjadi penonton saja, padahal mereka bisa saja membalik keadaan ini.


!!


Hu Li mengibaskan tangan dan secara bersamaan menutup matanya. Dia tidak mau melihat nyawa para kultivator ini berakhir di dalam api miliknya.


Nie Shang tersentak saat menyaksikan Hu Li benar-benar membakar sepuluh kultivator tersebut. Tidak ada dari mereka yang bisa melarikan diri dan bila keadaan ini terus berlangsung, para kultivator itu benar-benar akan mati terbakar.


"Hu Li--!!"


Suasana di sekitar Nie Shang mendadak berubah dingin ketika dia baru saja akan berteriak untuk meminta Hu Li berhenti dengan tindakan kejamnya itu. Segera dia menyaksikan sebuah lesatan cahaya di udara yang saat ini mulai menampakkan wujudnya.


Udara dingin berhembus dan membuat api milik Hu Li padam. Bahkan udara itu seakan mengobati luka-luka yang diderita oleh para kultivator hingga mereka tidak berada dalam kondisi yang kritis. Semua perhatian langsung tertuju pada sosok berpakaian ungu yang tengah melayang di atas mereka.


!!


Siu Yixin melihat seorang wanita cantik berambut panjang dan memiliki kulit yang seputih giok. Garis wajah wanita tersebut amat halus, mempunyai mata jernih dan tatapan yang penuh daya pikat. Untuk sesaat, dia dan orang-orang di sekitarnya seperti berada di padang rumput luas dengan angin yang menenangkan.


"......"

__ADS_1


Xiao Shuxiang juga melihat wanita itu. Namun pandangannya sejenak teralihkan oleh seorang kultivator yang baru saja bergabung dengan kerumunan. Kultivator itu nampak terengah-engah, dia pun tahu bahwa sosok tersebut adalah orang yang mengadukan kekacauan ini pada wanita cantik yang melayang di atas sana.


******


__ADS_2